Kendang Tunggal

Maret 12th, 2018

Kendang tunggal merupakan permainan kendang yang dilakukan oleh seseorang pemain kendang dengan motif pukulan yang amat bebas. Kendang tunggal dalam gamelan bali sesungguhnya dimulai sebelum lahirnya Gong Kebyar pada tahun 1914. Dalam lontar Prakempa dan Aji Ghurnita dalam bab mengenai Catur Muni-Muni, disebutkan mengenai gamelan Meladprana atau gamelan Gambuh. Gamelan Gambuh ini menurunkan 4 jenis gamelan seperti gamelan Semar Pegulingan, Semara Patangian (Semara Awungu), Semara Palinggihan (Semara Alungguh) dan Semara Pandirian (Semara Ngadeg). Dua gamelan diantaranya menggunakan kendang tunggal yaitu gamelan Semara Palinggihan atau gamelan Joged Pingitan dan gamelan Semara Pandirian.

Kendang Tunggal merupakan hal yang sangat sulit untuk memainkannya dengan baik karena memerlukan bakat serta keterampilan permainanya yang rumit dan memerlukan tenaga yang cukup. Pola pola permainan kendang tunggal itu memiliki dasar yang disebut “nyanden gong dan nyanden kajar”, bermain dengan pukulan kajar dan gong yang artinya bermain di antara pukulan-pukulan kolotomik itu, baik pada matra maupun non matra (on and off beat). Di dalam permainan kendang tunggal, seorang pemain kendang ada yang mempergunakan panggul (benda pemukul) maupun dimainkan menggunakan telapak tangan yang disebut dengan istilah Gupekan. Kendang Bali memiliki dua muka yang berbeda ukurannya. Muka kanan dimainkan dengan tangan kanan sedangkan muka kiri di mainkan dengan tangan kiri.

Ada beberapa jenis gending dalam gamelan Gong Kebyar yang biasanya diiringi dengan kendang tunggal yaitu:

  1. Bapang Gede
  2. Bapang Penasar
  3. Bapang Selisir
  4. Bapang Longor
  5. Gabor atau Gegaboran
  6. Perong
  7. Pengecet atau Pengipuk

 

 

Sumber :

Bandem, I Made.2013. Gamelan Bali di Atas Panggung Sejarah, Denpasar: BP STIKOM BALI

Leave a Reply