header image
 

Biografi I Ketut Cater, S. Sn

Foto0375Berdasarkan  wawancara yang saya lakukan kepada I Ketut Cater pada tanggal 8 oktober 2013, bahwa I Ketut Cater lahir pada tanggal 13 juli 1966, di Br. Pinda Desa Saba Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Propinsi Bali. Beliau  anak ke-11 dari pasangan suami istri yaitu I Ketut Bolag dan Ni Wayan Sukin. I Ketut Cater sekarang sudah berusia 47 tahun, sudah memiliki istri 1 dan anak 3, ke 3 anaknya itu perempuan. Beliau sekolah di SD 3 Saba desa Saba

Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar pada tahun 1973 sampai dengan 1979, melanjutkan ke STN (Sekolah Teknik) di desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar pada tahun 1979 sampai dengan 1982, sesudah menyelesaikan sekolah di STN beliau melanjutkan di SMIK di desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar pada tahun 1982 sampai dengan 1984, dan di SMKI (KOKAR) di Jl. Ratna kesiman, Denpasar Timur pada tahun 1984 sampai dengan 1988. Kemudian beliau melanjutkan ke STSI/ASTI Jl. Nusa Indah Denpasar.

Awal mulanya I Ketut Cater terjun ke bidang seni dari kelas 2 SD, mulanya beliau hanya menonton orang-orang latihan di desanya saja, beliau mulai tertarik bagaimana cara memainkan gamelan dan beliau belajar sendiri (OTODIDAK). Seiring berjalannya waktu, I Ketut Cater sudah berada di kelas 4 beliau sudah mulai bisa memainkan gamelan dan waktu itu beliau di pilih untuk ikut dalam komptensi antara kecamatan se Kabupaten  Gianyar sebagai wakil dari kecamatan Blahbatuh pada tahun 1976. Pemilihan ini merupakan gabungan dari seluruh desa-desa yang ada di Blahbatuh seperti desa Saba, Belega, Bona, Bedulu dan lain-lain. Latihan yang di lakukan bertempat di Br. Taruna Desa Blahbatuh Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, dengan pelatih atau yang membina bernama I Gusti Ngurah Puja. Pada waktu itu materi yang di beri oleh I Gusti Ngurah Puja adalah Tabuh Petegak, Tari Panyembrahma, Tari Margapati, dan Tari Baris, disana I Ketut Cater memainkan instrument yang bernama instrument gangsa. Setelah kompetensi itu selesai barulah di Br. Beliau sendiri mengumpulkan anak-anak untuk membuat sekehe gong anak-anak untuk melestarikan seni budaya yang ada di Bali. Sekehe Gong ini di beri nama Sekehe Gong Anak-anak Dharma Kusuma Br. Pinda desa Saba kecamatan Blahbatuh kabupaten Gianyar. Dari zaman dahulu Sekehe Gong Br. Pinda memang sudah terkenal di seluruh Bali, jika orang-orang mendengar Sekehe Gong Pinda melakukan pentas, pasti semua orang pada zaman dahulu ingin menonton. Seiring berjalannya waktu Sekehe Gong Anak-anak Dharma Kusuma di latih oleh semua Sekehe Gong Br. Pinda yang sudah senior, yaitu:

  1. Nyoman Senen (Alm)
  2. Wayan Kumpul
  3. Nyoman Salit

Dan masih banyak sekehe gong yang lainnya yang membantu, nama-nama yang di atas adalah pokok-pokok dari pelatih semua. Materi yang pertama kali yang di berikan oleh semua pelatih adalah Tabuh 3 lelambatan. Pada saat itu IKetut Cater memainkan instrument kendang wadon. Selesai sudah materi yang diberikan, kemudian ada seseorang asing yang datang menengoki latihan mereka tersebut, ternyata orang asing tersebut dari Belanda, yag bernama Tuan Tia, dia tinggal di sanur tetapi dia sering ke Puri Taman di Br. Saba desa saba kecamatan Blahbatuh kabupaten Gianyar. Setelah dia melihat Sekehe Gong Anak-anak ini latihan, mungkin hati Tuan Tia ini terketuk dan dia memberika suatu hadiah berupa uang sebesar 15.000 pada zaman itu uang ini sangat banyak, dibagikanlah kepada semua anak-anak untuk bekal mereka ke sekolah. Sekehe Gong Anak-anak ini terus aktif ngayah ke semua Pura yang di ketahui. Pada tahun 1978-1979 Sekehe Gong Dewasa Br. Panda ini di tunjuk untuk mewakili Lomba Gong Kebyar Dewasa, sebagai duta Kabupaten Gianyar. Materi yang di pakai saat itu adalah:

  1.  Tabuh kreasi, yang berjudul “Putri Cening Ayu”, yang di garap oleh Nyoman Senen (Alm) dan Ketut Dibia dari Tampak Siring.
  2. Tari Baris Masal
  3. Legong Kraton
  4. Sendratari yang berjudul  “Mentiwas lan Mensugih”, yang di garap oleh: tabuhya Ketut Dibia dan Ida Bagus Brata, dan tarinya Anak Agung Piadnya.

Pada waktu itu pentas dilakukan pada tanggal 1979 bertempat di Gedung Mario Tabanan, Duta Kabupaten Gianyar melawan Duta Kabupaten Badung. Gianyar dan Badung waktu itu sama bagusnya, hingga waktu itu mendapatkan juara 1 kembar, kemudian tampil kembali di panggung terbuka Arda Chandra,di Art Centre.

I Ketut Cater sudah menyelesaikan sekolah di SD, dan kini melanjutkan sekolah di STN (Sekolah Tehnik Negeri) yaitu bertempat di Br. Tegal Desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Saat beliau sekolah disana beliau tidak tinggal di Br. Pinda, beliau tinggal di Br. Denjalan Desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar, di rumah bapak I Wayan Suweca (Alm). I Ketut Cater disana tinggal sambil bekerja beliau hidupnya sangat mandiri tidak bergantungan sama orang tuanya, disana dia beralih profesi, dulunya sering memainkan gamelan saja, sekarang dia belajar memahat/mengukir kayu dan menjarit baju/pakian. Tetapi disana juga ada sekehe menabuh, jadi I Ketut Cater tetap bisa trus latihan menabuh. Selesailah bersekolah di STN dan beliau melanjutkan di SMIK yang bertempat di Br Tegal Desa Guwang Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Beliau disana sekolah hanya 2 tahun, beliau tidak menyelesaikan sekolah disana, karena beliau pindah ke SMKI (KOKAR).

Pada awalnya beliau masih di sekolah di SMIK beliau pergi menjual jangkrik, sampai di depan sekolah SMKI(KOKAR) beliau melihat seseorang yang keluar dari sekolah itu membawa sebuah panggul, semua itu mengingatkan beliau pas masih tinggal di Br. Pinda, dan timbul rasa iri dari beliau, dari itulah beliau pindah ke sekolah SMKI(KOKAR). Di SMKI Ketut Cater bertemu dengan I Wayan Darya, I Made Subandi, I Nyoman Griya, dll. Sekolah di mulai, I Ketut Cater dan teman-temannya mendapat pelajaran praktek lelambatan, saat itu mereka gurunya yang mengajar bernama I Wayan Warsa, disana bapak Warsa bertanya kepada I Ketut Cater “Uling ije gus????” dan I Ketut Cater menjawab “tyang uling Br. Pinda”, bapak Warsa langsung menyuruh I Ketut Cater memegang instrument kendang, karena di Bali Pinda sudah terkenal dimana-mana untuk memainkan Gamelan Bali, yang di pimpim oleh, Nyoman Senen dan Wayan Kumpul. Menjelang ulang tahun SMKI (KOKAR) yang ke 18 tahun, dikumpulkan siswa kelas satu yaitu kelas angkatan  I Ketut Cater untuk latihan mencari tabuh kreasi baru yang di garap oleh I Wayan Warsa. Tabuh kreasi ini di pentaskan pas pada puncak hari ulang tahun sekolah yang ke-18 tahun pada tahun 1984, saat I Ketut Cater bersekolah di SMKI beliau tinggal di MESS bersama guru yang bernama Bapak Mulyana yang menjadi guru Bahasa Indonesia. Pada suatu hari I Ketut Cater mendengar ada orang latihan di studio karawitan dan beliau ingin menonton kesana, sampai disana beliau langsung disuruh ikut latihan, karena latihan itu akan di pakai untuk mendukung ujian tari sarjana muda di STSI yang bernama Suteja dari Tanjung Bungkak, dengan penggarap tabuhnya adalah I Ketut Gede Asnawa, B A. Gamelan yang di pakai adalah gamelan Gong Kebyar, instrument yang di pegang oleh I Ketut Cater adalah instrument Kajar. Seiring berjalannya waktu I Ketut Cater naik ke kelas dua dan angkatan beliau di suruh latihan buat rekaman, gurunya bernama I Gusti Ngurah Padang, materi yang diberikan adalah Tabuh 4 Lelambatan Banda Sura yang di garap oleh Bapak I Gusti Ngurah Padang sendiri pada awal membuat tabuh itu di Karang Asem dan di tuangkan ke angkatan I Ketut Cater, Tabuh Kreasi  yang di garap oleh Bapak Warsa,Tari  Kijang Kencana, Tari Gopala, Tari Jalak Putih, semua materi ini di rekam oleh Maharani Record dan di pentaskan di kantor Gubernur Bali di Jaya Saba. I Ketut Cater sekarang menjadi kelas tiga dan sekolah SMKI pindah ke Jl. Taak Indah Batu Bulan, setiap tahun di Bali ada acara PKB, SMKI pasti mendapat bagian dari pembuka/penutup PKB itu yaitu 2 buah garapan Sendratari Kolosal, beliau selalu ikut dalam garapan tersebut, setelah menyelesaikan sekolah di SMKI selama 4 tahun, beliau melanjutkan sekolah di STSI DI Jl Nusa Indah Denpasar, pada tahun 1988. Selama sekolah di STSI banyak kegiatan yang beliau dapat, acara PKB datang kembali I Ketut Cater dan I Wayan Darya di panggil kembali oleh SMKI untuk ikut dalam garapan Sendratari SMKI yang berjudul “Ari Wangsa”.

Akhirnya impian I Ketut Cater terwujudkan, beliau sangat ingin dari dulu bersekolah di STSI/ASTI. Beliau sekolah disana pada tahun 1988 sampai dengan 1993 dengan teman-temannya yaitu I Made Subandi, I Wayan Darya, dan yang lainnya. Banyak kegiatan yang beliau lakukan, saat beliau menginjak semester 2, beliau mendukung ujian Wayang Arja dengan dalang I Nyoman Sedana. Pada tahun 1990 I Ketut Cater di tunjuk sebagai Pembina Gong Kebyar Dewasa Kabupaten Gianyar, ini adalah pertama kalinya beliau menjadi Pembina Gong Kebyar Dewasa, senang gembira yang beliau rasakan, apa yang menjadi impian beliau sekarang ada di depan matanya sendiri. Pada PKB tahun ini, Kabupaten Gianyar diwakili oleh Desa Batuan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jadi di desa Batuan pertama kalinya I Ketut Cater menjadi Pembina, akhirnya setiap tahun beliau terus di tunjuk menjadi Pembina Gong Kebyar Dewasa maupun Anak-anak. Di desa Batuan I Ketut Cater menggarap Sandya Gita dan Fragmen Tari bersama Dewa Brata, selain menggarap, ternyata beliau disana juga ikut memainkan gamelan, beliau disana menjadi tukang kendangnya. Tahun 1991 beliau membina di Batubulan sebagai Duta Gong Kebyar Dewasa Kabupaten Gianyar. Disana beliau membina Tari yang sudah ada yaitu Tari Cendrawasih, dan menuangkan sebuah tabuh yang berjudul “Gora Mardawa” yang diciptakan oleh Bapak I Wayan Winda. Di tahun ini I Ketut Cater di tunjuk oleh kampusnya untuk ikut dalam rombongan ke luar negeri yaitu ke (SWEDIA). Ini adalah pembrangkatan I Ketut Cater yang pertama kalinya untuk ke luar negeri, beliau disana hanya 2 minggu.

Pada tahun 1992 beliau membina di Tampak Siring sebagai Gong Kebyar Dewasa Duta Kabupaten Gianyar, yang bertempat di Br. Kawan desa Tampak Siring Kabupaten Gianyar. Saat itu pula beliau menggarap Sendratari kolosal di Kecamatan Ubud, sebagai wakil dari Kabupaten Gianyar yang berjudul yaitu “Maya Denawa”. Tahun 1993 beliau membina di desanya sendiri yaitu Br. Pinda Desa Saba Kecamatan Blah Batuh, karena desanya lah yang di tunjuk untuk mewakili Kabupaten Gianyar materi yang di garap oleh beliau adalah Sandya Gita dan Fragmen Tari. Hari terus berjalan hingga tahun 1994 I Ketut Cater  membina di desa Kemenuh Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Disana beliau menggarap Tabuh Kreasi yang berjudul “Merdu Kumala, dan menggarap Sandya Gita. Setiap tahun beliau terus mendapat tugas untuk membina/menggarap sebuah karya seni yang tak ternilai harganya, karya-karya beliau sudah sangat banyak untuk kota Gianyar, ini semua adalah impian beliau, dan sekarang sudah menjadi kenyataan. Dan sampai tahun ini beliau terus menjadi Pembina Kabupaten Gianyar dengan bersama ke-2 temannya yaitu I Wayan Darya yang berasal dari Singa padu, I Made Subandi yang berasal dari Batuyang. Mereka juga punya julukan, yaitu “sipitung” yang berarti SI: Singa Padu, PI: Pinda, TUNG: Batuyang.

~ by putusuwarsa on .

Leave a Reply