METODE PENUANGAN KARYA SENI KARAWITAN OLEH SENIMAN MUDA

I Putu Agus Eko Sattvika S.Sn adalah seorang seniman muda yang bersal dari Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi yang tepat di Banjar Pemebetan. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. I Putu Agus Eko Sattvika lahir pada tanggal 5 November 1994. Karya-karya yang pernah diabuat adalah Ki Ganja Dungkul (iringan tari), Jaran Gadang ( tabuh kreasi), Jong Karem (kreasi pepanggulan), Gita Pralaya (baleganjur), Dar Asep (petegak bebarongan), Tri Rasa (tabuh kreasi). Dalam pembuatan karya beliau mengatakan membuat atau menciptakan suatu karya hal yang terpenting adalah menentukan ide dan konsep terlebih dahulu agar karya bisa tersusun atau terancang dengan baik. Hal yang lain menurut beliau dalam menuangkan suatu karya sangat diperlukan yang namanya metode dan pola-pola yang akan dituangkan kedalam karya tersebut. Adapun metode yang bisanya digunakan dalam mencipta suatu karya menurut Agus Eko Sattvika adalah sebagai berikut :

  • Menggunakan notasi, artinya dalam mencipta suatu karya beliau mencatat terlebih dahulu melodi lagu yang akan dituangkan, namun notasi tersebut tidak mutlak akan menjadi acuan. Bisa saja ada kemungkinan baru yang didapat langsung dari sebuah proses.
  • Metode penuangan meguru panggul yang artinya mencontohkan terlebih dahulu pola-pola atau melodi yang akan dituangkan.

 

Yang saya baca dari buku “metode penyusun karya music” yang diterbitkan pada tahun 2011 memberikan cara-cara bagi seniman muda untuk berkarya komposisi baru. Bali utara sangat terkenal dengan ciri khas kekebyarannya dan warna suara gamelan lebih tinggi, dimana pada masa sekarang ciri khas kekebyaran gaya Bali utara dan warna suara style gamelan Bali utara kurang terlihat karena gaya-gaya dan style gong kebyar di Bali utara lebih mentradisi. Jaman sekarang lebih banyak menggunakan gaya kekebyaran Bali selatan. Disatu sisi teknologi sangat mempengaruhui akan berkembangnya suatu tradisi yang ada di masyarakat yang menjadi ciri khas masyarakat. Pande Made Sukerta memperjuangkan bagaimana ciri khas gong kebyar yang ada di Buleleng atau gaya Bali utara.

 

 

 

BENTUK DAN FUNGSI TABUH SERTA TARI LEGONG RAJA CINA

Tari Legong Raja Cina diperkirakan ada pada tahun 1930-an yang ditarikan oleh tiga orang penari perempuan. Menurut I Gusti Ngurah Serama Semadi S.Sp.,M.Si Legong Raja Cina ini sudah pernah ada, namun keberadaanya tidak pernah diceritakan oleh beliau. Namun tarian ini ditafsirkan sudah ada pada tahun 30-an. Legong Raja Cina adalah tarian legong yang mengangkat tema dari cerita Kang Cing wie atau cerita hubungan antara Raja Bali dengan anak Raja Cina yaitu Kang Cing Wi (cerita sejarah barong landung). Tari Legong Raja Cina ini direkontruksi oleh I Gusti Ngurah Serama Semadi S.Sp.,M.Sn awal rekontruksi dari Legong Raja Cina saat ayah beliau menceritakan ada legong yang belum direkrontrusi atau belum dibangun yaitu Legong Raja Cina dan Legong Bramara. Pada saat ingin merekontruksi tari Legong Raja Cina, I Gusti Ngurah Serama Semadi S.Sp.,M.Si belum tau persis dan belum ada bayangan tentang tabuh dari Legong Raja Cina tersebut. Akhirnya beliau menanyakan gending Legong Raja Cina tersebut kepada Pak Brata (alm). Ternyata beliau memiliki catatan tentang gending tari Legong Raja Cina akan tetapi catatan tersebut tidak lengkap. Catatan tersebut hanya berisi pengawak legongnya saja. Akhirnya dari hal tersebut, I Gusti Ngurah Serama Semadi S.Sp.,M.Si membuat gending tari Legong Raja Cina yang tidak lengkap tersebut. Setelah jadi, akhirnya Legong Raja Cina itu direkontruksi kembali dengan bentuk iringan tabuhnya mengambil gaya Khas pelegongan Saba. Dari motif kendang dan dari rasa gending tersebut semua mengambil gaya khas pelegongan Saba. Begitu juga dengan tarinya, gerakan tari Legong Raja Cina yang di rekontruksi mengambil gaya dari legong khas Desa Saba yang sudah mempunyai ciri khas tersendiri, dari bagian pengawak sampai bagian akhir mengadopsi gaya pelegongan khas Saba. Yang menjadi identitas dari tari Legong Raja Cina yaitu Barong Landung. Pada saat rekontruksi ada sedikit perdebatan mengenai identitas Barong Landung yang akan dituangkan kedalam tari Legong Raja Cina tersebut. I Gusti Ngurah Serama Semadi S.sp.,M.si mengatakan beliau tidak ingin mengisi tambahan property Barong Landung dalam tari legong tersebut. Beliau ingin gerakan Barong Landung tersebut di transfer ke dalam tari Legong Raja Cina dengan maksud untuk menjadikan Barong Landung sebagai identidas dari tari Legong Raja Cina tanpa menggunakan property yang berlebihan. Akhirnya pendapat tersebut diterima dan langsung dituangkan kedalam tari Legong Raja Cina. Setelah proses yang panjang akhirnya tari Legong Raja Cina selesai direkontruksi dan sebagai indentitas dari tari Legong Raja Cina tersebut yaitu Barong Landung.

 

PENGERTIAN FILSAFAT SENI

Untuk memahami filsafat seni atau estetika, terlebih dahulu kita melihat kedudukan seni dalam keseluruhan sistem filsafat filsuf ini. Istilah seni (art) berasal dari kata latin Ars yang berarti seni, keterampilan, ilmu dan kecakapan. Ada beberapa definisi mengenai seni dan filsafat seni yang dikemukakan oleh para filsuf seni. Diantaranya oleh G.W.F Hegel (1770-1831), seorang Filsuf Idealisme Jerman, berpendapat seni adalah medium material sekaligus faktual. Keindahan karya seni bertujuan menyatakan kebenaran. Baginya kebenaran adalah “keseluruhan”. Sehubungan dengan gagasan kebenaran yang dikemukakannya, karya seni adalah presentasi indrawi dari ide mutlak (Geist) tingkat pertama. Dalam pemikiran Hegel, ide atau roh subyektif dan roh obyektif senantiasa berada didalam ketegangan. Ide-ide mutlak mendamaikan ketegangan ini. Maka sebagai ide mutlak tingkat pertama pada seni roh subyektif dan roh obyektif didamaikan. Subyek dan obyek kemudian berada didalam keselarasan sempurna.

Menurut Arthur Schopenhauer sendiri, seni merupakan segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan, tiap orang senang dengan seni musik meskipun seni musik adalah seni yang paling abstrak. Berbicara tentang filsafat seni, simbol-simbol perlu mendapat perhatian untuk mempertahankan segi “misteri” pengalaman manusia. Filsafat seni bagi para filsuf seni, berbicara mengenai ide, makna, pengalaman, intuisi, semua menunjukkan sifat simbolik dari seni. Pada awalnya, Socrates yang berpikir mengenai filsafat seni, sehingga Ia dikenal sebagai Bapak Filsafat Seni/Keindahan. Panggilan filosofis dalam konteks filsafat seni menuntut kerelaan, keterbukaan, dan tidak pernah prasangka apriori. Artinya, persoalan senidapat dibahas dari sudut pandang disiplin ilmu manapun. Dalam definisi mengenai seni merupakan proses cipta, rasa, dan karsa. Seni tidak akan ada bila manusia tidak dihadiahi daya cipta. Filsafat dan seni sebagai komunikasi yang kreatif, tetapi cara dan tujuannya berbeda. Filsafat adalah : usaha mencari kebenaran,sedangkan seni lebih pada kreasi dan menikmati nilai.Bahkan bila seni menggunakan bahasa seperti dalam sastra, penggunaan ini tidak sama dalam filsafat. Tujuan dari seni adalah membangkitkan emosi estetik, sementara dalam filsafat, bahasa adalah alat untuk mengucapkankebenaran. Melalui filsafat seni, pemahaman tentang seni akan lebih kaya. Banyak hal yang dapat dipertanyakan. Namun, pertanyaan sebagai tantangan, bahwa filsafat seni adalah bukan sekedar sejarah seni.

PERAN PENTING SENIMAN MUDA DI MASYARAKAT

Dalam bermasyarakat khususnya di bidang seni karawitan I Putu Agus Eko Sattvika sangat berperan penting bagi masyarakat Kapal karena beliau banyak membantu dan membuatkan gending-gending Baleganjur untuk mengiringi upacara karena dia dipercayai oleh masyarakat Kapal. Bukan itu saja I Putu Agus Eko Sattvika sudah mendirikan sanggar pada tahun 2017 yang diberi nama Palwa Swari disana anak-anak muda bisa mengikuti kegiatan-kegiatan di bidang seni karawitan seperti belajar Gender Wayang dan belajar tehnik dasar mekendang tunggal. Atas kerja keras beliau, beliau mampu mendirikan sanggar Palwa Swari dan mensuprot satu barung Gender Wayang. Dan sanggar ini sedang direkomendasi melalui proposal-proposal di Dinas Kabupaten Badung, harapan beliau kedepannya sanggar ini mampu memberikan hal-hal yang positif didalam bidang seni karawitan Bali. Beliau berkata proses itu harus ada kerja kerasnya.

TOKOH SENIMAN MUDA DI DESA ADAT KAPAL

NAMA : I PUTU AGUS EKO SATTVIKA S.sn

TEMPAT TANGGAL LAHIR : KAPAL, 5 NOVEMBER 1994

UMUR : 24 TAHUN

JENJANG PENDIDIKAN : S1 ANGKATAN 2013 INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR

 

LATAR BELAKANG TOKOH

I Putu Agus Eko Sattvika biasa dipanggil Kaplik adalah seorang seniman muda asal Banjar Pemebetan Kapal yang berperan penting bagi masyarakat khususnya anak-anak karena beliau adalah composer muda yang memiliki jiwa dan kemampuan mendidik dibidang seni karawitan bagi anak-anak muda di Desa Adat Kapal. I Putu Agus Eko Sattvika merintis karirmya di dunia seni karawitan sejak masih kecil, dia dibimbing oleh orang tuanya yang bernama I Ketut Budiasa. Dari masih sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) sampai sekolah menengah kejuruan (SMK) Kaplik sudah sering mengikuti lomba-lomba seperti lomba Baleganjur, lomba mekendang tunggal dan lomba Gong Kebyar anak-anak dan dewasa dan di perguruan tinggi Kaplik sudah mulai berkarya. Nama-nama karya yang sudah dibuat olehnya adalah :

  1. Tabuh Tari yang berjudul Ki Ganja Dungkul (2015)
  2. Tabuh Kreasi Pepanggulan Canggahwang (2017)
  3. Tabuh Kreasi Jaran Gadang (2012)
  4. Tabuh Kreasi Pepanggulan Jong Karem
  5. Tabuh Baleganjur Gita Pralaya
  6. Tabuh Petegak Bebarongan Dar Asep (2017)
  7. Tabuh Kreasi Tri Rasa