Tips Menjaga Keamanan WhatsApp dari Pembobolan Oleh Hacker

This post was written by Putu Priska on April 14, 2021
Posted Under: Tak Berkategori

ISI-DPS, Tips Menjaga Keamanan WhatsApp – WhatsApp sebagai salah satunya aplikasi chatting online paling besar dalam dunia. Bukan hanya dipakai untuk chatting yang memiliki sifat individu, WhatsApp kerap dipakai sebagai media dialog untuk keperluan komunikasi yang lain dan dipakai di dunia usaha.

Di aplikasi ini kamu bukan hanya dapat share gambar dan video, tetapi juga document seperti word sampai excel. Dengan bermacam perannya itu, tidaklah aneh bila beberapa orang dari keperluan individu sampai tingkat usaha manfaatkan aplikasi WhatsApp Business Api untuk keperluan komunikasi dan share data.

Bahkan juga, untuk mengoptimalkan servis WhatsApp juga mempunyai aplikasi khusus usaha terpisah supaya pemakaiannya lebih efisien buat mereka yang memakainya untuk maksud menjalankan bisnis atau berdagang. Meskipun kenaikan kualitas keamanan WhatsApp telah lumayan bagus serta selalu dinaikkan dari sekian waktu.

Tetapi bukan memiliki arti kehebatan beberapa hacker saat lakukan laganya pun tidak turut bertambah. Sudah pasti, sebagai aplikasi chatting dengan pemakai paling banyak dalam dunia. WhatsApp ditegaskan jadi target empuk untuk beberapa hackers dan pelaku tidak bertanggungjawab.

Cara yang Dipakai Hacker WhatsApp

Ada cara-cara yang umum dipakai oleh beberapa aktor pembobolan WhatsApp ini saat lakukan laganya. Berikut sejumlah sistem beberapa hacker WhatsApp yang perlu kamu kenali:

Memakai WhatsApp Web

Untuk mempermudah kita buka aplikasi lewat netbook atau PC, kamu dapat menyambungkan WhatsApp pada smartphone dengan WhatsApp situs. Tetapi malah keringanan ini menjadi boomerang sebab bisa jadi sistem hebat hacker untuk meng-hack WhatsApp kamu.

Untuk melakukan, hacker cuman memerlukan QR kode dari WhatsApp situs untuk di-scan. Code itu dapat didapat saat mereka mempunyai akses pada handphone yang kamu pakai. Tak perlu hacker hebat, sistem yang ini bisa juga dilaksanakan oleh beberapa orang pemula karena demikian gampang.

Mengintip Pesan WhatsApp dari Facebook

WhatsApp dan Facebook berasal dari 1 perusahaan yang serupa. Walau berawal dari perusahaan yang serupa, faksi Facebook telah menjelaskan jika ke-2 nya tidak tersambung dan data yang ada di aplikasi WhatsApp tidak bocor ke Facebook.

Tetapi developer terkenal Gregorio Zanon menjelaskan kebalikannya. Dalam basis media kepunyaannya, Zanon menerangkan jika Facebook dan WhatsApp memakai satu “tempat” penyimpanan yang serupa dalam piranti. Meskipun pesan di-claim terenkripsi, Facebook masih berpotensi untuk mengopi info dari WhatsApp.

Mencuri Kode OTP

Hacker kerap kali manfaatkan OTP saat ingin bajak account seseorang. Modus yang kerap dipakai ialah mereka menjelaskan salah mengirimi code OTP ke handphone kamu. Pada akhirnya mereka mintamu untuk mengirim code itu. Saat telah memperolehnya, account WhatsApp-mu diarahkan ke handphone mereka.

Menggunakan Kode Man to Man Interface (MMI)

Dengan sistem ini aktor penipuan akan minta korban masukkan code *21(nomor aktor)# dan menghubunginya. Rupanya itu ialah code Man to Man Interface (MMI). Code itu biasa dipakai untuk mengubah nomor telephone ke piranti lain.

Jadi semua panggilan yang masuk di nomor kita akan diterima oleh aktor. Dari sana, dia dapat masuk di account WhatsApp saat telah memperoleh OTP Call Me atau code OTP yang diberi lewat telephone.

Tidak cuma WhatsApp, saat hacker kuasai nomor teleponmu, mereka dapat memperoleh akses ke account lain. Dimulai dari sosial media, account ojek online, e-wallet, dan lain-lain.

Pembajakan File Media

WhatsApp memungkinkannya pemakainya untuk mengirimi dan terima file. Rupanya feature ini disalahgunakan oleh hacker atau pelaku-oknum tidak bertanggungjawab.

Aktor akan mengirim file berisi malware ke seseorang. Saat file dibuka, malware dipasang secara automatis. Kemudian, hacker memperoleh akses pada WhatsApp atau bahkan juga handphone korban.

Melalui File Backup WhatsApp

Sebagai pemakai aktif WhatsApp, kita tentu kerap dianjurkan untuk rajin lakukan backup. Maksudnya supaya kita mempunyai file cadangan saat aplikasi tidak menyengaja terhapus, reset, atau alami masalah. Hacker juga salah gunakan feature itu untuk keperluannya.

Untuk memperoleh file backup WhatsApp kamu, hacker akan meretas e-mail atau Google Drive. Lewat trick hacking, mereka bisa juga mengubah penyimpanan backup-mu ke emailnya sendiri. Saat sukses, hacker juga bebas terhubung semua chat dan media.

Cara Mencegah WhatsApp Agar tidak Kebobolan

Ada langkah-langkah gampang dan tentu saja efisien untuk jaga keamanan WhatsApp kamu dari teror aktor penipuan. Berikut sejumlah tips-nya yang dapat dilaksanakan:

  • Set pin WhatsApp kamu dengan masuk di menu “Settings – Akun – Two-step Verification’
  • Set e-mail address recovery saat kamu lupa pin WhatsApp.
  • Log out langsung WhatsApp web sesudah dipakai.
  • Cek piranti apa yang tercatat pada WhatsApp Situs akunmu dengan masuk di Settings>WhatsApp Situs/Desktop. Coba lihat piranti apa yang tercatat di situ.
  • Jangan pakai e-mail yang serupa untuk Facebook dan WhatsApp. Dengan demikian, resiko pembajakan dapat dikurangkan.
  • Jangan mengirim code OTP ke seseorang. Bahkan juga ke saudara atau rekan sekalinya. Karena gabungan angka itu ialah kunci untuk menggantikan sebuah account.
  • Matikan setel auto-download di WhatsApp. Masuk ke Settings > Chat Settings. Di bagian Save to Gallery, yakinkan pengaturannya Off atau mati. Ini untuk menghindar mu buka secara automatis file meresahkan yang dikirimkan oleh faksi yang tidak dikenali.
  • Pastikan e-mail yang dipakai pada PlayStore dan AppStore memakai sistem Two-step Verification untuk mekanisme keamanannya.

Jangan malas belajar berkenaan keamanan data untuk kebaikan diri kita. Bila kamu secara 90% bergantung dengan aplikasi smartphone untuk rutinitas setiap hari karena itu maknanya pemakaian keamanan yang dilaksanakan harus juga extra.

Selain mengimplementasikan tips di atas. Coba untuk membagikan ke saudara dan rekan-rekan kamu supaya mereka terbebas dari modus penipuan ini.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address