biografi seorang seniman alam

Januari 9th, 2014

Pendahuluan

Pada awal tahun 1970, seorang I Made suena masih berusia sekitar 14 tahun. Bliau pada waktu itu masih memiliki kegiatan bertani dengan orang tuanya. I Made Suena sangat rajin membantu orang tuanya yang bekerja di sawah,tetapi jiwa seni yang bersifat alami dari I Made suena tidak luput dari kegiatannya yang slalu membantu orang tuanya.

I Made suena lahir pada tanggal 31-12-1956, yang bertempat tinggal di banjar balun,padang sambian tengah,Denpasar barat. I Made suena adalah anak no 2 dari 8 bersaudara dari pasangan I nyoman Purna dengan I Ketut regong. I Made suena seorang anak yang sangat rajin dan kreatif,ia slalu memanfaatkan waktu dan tempat untuk bermain-main dengan alam,I made suena juga senang memanfaatkan tumbuhan/pepohonan untuk dijadikan alat musik seperti, membuat suling dari padi yang sudah kering,dan juga membuat suling dari batang daun papaya. Seorang I made suena tidak luput dari kreatifitas,beliau juga memang awalnya gemar sekali bermain suling. Setiap beliau melihat carang/tumbuhan yang dapat di manfaatkan,bliau pasti memetiknya untuk di gunakan sebagai suling.

Selain bermain-main bliau juga tidak lupa untuk bekerja,seperti membantu mengairi sawah,mencari air,dan membajak sawah. Itu smua bliau lakukan untuk membantu orang tua.Beberapa kawan beliau juga ikut membantu dalam bekerja,karena pada jaman dahulu kegiatan seseorang dominan di sawah.Setelah tugas beliau selesai untuk membantu orang tua, beliau pun bergegas ke balai banjar, yaitu, balai banjar Balun,desa Padang sambian. Disana lah beliau mengintip bagai mana orang bermain gambelan,bliau hanya bisa menontonnya saja dengan kawanya yang sebaya.

Dengan keinganan yang besar, I Made suena memberanikan diri untuk ikut berlatih di balai banjar,tetapi pada waktu itu I Made Suena hanya menjadi cadangan. Bila ada instrument yang kosong,baru beliau berani masuk untuk mengisi nya.Pada tahun 1975,I made suena sudah di ajak untuk mengikuti proses latihan dibalai banjar,pada saat itu I made suena di tugaskan sebagai tukang suling,karena itu memang besik dari I made suena. Pada saat itu I made suena di ajak untuk berlatih memainkan lagu sendratari tegal jadi raja pala. Dan I made suena pun resmi ikut menjadi anggota sekha gong di banjar balun,Padang sambian.

Selain bisa bermain suling,I made suena juga slalu belajar untuk membuat suling,keinginan I made suena sangtlah keras untuk menjadi seseorang yang mampu membuat apa yang ia inginkan. Pada proses I made suena belajar membuat suling, bliau selalu gagal,dan tidak pernah bisa untuk membuat suling yang sesuai dengan suara nada yang di inginkannya. Sangatlah tinggi keinginan I made suena untuk belajar,bliau tidak menyerah dengan kegagalannya. Lalu bliau memutuskan untuk bertanya ke pada seseorang yang ahli juga di bidang pembuatan suling yaitu I nyoman Sura. Disitu lah I made suena berguru dan mendapatkan ilmu dari I nyoman sura. Disana I made suena di berikan tehnik dan cara-cara yang benar dalam pembuatan suling.

Dan akhirnya I made suena paham dengan tehnik-tehnik tersebut,lalu ia mencobanya dan akhirnya bliau bisa membuat 2 buah suling yang berlaras pelog.Pada tahun 1980, I made suena mendapat tawaran untuk bermain kendang di suatu grup/skha gambelan yang berada di desa padang sambian juga. Pada waktu itu I made suena belum ahli dalam bermain kendang,tetapi I made suena menerima ajakan dari dari I nengah kantor.

Disana I made suena di ajak untuk berlatih pukulan-pukulan dasar kendang lelambatan dan,kendang tari-tarian. Setelah I made suena belajar kendang gupekan, I made suena melihat orang yang sedang bermain kendang krumpungan. Disana I made suena slalu memperhatikan cara-cara/pukulan-pukulan yang di keluarkan, dan akhirnya I made suena berniat mempelajarinya. I made suena menggunakan kaleng bekas untuk belajar di rumah karena I made suena tidak memiliki kendang krumpungan.

Sampai 2 tahun I made suena belajar kendang krumpungan, dan akhirnya ia bisa memainkannya walaupun belum sempurna. Dari situlah I made suena terus dan terus memplajarinya dengan cara menonton geguntangan,mengikuti pementasan arja,dan slalu bertanya kepada yang lebih senior yaitu Pak rundu yang berasal dari gladag.Pada tahun 1986,I made suena sudah menguasai tehnik kendang yang di berikan,dan I made suena juga sudah sering ikut serta dalam pementasan, pada waktu itu juga sekha dari I made suena mengikuti festival di daerah pemecutan dengan membawakan tabuh lelambatan,seperti tabuh pisa,tabuh gesuri,dan tabuh tari-tarian.

Setelah itu,I made suena bertemu dengan pak kaler,bliau yang memperkenalkan gambelan rindik kepada I made suena. Disana I made suena mulai mengenali gambelan rindik,dan beliau ingin belajar bermain rindik,dengan di tuntun oleh pak kaler. Dan akhirnya I made suena pun mendapatkan dua lagu dari sekian kali belajar dengan pak kaler. Tidak lama,I made suena di panggil untuk memainkan rindik di sebual hotel,dengan nekatnya I made suena menerima ajakan tersebut demi mencari pengalaman dengan bermodal 2 lagu saja.

I made suena adalah sosok orang yang tidak pernah mau menyerah,setelah ia bisa bermain rindik sampai juga ia dapat bekerja dengan menggunakan gambelan rindik,lalu ia memutuskan belajar membuatnya dengan di bimbing oleh seseorang yang bernama I nengah Suarnata yang berasal dari tabanan. Disana I made suena sempat berguru untuk bisa membuat rindik.Lama sudah perjalanan masa muda I Made suena, lalu I made suena menikah dan memiliki 4 orang anak. Pada saat itulah I made suena mulai mengajar gambelan di desa-desa. I made suena juga memiliki grup yang bernama puspa mekar, itu adalah gerup angklung I made suena. Bliau berkecimpung di gambelan angklung karena,pada jaman dulu di desa padang sambian khususnya di banjar balun,hanya ada gambelan angklung. Disana lah bliau mengajar dan membuat gending/lagu petegak untuk gambelan angklung,dengan kawannya yang membantu bernama I Ketut Kariana dengan I Made Oka.Dari sana lah I Made suena mulai membangkitkan para kawannya yang berjiwa seni untuk ikut serta dalam merawat,mengurus,dan belajar gambelan untuk sekha angklung dan gong kebyar.

I Made suena adalah sosok seseorang yang tangguh,disegani,dan jujur. Ia tidak pernah mau melakukan yang namanya berbohong pada kawannya sendiri,ia orang yang jujur dan tidak mau mengecewakan temannya sendiri. Dia sangat suka membantu kawan sendiri,sampai sekarang pun ia masih memiliki sifat sosial yang tinggi.

Demikian lah perjalanan seorang seniman alam yang sederhana tetapi bermanfaat bagi semua orang di sekitarnya.Ini perlu kita tiru karena kita harus bisa belajar dari bawah untuk mencapai kesuksesan yang ingin di tuju. Kesuksesan bukan hanya berupa material,tetapi bisa berupa sifat sosial di masyarakat maupun di lingkungan keluarga. Seperti misalnya, kita sukses untuk membangkitkan generasi muda agar selalu mau belajar dalam bidang seni maupun akademik,kita juga bisa membimbingnya, berbagi ilmu kepada teman,dan mampu mendirikan suatu organisasi yang positif,seperti, membuat sekha gong. Itulah yang dimagsud kesuksesan dalam hidup bagi seorang I Made suena.

Pesan seorang I Made suena untuk generasi muda adalah belajarlah dari pengalaman baik/burukmu untuk mencapai ke suksesan dan jangan milirik hasil dari seseorang yang sukses,tetapi liriklah dari proses perjalanan seseorang hingga mencapai kesuksesan itu.

Nara sumber             :          I Made Suena

Tanggal                      :          28-09-20013

Leave a Reply