Monthly Archives: April 2014

Tentang Putu Ariawan

PROFIL TENTANG ARIAWAN

Foto1086_001

            Perkenalkan nama saya I Putu Ariawan, nama ariawan di beri oleh bapak saya. Nama Ariawan tentunya memiliki sebuah arti yaitu Ari yang berarti anak laki-laki dan awan yang berarti perjuangan, jadi arti nama saya tersebut adalah seorang laki-laki yang penuh perjuangan. Saya lahir di mengwitani tanggal 11 November 1993 dan saya lahir tepat jam 00.00 wita. Riwayat pendidikan saya yaitu pernah belajar di Taman Kanak-kanak Satya Budhi IV yang beralamat di Banjar Pupuan, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Saya pertama kali belajar di Taman Kanak-kanak pada tahun 1997 dan tamat pada tahun 1998. Waktu TK saya sering di antar sama Ibu saya di saat saya berangkat k sekolah. Pada saat saya TK, saya dikenal nakal sama temen-temen saya, suka menjaili orang dan suka merampas milik orang lain. Setelah tamat TK, saya melanjutkan ke Sekolah Dasar N0. 02 Mengwitani yang beralamat di Banjar Selat, Desa Beringkit, Kelurahan Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Waktu saya masuk  SD,  saya berjalan kaki ketika saya berangkat sekolah. Saat SD saya orangnya malas, tidak suka belajar dan pernah tidak mau sekolah. Waktu saya SD saya mempunyai prestasi sangat baik di bidang olahraga, saya pernah meraih juara I tolak peluru di ajang Porseni Kecamatan Mengwi, lalu sayapun dikirim ke Porseni Kabupaten dan di Kabupaten saya mendapatkan juara II. Hati sayapun sangat senang, sudah bisa mengharumkan nama sekolah saya yaitu SD No. 02 mengwitani. Setelah saya lulus sekolah dasar pada tahun 2007, saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Mengwi yang beralamat di Banjar Tegal Saat, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Saat SMP saya mengendarai sepeda saat saya berangkat sekolah. Sejak SMP saya menekuni seni tabuh lalu sayapun dipilih untuk menjadi penabuh baleganjur dalam rangka Festival Seni Budaya Badung pada tahun 2008 dan meraih juara III di tingkat SMP seKabupaten Badung. Pada waktu saya kelas 8, saya dan teman-teman saya dipercayai lagi untuk mewakili SMP Negeri 2 Mengwi dalam rangka lomba baleganjur tingkat SMP seKebupaten Badung dan mendapatkan juara harapat I. Pada waktu saya kelas 3 sekolah saya tidak ikut serta dalam perlombaan baleganjur seKabupaten Badung, karena  sekolah saya mendapatkan tugas untuk mewakili Kecamatan Mengwi dalam perlombaan Wiyata Mandala. Waktu perlombaan itu berlangsung saya pun mendapatkan tugas untuk menarikan Barong Landung dalam perlombaan Wiyata Mandala. Setelah saya SMP tahun 2010, saya melanjutkan ke SMK Negeri 3 Sukawati yang beralamat di jalan taak indah, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di SMK saya memilih jurusan karawitan. Kenapa saya memilih jurusa karawitan, karena hoby saya megambel dan saya pengen melestarikan seni dan budaya di Desa saya, Desa Beringkit. Di SMK, banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat. Berangkat sekolah waktu SMK, saya mengendarai sepeda motor Vario. Kebiasaan buruk saya waktu SMK, saya sering terlambat masuk sekolah dikarenakan tempat yang jauh dan saya sering bangun terlambat dikarenakan malemnya saya ada kegiatan megambel. Waktu saya kelas 12, saya dipilih menjadi penabuh sendratari kolosal pada saat penutupan Pesta Kesenian Bali di panggung terbuka Arda Chandra, Art Center. Pada saat itu saya sangat sedih karena waktu itu Ibu saya sakit, dan saya tidak dapat menani beliau. Namun tetapi Ibu saya tetap mendukung saya untuk mengikuti acara tersebut, sayapun menjadi bersemangat untuk mengikuti acra penutupan Pesta Kesenian Bali di pangung terbuka Arda Chandra, Art Centre. dan acara tersebut berjalan sangat meriah dan di hiasi berbagai kembang api yang sangat besar besar. Setelah saya tamat di SMK N 3 Sukawati saya melanjutkan ke ISI Denpasar dengan melalui program beasiswa bidik misi dan saya mengambil jurusan karawitan. waktu saya pertama kuliah saya sangat senang dan gembira karana sudah bisa menuntut ilmu di kampus yang sangat saya senangi dari kecil sampai sekarang, saya sangat bangga bisa menuntut ilmu di ISI denpasar karana di ISI Denpasar saya bisa banyak mendapatkan ilmu-ilmu yang paling dasar dan itu sangat berguna bagi hidup saya dan ilmu-ilmu yang saya dapat akan saya tuangkan di masyarakat. Pada saya kuliah pedana, pertama-tama saya dikasi ceramah tentang pengenalan kampus, selama masa-masa pengenalan kampus saya sangat banyak mendapatkan pengalaman tentangmasalah narkoba, sex, penyakit AIDS/HIV tentang tata cara menjadi pemimpin dan banyak lagi pengalaman yang saya dapat di tahap pengenalan kampus. Satelah saya mendapatkan tahap pengenalan kampus tiba waktunya untuk pembagian kelas dan saya pun mrndapatkan kelas A bersama 29 teman-teman saya yang lain nya. setalah pembagian kelas, saya dan kelompok saya disuruh membuat garapan untuk menutup tahap pengenalan kampus. Judul garapan kelompok saya bernama Sang Hyang Wawa Wewe, berikut saya ceritakan tentang cerita Sang Hyang Wawa Wewe. Dahulu kala ada seorang raja yang sangat tampan, raja ini sangat baik dan bijaksana dikisahkan ada seorang putri yang sangat cantik seperti bidadari yang turun dari khayangan raja pun jatuh hati kepada putri tersebut dan raja pun mengambil kesimpulan untuk melmar putri tersebut, setelah raja melamar, lamaran raja pun di tolak oleh keluarga putri tersebut dan raja pun sangat marah karana lamarannya di tolak oleh keluarga sang putri dan rasa jahat sang raja pun timbul raja pun mengarahkan prajuritnya untuk menculik sang putri dan penculikan berjalan dengan lancar dan putri tersebut di sekap di dalam rumah yang tersembunyi di dalam hutan dan di sana sang putri di perkosa oleh sang raja dan di siksa dengan kejamnya, akibat kekejaman raja ini raja pun di kutuk menjadi raksasa yang sangat angkuh dan tolol dimana raksasa ini di beri nama Sang Hyang Wawa Wewe demikian lah sekilas tentang cerita garapan saya.garapan ini di dukung oleh musik yang berasal dari suara manusia yang di sebut dengan kecak penampilanya pun sangat meriah dan bagus setalah acara penutupan berlangsung tiba waktu nya saya pulang dari kampus dengan keadaan capek, pas saya pula, nasib sial pun menghampiri saya, ban motor yang saya kendarai mengalami pecah dan harus di tempel di bengkel sementara pas waktu itu bengkel semua pun sudah tutup saya sangat sedih dan lelah untung tuhan selalu menolong saya dan kebetulan pas waktu itu temen saya pun lewat dan motor saya di titikan di kos temen saya dengan keadaan ban nya masih kempes lalu teman saya pun membonceng saya sampai di rumah saya setelah saya sampai di rumah saya pun langsung mandi dengan air hangat setelah saya selasai mandi lalu saya melakukan persembhyangan di sanggah atau merajan keluarga saya. Setelah saya selesai sembayang pikiran saya pun menjadi tenang seolah-olah nasib sial itu hilang dan menjauh dari badan saya. Setelah melakukan kegiatan dari pagi sampai sore itu lalu saya lanjut latian gambelan di banjar unntuk acara lomba desa yang akan datang lagi satu bulan lagi, semua pemuda yang saya ajak megambel pun semangat karana mereka semua pengen mendapatkan juara dan akhir tiba waktunya lomba dan pas lomba desa itu berlangsung semua anggota desa baik muda maupun tua di libatkan di dalam perlombaan tersebut dan akhir nya desa saya pun mendapatkan juara di 2 di tingkat kabupaten. Sekian lah tentang pengalaman hidup saya semoga bermafaat bagi berlangsungnya mata kuliah ini..TERIMA KASIH

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!