RSS Feed
Mei 1

Makna dan Fungsi Elemen-elemen Wayang Lemah

Posted on Rabu, Mei 1, 2013 in Tulisan
Mar 9

Lakon Wiwada Wanita

Posted on Jumat, Maret 9, 2012 in Tulisan

Latar Belakang

Dunia pewayangan dan pedalangan Bali mengandung beberapa dimensi. Dimensi itu antara lain pewayangan merupakan media pendidikan moral yang efektif, hiburan bahkan dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan tertentu, disamping memiliki unsur cerita yang dapat dibangun oleh sang dalang berupa plot atau struktur dramatik tertentu. Disamping itu wayang juga mengandung unsur magis. Wayang sudah merypakan bentuk seni drama yang mengesankan, yang dapat menggetarkan kalbu sehingga penonton dan pendengar ikut hanyut dan terharu karenanya. Kesenian wayang di Bali banyak mengambil sumber dari cerita Mahabharata dan Ramayana.

Mahabharata  adalah sebuah epos India yang sangat terkenal bukan saja di India tetapi hampir di seluruh dunia. Di Indonesia epos ini lebih dikenal dengan nama Asatadasaparwa, karena penamaan ini sesuai dengan pembagian isi yang terdapat di dalamnya yang terdiri dari 18 parwa/bagian. Di dalam khasanah sastra Jawa Kuno, disamping karya sastra kakawin yang terkenal sebagai hasil karya sastra yang bermutu tinggi dan unggul, dikenal pula sastra parwa. Walaupun tidak seluruh parwa ditemukan dalam bahasa Jawa Kuno, namun secara tradisional penamaan epos ini disebut dengan Astadasaparwa. Sastra parwa ini merupakan prosa yang diadaptasi dari bagian epos dalam bahasa Sansekerta dan menunjukan ketergantungannya dengan  kutipan-kutipan dari karya asli dalam bahasa Sansekerta, kutipan-kutipan tersebut tersebar di seluruh teks parwa itu.

Dalam penulisan karya tulis ini kami mengambil sumber cerita dari epos Mahabharata. Yaitu lakon Wiwada Wanita yang menceritakan tenteng kisah Arjuna yang mau bertapa namun di tengah perjalanan diundur pertapaannya demi mencari wanita. Kami tertatrik menggunakan lakon ini karena dalam cerita ini terdapat nilai-nila moral yang bisa dijadikan sebagai tuntunan bagi semua orang untuk menjalani hidup ini agar teguh pada tjuan yang luhur dan mulia.

Rumusan Masalah

Dari uaraian di atas dapat temukan masalahnya:

  1. Bagaimana unusur-unsur struktur lakon Wiwada Wanita?
  2. Bagaimana struktur alur dramatik dari lakon Wiwada Wanita?

Tujuan

Adapun yang tujuan dari penulisan karya tulisini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana unusur-unsur struktur lakonWiawada Wanita
  2. Untuk mengetahui bagaimana struktur alur dramatiknya.

 Sinopsis

  • Adegan I

Diceritakan Sang Arjuna mehadap  Dharmawangasa untuk menyampaikan niatnya Sang Arjuna akan bertapa di gunung Kusuma untuk memohon suuatu anugerah sang Dewata. Dharamawangsa menyambut dengan gembira ide adiknya serta dinasehati agar tetap teguh pada tujuan yang luhur dan mulia itu.

  • Adegan II

Menceritakan perjalanan Sang  Arjuna menuju gunung kusuma, namun di tengah perjalanan tiba-tiba sang arjuna didatangi oleh seorang bhagawan. Bhagawan itu bernama Bhagawan Biyasa. Beliau memberikan beberapa petunjuk dan nasehat-nasehat kepada Arjuna lalu Arjuna menghaturkan sembah dan air pencuci kaki kepada Bhawan Biyasa, lalu menanyakan tentang kehadiran beliau. Kemudian Bhagawan Biyasa menceritakan perihal Prabu dari kerajaan Waledari yang bernama Maharaja Gunakesa. Raja itu memiliki seorang putri yang cantik bermana Dyah Gunakesi. Baranng siapa yang bisa menyunting Gunakesi, dia akan menjadi raja di Kerajaan Waledari. Medengar cerita itu Arjuna memutuskan untuk pergi ke negara Waledari dan menunda  tujuannya untuk bertapa.

  • Adegan III

Menceritankan penyamaran Sang Arjuna menjadi seorang anak banci yang bernama Tinting Sari dan berpura-pura berlaku sebagai utusan Raja Duryodana, karena arjuna diberi petunjuk oleh Bhagawan Biyasa, bahwa Dyah Gunakesisudah bertunangan dengan Prabu Duryodana. Setelah tiba di taman kerajaan Arjuna melihat gadis dan seraya menyampaikan berita kehadiraan Prabu Duryodana ke Waledari tidak lama lagi.

  • Adegan IV

Menceritakan Raja Astina, Prabu Duryodana sampai di negara Waledari untuk meminang Gunakesi. Setelah bermalam sehari Prabu Duryodan diajakn ke taman tempat para permaisuri dan putri raja. Namun sesampainya di taman dilihatllah Dyah Gunakesi dan Arjuna sedang bercumbu, hal inilah yang menyebabkan Prabu Gunakesa marah dan mengerahkan pasukan untuk menangkap Arjuna.

  • Adegan V

Terjadilah pertempuran hebat atara Arjuna dengan pihak Astina dan Waledari. Banyak korban dari pihak Astina dan Waledari, lalu Sang Karana membantu melawan Arjuna. Pada pertempuran ali ini Sang Karna hampir membunuh Arjuna.

  • Adegan VI

`     Bhagawan Narada turun ke Indra Prasta Untuk memberi tau peristiwa yang dialami oleh Arjuna. Dengan rasa terkejut Dharmawangsa menitahkan agar segera membantu Arjuna. Tak lama para pandawa dan Sri Kresna dengan para pasukannya tiba di Waledari. Terjadilah pertempuran yang dahsyat yang menyebabkan Raja Waledari Prabu dan prabu Astina ertekuk lutut.

  • Adegan VII

Diceritakan Prabu gunakesa dan Duryodana melaporkan perbuatan Arjuna serta tindakan yang melanggar norma hukum dan kesusilaan oleh para Pandawa kepada Rsi Bhisma. Lalu Rsi Bhisma memberi nasehat dan mendamaikan konflik bersaudara itu dengan memberikan nasehat tentang ajaran-ajaran Dharama Agama.

Tema

Dilihat dari keseluruhan cerita dari Lakon Wiwada Wanitamulai dari ide arjuna untuk bertapa sampai pertempuran antara Pihak Pandawa dengan Pihak Astina dan Waledari maka dapt disimpulkan bahwa tema dari lakon Wiwada Wanita ini adalah “ Seseoraarena Wanita dan Tahta”. Adapun pertimbangannya adalah, dilihat dari keinginan Arjuna untuk bertapa ke Gunung Kusuma namun di undur karena mendengar cerita dari Bhagawan Biyasa bahwa raja dari kerajaan Waleedari mempunyai seorang Putri yang cantik dan jika bisa meminangnya akan di berikan Tahta Raja. Saya sengaja menggunakan istilah “Buta”  karena dari wanita dan kekuasaan Arjuna rela mengundur pertapaannya dan secara langsung dia juga membuat permasalahan dengan saudaranya sendiri, karena Dyah Gunakesi sudah bertunangan dengan Prabu Duryudana

Amanat

Jika perumusan tema Wiwada Wanita adalah Seorang Yang Buta Karena Wanita Dan Tahta, maka amanatnya adalah apa yang menjadi pesan berdasarkan tema tersebut. Jadi amanat yang dapat di ambil merupakan suatu pemecahan masalah. Cerita Wiwada wanita ini diakhiri dengan ceramah Rsi Bihisma kepada para Pandawa, pihak stina dan Waledari tentang ajaran tentang Dharma Agama. Jadi amanat yang dapat dipetik dari cerita ini adalah nilai-nilai moral yang dijadikan sebagai sebuah acuan bagi manusia agar bisa tetap teguh pada tujuan yang luhur dan mulia..

 Alur/ Plot

Dilihat dari segi umumnya(kualitatif), alur yang digunakan dalam lakon Wiwada Wanita adalah alur “erat”. Jalinan peristiwa yang sangat padu dalam karya sastra. Kalau salah satu peristiwa dihilangkan, keutuhann cerita akan terganggu. Misalnya pada adegan II yang menceritakan pertemuan Arjuna dengan Bhagawan Biyasayang menceritakan kepada arjuna prihal Prabu Waledari yang mempunyai putri yang cantik. Jika cerita ini dihilangkan akan membuat cerita dala karya satra tidak padu.

Dilihat dari segi jumlahnya(kuantitatif) alur yang digunakan dalam lakon Wiwada wanita adalah alur Tunggal, arinyadi dalam sebuah cerita hanya ada satu alur yang sangat erat hubungannya.

Dilihat dari prosesnya lakon Wiwada Wanita ini menggunakan alur menanjak serta jalinan peristiwa dalam suatu karya sastra yang semakin menanjak sifatnya, dapat dilihat struktur tahapan eksposisi, konflik, komplikasi, krisis, resolusi, dan keputusannya yang berkesinambungan.

Penokohan

  1. Tokoh Protagonis

Yaitu peran utama merupakan pusat atau sentral cerita. Dalam lakon Wiwada Wanita ini yang menjadi tokoh sentral atau utama adalah arjuna. Kenapa Arjuna, itu karena dari awal sampai akhir cerita sudah nampak tokoh Arjuna yang muncul dan terlibat dalam peristiwa.

  1. Tokoh Antagonis

Merupakan peran lawan, yang menjadi musuh/ penghalang tokoh protagonis yang menyebabkan timbuknya konflik. Namun yang menjadi tokoh Antagonis Dalam lakon Wiwada Wanita ini menurut saya sama dengan tokoh utamanya yaitu Sang Arjuna. Alasannya jelas terlihat pada adegan III-IV di mana walaupun arjuna sudah tahu kalau dyah Gunakesi sudah bertunangan denga Prabu Duryodana namun lancang untuk mencari Dyah Gunakesi dan bersenggama dengannya sehingga menimbulan siuatu konflik.

  1. Tokoh Tirtagonis

Merupakan peran penengah bertugas menjadi pendamai. Jadi dalam lakon Wiwada Wanita ini yang menjadi tokoh Tirtagonis adalah Rsi Bhisma. Terlihat dari adegan ke VII bahwa Rsi Bhisma bisa meredaakan konflik dengan cara memberika ceramah tentang ajaran Dharma Agama kepada Pihak Pandawa Dan astina Wledari.

  1. Tokoh Pembantu

Merupakan peran yang tidak secara langsung terlibat dalam konflik yang terjdi tapi ia diperlukan untuk menyelesaikan cerita.

Latar (Setting)

Aspek Ruang

 Aspek ruang ini menggambarkan tempat terjadinya peristiwa dalam lakon. Dalam lakon Wiwada Wanita ini adalah Di kerajaan Indraprasta dapat dilihat dari pertemuan Arjuna yang membicarakan niat Arjuna untuk bertapa, dikerajaan Astina Tempat peristiwa ceramah dari Rsi Bhisma, waledari merupakan tempat terjadinya konflik terjadi  kemudian di perjalanannya Arjuna Antara Indraprasta  dengan Gunung Kusuma dan di taman kerajaan tempat para Permaisuri dan putri raja.

Struktur Alur Dramatik Lakon Wiwada Wanita

  1. Eksposisi                                                                                                                                Dalam lakon Wiwada Wanita ini eksposisinya terdapat pada adegan I-III, yaitu mulai pada pertemun Arjuna dengan Dharawangsa untuk membicarakan niat Arjuna untuk bertapa di Gunung Kusuma. Sampai dengan Arjuna menyamar menjadi banci untuk mendapatkan Dyah Gunnakesi
  2. Konflik                                                                                                                                  Konflik pertama terjadi pada adegan III-IV di mana nampak jelas terlihat bahwa Dyah Gunakesi yang sudah bertunangan dengan prabu Duryodana di cumbui oleh Arjuna sehinga peristiwa ini membuat Prabu Duryodana menjadi marah dan menyebabkan terjadinya konflik awal
  3. Konflikasi                                                                                                                              Terjadilah persoalan baru dalam lakon Wiwada Wanita ini tahap konflikasinya nampaak pada adegan ke IV yang menceritakan Arjuna sedang bercumbu dengan Gunakesi yang merupakan tunangan dari prabu Duryodana, kemudian merreka dilihat oleh Duryodana, sehingga hal inilah yang menybabkan prabu Duryodana Mmarah sehingga Prabu Gunakesa mengerahkan pasukan untuk menangkap Arjuna.
  4. Krisis                                                                                                                                       Dalam tahap ini, persoalan telah mencapai puncaknya. Jadi dalamlakon Wiwada Wanita ini tahap krisisnya ada pada adegan V-VI yang menceritaka pertempuran pihak Pandawa dengan pihak Astina dan Waledari yang menyebabkan banyak korban dari pihak Waledari dan Astina namun arjuna dapat di kalahkan oleh Karna. Setelah itu Bhagawan Narada melaporkan peristiwa itu kepada catur Pandawa Dan Sri Kresna membantu Arjuna bertempur sehingga menyebabkan kalahnya pihak Waledari dan Astina.
  5. Resolusi

Kalau resolusi merupakan persoalan yang telah memperoleh peleraian. Jadi persoalan dalam lakon Wiwada Wanita adalah pada adegan ke VII. Terlihat pada bagian cerita Prabu Gunakesa dan Duryodana melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Rsi Bhisma. Disinilah Rsi Bhisma menjadi pelerai konflik.

  1. Keputusan

Dalam tahap ini persoalan telah memperoleh penyelesaiannya.Tikaian sudah dapat diakhiri, jadi keputusan dalam lakon Wiwada Wanita ini adalah pada adegan ke VII dalam bagian cerita akhir dimana Rsi Bhisma mendamaikan konflik dengan cara memberikan ceramah tentang ajaran-ajaran Dharma Agama

Kesimpulan

Dari beberapa uraian diatas dapat diuraikan kesimpulan dari segi struktur dramatiknya:

  1. Tema Wiwada Wanita adalah seorang yang lupa karena wanita dan tahta.
  2. Amanat dari lakon diatas adalah nilai-nilai moral dijadikan sebagai acuan bagi manusia agar tetap teguh pada tujuan yang luhur dan mulia.
  3. Alur yang terdapat pada lakon Wiwada Wanita ini ada tiga yaitu dari segi kualitatif adalah alur erat, dari segi kuantitatif adalah alur tunggal sedangkan dari segi prosesnya ada alur menanjak.
  4. Dalam bagian penokohan lakon Wiwada Wanita ini ada tokoh protagonis yaitu Arjuna, tokoh antagonis yaitu Arjuna pula karena Arjuna yang menimbulkan suatu konflik, tokoh tirtagonis adalah Bhagawan Narada, dan tokoh pembantu adalah Rsi Bhisma.
  5. Latar/setting yang ada dalam lakon Wiwada Wanita adalah di Kerajaan Indra Prasta, Kerajaan Astina, Kerajaan Waledari, Taman Kerajaan Waledari, dan di perjalanan arjuna antara Kerajaan Indra Prasta dengan Gunung Kusuma.
  6. Struktur alur dramatik Wiwada Wanita yaitu eksposisi tedapat pada adegan I-III, konflik terdapat pada adegan ke III-IV, bagian krisis ada pada adegan ke V-VI, konflikasi terdapat pada adegan ke IV, resolusi ada pada adegan ke VII dan keputusan ada pada adegan ke VII pula.

DAFTAR PUSTAKA

Satoto Soediro.Wayang Kulit Purwa Makna Dan Struktur Dramatiknya.1985.Yogyakarta: Proyek Penelitian Dan Pengkajian Kebudayaan Nasional (Japanologi).

Widnyana I Kadek. Pembelajaran Seni Pedalangan Bali.2006.Denpasar:CV Kayu Mas Agung

Mar 9

Halo dunia!

Posted on Jumat, Maret 9, 2012 in Tak Berkategori

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!