Sekilas Tentang Banjar Branjingan

This post was written by putrasanjaya on April 28, 2014
Posted Under: Tak Berkategori

dfghjklBanjar saya bernama banjar Branjingan yang terletak di Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur, Tabanan. Di Desa saya terdapat delapan banjar, yaitu banjar saya Branjingan, Bongan, Tegalmengkeb Kaja,Tegalmengkeb Tengah,Tegalmengkeb Kelod,Kelecung, Banjar Alas dan Munduk Ulan, banjar saya terbilang sangat kecil penduduknya sedikit keluarga-keluarganya pun juga tidak terlalu banyak cuma ada 33 KK, di banjar saya mempunyai barungan angklung yang di katakan kuno yang pelawahnya tidak di ukir seperti angklung-angklung sekarang yang sering di bilang megah mengapa di banjar saya tidak ada barungan gong kebyar karena di banjar saya sudah dari dulu mempercayai gambelan angklung sebagai sarana upacara dewa yadnya,pitra yadnya dan sebagai upacara-upacara lain gambelan angklung di banjar saya sudah banyak di kenal di bebagai desa-desa terdekat karena gambelan angklung saya sudah sering di pakai untuk upacara pitra yadnya atau upacara-upacara pengabena. Bale banjar saya ini sudah mulai modern  karena biaya banjar saya tidak mencukupi maka cuma di bangun dengan tembok bata  dan sudah di pasangi keramik seadanya, banjar saya ini tidak seperti banjar-banjar yang lain yang ada di desa-desa terdekat dengan ukiran-ukiran mewah  dan rapi dan kelihatan terawat sangat baik dan juga karena posisi bale banjar saya ini dekat dengan perkebunan-perkebunan masyarat maka jarang masyarakat di banjar saya ingin merapikan atau membersikan ketika ada kegiatan-kegiatan tertentu saja baru di bersihkan. Untuk masalah jalan yang ada di banjar saya memang sudah di benahi  atau sudah di otmik tetapi karena ada truk-truk besar yang membawa pasir,atau batu-batu besar untuk pembangunan villa di pantai saya maka di jalan banjar sayalah jalan untuk menuju pantai tersebut maka rusaklah jalan saya.

Di banjar, saya juga ikut di dalam suatu organisasi sekha tuna truni atau sering di katakan STT, nama sekha truna truni saya STT. BIRATAMA. Di dalam organisasi ini saya dari waktu ke waktu pemimpinnya sangat tegas dalam berorganisasi dalam keguatan-kegiatan apapun, dalam perayaan hari nyepi dan pengerupukan pemuda-pemuda di banjar saya biasa membuat ogoh-ogoh untuk menyambut untuk menyambut hari raya tersebut, dan saya juga tak luput dari bagian untuk membuat suatu gending untuk tabuh ngarap ogoh-ogoh di mana saya membuat gending dari inspirasi di mana gending baleganjur yang paling di gemari para pemuda-pemuda jaman sekarang di sanalah saya mulai mencari pengalaman yang cukup sedikit untuk mengetahui di mana karya kita bisa di sukai oleh masyarakat-masyarakat yang suka dengan seni terutama seni karawitan. Dan dari perkembangan waktu ke waktu  semua  pemuda-pemuda di banjar saya sangat senang untuk menabuh baleganjur di hari raya pengerupukan tersebut.

Banjar saya juga terdapat sekha angklung yang bernama Sekar Jaya dan saya pun ikut dalam sekha tersebut sering kali saya ikut dalam pelaksanaan pitra yandya atau upacara-upacara lain yang banyak memberi saya pengalaman, sekha gong saya berdiri sejak tahun 1930-an gambelan angklung saya menggunakan pelawah yang sangat polos atau simple tidak di prada atau di warnai agar kelihatan megah. sering kali di banjar saya mencari tabuh-tabuh yang bernuansa sedih seperti gending-gending angklung yang pantas di gunakan untuk upacara-upacara pitra yadnya tidak lupa juga untuk mencari gending-gending  kreasi yang banyak di suka para pemuda jaman sekarang, tapi saya tidak pernah malu karena saya mempunyai gambelan angklung jangan pernah salahkan angklung tidak bisa membuat gending-gending yang sangat bagus, jujur saya paling suka dengan gambelan angklung di mana gambelan angklung saya bermanfaat bagi upacara-upacara yang ada di bali maka sebab itu dimana gambelan angklung sangat saya gemari di antara gambelan-gambelan bali lainnya, menurut saya gambelan angklung sangatlah simple dimana pembuatan gending sangatlah terbilang cukup mudah dimana nada-nada yang kita inginkan hanya sekitar nada itu saja maka dari itu saya sangatlah suka dengan gambelan angklung,sekilas dengan definisi angklung adalah suatu jenis alat musik tradisional yang terbuat dari empat kepingan logam, menghasilkan empat nada,jenis gambelan seperti ini mengahasilkan nada sedih melankolis dan lulling dinamis. Angklung merupakan bentuk gambelan tertua. Menurut dari seniman-seniman tua yang ada di desa saya gambelan angklung sangatlah bermanfaat sekali bagi kehidupan masyarakat di banjar saya dimana gambelan angklung di banjar saya sangat dirawat dengan baik, walaupun dengan pelawah tidak di ukir itu tidak mempengaruhi masyarakat di banjar saya untuk teruz merawat gambelan angklung yang sangat di sucikan sekali, pas ketika ada upacara dewa yadnya gambelan angklung yang ada di banjar sayalah yang mengiringi acara dewa yadnya dimana gambelan angklung sangat penting bagi masyarakat di banjar saya, di banjar saya pemuda-pemudanya sedikit kebanyakan sudah berumah tangga  dimana ketika ada kegiatan ulang tahun STT tidak sering di adakan acara-acara besar seperti mengadakan pementasan angklung dimana gambelan angklung sangat bermotipasi  untuk menunjang kreatifitas para pemuda yang menyukai seni karawitan setidaknya ada upacara seni yang ingin di  adakan namun karena pemuda-pemudanya pun sediktit juga kebanyakan tidak terlalu mementingkan kegiatan, bagaimana bisa mengadakan suatu acara-acara besar pemudanya pun tidak terlalu mengharapkan adanya kegiatan perti itu. Di setiap-setiap banjar pastilah ada suatu tempat yang sangat simple untuk acara-acara tertentu yang bisa juga di sebut dengan bale banjar bagaimana balai banjar saya bisa di bilang sangat simple luasnya pun tidak seberapa yang penting bisa menempatkan masyarakat ketika mengadakan kegiatan-kegiatan penting. Banjar saya bisa di bilang cukup luas dimana ada banyak sawah-sawah yang di miliki masyarakat yang ada di banjar saya tetapi ada juga  masyarakat di banjarr lain mempunyai sawah yang ada di banjar saya karena kebanyakan masyarakat luar banjar memiliki sawah itu karena nenek moyang mereka pernah tinggal atau membeli sawah yang ada di banjar saya, tidak lupa juga saya mengatakan bahwa pemandangan di banjar saya di kalah indahnya dari pemandang-pemangan yang ada di tempat-tempat yang biasa di kunjungi wisatawan yang sangat suka di foto-foto, tetapi ada juga wisatawan yang datang ke desa saya tepat di banjar saya karena di banjar saya terdapat suatu yang bisa di bilang villa di mana wisatawam bisa berkunjung di sana ada pula hiburan-hiburan, seperti ada kendaran ATV yang bisa di katakan dengan motor tetapi memakai empat ban ada juga tempat makan untuk para wisatawan yang banyak tersedia berbagai makanan yang disukai para wissatawan, banyak juga kebun-kebun yang ada di banjar saya, berbagai hewan seperti sapi,ayam dan kerbau dimana sapi paling utama di gunakan di banjar saya untuk pemeliharan bagi orang-orang tua yang tidak mempunyai pekerjaan ke luar kota, tak lupa juga kerbau untuk membajak sawah dan juga memgunakan traktor di mana kerbau sangatlah bermanfaat sekali bagi masyarat yang ada di banjar saya banyak juga ayam yang di pelihara para masyarakat di banjar saya masyarakat di banjar saya memelihara ayam karena pemeliharaannya bisa di bilang mudah yang mencari makananya di toko-toko terdekat.Demikian sekitas tentangg banjar saya yang dapat yang saapaikan dimana ada penulisan atau kata-kata yang tidak baik mohon di maklumi karena saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang banjar saya dimana saya mengetahui bahwa banjar saya sangat saya banggakan saya bangga lahir di banjar saya sekian terimakasih.

sumber : I Putu Agus Bayu, Umur : 45th

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: