Instrumen Trompong

This post was written by putraaryasa on Mei 4, 2014
Posted Under: Tak Berkategori

TROMPONG

 peuf_20140618_695Trompong adalah suatu instrument yang bentuknya memanjang. Instrumen ini pada umumnya mempunyai jumlah moncol/pencon sebanyak 10 (sepuluh) buah yang di awali dengan nada ndang dan di akhiri dengan nada ndung. Di samping itu ada juga instrument trompong yang bermoncol 11 (sebelas) buah. Instrumen trompong pada umumnya dimainkan dengan satu orang dengan memakai dua buah panggul yang dipegang oleh tangan kiri satu buah dan tangan kanan satu buah. Trompong dalam permainannya memberikan kesan indah, agung yang mempengaruhi suasana maupun karakter dalam penyajiannya. Trompong tidak saja memiliki keunikan dalam penampilan atau bentuknya, tapi juga mempunyai keunikan dalam pembuatan dan pelarasannya yang belum begitu diketahui oleh masyarakat luas. Cara pembuatan dan pelarasan yang dilakukan oleh pande gamelan. Pembuatan Trompong dengan mengamati hal-hal yang berhubungan erat dengan proses tersebut diatas seperti bahan pembuatan trompong dengan memakai krawang, dari segi teknik pembuatan dan pelarasan  memakai cara tradisional maupun cara modern, serta adanya bentuk trompong yang bermacam-macam, dimana dari bentuk yang beragam tersebut akan menghasilkan karakteristik suara yang beragam pula. Dalam hal ini akan dibahas juga fungsi instrumen tersebut, beserta teknik permainannya.

TEHNIK PERMAINAN

  1. Pukulan Ngeluluk adalah pukulan trompong yang merupakan pengembangan dari pukulan Nyilih Asih. Pukulan ini dapat dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri yanga memakai satu nada atau satu moncol sebanyak 2 ( dua ) kali
  2. Pukulan Ngembat atau Ngangkep adalah nama pukulan trompong yang dilakukan dengan cara memukul bersma dua buah nada yang sama dengan jarak empat nada.
  3. Pukulan Ngempyung atau Ngero adalah pukulan trompong yang dilkukan dengan cara memukul bersama dua buah nada yang berbeda dengan jarak dua nada yang nantinya kedengaran jadi satu nada.
  4. Pukulan Neliti adalah memukul pokok gendingnya saja.
  5. Pukulan Nyele adalah pukulan yang menjelaskan lagu yang dimainkan
  6. Pukulan Nyintud adalah pukulan yang dilakukan oleh tangan kiri atau tangan kanan memukul dua buah nada yang berbeda. Satu diantara nada tersebut dipukul dua kali secara berturut–turut kemudian diikuti oleh satu pukulan instrument jegogan. Pukulan Nyintud sebelumnya disertai dengan pukulan Niltil untuk menuju tekanan lagu. Pukulan ini biasanya terdapat pada bagian gending perangrang untuk memberi tanda saat akan jatuhnya pukulan jegogan.
  7. Pukulan Nyilih Asih adalah salah satu pukulan trompong yang memukul beberapa nada satu persatu. Baik dilakukan satu tangan atau dua tangan secara berurutan atau berjauhan.
  8. Pukulan Ngumad/Ngalad (membelakangi) adalah pukulan instrument trompong dimana tangan kanan atau tangan kiri yang memukul dengan membelakangi melodi pokok gendingnya yang biasanya dilakukan pada pukulan Ngembat/Ngangakep dan Nyilih Asih yang jatuhnya di bagian tengah–tengah dan bagian akhir lagu.
  9. Pukulan Nguluin (mendahului) adalah pukulan instrument trompong yang dilakukan oleh tangan kanan atau tangan kiri yang memukul dengan mendahului lakukan melodi pokok gendingnya yang biasanya dilakukan pada pukulan Ngembat/Ngangkep dan Nyilih Asih yang jatuhnya di bagian tengah – tengah dan akhir lagu.
  10. Pukulan Nerumpuk adalah pukulan instrument trompong yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri yang memukul satu nada atau satu moncol yang beruntun silih berganti dalam tempo yang agak cepat.
  11. Pukulan Ngoret adalah memukul tiga buah nada yang ditarik dari besar ke kecil.
  12. Pukulan Ngoret Nyilih Asih adalah pukulan yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri dengan memukul tiga buah nada yang berbeda dan berurutan yang arah nadanya ke arah yang lebih tinggi/kecil.
  13. Pukulan Ngoret Ngembat/ Ngangkep adalah pukulan yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri dengan memukul tiga buah nada atau moncol yang berbeda dan berurutan, Di pi hak tangan kanan memukul dua buah nada dan tangan kiri memukul dua buah nada juga. Satu diantaranya tiga buah nada yang dipukul oleh tangan kiri sama dengan tangan kanan.
  14. Pukulan Ngoret Ngempyung adalah pukulan yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri dengan memukul tiga buah nada atau moncol yang berbeda. Tangan kanan memukul dua buah nada dan tangan kiri memukul satu buah nada. Satu diantaranya tiga buah nadayang dipukul oleh tangan kiri berbeda dengan yang dipukul oleh tangan kanan.
  15. Pukulan Netdet adalah pukulan trompong yang merupakan perkembangan dari pukulan Nyilih Asih yang artinya pukulan dua buah nada yang jejer yang saling berganti. Nada yang lebih kecil dipukul dan ditutup oleh tangan kanan dan tangan kiri memukul nada yang lebih besar atau rendah. Pukulan ini biasanya dipakai pada lagu/gending perangrang.
  16. Pukulan Ngandet adalah pukulan yang dilakukan oleh tangan kanan dan tangan kiri bergantian memukul dua moncol yang nadanya berurutan. Pukulan pencon tangan kanan ditutup dan pukulan tangan kiri dibuka ( tidak ditutup ).
  17. Pukulan Niltil adalah pukulan satu nada dengan tangan kanan atau tangan kiri yang temponya atau layanya makin lama makin cepat. Pukulan ini biasanya digunakan diantaranya pada salah satu bagian gending “Pengalihan” atau Perangrang.
  18. Pukulan Makaad adalah pukulan instrument trompong yang memukul tiga buah nada yang arahnya ke kiri atau ke nada yang yang lebih besar yang dilakukan oleh tangan kanan 2 ( dua ) nada dan tangan kiri 1 ( satu ) nada. Instrument Trompong

 

CIRI-CIRI dan FUNGSI

            Ciri-cirinya yaitu berbentuk bulat berpencon, mempunyai terampo atau penyangga panjang berfungsi untuk  menyangga  bilah-bilah terompong, bernada pelog dan mempunyai dua oktap yang berurutan. Dan fungsinya yaitu sebagai pembawa atau memainkan melodin pokok, memulai suatu lagu atau gending sebagai intro lagu, membuat pariasi dan memperjelas melodi pokok gending. Sikap yang baik dalam memainkan instrument teromong yaitu amangang jatah seperti orang bali bilang orang yang memegang tusuk sate ketika sedang memangga sate/nunu sate dan sikap duduk yang benar adalah ninggar pada atau duduk bersila.

Sumber : Buku Mudra

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post:
Previose Post: