Tari Manuk Rawa

Tari Manukrawa adalah tari yang merupakan perpaduan dari tarian kasik sunda dan jawa, kemudian dimodifikasi dengan model tari klasik Bali. Tarian ini merupakan tari kreasi baru. yang menggambarkan sekelompok burung manuk. Tari Manukrawa terinspirasi dari kata burung manukrawa. Manuk rawa berasal dari kata manuk yang artinya burung dan rawa yang artinya air. Tari Manukrawa biasanya lebih sering ditarikan oleh anak-anak, tari ini bertujuan sebagai hiburan untuk anak-anak, dilihat dari namanya pula tari manuk rawa bertujuan untuk lebih mengenal burung manukrawa dan juga bertujuan untuk lebih mengenal tarian tradisional. Namun seiring dengan perkembangan jaman, bukan hanya anak-anak yang gemar menarikan tari manukrawa, namun di khalangan dewasa pun juga sering menarikan tarian ini. Dalam pagelarannya juga tari manukrawa terlihat seperti sekelompok burung yang terbang yang sedang mencari makanan, sangat terlihat dari pakaian yang dikenakan oleh si penari yang tampak seperti sayap burung manukrawa. tari manukrawa biasanya dipentaskan oleh 5 hingga 7 orang. pada saat dipentaskan tarian manukrawa lebih menekankan gerakan jongkok dan berdiri.

Gamelan Gong Kebyar

Pada tahun 1928, lima buah kaset rekaman yang membawa informasi tentang kesenian musik bali memperdengarkan bahwa, pada saat itu telah banyak tipe atau genre gamelan yang berkembang di Bali. Tipe atau genre gamelan tersebut diantaranya : gong kebyar, gamelan semar pagulingan, gamelan palégongan, gamelan gendér wayang, gamelan gambang, gamelan pajogédan, gamelan gambuhdan gamelan angklung. Gong kebyar diyakini mulai muncul ke permukaan pada masa pergantian abad ke-19. Inovasinya berkembang antara tahun 1910 sampai 1915 di Buleleng, sebuah pusat pemerintahan Belanda di Bali Utara. Konon, irama gong kebyar yang dinamis dipengaruhi oleh marching band tentara Belanda pada masa perang puputan. Pertunjukan publik gong kebyar pertama kali di depan umum yang tercatat sejarah adalah pada bulan Desember 1915, saat diadakan kompetisi gong kebyar pertama di Jagaraga, Buleleng. Umumnya dalam pementasan Gong Kebyar, terdapat 10-13 jenis instrumen yang digunakan dan masing-masing terdiri dari beberapa buah instrumen. Jumlah instrumen yang digunakan juga bervariasi, bergantung kelompok atau sekaa dari Gong Kebyar yang tampil. Instrumen yang digunakan tersebut adalah : Gangsa, Jegogan, Jublag, Reyong, Terompong, gendang besar, Ceng ceng, Kajar, Gong besar, KemongBabende, suling bambu, dan rebab

Music iringan Tari Kebyar Terompong

            Hampir semuan tarian memiliki instrument music iringan. Pada tari kebyar trompong  iringan nya hampir sama iringannya dengan tari kebyar duduk, hanya yang membedakannya tari kebyar trmpong menggunakan intrumen terompung, sedang kan di kebyar duduk tidak mnggunakan intrumen terompong. Pada umumnya tarian kebyar terompong menggunakn jenis instrument gong kebyar. Gambelan gong kebyar adalah salah satu gambelan yang banyak menggunakan jenis instrument, yang secara umum dapat dikelompokan  menjadi 2 jenis, yaitu instrument berbilah dan berpencon. Perangakat gambelan juga mempunyai bentuk berbeda dengan gambelan lainya terutama dalam bentuk tungguhannya, jumlah, jenis tungguhan dan pelarasnya. Barungan gong kebyar dapat dibagi menjadi 3 :

  1. Utama: yang besar dan lengap
  2. Madya: yang semi lengkap
  3. Nista: yang sederhana

 

Tata busana Kebyar Terompong

kostum merupakan salah satu unsure terpenting dalam pementasan seni tari . dengan busana yang di pakai pada saat pementasan tari akan mempertegas karakter yang di ekpresikan oleh penari, sehingga memperindah penampilan penari.

 

Kostum tari kebyar tetompong

  • Kamen prada
  • Sabuk lilit prada
  • Tutup dada
  • Ampok ampok
  • Badong kain
  • Badong lenter
  • Gelang kana
  • Rumbing
  • Udeng
  • Bunga udeng
  • Bunga kuping

Aksesoris tari kebyar duduk

  • Kipas (kepet)

Gerak tari kebyar trompong

Tari kebya trompong di bagi mnjadi beberapa babak yaitu:

  1. Pepeson : bagia awal dari sebuah tarian ketika penari baru memasuki panggung. Ragam ragam gerak tari yang ada pada bagian ini adalah:
  • ngandang – ngandang
  • mejalan ngiser
  • nanjung
  • ngaliput
  1. bagian pengadeng : bagian setruktur tari yang di iringi oleh music yng pelan, di bagian ini penari akan menari sambil bermain terompong. Ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini adalah:
  • ngagem
  • ulap-ulap
  • luk ngalimat
  • nyeledet
  • nyegut
  • nglieg

 

  • nyemak kancut
  • ngirig
  • ngengkleng
  • ngumbang
  • masila ngebatin kamen
  • nyeregseg negak
  • ngepik ngotang
  • nyalud ngebat
  1. bagin pengucek: bagian tari ini bersifat penghubung atau transisi biasanya terdapat pada tari kekebyaran. Ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini
  • ngebyar / ngucek
  • ngagem bapang
  • ngengsog
  • mekipekan
  • nyemak dan ngentungan kancut
  1. bagian tetayogan : tetayogan yaitu berjalan dengan melangkah yang jauh pada hitunga ke 6 dan 8 yang sifatnya lebih dari ngandang- ngandang.
  • Nayog
  • Nepuk dada
  • Mles dada
  • Nyeledet natit
  1. Bagian pengecet : pengecet adalah bagian struktur tari yang diberisikan gerak-gerak tari yang lincah dan dinamis. Pengecet biasanya menempel dengan pengawak di sebuah tarian
  • Ngaras
  • Nyakub bawa
  • Ngeseh ngejat pala
  • Metajek lantang
  • Ngaliput mebading
  • Nyogok miles
  • Metajek nyakub bawa