Geguritan

This post was written by premanandayana on April 25, 2019
Posted Under: Tak Berkategori

Geguritan merupakan sastra kuno yang mempunyai karakteristik sastra lama atau klasik yang anonim, yakni tanpa nama pengarang serta penulis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Geguritan berasal dari kata gurit yang berarti sajak atau syair. Ciri-ciri geguritan yaitu keberadaan pupuh yang membentuk geguritan seperti : pupuh pucung, durma, sinom, pangkur, semarandana, dandang, ginada, demung. Dalam menikmati geguritan dengan membaca itu tidak bisa disamakan dengan membaca karya sastra yang tergolong prosa.

Geguritan harus dinikmati dengan membaca sambil melagukan sehingga kenikmatan yang didapat semakin menembus hati. Karya-karya sastra yang berbentuk pupuh terikat oleh aturan yang disebut Pada Lingsa. Pada Lingsa adalah jumlah baris dalam setiap bait serta jumlah suku kata di setiap baris dan bunyi akhir dari setiap baris.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka definisi geguritan adalah sastra dalam bentuk syair yang biasanya dinyanyikan dengan tembang yang sangat merdu.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address