Legong Kraton

This post was written by pradifthasedang on Juli 19, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Setelah terciptanya tarian Sang Hyang Legong yang diyakini untuk mewujudkan mimpi Raja I Dewa Agung Made Karna. Pada periode berikutnya terdapat seorang seniman yang bernama Gusti Jelantik mementaskan sebuah tarian yang bernama Nadir di pendopo keraton. Dari gerak dan gaya sang penari tarian yang dimainkan oleh para kaum lelaki tersebut secara kasap mata terlihat menyerupai tarian Sang Hyang Legong.

Melihat pementasan tari Nadir Raja I Dewa Agung Made Karna memerintahkan pada para seniman untuk mengemas ulang tarian tersebut agar dapat dimainkan oleh para penari perempuan. Setelah para seniman utusan I Dewa Agung Made Karna berhasil mengemas ulang tarian Nadir sejarah tari lengong keraton dimulai dan dapat diperagakan oleh para wanita.

Sebagai tari hiburan keraton tari legong sangat cepat dikenal oleh para raja dari kerajaan lain di wilayah Bali. Tak heran jika pada abad berikutnya yakni abad ke-19 tarian ini menjadi salah satu hiburan khas hampir seluruh keraton di seluruh wilayah Bali.

Keunikan dalam gerak dan gaya tari legong bali membuat banyak seniman yang antusias dalam melestarikan salah satu kesenian warisan nenek moyang ini. Hingga saat ini banyak para seniman di Bali mengajarkan dan memberikan pelatihan bagi generasi penerus guna melestarikan keberadaan tari legong keraton.

Demikian sekilas mengenai asal usul tarian yang kini kita kenal sebagai tarian daerah dari Bali. Jika ada dari teman-teman yang ingin menambahkan kami sarankan untuk berkomentar pada kotak komentar di bawah artikel yang berjudul sejarah tari legong keraton dan asal daerahnya ini.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: