Gong Beri

This post was written by pradifthasedang on Juli 19, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Gong Beri adalah sebuah instrumen perkusi logam berbentuk piringan, yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Gong Beri di kenal di Cina pada abad ke-6. Mula-mula macamnya diberbagai tempat hanya berbentuk plat perunggu. Sekarang persebarannya telah mencapai seluruh dunia. Satu persatu gong-gong tersebut ditemukan di berbagai tempat di belahan dunia, mulai dari Eropa, Afrika, dan Amerika. Gong horizontal ini sebagian besar berada di Asia.

Gong Beri di Amerika dan Eropa telah menjadi bagian cukup penting dalam orkestrasi musik Barat yang berfungsi sebagai instrumen yang memberikan tanda atau signal. Di India, digunakan untuk memberikan tanda waktu dan untuk pelaksanaan ritual agama Hindu. Di Birma, Gong Beri dipergunakan bersama dengan bedug dan

simbal (cengceng), dipakai sebagai bagian dari sebuah prosesi keagamaan di sebuah pura. Di Ethopia, Gong Beri dibuat dari besi kemudian digantung dan dipergunakan di Gereja Coptic. Tetapi di Afrika pada tempat yang lainnya, peranan instrumen Gong Beri hanya sedikit

Di Jawa Barat, Instrumen Gong Beri terdapat di daerah Banjaran yang bersatu dengan gamelan Goong Renteng. Gamelan ini di tabuh hanya 2 kali dalam satu tahun yaitu pada saat panen raya padi bentuk fisik instrumen Gong Beri lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat di Renon. Di Yogyakarta instrumen Gong Beri terdapat di Keraton Yogyakarta.

Di Jawa pada jaman Sultan Bintara (1478-1550), terutama pada jaman Sultan Bintara III, diperoleh informasi tentang Sultan yang melengkapi instrumen, disebutkan pula di dalamnya terdapat Gong Beri yang membunyikannya bersama-sama dengan kenong. Di daerah sepanjang pantai utara Jawa, sekitar kota Demak ke barat dan ke timur terdapat gamelan yang instrumen-instrumennya terdiri dari Penontong, Kenong Japan, bedug, dan Gong Beri, dipergunakan untuk perayaan pada orang-orang yang punya hajat seperti khitanan, perkawinan, dan sebagainya.

Di Bali instrumen Gong Beri terdapat di Sumawang daerah Sanur dan dipergunakan untuk mengiringi tari Baris Cina. Di daerah Intaran Sanur, pada saat akan Melasti ke pantai Segara Sanur, penulis melihatnya sedang di tabuh. Menurut pengakuan Mangku Kunda, gamelan Gong Beri di kedua tempat tadi meniru dari yang dimiliki oleh Masyarakat Renon. Di Daerah Tampak Siring Gianyar, I Wayan Rai menemukan gamelan Gong Beri yang di simpan di Puri Tegal Suci, dipergunakan dalam perayaan musim panen dan digunakan oleh petani[1].

Gamelan Bali digolongkan berdasarkan perkiraan umur dari sebuah gamelan. Menurut penggolongan tersebut, maka ada 3 jenis yaitu golongan gamelan kelompok tua, kelompok madya, dan gamelan kelompok muda. Gamelan yang digolongkan pada gamelan tua di Bali adalah gamelan Gambang, gemalan Saron, gamelan Selonding Kayu, gamelan Gong Beri, gamelan Gong Luang, gamelan Selonding Besi, Angklung Klentang, dan Gender Wayang. Gamelan Gong Beri digolongkan pada kelompok gamelan tua karena beberapa alasan. Banyaknya persamaan dengan dengan relief-relief candi-candi di Jawa seperti candi Panataran dan candi Borobudur

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post:
Previose Post: