Biografi Seniman Tua/Seniman Alam I Wayan Suhartha ( Nang Kebek ) Dari Desa Pekraman Penatahan, Kec. Penebel, Kab. Tabanan.

Picture 0019Biografi Seniman Tua yang akan saya bicarakan sekarang adalah Seniman Alam I Wayan Suhartha yang akrab di panggil Nang Kebek, beliau lahir di Desa Pekraman Penatahan pada pada tanggal 11 Nopember 1952. Beliau dilahiarkan seorang Ibu yang bernama Ni Wayan Retig dan Ayahnya bernama I Wayan Gabreg yang hanya aktifitas sehai-hari hanya sebagai petani. Dari sejak kecil beliau sudah gemar dengan bermai gamelan bali, kegemarann beliau bermula dari aktifitas orang tuanya yang juga gemar memainkan gamelan bali yang ikut dalam organisasi Sekhe Gong di banjar Penatahan, waktu itu beliau masih kecil, apabila di banjar ada sekhe gong yang muruk megambel ( latihan ) beliau pun ikut pada waktu itu untuk menonton sekhe gong tesebut latihan karena teknologi belum secanggih sekarang anak-anak di banjar tersebut masih bermain dengan teman-teman yang ada di lingkungan desa yang mengutamakan rasa gotong-royong dan kebersamaan, lain dengan anak-anak sekarang yang tidak lagi bermain dengan banyak teman melainkan dengan teknologi canggih seperti pleystation, game onlain dan lain sebagainya, nah dari menonton sekhe gong itu latihan timbulah rasa demen atau minat belajar gamelan bali itu muncul bagi beliau, ujar beliau.

Pada umur 9 tahun beliau baru bersekolah di SD yang ada di tabanan waktu itu, beliau bersekolah pada masa itu berjalan kaki dengan teman-temannya dari desa Penatahan menuju SD di Tabanan yang berjarak sekitar 15 Km yang menghabiskan waktu perjalanan sekitar 1 jam perjalanan, jalan belum ada yang benar waktu itu masih jalan tanah, kalau musim kemarau jalan tersebut berdebu dan musim hujan becekpun melanda jalan terbsebut,panas matahari dan becek sudak biasa beliau tangani. Beliau bersekolah sampai dengan kelas 5 SD  sekitar tahun 1964 beliau memutuskan untuk berhenti bersekolah karena ayah beliau meninggal pada saat gerakan G30 SPKI, Ayahnya dibunuh oleh orang yang tidak di kenal tahun 1965 pada saat itu aksi pembrontakan suatu organisasi masyarakat yang kontra dengan PKI, yaitu suatu gerakan masyarakat yang kontra dengan Pancasila sebagai dasar Negara yang ingin menggantinya dengan konsep idialis, waktu itu banyak orang yang tidak bersalah mati sia-sia. ayah beliau hanya sebagai petani tidak tau apa-apa kenapa dibunuh? oleh sebab itu beliau sempat terpukul dengan kematian ayahnya dan memutuskan untuk berhenti bersekolah karena terbentur biaya dan Ibunya hanya seorang petani yang berpenghasilan pas-pasan.

Semenjak berhenti bersekolah beliau memutuskan untuk bekerja di sawah membantu Ibunya untuk mengurus padi yang ada di sawah dan mengurus ternak sapi, dari pagi sampai sore waktu beliau dihabiskan di sawah, semangatnya tak pernah habis untuk belajar. Sepulangnya dari sawah beliau menyempatkan diri untuk belajar bermain gamelan bali yang berguru pada kakeknya sendiri yaitu I Wayan Lecir kebetulan keluarganya semuanya orang seni, pada saat itu beliau belajar kendang tunggal, ngerindik dan megangsa dan dari sejak itu beliau sudah aktif dalam organisasi sekhe Gong Lelambatan Klasik sejak sekitar tahun 1968 yang ada di wilayah desa Penatahan untuk mengantikan ayah beliau yang sudah meninggal, seudah itu beliau ditawari bergabung di dalam didalam Sekhe Drama Gong Candra Kiranan sejak tahun 1970-1981, aktif dalam Sekhe Angklung Penatahan sejak tahun 1972-1984, juga aktif dalam Sekhe Joged Cadra Methu dari tahun 2000 sampai sekarang tahun 1013 dan baru ikut bergabung dalam Sekhe Semarpegulingan Semara Kanthi sejak tahun 2009-2013 yang ada di kecamatan Penebel. Dan yang masih aktif beliau berorganisasi sampai sekarang adalah sekhe Semarpegulingan dan joged.

Dan beliau juga aktif mengajar gending lelambatan klasik dari banjar ke banjar di daerah Penebel barat sejak tahun 1990-an. Sekhe yang pernah beliau mengajar yaitu sekhe Gong Bengkel Anyar waktu itu beliau mengajar tebuh telu lelambatan, Sekhe Gong Tegayang beliau mengajarkan tabuh iringan tari rejang dewa, Sekha Gong Kum Kladi beliau mengajarkan tabuh telu lelegongan pengiring yadnya sakral, Sekhe Angklung Rejasa beliau mengajarkan tabuh-tabuh petegak angklung, Sekha gong Bengkel Gede disini juga mengajarkan tabuh telu lelegongan pengiring yadnya sakral, Sekhe Gong Batu Kambing beliau mengajarkan gending-giding baleganjur melasti untuk mengiringi arak-arakan upacara melasti, Sekhe Gong Kloncing juga mengajarkan gending-giding baleganjur melasti untuk mengiringi arak-arakan upacara melasti, Sekha Gong Pengaggahan mengajarkan gending lelegongan klasing pengiring yadnya sakral, Sekha Angklung Wanasari beliau mengajarkan gending-gending sakral pada saat ngeringkes ( memandikan mayat ) karena di bali barungan angklung sangat erat kaitannya dengan upacara pitra yadnya dan semua sekhe gong dan sekhe angklung tersebut berasal dari kecamatan Penebel. Beliau juga pernah berkarya bembuat gending Joged Petegak Candra Methu sekitar tahun 1990-an.

Dari segi Pengalaman beliau sudah sering mendapat pengalaman pahit getirnya menjadi seniman, pernah ditipu sewaktu petas di dareah penebel, ada orang yang mencari joged di suruh untuk datang pentas kerumahnya, tetapi alamat yang diberikan oleh orang yang menawarkan jasa untuk pentas ternyata alamatnya salah atau alamat palsu, pementasan pun batal. juga  di permalukan oleh sekhe joged yang kebetulan ngayah berbarengan dengan Arja Sampik Intae waktu itu beliau ikut menabuh di sekhe arja tersebut , karena pada saat itu Arja ngayah di pelataran Pura atau jaba Pura.  Arja pun pentas, disudah pertengahan cerita Arja tersebut main lalu Sekhe joged tersebut ikut menabuh juga persis di samping sekhe Arja tersebut pentas, penontonpun berpaling menuju pementasan joged tersebut. Dan pada saat itulah timbul rasa jengah akibat dipermalukan oleh sekhe joged.

Dan berkat beliau tekun dan berjasa di bidang kesenian kususnya didalam karawitan bali Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan pengharngaan untuk beliau I Wayan Suhartha yang akrab di panggil Nang Kebek tersebut sebagai Seniman Tua dan Seniman Alam tahun 2013 bulan maret yang lalu dalam ajang PKB tingkat kabupaten Tabanan.

Demikianlah Biografi Seniman Tua I Wayan Suhartha dari Desa Pekraman Penatahan, Kec. Penebel, Kab. Tabanan.

INFORMAN :

  • Seniman Tua I Wayan Suhartha dari Desa Pekraman Penatahan, Kec. Penebel, Kab. Tabanan.

 

 

 

 

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*