Monthly Archives: April 2013

Sumber Bunyi

Sumber bunyi adalah suatu getaran yang berasal dari benda yang bergetar yang termasuk gelombang longitudinal yang dapat merambat melaui medium padat,cair dan gas dari sumber bunyi ke telinga.
Timbre adalah warna suara yang berasal dari sumber bunyi.
Dinamika adalah perbedaan keras dan pelan/lirih dari suatu musik atau suara yang kita dengar.
Noise adalah suara yang terbentuk dari bermacam-macam frekwensi secara acak yang tidak mempunyai hubungan harmonis antara satu sama lain.
Bising adalah suara yang tak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara, musik dsb, atau yang menyebabkan rasa sakit di telinga pendengarnya.
Suara adalah suatu gerakan gelombang yang berpropagasi dalam suatu media yang elastis, berjalan baik lurus kedepan maupun menyamping dan menghasilkan kesan suara pada telinga akibat dari perubahan tekanan dalam gendangan telinga.

Instrument Trompong

MENDESCRISIKAN INSTRUMENT GAMELAN GONG KEBYAR YAITU SALAH SATUNYA ADALAH INSTRUMENT TROMPONG

Dalam hal ini instrument trompong mempunyai berbagai cara memaikan,pungsi,cirri-ciri,teknik dan sikap memeinkan instrument trompong yaitu sebagai berikut ;

  1. Ciri-cri instrument trompong

~ berbentuk bulat berpencon

~ mempunyai terampo atau penyangga panjang berfungsi untuk  menyangga  bilah-bilah terompong

~ bernada pelog dan mempunyai dua oktap yang berurutan dari nada ndang besar sampai ndung kecil

  1. Fungsi instrument terompong

~ sebagai pembawa atau memainkan melodin pokok

~ memulai suatu lagu atau gending sebagai intro lagu

~ membuat pariasi dan memperjelas melodi pokok gending

  1. Teknik permainan terompong terdiri dari berbagai macam teknik pukulan yaitu;

~ nyeluluk                                           ~ nyilih asih

~ neliti                                                 ~ nyekati

~ nyele                                                 ~ ngumad/ngedeng

~ ngembat atau ngangkep               ~ nguluin

~ ngempyung                                      ~ nerumpuk

~ nyintud                                             ~ ngoret

  1. Sikap yang baik dalam memainkan instrument teromong yaitu amangang jatah seperti orang bali bilang orang yang memegang tusuk sate ketika sedang memangga sate/nunu sate dan sikap duduk yang benar adalah ninggar pada atau duduk bersila.

Ansambel Gamelan Pelegongan

Ansambel barungan Gambelan Pelegongan

Gambelan pelegong yaitu salah barungan gamelan Bali yang biasanya dipakai untuk mengiringi tarian legong keraton. Kesatuan barungan ini terdiri dari pada jumlah alat-alat yang mempunyai nama-nama tersendiri dan fungsi terhadap kesatuan barungannya. Jenis alat yang pernah dipakai atau samapai kini masih dipergunakan untuk menjadikan barungan gamelan pelegongan itu antara lain:

  1. Gender rambat berbilah 13/14/15 dua tungguh.
  2. Gender barangan berbilah sama dengan yang diatas.
  3.  Jegogan bebilah 5 dua tunggug
  4. Penyacah berbilah 5 dua tungguh.
  5. Jublag berbilah 5 dua tungguh.
  6. Gangsa jongkok berbilah 5 empat tungguh.
  7. Ceng-ceng satu pangkon.
  8. Kajar satu buah.
  9. Klenong satu buah.
  10. Kemong satu buah
  11. Kendang krumpungan dua buah.
  12. Suling besar dua buah
  13.  Rebab satu buah
  14. Genta Orag.
  15. Gong satu buah

Gamelan pelegongan itu kalau dilihat bangun instrumennya kemudian bentuk-bentuk lagunya yang menunjukan ciri-ciri keasliannya ,maka dapatlah diyakinkan bahwa gamelan pelegongan itu tidak termasuk pada kelompok gamelan-gamelan jaman kuno (gamelan tua) di Bali. Gamelan pelegongan itu baru ada setelah adanya gamelan semar pegulingan yang berlaras pelog tujuh nada.

Barungan gamelan pelegongan seperti diatas masih terdapat hanya dibeberapa desa di Bali,dan sekarang gamelan seperti diatas itu disebut  gamelan legong kraton.

Perubahan sebutan itu disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

Dengan majunya perkembangan yang diiringi dengan gamelan gong kebyar menyebabkan gamelan pelegongan itu terdesak sehingga banyak yang dilebur dijadikan gamelan gong kebyar. Tari-tarian yang diiringi dengan lagu-lagu gong kebyar sebagian besar dasar-dasar tariannya diambil dari legong yang suah ada sebelumnya. Lama agaknya tari-tarian jenis putri yang diiringi lagu gong kebyar iuu tidak mempunyai nama. Pada mulanya tari-tarian gong kebyar itu ikut memakai nama lagu iringannya,misalnya: tari kebyar dang,tari kebyar dung,tari kebyar deng,tari kebyar dong,dan tari kebyar ding.

Kemudian oleh bapak Nyoman Kaler almarhum dan bapak I Wayan Lotering,kedua-duanya tokoh seniman yang dikenalpaling banyak pengabdiannya dalam pembinaan seni pelegongan dan gong kebyar (sesudah Ida Bagus Bhuda dll).

Beliau itu mulai menciptakan nama-nama tari beserta lagunya masing-masing. Dengan demikian muncullah nama-nama Panjisemerang,Tari Candra Metu,Tari Margepati, Tari Demang Miring,Tari Puspa Warna,Tari Bayan Nginte,Tari Wiranata Dll.

Selanjutnya jejak beliau-beliau itu diikuti oleh pencipta-pencipta Tari Tani,Tari Tenun,Tari Nelayan,Tari Truna Jaya,Dan Tari Oleg Tamulilingan. Secara keseluruhan, tari-tarian jenis putri yang diiringi lagu-lagu gong kebyar disebut legong kebyar. Sedangkan tari legong yang sudah ada sebelumnya yang diiringi lagunya mempergunakan gamelan pelegongan sekarang disebut legong kraton. Demikian pula gamelannya dinamakan gamelan legong kraton.

Didalam lontar Ajigurnita,gamelan pelegongan itu dikatakan sekeluarga atau sejenis dengan gamelan bebaronga,gamelan joged pingitan,dan gamelan semar pegulingan.

Colin Mc Phee dalam bukunya’’ Musik In Bali’’ menyebutkan bahwa sesuai dengan maksud dan keadaannya,gamelan jenis itu khusus dapat dipergunakan untuk jenis Legong,Barong,Dan Calonarang.

Bentuk lagu-lagu pelegongan

Sesuai dengan bentuknya yang mengkhusus masing-masing barungan gamelan di Bali,maka lagu-lagu dari pada setiap jenis gamelan itu mempunyai pula susunan komposi sindiri- sindiri yang merupakan bentuk khas dari pada setiap jenis gamelan itu. Katakanlah gamelan-gamelan yang termasuk jenis tua di Bali misalnya: gambang,selonding,gongluang,gender wayang,dan sebagainya, semua mempunyai bentuk lagu yang berdiri sendiri termasuk pula tekhnik permainannya yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya masing-masing mempunyai ciri-ciri keaslian.

Demikian pula halnya lagu-lagu pelegongan mempunyai bentuk sendiri-sendiri dengan ciri-ciri keasliannya yang berbeda dengan lagu-lagu gamelan lainnya. Ciri khas dari lagu-lagu pelegongan itu yang pertama adalah penonjolan permainan melodi gender ian rambat,kemudian melodi kendang untuk bagian lagu pengawak dan susunan komposisi yang memberi peluang-peluang untuk tandak(seni suara vokal)yang baik sekali. Lagu-lagu pelegongan bilamana tidak disertai dengan tandak akan dirasakan kurang lengkap,atau kurang mantap.

Oleh karena itu,tandak kita masukkan sebagai ciri keaslian lagu pelegongan meskipun lagu gamelan lain masialnya lagu pegambuhan menganggappulla tandak itu sebagai ciri kelengkapannya. Adapun yang dimaksud lagu-lagu  pelegongan disini ialah lagu-lagu iringan tari legong kraton.Lagu-lagu yang diciptakan sebagai lagu petegakan atau lagu tanpa tari tidak dipersoalkan disini. Sebab lagu-lagu petegakan yang terpakai pad gamelan pelegongan misalnya lagu liar samas,solo,kesiar dll. Keliatan gubahan belakangan yaitu sesudah adanya lagu-lagu iringan tari seperti lagu-lagu lasem,pelayon kuntir,jobog,candrakanta,dll. Penyusunan lagu-lagu iringan legong keraton atau lagu pelegongan itu biasanya diintikan oleh tiga pokok lagu yaitu pengawak pengecet dan pekaad. Setelah adanya tiga inti tersebut kemudian dilengkapi denganbeberapa jenis melodi sebagai pembendaharaan susunan ttari yang diiringinya. Yang kita masukan melodi pelengkap disini adalah : pengalihan atau disebut juga gineman,pengawit,gabor bapang,lelonggoran,pengipuk,batel maya,pengetog,pemalpal,dan tangis. Melodi pelengkap  tersebut belum tentu selalu terpakai pada setiap komposisi lagu iringan tari pelegongan. Sebagai contoh,dibawah ini kami sebutkan nama-nama melodi menurut susunan komposisi yang disebut lagu pelayon:

  1. Pengalihan /gineman.
  2. Pengawit.
  3. Pengawak /inti.
  4. Pengecet/inti.
  5. Lelonggoran/juga disebut bapang longgor.
  6. Pemelpal.
  7. Pekaad,habis.

Lagu-lagu yang masih bisa diingat/dicatat hingga sekarang kira-kira ada lima belas lagu antara lain:

  1. Lasem
  2. Pelayon
  3. Candra kanta
  4. Kuntir
  5. kuntul
  6. Jobog
  7. Guak macok
  8. Legodbhawa/sumarabhawa
  9. Tangis
  10. Kupu tarum
  11. Semarandana
  12. bramara
  13. gadung melati
  14. raja cina
  15. karang olong.

Diantara sekian banyak lagu-lagu pelegongan tersebut diatas,lagu lasemlah yang paling banyak mempergunakan melodi-melodi pelengkap didalam susunan komposisinya, dan  kebetulan  pula lagu lasem itu paling populer hingga sekarang.

Semua lagu yang disebutkan namanya diatas disebut dengan tabuh telu,sebab didalam  pengawak lagu-lagu itu terdapat tiga kali angsel/pukulan kemong setiap satu kempul/gong.

Tentang Saya

 

Om Swastiastu,

Nama saya I Wayan Padmadipa saya sering di panggil Padma saya berasal dari Kabupaten Tabanan tepatnya di Br. Dukuh, Ds. Penebel, Kec Penebel, Kab Tabanan dan lahir pada tanggal 26 maret 1994, nama ayah saya I Ketut Sunarya dan nama ibu Ni Ketut Siplin, saya berasal dari keluaraga yang sederhana dengan pekerjaan ayah saya sebagai seorang buruh bangunan hanya sebagai tukang ukiran bali yang berpenghasilan tidak menentu dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan dan saya mempunyai tiga saudara kandung laki-laki semua yaitu saya sendiri yang paling tua, adik saya yang pertama bernama I Made Angga Tirta yang baru duduk di kelas 3 SMP dan adik saya yang ke 2 bernama I Nyoman Sunu Prateka yang baru duduk di kelas 2 SD saya dengan adik-adik saya sangat rukun dan hidup dengan sederhanan.

Dan riwayat pendidikan, Saya mengenyam pendidikan sekolah dasar di SDN 2 Penebel awal masuk SD pada tahun 2000 dan tamat SD pada tahun 2006, seteleh tamat SD lalu saya melanjutkan pendidikan saya ke SMPN 1 Penebel, pada saat kelas 1 SMP saya mengikuti ekstra kulikuler menabuh krawitan bali, saat itu pihak sekolah mengadakan seleksi penabuh inti untuk mengikuti program Porseni se-kecamatan Penebel dan akhirnya saya terpilih sebagai penbuh inti di sekolah bersama kakak-kakak kelas saya yang lainnya untuk mewakili sekolah untuk pentas di ajang Porseni se-kecamatan Penebel dengan membawakan gending tari cendrawasih dan puspanjali, dari kelas 1 sampai kelas 3 SMP saya aktif mengikuti ekstrakulikuler menabuh di sekolah. Sejak itulah saya mulai menggemari hobi saya ini mula-mulanya iseng-isengan dan sejak itulah hobi saya ini melekat di pikiran saya. Dan pada tahun 2009 saya menyesaikan pendidkan saya di SMPN 1 Penebel dan lulus.

Tamat smp mula-mulanya saya bingun untuk melanjukat sekolah kemana, akhirnya ada teman ayah saya yang meberi tahun bahwa di Batubulan ada sekolah seni, saya bingun untuk melanjutkan kemana dan akhirnya saya metuskan untuk meelanjutkan sekolah ke SMK jurusan seni di Batubulan yang bernama SMKN 3 Sukawati untuk mejalanukan hobi seni saya dan memperdalaminya. Lalu saya membawa surat lamaran saya ke SMKN 3 Sukawati dan akhirnya saya di terima sekolah di SMKN 3 Sukawati pada tahun 2009, sejak itu saya tinggal di Batubulan in the kost di br. Denjalan Betubulan, sejak saya bersekolah di sana saya memperdalam hobi saya itu dan aktif mempelajari berbegai macam jenis gamelan bali dari satu instrument dengan yang lainnya seperti barungan gamelan gong kebyar,gender wayang,angklung,gong gede dll. Saya juga aktif ikut ngayah megambel dengan teman-teman di pura, juga saya pernah mengikuti pembukaan PKB tahun 2009 atas nama sekolah SMKN 3 Sukawati dan penutupan PKB tahun 2010 dengan menampilkan Sendratari Ramayana yang berjudul Rama Moksa dan untuk memenuhi syarat kelulusan di SMKN 3 Sukawati setiap kelas karawitan diharuskan membuat suatu garapan karawitan satu kelompaok per-kelas dan judul dari garapan kelas karawitan 1 saya ini yaitu dengan judul Dadong Dauh pada tahun 2012 dan melakukan Prakrin (Praktek kerja industry) selama enam bulan di sangar Alit Sundari Batuyang sukawati, dan saya pun tamat di SMKN 3 Sukawati pada tahun 2012. Setelah saya tamat di SMKN 3 saya melajutkan pendidikan saya ke Istitut Seni Indoneesia Denpasar juga mencari jurusan seni karawitan bali sampai dengan sekarang ini untuk meneruskan cita-cita seni saya.

Dan riwayat berkesenian, saya juga aktif mengikuti sekhe-sekhe ngayah di pura-pura,pada tahun 2010 saya pernah mengikuti Parade Gong Kegbyar anak-anak tingkat Propinsi yang di wakili oleh br. Suda kanginan, Kec. Kediri Duta Kabupaten Tabanan, pada tahun 2011 pernah mengikiti menguikuti Parade Gong Kebyar anak-anak tingkat Propinsi yang di wakili oleh br. Anyar Perean Kangin, Kec. Baturiti Duta Kab.Tabanan, pada tahun 2012 pernah mengikuti parade Baleganjur tingkat Propinsi yang diwakili oleh br. Jambe Kec, tabanan Duta Kab. Tabanan dan juga pernah mengikuti parade Wayang Cilik sebagai penabuh tingkat propinsi yang diwakili oleh Sanggar Kembang Bali br. Tunjuk Duta Kab. Tabanan dan sekarang saya juga mengikuti sekhe kesenian yaitu mengikuti di Sanggar Joged Cipta Dharma Sigaran Penebel, juga mengikuti sekha Semarpegulingan Semara Kanti  Pentahan Penebel dan sekarang ini saya juga ikut sebagai penabuh di rombongan kesenian Wayang Joblar ABG, Tumbak Bayuh, Badung.

Demikialah sekilas pengalaman hidup saya dari pendidikan,keluaga dan riwayat berkesenian, itulah yang bisa saya ceritakan dari pengalaman saya apabila ada kesalahan tutur kata dan lainnya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan yang saya bisa tekankan adalah guru yang paling baik adalah pengalaman.

Om Santhi, Santhi, Santhi, Om.