CARA PEMBUATAN RINDIK

This post was written by nyomansudarmika on April 3, 2012
Posted Under: Tulisan

 

 

 

 

BAB I

 

PENDAHULUAN

 

 

 

1.1 Latar Belakang

 

 

Rindik merupakan sebuah  ensabel musik tradisional yang dapat

 

digolongkan kedalam klompok musik angklung bambu.Musik rindik adalah

 

merupakan jenis musik yang hampir selalu diasosiasikan

 

sebagai musik tari joged yang ada diBali.Terdapat berbagai jenis musik

 

rindik dan versi perangkat musik yang mayoritas instrumennya terdiri dari

 

jegogan dan kantilan.Mulai dari yang betul-betul dirasa sangat tradisi

 

ditandai dengan jenis tabuh yang gendingnya kuno,artinya yang telah

 

mendapat  pengaruh kuat dari gambelan dan Kebudayaan Bali.

 

Beberapa jenis musik rindik ini adalah:kantilan,rindik gangsa,jegogan dan

 

sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabanan adalah merupakan salah satu Kabupaten dari Propinsi Bali

 

yang meliputi 6 kecamatan.Gambelan atau musik Rindik yang

 

Akan dikaji berikut ini adalah masyarakat pengrajin rindik dan kebudayaan gambelan

 

rindik yang hidup di desa Luwus,kecamatan Baturiti,kabupaten

 

Tabanan yang para pemainnya tergabung dalam sanggar Saronca.Sajian dari

 

Gamebelan atau Musik rindik ini  berupa jalinan pukulan yang dilakukan oleh

 

7(tujuh) sampai 11(sebelas) orang.Pasangan rindik dalam permainan gambelan joged

 

membentuk jalinan melodi seperti juga terjadi pada lagu-lagu gambelan

 

rindik pada joged mumnya.

 

.

 

 

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

1.2 Bentuk dan bahan Rindik

 

                

Gambelan rindik yang digunakan relatif berukuran sedang

 

dengan terdapat 14 don (daun nada)dengan dipasangnya dari

 

kiri yang paling panjang sampai dengan terpendek ditempatkan disebelah

 

kanan.Tempat atau plawah rindik terbuat dari kayu yang diukir.

 

Di kabupaten Jembrana alat gambelin rindik ini disebut jegogan.

 

 

 

 

 

Cara memainkannya dipukul dengan dua buah panggul yang

 

batangnya terbuat dari bambu dan ujungnya terbuat dari karet yg berbentuk

 

melingkar.Suara dari gambelan rindik ini pada dasarnya hanya terdiri dari

 

5(lima) suara dan terdengar cukup nyaring dan lembut.Masyarakat  didesa Luwus

 

biasanya memakai rindik untuk hiburan dan untuk disewakan ketempat resepsi

 

pernikahan.Biasanya para penggrajin rindik di desa Luwus,juga menjual rindik dan

 

sekaligus memperbaiki rindik yang ada didesa-desa lain karena kebanyakan masyarakat

 

yang pecinta rindik mempercayai bahwa pengrajin rindik di desa Luwus,pekerjaannya

 

sangat bagus,bersih dan menarik.Dan perkembangan gambelan atau musik rindik di

 

kabupaten Tabanan sangat pesat,karena ditabanan mempunyai banyak sanggar-sanggar

 

joged yang dimana instrumennya memakai rindik

 

 

 

 

 

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Next Post:
Previose Post: