Gambelan gong kebyar tertua di desa keramas

Desember 29th, 2011
by nyomansaskara

Nara sumber :

  1. Wayan Sogok (penabuh generasi pertama)
  2. I Gusti Agung Kt Wali (penglingsir puri)
  3. I Gusti Agung Nyoman Putra Winaya. Dr.G. (salah satu pendiri sanggar seni viatikara Surabaya).

Menurut nara sumber I Gusti Agung Kt Wali yang saya temui di kediamannya pada tanggal 18 september 2011, Awal mula keberadaan gambelan ini diketahui sekitar tahun 1940an. Menurut I Gusti Agung Kt Wali selaku penglingsir puri sareng kangin keramas, gambelan ini awal mulanya adalah pemberian dari penglingsi-penglingsir dulu. Adapun gambelan ini dulunya tidak lengkap atau dulu di bilang gambelan sibak hanya setengahnya saja. Adapun instrument yang pertama kalinya ada antara lain adalah:

  • 1 gong
  • 1 kempur
  • 2 pemade
  • Riong sibak

Gambelan ini dulunya di taruh di ancak saji. Di lingkungan puri, ancak saji adalah sebuah tempat untuk mengistirahatkan keluarga puri yang sudah meninggal sebelum di laksanakan prosesi pelebon. Karena dulu di lingkungan puri tidak ada yang memiliki bakat seni ususnya seni karawitan, maka seiring bajalanya waktu supaya gambelan ini tetap terawat, maka di piceyang atau di berikanlah gambelan tersebut kepada sebuah kelompok manyi yang masih sebagai parekan di puri, karena disana banyak terdapat orang-orang yang memiliki bakat seni ususnya seni karawitan.

Karena kekurangan instrument gamelan, para kelompok atau sekee manyi ini berinisiatip untuk mengumpulkan uang dari hasil manyi mereka itu untuk membeli kekurangan-kekurangan gambelan yang di perlukan untuk melengkapi barungan gambelan tersebut. Seiring berjalannya waktu, sekitar tahu 1960an pada era pemerintaha suharto yang pada saat itu menjadi presiden ke dua di Indonesia setelah bung karno.

Pada tahun1960an inilah awal mula terbentuknya sekee gong generasi pertaman yang dulunya bernama skee gong bengkudu, bengkudu diambil dari nama tempat atau wilayah tempat tinggal sekee atau klompok manyi tersebut. Untuk menjaga dan merawat agar gambelan ini tidak cepat rusak, dari pihak puri-puri yang ada di desa keramas berinisiati ikut dalam merawat gambelan ini supaya tidak rusak. Hal ini di lakukan dengan cara setiap ada kerusakan atau perbaikan-perbaikan, dari pihat puri memberikan dana untuk segala macam jenis perbaikannya,tp dengan syarat yaitu bila di lingkungan puri-puri yang ada di keramas, dari pihak puri berhak memakai gambelan serta sekeenya tanpa imbalan, tapi hanya dikenakan batu-batu sebagai sesari.

Dari generasi pertama ini adapun beberapa nama pelatih yang berjasa dalam melatih sekee generasi pertama ini, salah satunya bernama Kak senen yang berasal dari pinda belahbatuh gianyar. Beliau adalah tipikal pelatih yang ulet dan sedikit tempramen. Dari hasil didikan khas Kak senen inilah sekee generasi pertama bisa menjadi sekee yang cukup di perhitungkan pada waktu itu. Karena pada saat itu Kak senen melatih kedesa keramas hanya dengan berjalan kaki dari desa pinda ke desa keramas, maka sekee berinisiatip membelikan beliau sebuah sepeda gayung piyonik yang ngetren pada saat itu untuk membalas jasa-jasa beliau sebagai pelatih. Seiring berjalannya waktu sekitar tahun 1970an, terbentuklah sekee generasi ke dua.

Pada saat itu sekee benggkudu berubah nama menjadi sekee gong bedanyah, itu dikarenakan adanya rapat subak yang menginginkan agar terjadinya perubaahan nama dari sekee generasi pertama ke generasi ke dua. Pada generasi ke dua ini, bisa dikatakan sebagai sekee yang sukses pada era itu karena pada waktu itu sekee generasi ke dua ini sangat sering mendapatkan undangan-undangan pemerintah untuk melakukan pementasan di wilayah jember, Surabaya, malaisya dan yang terakhir adalah undangan untuk pertukaran budaya ke Bangkok.

Pada waktu skee megambel ke jember, ada kejadian yang mungkin bisa dikatagorikan kedalam kejadian unik, yaitu pada saat berangkat ke jember, salah satu istri dari sekee yang ikut berangkat ke jember sedang hamil tua, dan pada saat suaminya pulang dari jember, dia sudah mengtahui bahwa anaknya sudah lahir, tapi belum memiliki nama. Nah karene dia baru datang dari jember maka dia berinisiatip memberikan nama jember kepada anaknya itu. Dan sampe sekrang pun anaknya itu masih mengingat kejadian unik  itu.

Menurut nara sumber yaitu I Gusti Agung Nyoman Putra Winaya. D.r.G, beliau adalah adik dari I Gusti Agung Kt Wali. Beliau  bisa di bilang sebagi orang yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan sekee generasi ke dua pada saat itu, karena beliau adalah seorang penari propesional yang mengajak sekee generasi kedua untuk melakukan pertukaran budaya ke beberapa daerah di Indonesia sampai ke mancan Negara. I Gusti Agung Putra Winaya. D.r.G juga adalah salah satu pendiri sanggar seni Viatikara pusat yang bertempat di Surabaya. Beliau belajar menari secara otodidat, Karena niat dan keinginan beliau yang sangat besar ingin menjadi seorang penari professional.

Menurut I Wayan Sogok yang saya temui di rumahnya pada tanggal 20 september 2011,  beliau sedikit memaparkan bahwa Pada saat itu juga, sekitar tahun 70an, arja RRI dps juga pernah melakukan rekaman pertama mereka di desa keramas dengan iringan dari sekee gong bedanyah generasi ke dua. Arja RRI dps yang pada saat itu di pelopori oleh Kak Monjong yang berperan sebagai wijil. Arja RRI sangatlah terkenal dikalangan arja-arja yang ada di bali kususnya di gianyar. Atas saran Kak Monjong, setiap ada pementasan arja RRI ini, harus selalu di iringin oleh gambelan sekee bedanyah ini.

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1990an, berdirilah sekee gong generasi ke tiga. Pada saat itu juga sekee gong bedanyah berganti nama lg dengan nama sekee Gong Wardita Kumala. Nama ini diberikan oleh salah satu tokoh seni di keramas yaitu I Gusti Agung Wiyat s.ardi. Beliau adalah salah satu tokoh seni yang membidangi di seni tari olah vocal dan  pedalangan. Beliau juga mengajar sebagai guru bahasa inggris di smk saraswati gianyar. sampek sekarang sekee gong wardita kumala masih tetap berjalan seperti mana biasanya.

Demikianlah sedikit pemaparan saya tentang  gambelan gong kebyar tertua di desa keramas, jika ada kekurangan dalam penyampaiannya, mohon di permaklumi dan di maafkan. Sekian dan terimakasi.

Posted in Tulisan | Comments (31)

MENGOMENTARI GARAPAN YANG BERJUDUL KUALIT

Desember 28th, 2011
by nyomansaskara

 

 

 

 

 

Judul garapan : Kualit

Penata                  : I Gusti Ngurah Alit Supariawan

NIM                      : 2007 02 011

Program Studi : Seni Karawitan

Sinopsis :

Kualit berasal dari kata kual dan alit, kual berarti nakal dan alit berarti kecil, kualit yang dimagsud adalah sebuah tingkah laku anak – anak sering memberikan kenangan yang indah. kenakalan masa kanak – kanak terserbut menjadi inspirasi yang cukup menarik bagi penata untuk digarap kedalam komposisi karawitan. Garapan ini menggunakan media ungkap angklung kebyar dengan mengolah unsur – unsur musikal seperti melodi ritme dan tempo sehingga melahirkan komposisi karawitan tradisi baru yang berjudul kualit.

Pendukung Karawitan : Sekaa Angklung Guna Karya, Br. Adat Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

 

Instrument yang digunakan : Angklung kebyar

Jenis garapan : kreasi angklung kebyar

Hal-hal yang perlu di rivew menurut saya antara lain adalah :

  1. Tata panggung
  2. Lighting/tata cahaya
  3. Penggunaan audio
  4. Kekompaan gerak penabuh
  5. Penggunaan pakaian penabuh pendukung dengan pakean yang ujian

 

 

v Tata panggung, sangatlah penting di dalam mendukung kesuksesan suatu pementasan di panggung, itu dikarenakan dalam penataan panggung yang baik akan memepengaruhi kekompaan dalan melakukan pementasan tersebut. Dalam garapan *kualit*, disini saya melihat penataan panggungnya sudah bagus, karena dengan menggunakan barungan gambelan angklung yang tidak begitu banyak, penatata bisa memanfaatkan penataan panggung semaksimal mungkin, jadinya didalam pementasan para penabuh akan merasa nyaman dalam melakukan pementasan, tapi ada sedikit kekurangan gangsa dengan reong, tempat reong kurang tinggi dari tempat ganggsa, jadinya pemain reong kurang kelihatan.

v Lighting / tata cahaya dalam suatu pementasan tata lampu/cahaya(lighting) sangatlah penting dalam mendukung kesuksesan suatu pementasan, kalau tanpa tata cahaya dalam suatu pementasan, maka pementasan itu tidak akan kelihatan menarik karena semua’n akan tarlihat gelap gulita. Dalam garapan *kualit* saya melihat tata cahaya yang digunakan adalah yang cahaya yang general,  jadinya semuanya kelihatan dengan pembagian cahaya yang sama rata.tapi ada sedikit kekurangan dalam  penggunaan cahayannya, karena penggunaan cahayanya terlalu terang, sehingga penonton menjadi silau dalam menonton pementasan itu.

v Penggunan audio, dalam garapan yang berjudul *kualit* ini, saya dapat menyimpulkan bahwa penggunaan audionya sangatlah kurang dan penempatannyapun kurang bagus, itu menyebabkan banyak instrument dari barungan gambelan angklung yang digunakan menjadi tidak terdengar semuanya, pemerataan suaranya menjadi tidak balance. Misalnya dapat kita dengar pada instrument gong, disini saya tidak mendengar jelas suara gong yang di mainkan, itu mungkin dikarenakan kurangnya pemakaian mikrofon di samping gonk. 

v Kekompakan penabuh, dalam pementasan ini, saya melihat kekompakan terutama kekompakan dalam gerak tubuh penabuh sangatlah kurang, karena saya melihat ada beberapa gerakan yang kurang seragam, itu mungkin dikarenakan kurangnya waktu latihan untuk memantapkan gerak-gerak yang akan digunakan pada saat pementasan, tapi penabuh menyiasati kekurangan itu semua dengan cara selalu tersenyum.

v Penggunaan pakaian penabuh pendukung dengan pakaian yang ujian, disini saya melihat penggunaan pakaian antara penabuh pendukung dengan penabuh yang ujian sama persis, menurut saya pakean penabuh pendukung dengan pakaian penabuh yang ujian musti di bedakan, karena didalam penilaian, para penilai atau para penguji akan lebih mudah mengetahui mana mahasiswa yang ujian dengan yang tidak ujian.

 

 

Demikian sedikit review dari saya tentang garapan TA mahasiswa isi denpasar tahun 2011 yang berjudul *kualit*, sekian dan terimakasi.

Posted in Tulisan | Comments (28)

Br. delodpeken keramas

Juli 1st, 2011
by nyomansaskara

br. delodpeken keramas terletak di desa keramas, kecamatan blahbatuh, kabupaten gianyar, dan memiliki kepala keluarga  sekitar 600 kk. br. delodpeken terbagi menjadi 3 subak yaitu subak kauh, subak kangin, dan subak tengah. setiap hari minggu krama banjar selalu mengadakan bakti sosial seperti membersihkan areal di sekitar pura-pura yang ada di wilayah desa keramas. di sini jg terdapat 4 sekaa gong yang mencakup sekee gong anak-anak, sekee gong remeja, sekee gong tua-tua dan yang terakhir sekee gong wanita atau PKK. di sini juga rutin setiap 2x seminggu diadakan latihan menari bagi anak-anak dan muda-mudi yang senang dalam bidang menari, itu dikarenakan di banjar delodpeken memiliki program untuk menumbuh kembangkan kesenian baik itu seni tari, seni musik/gambelen bagi anak-anak dan muda-mudi br. delodpeken.

dekian sedikit kutipan yang bisa saya sampaikan tentang banjar saya. TERIMAKASI

Posted in Tulisan | Comments (718)

NARKOBA

Juli 1st, 2011
by nyomansaskara

NARKOBA

Dewasa ini, narkoba sudah mulai merambak ke berbagai belahan dunia, khususnya
Indonesia. Bahkan, dari kalangan pemuda atau remaja sendiri telah menjadi korban dari zat adiktif tersebut. Marak sekali terjadi kematian akibat over dosis dari penggunaan zat tersebut.
Karena di sini yang menjadi objek penderita adalah kaum remaja, maka bagi kita adalah rentan untuk mengalaminya. Karena dari sisi terdekat baik dari sahabat dan teman di sekeliling kita justru menjadi distributor dalam penyebaran narkotika tersebut. Hanya berawal dari mencoba dan dengan harga yang gratis, dapat memicu terjadinya kecenderungan untuk mencoba dan mencoba terus, jika si korban telah merasa kecanduan untuk mengkonsumsi obat-obatan tersebut secara terus menerus, maka si korban akan mencari biaya hanya untuk membeli obat tersebut, berapapun harganya dan apapun caranya. Dan hal ini dapat memicu terjadi kriminalitas. Oleh karena itu, kita sebagai remaja harus sigap dan siap untuk mencegah masuknya narkoba ke dalam lingkungan pergaulan di sekeliling kita.

Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah kea rah India, Cina dan wilayah-wilayah asia lainnya. Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin. Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-tahanan itu “ketagihan” disebut sebagai “penyakit tentara”. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat “Bayer” memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer). Tahun 60-an – 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah “Golden Triangle” yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap tahun.

 

A. NARKOBA

Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya. Narkoba dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu :

1.      Narkotika untuk menurunkan kesadaran atau rasa.

2.      Psikotropika mempengaruhi psikis dari pengaruh selektif susunan syaraf pusat otak

3.      Obata tau zat berbahaya

B.     Heroin
Heroin merupakan salah satu jenis obat terlarang yang paling populer dalam tradisi drug di Amerika, walaupun sebenarnya heroin bukanlah barang baru diakhir tahun 60-an. Efek negatif yang terkandung didalamnya juga sudah sudah bukan hal yang asing lagi saat ini. Heroin adalah bagian dari opium/candu, dan seperti halnya candu, ada beberapa ketergantungan yang timbul secara fisik dan mental saat dikonsumsi.

 

Pada pertengahan tahun 1800, candu menjadi primadona, saat itu rumah candu banyak bertebaran di pelosok Amerika yang lebih tenatr dengan sebutan ‘Wild West. Dalam sejarah Amerika menulis bahwa tokoh mereka Wild Bill Hickock dan Kit Carson lebih sering mengunjungi rumah madat dari pada bar. Selama ini para cowboy lebih banyak menghabiskan waktu di bar setelah melakukan perjalanan panjang selalu menjadi stereotip yang kita miliki tentang Amerika di masa lalu. Padahal dalam kenyataannya para cowboy jarang menghabiskan waktu di bar namun mereka lebih memilih duduk dengan posisi kepala tertelungkup ke depan menghirup candu ditemani pelacur oriental dalam sebuah ruangan temaram. Pada masa itu para cowboy menghabiskan hari dan malam-malam mereka di rumah madat dalam keadaan fly berat, yang membuat mereka ketagihan dan menjadi pecandu. Namun masalah ketergantungan alkohol tetap menjadi momok utama pada masa itu, karena alkohol merupakan sumber utama penyebab kekerasan dan kematian dikalangan cowboy.

Pada masa itu morfin dikategorikan sebagai obat ajaib karena kemampuannya mengurangi rasa sakit pasca operasi atau hanya sebagi penyembuh luka. Saat dikonsumis obat yang mengandung morfin ini menyebabkan penggunanya berada dalam kondisi mati rasa, diliputi perasaan senang seperti tengah berada di alam mimpi. Karena efek yang ditimbulkan akhirnya pada tahun 1811 Dr. F.W.A. Serturner, seorang ahli obat dari Jerman, menyebut obat ini dengan nama Morpheus, yang berasal dari dewa mimpi Yunani. Pertengahan tahun 1850, morfin beredar luas di seluruh Amerika Serikat dan makin populer digunakan di dunia kedokteran. Dalam pengobatan medis, morfin dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa sakit oleh para dokter-dokter pada masa itu, sayang penggunaan dosis dan terlalu seringnya menyembuhkan rasa sakit dengan morfin semakin memicu ketergantungan terhadap obat tersebut, dan membuat ketergantungan tak terdeteksi sampai masa Perang Saudara berakhir. Puncak kecanduan makin meningkat selama perang saudara, jumlah pasien (terutama prajurit korban perang) dirawat dengan menggunakan morfin, sekitar sepuluh ribu tentara Amerika Utara dan Konfederasi berubah menjadi pecandu morfin. Morfin menjadi wabah epidemik di Amerika, 10 tahun sejak pertama kali masuk Amerika, meskipun tak ada catatan statistik pasti tentang angka ketergantungan, masalah ini telah berkembang dan memerlukan perhatian serius dari dunia kedokteran. Pada 1874, orang mengira telah menemukan jawaban mengatasi masalah ini lewat obat baru yang ditemukan di Jerman, yang disebut Heroin. Tak butuh waktu lama, heroin pun diimpor masuk ke Amerika Serikat. Titik penjualan tertinggi tercapai dari pasar yang terdiri dari para dokter dan pasien yang sebelumnya merupakan pecandu morfin kemudian beralih menjadi pecandu heroin karena mereka merasa heroin lebih aman dan tak menyebabkan kecanduan. Dari sinilah awal lahirnya pecandu heroin Amerika sampai saat ini.

C.PUTAUW
Banana, snow white, bubuk putih ini adalah jenis heroin yg paling rendah, mudah didapat dan banyak dipakai remaja. Harganya relatif murah Paket Hemat : Rp. 25.000,-Karena banyak remaja yang terperangkap sebagai pecandu hanya karena diajak teman2nya untuk menghisap dengan hidung rame2. Padahal sesudah memakai cara dihisap terus menerus, Hidung berdarah, Hidung ingusan terus menerus, Pilek terus menerus, sehingga akhirnya remaja/pemakai berganti dengan cara suntik. Cara ini sangat berbahaya, karena bisa terjadi keracunan waktu darah dikeluarkan dan dikocok2 dijarum suntik dicampur putauw, bisa emboli, kemasukan udara dan menyumbat jantung dan jantung tersumbat dan berhenti berdetak, sehingga banyak sekali pecandu suntik putauw ditemukan mati dengan suntikan masih menempel ditangannya. Putauw ini juga jahat sekali karena kebutuhan tubuh 2 kali kelipatan, misalnya mula2 pakai 1 titik, lama2 2 titik, 4, 16, dst sampai mencapai jumlah yang sangat tinggi dan biasanya pecandu mati karena overdosis. Karena bentuknya bubuk putih, sehingga banyak sekali yang dipalsukan, kadang2 dicampur urea, bedak, tepung, obat yang ditumbuk dll. Sehingga banyak sekali penderita Putauw yang keracunan dan mati, badan menggelepar2, kejang2 dan mulut mengeluarkan busa busa.

Ø  Sakaw Putau :

Gelisah, Keringat dingin, Menggigil, tulang2 rasanya mau patah, ngilu semua, mual-mual, mata berair, hidung berair, perut sakit, tulang-tulang serasa ngilu, keringat keluar tak wajar. Bila udara dingin sedikit dia akan merasa sangat kedinginan, keluar air mata, pupil mata membesar, keluar ingus, Kelebihan keringat, Diare, Merinding, menguap terus- menerus, tekanan darah naik, Jantung deg-degan, Demam, panas dingin, Nggak bisa tidur (insomnia), otot dan tulang nyeri, sakit kepala, persendian ngilu, Gelisah, Marah-marah, dan gampang terpancing untuk berkelahi dan setelah menggunakan putaw : Ngelamun, berkhayal, malas ngapa2in, halusinasi, merasa ada orang yg mau menyerangnya, membunuhnya dll. Dan akibatnya organ2 tubuh rusak, terutama levernya mengeras, ginjal juga rusak, bisa se-waktu2 mati karena keracunan dan overdosis. Nafsu makan kurang, susah untuk berpikir, susah untuk konsentrasi, menjadi pemarah, hepatitis, penyuntik pupil mata mengecil atau melebar akibat kekurangan oksigen (anoksia), gembira nggak ketulungan (euforia), sedih banget (disforia), cuek (apatis), badan lemas, malas bergerak, ngantuk, ngomong cadel, nggak konsentrasi, nggak perhatian, Lemot (lemah otak) alias daya ingat lemah, nggak bisa membedakan realitas dengan khayalan.

 

 

Ø  Adapun cara menanggulanginya antara lain sebagai berikut:

A)    Pengobatan Narkoba:
1. Pengobatan adiksi (detoks)
2. Pengobatan infeksi
3. Rehabilitasi
4. Pelatihan mandiri

B)    Pencegahan Narkoba:
1. Memperkuat keimanan
2. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat
3. Komunikasi yang baik
4. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

C)    PertolonganPertama
Pertolongan pertama penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak,    makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.

D)     Detoksifikasi
Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hingga hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif.

 

 

Posted in Lainnya | Comments (641)

macam-macam kesenian

Juli 1st, 2011
by nyomansaskara

Tentang Macam – Macam Seni:

Di zaman sekarang ini seni memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK. Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya seni, tanpa adanya seni hidup kita tidak akan indah, karena seni merupakan hal pendukung terbentuknya keindahan. Misalnya saja rumah, tanpa adanya rasa keindahan, maka rumah yang kita huni sekarang ini akan bermodel kuno. Begitu juga dengan tekhnologi yang sekarang ini berkembang, pasti didukung dengan adanya seni. Contohnya adalah motor, motor zaman dulu dengan yang sekarang pasti mempunyai model yang berbeda. Pastinya yang sekarang lebih bagus dari pada yang dulu. berikutu ni adalah macam macam seni yang akan saya jelaskan secara umum :

1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia. Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan. Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia. berhubungan dengan unsur cabang kesenian.

 

 

2. Seni Musik

Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Unsur lain dalam bentuk harmoni, melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling, gambang kromong, gamelan, angklung, rebana, kecapi, dan kolintang serta arumba. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan terompet. Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik, pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni, melodi dan notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain, kemampuan memahami dan membuat notasi, kemampuan mengaransemen, serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil, serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur, bunyi yang berirama, serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme, melodi maupun harmoni. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik, ekspresionis, eksperimentalis, dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi, interval, dan harmoni secara varian. Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami, dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.

 

 

3. Seni Teater

Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater. Di sisi lain, kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.

4. Seni Tari

Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton. Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.

5. Kerajinan Tangan

Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan multidimensional. Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.

6. Seni Berwawasan Teknologi

Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru.Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih. Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni, seperti seni peran (khususnys sinetron), pendokumentasian (sinema), audio-visual (keproduseran) dan lain-lain. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.

 

Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi, seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru, menciptakan hal baru, serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada. Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak, rupa, bunyi, dan suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh, bahasa gerak, serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.

 

Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide, dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan.

Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual, multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni.

  1. Menyiapkan pendidikan yang sejajar,
  2. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya
  3. Memberikan nilai masyarakat, Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan, serta,
  4. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya.

Dalam ranah khusus, konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Sebagai bahan kajian, jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas, memiliki kompetensi, memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun d lingkup pendidikan formal yang dimiliki.

 

Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya, teknik, dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif, jadwal terprogram, serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.

  1. Menekankan kepada produk/hasil,
  2. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan,
  3. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah,
  4. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional,
  5. Prosedur imitatif, latihan, demonstrasi, dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya,
  6. Kemampuan, kemahiran, dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri, dan berkelompok koloni.
  7. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan.
  8. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional, artis dan koreografer.

Itu tadi adalah sekilas penjelasan saya tentang seni yang mudah mudahan akan bisa menambah wawasan teman teman tentang seni. “Jadilah seniman yang baik, seniman yang baik tidak membutuhkan alkohol untuk mendapatkan inspirasi”.

Posted in Lainnya | Comments (1.147)