header image

Penerapan Dan Pengembangan Sistem Informasi ISI Denpasar

Posted by: noc-isi | February 4, 2010 | No Comment |
bagian kedua dari beberapa coretan

Sistem Informasi yang digunakan ISI Denpasar mengunakan metode terpusat yang dikemas dengan memamfaatkan teknologi yang sedang menjadi trend dewasa ini yaitu teknologi berbasis web.

Sistem informasi tersebut dikemas sedemikian rupa bersama dengan layanan lainnya sehingga penguna system informasi tidak akan merasa terbebani dengan system ini karena merupakan bagian dari pekerjaan atau tugas utama dari pengguna.

system informasi ISI Denpasar tebagi menjadi 4 bagian yaitu

1. PENGGUNA/OPERATOR

Pengguna/operator adalah orang yang berinteraksi langsung dengan system tersebut yaitu pegawai, dosen dan mahasiswa, serta  pengguna layanan yang dapat berfungsi sebagai pengawasan pada management ISI Denpasar yaitu Masyarakat umum, dan stakeholder.

Pengguna sistem informasi ISI Denpasar.

  1. PEGAWAI
  2. DOSEN
  3. MAHASISWA
  4. MASYARAKAT & STAKEHOLDER

2. INTERAKSI

Interaksi Sistem Informasi ISI Denpasar terdiri dari : Input, User Interface dari system aplikasi, imput hardware seperti cctv, card reader, finger print, dll. Interaksi lainnya dari proses pengumpulan data juga didapat dari proses interaksi tanpa bantuan campur tangan manusia seperti interaksi antar sub bagian system informasi yaitu antara system system informasi yang ada dan aplikasi layanan penunjang lainnya.

Yang menjadi bagian terpenting dari kekhususan Sistem Informasi di ISI Denpasar adalah keterpaduan antara system system informasi yang ada dengan layanan penunjang lainnya seperti web, email, chating service. Sistem Informasi ISI Denpasar memadukan layanan yang sudah umum di internet dengan system aplikasi sehingga pada level pengguna tidak akan merasa terbebani dengan system baru dimana diharapkan meningkatkan pemamfaatan Sistem Informasi pada kinerja manajemen secara keseluruhan. Contoh paling trend saat ini adalah penggunan jejaring social yaitu facebook sebagai sarana menyapaikan pengumuman dengan sinkronisasi otomatis pada web resmi ISI Denpasar. Contoh lainnya adalah ketika dosen dan mahasiswa melakukan aktifitas pembelajaran melalui portal akademik yang menyediakan fasilitas virtual class. Disini proses interaksi yang terjadi akan di loging oleh sistem yang kemudian dicatat sebagai presence daftar hadir pada proses belajar mengajar.

3. PROSES

Dalam Sistem Informasi ISI Denpasar proses/prosesing adalah kegiatan atau aktifitas yang terjadi dalam sistem informasi baik dalam pengumpulan data, pengolahan, penyimpanan, pencarian kembali dan lain lain.

Sistem Informasi ISI Denpasar mencatan /meloging segala bentuk interaksi antar pengguna, antar sub sistem informasi, atau antar pengguna dan system itu sendiri untuk digunakan sebagai sumber data dalam penentuan urutan (charting) untuk kemudian data tersebut digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Contoh aktifitas ini adalah pada penentuan pemberian lembur pada pegawai atau dosen. Dimana system akan mencatat waktu masuk dan keluar serta apa saja yang dikerjakan. Berbekal data tersebut system secara otomatis melakukan pengurutan pada data tersebut berdasarkan parameter yang ditentukan.

4. PENAMPIL

Sistem Informasi ISI Denpasar yang diharapkan dapat sebagai tulang punggung manajemen pengelolaan kampus, memberikan titik berat pada proses penampil. Proses penampil ini sangat panting bagi system informasi ini karena berbagai data dokumentasi dari berbagai kegiatan yang dilakukan di ISI Denpasar adalah berupa karya. Semakin banyak data yang dapat dikumpulkan pada proses interaksi pada system ini akan menjadi tolak ukur bagi kinerja civitas bahkan dapat digunakan sebagai barometer perkembangan seni itu sendiri.

Proses penampil pada Sistem ISI Denpasar memiliki perbedaan yang signifikan dari universitas lainnya. Kebutuhan akan penyimpanan yang sangat besar dan keragaman jenis data yang disimpan mempunyai tantangan tersendiri dari konsep penyusunan system informasi itu sendiri. Selain data yang berguna bagi system belajar mengajar di universitas, pemamfaatan kembali (reuseable), data tersebut juga memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga pengamanan data penyimpanan yang berhubungan dengan hak kekayaan intelektual menjadi isu tersendiri bagi konsep pembentukan dan pengembangan Sistem Informasi ISI Denpasar.

Proses penampil Sistem informasi ISI Denpasar juga berusaha menyediakan data yang siap di alihkan ke system yang dijalankan oleh Pemerintah dalam hal ini DEPDIKNAS  seperti: EPSBED, SIMKEU, Pengelolaan Aset, termasuk pula procurement bagi proses pelelangan Negara dan lain lain. Selain itu Sistem Informasi ISI Denpasar juga menampilkan berbagai laporan yang berguna bagi pengawasan kinerja, internal dan pengambilan keputusan. Baik bagi eksekutif, managerial, stakeholder bahkan masyarakat umum sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi.

Dalam penyusunan, penerapan dan pengembangan Sistem Informasi ISI Denpasar, system informasi bergantung pada infrastruktur yang menjadi dasar dari pembentukan, penerapan dan pengembangan Sistem Informasi yang disesuaikan dengan keadaan dan kekhususan ISI Denpasar sebagai universitas seni dan disesuaikan dengan budaya, etos kerja dan pola pikir serta kecendrungan yang ada.

Bersambung……
under: Coding
Tags:

Leave a response -

Your response:

Categories