TARI LEGONG RAJA CINA

This post was written by ngurahwahyu on April 16, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

Tari legong sudah tak terdengar asing lagi dikalangan para penikmat seni tari bali. Tari legong diperkirakan sudah ada sejak perkembangan jaman kerajaan di Bali. Saat tari legong dipergunakan sebagai sarana hiburan dikalangan istana. Namun, tak sembarang orang bisa menarikan tari tersebut dihadapan sang raja. Orang-orang yang bisa menarikan tari legong hanyalah orang-orang yang dipilih langsung oleh raja. Dan oleh sebab itu, terpilih bisa mementaskan ataupun menarikan tari legong dihadapan sang raja adalah suatu kebanggaan yang tiada duanya. Tidak hanya orang yang mementaskan semata. Seniman yang ciptaannya terpilih untuk dipentaskan dihadapan raja pun juga akan merasakan hal yang sama, lantaran hal tersebut adalah satu dari beberapa tujuan diciptakannya tari legong.
Menyambung dari penjelasan diatas. Kata legong berasal dari dua suku kata yaitu “leg” dan “gong”. Yang dimana Kata “leg” berarti lembut, lues, dan elastis. Dan kata “gong” yang berarti suatu instrumen pengiring dari tari tersebut (gamelan). Jadi bila digabungkan menjadi satu “legong” adalah suatu tari yang dimana tari tersebut memiliki gerak tubuh lembut, lues dan elastis, dan memakai gamelan pada musik pengiringnya. Cerita yang diangkat dalam tari legong umumnya adalah cerita rakyat dan cerita dalam pewayangan.
Berangkat dari penjelasan diatas, tari legong raja cina diperkirakan ada sejak tahun 1930-an. Namun, tari tersebut tidak diketahui siapa penciptanya (anonim). Dan Tari Legong Raja Cina ini harus di tarikan oleh 3 orang penari. Menurut beliau, ada juga tari-tari legong yang lain yang belum sempat direkonstruksi. Beliau memiliki keinginan bersama sang ayah untuk merekonstruksi tari-tari tersebut karena ayah beliau rasa karya tersebut memang harus diketahui oleh halayak luas. Akan tetapi sebelum rekonstruksi berjalan ayah beliau meninggal dunia. Hingga akhirnya, beliau memustuskan hanya merekonstruksi tari legong raja cina saja dan mencari tau apa itu tari legong raja cina. dan berikut adalah sedikit ulasan dari cerita tari legong cina.
Tari Legong Raja Cina menceritakan Raja Bali menikah dengan Putri Raja yang berasal dari Cina. Raja Bali yang dimaksud adalah Sri Jaya Pangus dengan seorangPutri yang bernama Kang Cing Wei. Menurut sejarah, pernikahan mereka tidak menghasilkan keturunan sehingga Jaya Pangus memutuskan pergi bertapa di hutan Gunung Batur, di ceritakan Kang Cing Wei menunggu bertahun-tahun kepulangan suaminya.
Akhirnya, Kang Cing Wei pun pergi ke Batur untuk mencari keberadaan suaminya tersebut, seiring berjalananya waktu dalam pertapaannya Jaya Pangus bertemu dengan seorang Dewi yang bernama Dewi Danu dan Sri Jaya Pangus terlena dangan kecantikan dari Dewi Danu itu sendiri akhirnya beliau menikahi Dewi Danu dan melahirkan seorang anak yang bernama Maya Denawa, singkat cerita Kang Cing Weipun bertemu dengan suaminya, saking lamanya menahan rindu mereka berdua bercumbu di tengah hutan Batur yang sejuk dan sunyi, namun jayapangus tidak memberitahukan istrinya bahwa dia telah menikah lagi dengan Dewi Danu.
Di selah selah hubungan romantic mereka tidak sengaja Dewi Danu melihat Jaya Pangus sedang berduaan dengan seorang wanita bercumbu ditengah hutan yang akhirnya Dewi Danu marah dan membakar mereka berdua hingga wafat, kematian mereka berdua di dengar oleh prajurit Dalem Balingkang sehingga seluruh masyarakat Balingkang Mahoragar yang ada di kerajaan memutuskan untuk pergi memohon kepada Dewi Danu agar pemimpin mereka dihidupkan kembali, namun beliau tidak dapat dan tidak mungkin menghidupkan mereka kembali, tetapi bliau memiliki akal untuk membuat simbol dari mereka berdua yang berwujud dua buah Barong Landung yang mana barong landung laki-laki adalah wujud dari jro wayan dan yang perempuan adalah wujud dari jro luh.
Jadi filosofi dari Tari Legong cina adalah bagaimana tari ini adalah sebagai wujud dari adanya akulturasi adat Bali dengan adat Cina yang dimana hal tersebut sangat baik apabila dijadikan suatu acuan, bahwa akulturasi adalah suatu hal yang dapat menambah khasanah budaya yang ada dibali khususnya.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address