Gong Kebyar Sumber Inspirasi Bidang Seni Yang Lainnya.

Di bidang musik iringan, gong kebyar sangat menonjol dalam sendratari, arja gong, drama gong, bondres, dan tari kreasi baru lainnya. Karena terpengaruh oleh Gong. Kebyar maka gamelan yang lain ikut “ngebyar” sehingga muncul Angklung Kebyar, Joged Kebyar, dan lain-lain. Dalam perkembangan selanjutnya timbul ide untuk memadukan unsur vokal dengan instrumental ke dalam gong kebyar sehingga munculah kreasi baru yang dikenal dengan nama gegitaan dan sandya gita.
Dibidang pedalangan, gong kebyar telah mampu memberi inspirasi sehingga munculah wayang gong yaitu pertunjukan wayang kulit dengan iringan gong kebyar. Pada tahun 1986 I Made Sidja (62th), seorang dalang dari bona, gianyar, telah mementaskan wayang gong di Jepang diiringi oleh sekaa gong sadha budaya Ubud yang melawat ke Negeri Sakura pada saat itu. Wayang kulit yang dipentaskan adalah wayang kulit parwa yang mengambil sumber lakon dari wiracarita Mahabharata Wayang kulit parwa biasanya diiringi gamelan gender wayang yang menggunakan laras selendro.
Kenapa dipilih gong kebyar sebagai pengganti gender wayang ? menurut pak sidja bahwa pemilihan gong kebyar sebagai iringan wayang kulit parwa bermula dari adanya keinginan dari dalang yang satu ini untuk merubah suasana yang didominasi laras selendro ke laras pelog. Dengan iringan gong kebyar, dirasakan bahwa tidak saja perubahan suasana dari slendro ke pelog yang bisa dilakukan tetapi juga banyak kreasi baru yang muncul, baik dalam hal tetikesan, wayang, tandak, dialog,dll.
Di bidang seni rupa ternyata gong kebyar juga memberi inspirasi yang sangat kuat. Pelukis Ida Bagus Made dari Tebesaya, Ubud, mengatakan bahwa gending-gending gong kebyar itu telah banyak memberinya inspirasi dan motivasi dalam melukis (wawancara th.1997, di Tebesaya). Beliau juga sering menyaksikan pementasan ataupun latihan gong kebyar Gunung Sari Peliatan dengan harapan untuk mendapatkan inspirasi dalam berkarya.
Dewa Nyoman Sura (56th) seorang pelukis tradisi Bali dan juga seorang penabuh gong kebyar yang handal juga memberikan keterangan serupa. Dalam sebuah wawancara pada tanggal 31 desember 1998, pelukis dan penabuh yang berasal dari Pengosekan Ubud ini mengatakan bahwa gending-gending gong kebyar benar-benar memberinya inspirasi dalam melukis. Menurut Dewa Nyoman Sura sebagai seorang penabuh dan pelukis, keberhasilan serta kepuasannya dalam memainkan gong kebyar sangat mempengaruhi dirinya dalam melukis.

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!