Bunga Rafflesia Pertama Kali di Temukan Orang Inggris

This post was written by madeyudastra on Desember 9, 2019
Posted Under: Berita

Rafflesia arnoldii adalah jenis rafflesia pertama yang dikenal di dunia, berkat penemuan ilmuwan Inggris, Joseph Arnold, di habitat aslinya di Pulau Lebar, Bengkulu Selatan pada abad ke-19. Proses penamaannya pertama kali memi liki kisah tersendiri yang melibatkan intrik politik dalam situasi perang antar tiga negara besar. Rafflesia sebetulnya pertama kali ditemukan pada abad ke-18 oleh ilmuwan Prancis, Louis Auguste Deschamp, yang sedang berekspedisi di Pulau Jawa. Ia sempat ditangkap Belanda, namun oleh Gubernur Jendral Belanda saat itu, Van Overstraten, Deschamp tidak ditahan dan diminta untuk melakukan ekspedisi di Pulau Jawa selama 1791-1794.

Dalam buku Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di Dunia yang ditulis Agus Susatya, diceritakan, Deschamp menemukan tumbuhan itu di Nusakambangan, Jawa Barat pada 1798. Pada saat perjalanannya kembali ke Prancis, saat mendekati Selat Inggris, kapalnya ditangkap dan semua spesimen, catatan, dan ilustrasi penelitiannya dirampas Inggris. Ketika itu Inggris tengah berperang dengan Prancis.

Setelah melihat rampasan koleksi spesimen tersebut, para ahli botani Inggris sadar bahwa meski Deschamp kehilangan koleksi penelitiannya, ia bisa saja mempublikasikan penemuannya tersebut sewaktu-waktu. Sementara pihak Inggris berambisi untuk menjadi penemu pertama tanaman yang sangat menakjubkan ini. Gubernur Jenderal Inggris di Sumatra, Thomas S. Raffles, lantas memerintahkan William Jack agar segera mendeskripsikan jenis Rafflesia arnoldii yang ditemukan Joseph Arnold di Bengkulu Selatan. Ketika itu sebenarnya masih berbentuk transkrip yang siap diterbitkan sewaktu-waktu, sembari menuggu versi lengkapnya yang tengah dipersiapkan British Museum. Tanaman ini akhirnya secara resmi dipublikasikan dalam Annals of Phylosophy pada September 1821, dengan nama Rafflesia arnoldii. Nama itu diambil dari gabungan nama Thomas S. Raffles dan Joseph Arnold. Skornya 1-0, Inggris menang dari Prancis.

Bunga Sejak Jaman Purbakala

Dahulu, para ilmuwan meyakini rafflesia tak mungkin tumbuh di luar habitatnya. Usaha untuk membuatnya hidup di luar habitatnya sudah dilakukan para peneliti Belanda sejak 1857, namun sulit dibudidayakan karena banyak aspek biologisnya yang masih menjadi misteri.

Keberhasilan membuatnya tumbuh di Kebun Raya Bogor merupakan capaian yang perlu diapresiasi sebagai buah dari upaya pantang menyerah selama bertahun-tahun. Namun Sofi Mursidah selaku ketua tim pene liti belum merasa puas. Menurut dia, keberhasilan ini hanyalah langkah awal, baru pada tahap memindahkan dan belum sampai tahap mengembangbiakkan.

Pembiakkan rafflesia masih sepenuhnya mengandalkan proses alam, sedangkan perannya sebagai peneliti sekadar melakukan penyambungan dan merawat keberlangsungan hidup tumbuhan inang. Karakter rafflesia memang sulit dan peluang hidupnya nyaris tak bisa dipastikan, kata Sofi. Masih banyak misteri rafflesia yang belum terpecahkan. Antara lain menyangkut mekanisme repro duksi, penyebaran dan siklus hidupnya.

Comments are closed.