Resensi Buku

ESENSI BUNYI GAMELAN

dalam

PROSESI RITUAL HINDU

Oleh               : I Ketut Donde

Penerbit        : Paramita Surabaya 2005

Tebal              : 244 halaman

 

Sejarah telah mencatat bahwa gamelan merupakan salah satu warisan dari produk budaya Hindu di masa lalu. Umat Hindu, dimanapun mereka berada, dalam melaksanakan kegiatan ritual tidak pernah terlepas dengan penggunaan bunyi gamelan . Ritual dalam agama hindu merupakan bentuk implementasi dari filsafat dan etika . pelaksanaan berbagai macam ritual Hindu selalu diiringi bunyi gamelan. Pada daerah transmigran yang kondisi ekonominya belum mapan, bunyi gamelan tersebut diganti dengan bunyi kaset gong untuk mengiringi acara ritualnnya. Bahkan ada dijumpai  masyarakat Hindu di daerah transmigran Sulawesi Tengah membuat gamelan dari bahan sisa potongan-potongan pipa galvanis yang telah dibuang oleh proyek PDAM. Ada juga yang menggunakan gamelan “tingklik” dan “Grantang”  yang terbuat dari bambu untuk mengiringi upacara ritualnya.

Berbagai upaya ditempuh oleh umat Hindu agar diwilayah pura memiliki seperangkat gamelan.Demikian besarnya kecintaan umat Hindu terhadap gamelan, menyebabkan banyak pertanyaan yang muncul dari berbagai pihak dan kalangan. Seperti; (1) Apakah yang mendorong kecintaan umat Hindu yang demikian besar terhadap gamelan?  (2) adakah kecintaan yang demikian besar itu didorong oleh suatu pemahaman terhadap esensi dari bunyi gamelan itu? (3) Apakah kecintaan yang demikian besar  itu didorong oleh pemahaman teologis atau filosofis dari bunyi gamelan itu? (4) Apakah kecintaan yang demikian besar itu didorong oleh pemahan terhadap aspek psikologis dari bunyi gamelan itu? (5) Apakah kecintaan yang demian besar itu didorong oleh manfaat sosiologis dari bunyi gamelan itu? (6) Apakah karena didorong oleh kemeriahannya saja?

 

Dalam buku ini akan menguraikan simbol-simbol bunyi gamelan  dalam persepektif; Filosofis, teologis,psikologis, dan sosilogis dengan mengaitkannya dengan uraian-uraian sains. Sehingga buku ini dapat membuka mata pikiran yang sudah buta karena sikap acuh tak acuh mengenai kekayaan seni budaya yang mengandung banyak nilai luhur bila dikaji serta dipahami secara mendalam.

Buku ini amat layak dibaca oleh semua umat Hindu dan juga oleh siapa saja, karena buku ini berusaha untuk menguraikan ajaran Hindu secara rasional. Khusus buat para seniman-seniman muda Buku ini dapat menjadi refrensi tambahan untuk menyempurnakan pengetahuan anda dalam buku “prekempa” .

Kelebihan dari buku ini adalah adanya informasi sejarah yang lengkap mengenai gamelan dan mengaikannya dengan filosofi Hindu. Teori-teori  yang terdapat didalamnya kiranya mampu memberi penjelasan secara terperinci. Buku ini juga dilengkapi gambar-gambar sehingga mempermudah dalam pemahaman dari setiap sub teori yang tertulis. Isi yang disuguhkan dalam buku ini yakni ; (1) Konsep,terdapat 15 sub materi serta 22 materi pembahasan dari lontar prakempa (2) Teori, menyangkup 11  sub materi yang berisi berbagai macam teori (3) Gambaran umum tentang umat Hindu dan Keberadaan seperangkat gamelan di kota Palu (4) Aspekl filosolofis dan teologis bunyi gamelan dalam prosesi ritual (5) Bunyi gamelan dan efek psikologis dalam prosesi ritual umat Hindu (6)Bunyi gamelan dan aspek sosiologis dalam prosesi ritul umat Hindu (7) Epilog.

Meskipun buku ini merupakan ringkasan dari tesis namun materinya merupakan bagian materi plihan yang kiranya tepat untuk disajikan. Kekurangan buku ini adalah masih banyak memakai materi dari buku lontar prekempa sehingga dirasa kurang mandiri.

Pada bagian akhir memuat daftar pustaka dari 80 sumber buku dan 6 informan dalam menyempurnakan buku ini. Terdapat pula transkrip Lontar Prakempa , Lontar Aji Gurnita serta saran-saran dan biografi dari penulis.

Banyak sekali konsep  dan teori yang dihadirkan buku ini tiada lain sebagai bukti bahwa semua spek ajaran agama Hindu bukan hanya dogmatika belaka  tetapi sangat rasional yang dapat didekati dengan berbagai persepektif keilmuan. Gamelan merupakan unsur terpenting dalam sebuah ritual yang mengandung banyak nilai-nilai dari setiap nada dan lagu dimana mampu menghantarkan doa-doa serta mendekatkan umatnya dengan sang pencipta.

Bunyi gamelan selain memiliki makna filosofis-teologis juga memiliki manfaat psikologis dan sosiologis. Secara psikologis bunyi gamelan dapat menurunkan frekuinsi gelombang otak betha() yang besarnya 14-30Hz hingga kelevel frekuinsi alpha () yang besarnya 8-13Hz yang memungkinkan pikiran menemui ketenangan. Semoga buku ini bermanfaat  dan menjadi pedoman bagi para pembaca.

Leave a Reply