LEGONG BAPANG SABA

Bapang adalah sebuah tema dari legong keraton, dimana ini hanya merupakan ragam-ragam gerak tari yang tersusun indah dan abstrak. Terdiri dari jenis bapang, pengawak, pengecet yang semuanya mencerminkan watak keras dan dinamis. (Bandem. , 1983). Tari Legong Bapang Saba adalah suatu tarian legong yang diciptakan pada tahun 30 an oleh I Gusti Ngurah Delantik yang melainkan bertempat di Puri Saba, tarian ini menggambarkan suatu kecantikan Dewi Supraba dengan gerakan yang dinamis, cepat, dan mengikuti tempo dari pengiringnya dan biasanya ditarikan oleh dua orang penari atau lebih.

Dilihat dari perkembangannya atau kehidupannya, maka hanya di Desa Saba Blahbatuh Gianyar yang menggunakan tari bapang sebagai temanya. Namun tari Bapang Saba ini dimasukkan dalam kurikulum SMK N 3 Sukawati atau kerap disebut KOKAR maupun SMKI yang merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan di Bali. Banyaknya mahasiswa-mahasiswa asing yang datang ke Saba untuk memplajari tari Legong Bapang ini sehingga sehingga keberadaan tari tersebut dapat terpelihara.

Telah diketahui setiap tarian memiliki cirri dan gaya tersendiri. Demikian pula halnya dengan Tari Legong Bapang Saba in, didalamnya terdapat cirri khas yang sebenarnya perlu diusahakan agar ciri tersebut tetap terjaga dan terpelihara. Terutama sekali ciri-ciri yang dapat membedakan dengan tari Legong lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka perinciannya dapat diuraikan sebagai berikut.

 

Struktur dan Sajian Pertunjukan Tari Legong Bapang Saba

Struktur dan sajian pertunjukan tari legong keraton berbeda-beda sesuai dengan tema yang dipakai . kendatipun demikian masing-masing bentuk mempunyai persamaan yaitu sama-sama memakai pengawak,pengecet dan pekaad. Lai halnya dengan tari Legong Bapang Saba ini. Tarian ini bisa berdiri sendiri maksudnya adalah tarian ini bias dibawakan atau ditarikan oleh dua orang atau lebih langsung menari mulai dari bapang. Atau dimasukan atau ditarikan setelah tari condong masuk sebelum mulai ke tarian pengawak.

Struktur tari Bapang Saba ini terdiri dari empat bagian . adapun urutannya ialah :

  1. Bapang : salah satu dari tema legong kraton, dimana ia hanya merupakan ragam-ragam tari tersusun indah dan abstrak yang semuanya mencerminkan watak keras dan dinamis.
  2. Pengadeng Bapang : merupakan lanjutan dari tari bapang bentuk tarinya juga abstrak, dan pada tari ini gerak-geraknya agak lembut dari gerak-gerak sebelumnya yaitu : pada gerak Bapang namun tetap tegas. Pada saat ini ekspresi harus lebih banyak tersenyum.
  3. Pangetog : yaitu gerak-gerak peralihan dari selisir bapang kepekaad. Pada saat ini gerak-gerak tarinya lebih keras dan tegas dari pada selisir bapang memerlukan mecuk alis dan ekpresi nelik.
  4. Pekaad : yaitu bagian penutup dari pada tari legong bapang ini, ekpresi yang diperlukan adalah ekpresi senyum dan manis.

Leave a Reply