Parade balaganjur kota denpasar 2019

View this post on Instagram

-para Dengang- LEN NEE!!!

A post shared by IGustiAgungKresnaBayuKepakisan (@gungkresna_28) on

Video kali ini saya menampilkan sebuah video parade balaganjur se-kota Denpasar pata tahun 2019. Video yang saya tampilkan adalah garapan Baleganjur dari Banjar Sasih Panjer yang berjudul “INDRAJIT”.

Indrajit adalah seorang panglima perang dari Alengka. Indrajit adalah putra dari sang Dasa Muka Rahwana. Indrajit yang bersifat kepahlawanannya maju untuk menyerang pasukan Rama dengan senjatanya yaitu Nagapasa dan memiliki ilmu ilusi untuk mengelabuhi lawannya.

Ujian Garapan Nyiur

Halo! Pada video ini saya akan menampilkan sebuah garapan tabuh kreasi yang berjudul “NYIUR”.

NYIUR dalam bahasa melayu yang artinya pohon kelapa. Nyiur juga dapat diartikan sebagai pohon kelapa yang melambai lambai karena tertiup angin pantai. Nyiur dalam karawitan Bali juga dapat digunakan untuk sebuah nada dalam bilah-bilah gamelan Bali.

Bergilak dengan Gamelan Pesel


Gamelan pesel adalah gamelan inovasi baru yang lahir di tanah Bali. Terkonsep dari dua ansamble gamelan bali yaitu gamelan semara pegulingan dan selonding. Jadi dari pemikiran tersebut, maka nama pesel merupakan penggabungan atas dua kata yang diurai yaitu dari kata pegulingan dan selonding. Dalam video tersebut memperlihatkan sebuah karya tradisi yang berjudul “Gilak Lalah Manis”. Gilak lalah manis adalah karya dari mahasiswa ISI Denpasar. Karya ini menggambarkan sebuah makanan khas Bali yaitu “lawar”, dimana pada lawar tersebut memiliki rasa yang berbeda. Ada pedas ada juga manisnya. Jadi karya ini mengangkat tentang rasa yang berbeda dari semua dan disatukan dalam bentuk karya gilak.

Juara 1 FLS2N tingkat Provinsi Bali

Hallo! Saya akan menampilkan sebuah video juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Provinsi Bali pada tahun 2016 yang diadakan di SmkN 3 sukawati (Kokar). Pada video ini menampilkan sebuah garapan inovatif karya dari SmkN 3 sukawati yang berjudul “Dwi Samatra Lingga”.

Dwi Samatra Lingga adalah Kruna lingga sane mawit saking kalih kruna lingga. Kruna sane linggannyane mesaih utawi mesib. Lan kruna lingga sane kawangun antuk kruna kalih soroh. Kurang lebih seperti itulah antara saling menjauhkan dan dijauhkan. Akan tidak bernilai jika dan tidak memiliki makna ibarat dewa dewi ketika dijauhkan untuk menganugrahi alam semesta ini, begitu pula karya dwi samatra lingga ini. Kalimat lagunya akan berarti apabila diulang atau dijawab dengan menjawab dari pertanyaan tersebut. Misalnya kecah-kecuh, delak-delik, dengak-dengok. Kecah tidak berarti apabila tidak ada kecuh, begitulah seterusnya. Dengan terinspirasi baik buruk, lembut keras, kasar halus. Karya ini akan bermakna dan memiliki nilai lebih bila bersatu padu saling melengkapi saling memiliki ruang dan waktu. Seperti itulah karya inovatif dwi samatra lingga.

Halo dunia!

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!