Blog
category: Tak Berkategori
tags:

KENDANG BEBARONGAN

Pengertian Kendang Bebarongan

Kendang bebarongan adalah kendang yang secara khusus terdapat dalam barungan gamelan bebarongan. Jenis kendang ini mempunyai panjang sekitar 62-65cm, garis tengah tebokan besar26-28cm dan garis tengah tebokan kecil sekitar 21,5-23cm. kendang bebarongan ini termasuk dalam ukuran yang tanggung, karena ukurannya yang tidak terlalu besar maupun tidak terlalu kecil. Ada dua cara untuk memainkan kendang bebarongan, yakni bisa dengan mempergunakan panggul dan bisa juga dimainkan tanpa mempergunakan panggul.

 

 

Fungsi Kendang Bebarongan

Fungsi kendang bebarongan adalah berfungsi sebagai pemurba irama (mengatur jalannya irama gending). Kendang bebarongan merupakan salah satu instrumen penting dalam barungan gamelan bebarongan. Mengingat begitu penting peranan kendang  dalam gamelan bebarongan maka kemampuan juru kendang sangat menentukan keberhasilan dari sebuah pementasan. Dengan kata lain bahwa disamping factor instrumen atau kendangnya sendiri maka, keberhasilah sebuah pementasan akan sangat  individu maupun dalam hal memimpin seluruh penabuh yang memainkan instrument lainnya sehingga dapat menghasilkan sebuah pementasan yang baik.

 

 

 

BAHAN BAHAN KENDANG BEBARONGAN

-KAYU TEWEL: Di gunakan sebagai dalam istilah balinya (BANTANG) yg menentukan      bentuk awalan dri kendang bebearongan trsebut.

-KULIT SAPI    : Di gunakan di bagian samping kanan dan samping kiri  yg akan di pukul pada saat memainkan kendang tersbut, dan di pake di bagian tali (JANGAT) kegunaany untuk menyambungkan kulit di sebelah kanan ke kiri.

-BESI/BAMBU :Di gunakan sebagai ‘WANGKIS’ yaitu dalam istilah balinya sibeh di atas kulit yg sebelah kanan dan sebelah kiri, kegunaany untuk memegang kulit yg di kanan dan di kiri.

 

 

 

 

 

category: Lainnya
tags:

Gong Suling pada dasarnya merupakan pengembangan dari Gong Kebyar, teknik tabuh yang digunakan hampir semuanya berasal dari Gong kebyar, hanya saja pembawa melodinya tidak lagi gangsa yang terbuat dari krawang melainkan sejumlah suling bambu
dengan ukuran yang berbeda-beda.

Gong Suling diperkuat dengan melodi bersifat unisono oleh ricikan rebab dengan memiliki dua utas dawai yang disebut wadon dan lanang. Terkait dengan fungsi suling dalam seni karawitan kebyar, hingga saat belum diketahui secara pasti kapan instrumen suling masuk sebagai bagian barungan gamelan tersebut. Munculnya gamelan gong kebyar sebagai salah satu bentuk
ensambel baru dalam seni karawitan Bali pada abad XIX, tidak dijumpai adanya penggunaan suling dalam komposisi-komposisi kekebyaran yang diciptakan.

Penyajian komposisi “kebyar” yang dinamis, menghentak-hentak serta pola-pola melodi yang ritmis tidak memungkinkan bagi suling untuk dimainkan di dalamnya. Kesenian ini adalah salah satu kesenian tua yang ada di kabupaten Jembrana. kesenian
ini hanya ditampilkan pada saat ada upacara keagamaan saja. Namun dengan perubahan jaman, kesenian ini berubah menjadi sebuah seni umum yang dipertontonkan.

Sajian Gong Suling didominasi oleh suling. Diawali dengan berjajarnya para pemain suling dengan pemain Rincik, klenang dan klenyir di dalam sajiannya. Para pemain saling mengisi dalam sajian yang secara tidak langsung mengambil pola dari gong
kebyar tersebut. Terjadinya perkembangan fungsi suling tersebut merupakan salah satu fenomena yang sangat menarik dimana suling yang pada awalnya memiliki fungsi sekunder yaitu instrumen pendukung, berkembang menjadi instrumen primer
yaitu instrumen utama.

Gamelan Gong Suling adalah barungan gamelan yang didominir oleh alat-alat tiup suling bambu yang didukung oleh instrumen-instrumen lainnya. Gamelan ini berlaraskan pelog lima nada.

Gong Suling pada hakekatnya merupakan pengembangan dari Gong Kebyar, tabuh – tabuh yang dibawakan hampir semuanya berasal
dari Gong Kakebyaran, hanya saja pembawa melodinya tidak lagi gangsa yang terbuat dari krawang melainkan sejumlah suling bambu dengan ukuran yang berbeda-beda. Salah Satu instrumen alam Gong Suling adalah terdapatnya suling bambu yang besar ukurannya. Panjangnya ada sekitar 35 inci dan berdiameter 1,7 inci. Wilayah nadanya lebih sedikit dari dua oktaf
dan bermula pada nada B, di bawah nada C pusat. Ini adalah jenis suling vertikal dengan tiup ujung dan merupakan suling bass. Suling tersebut pada bagian bawah jika sedang dimainkan dalam kedudukan vertikal maka akan terbuka. Pada bagian bawah diraut atau diiris sedikit dari buku ruasnya. Lubang-lubang jari yang dinamakan song, terdapat pada bagian atas dari suling dan jumlahnya diselaraskan dengan tangga nada yang diperlukan. Ukuran suling pada kesenian Gong Suling yang panjang tersebut, mengharuskan pemainnya merentangkan tangannya dalam memainkan atau meniupnya dan ujungnya yang terbuka harus ditopangkan ke tanah.

Instrumen-instrumen yang digunakan dalam Gamelan Gong Suling ialah:
1. 2 (dua) buah kendang
2. 1 (satu) buah kajar
3. 1 (satu) buah kemong
4. 1 (satu) buah ceng-ceng kecek
5. 1 (satu) buah gong pulu
6. 1 (satu) buah kempur
7. 2 (dua) buah suling berukuran kecil
8. 4 (empat) buah suling berukuran sedang
9. 2 (dua) buah suling berukuran besar.

category: Tak Berkategori
tags:
Nama saya I Komang Adi Saputra, lahir pada 02 Februari 1994 di Gianyar. Saya terlahir dikeluarga yang sederhana dari pernikahan ayah dan ibu saya. Saya bertempat tinggal di Banjar Abian Semal, Lodtunduh, Gianyar, Bali.
Di dalam keluarga saya terdapat 4 orang, diantaranya : ayah, ibu, adik, dan saya sendiri. Nama ayah saya I Ketut Dana, beliau adalah seorang ayah yang bekerja sebagai pegawai swasta . Ibu saya juga bekerja sebagai pegawai swasta yang bernama Ni Wayan Candri. Adik saya adalah merupakan Siswa di SMP Kerta Budaya Mas, namanya Ni Ketut Kamuda Wardani. saya pernah maraih juara di berbagai daerah di bali sebanyak 50 piagam, dan ,
punya sanggar sendiri/pribadi yg bernama SANGGAR DWI BHUANA SARI  yg tanpa pembiayaan dari orang tua, hanya mengandalkan proposal, saya tinggal sendiri di banjar abiansemal, lodtunduh, sedangkan kluarga saya pisah rumah bersama kluarga.

dan sanggar saya juga pernah meraih juara1,di gianyar, yaitu lomba darma wecana, juara 2, lomba di badung, lomba tari jauk keras, dan juara 2 jauk manis di daerah yg sama, saya juga dapet lomba festipal barong di bangli tingkat smp, mendapat juara 2, saya pernah ke cina mengikuti karnafal seni daerah bersama sanggar dewasa sya,.. sanggar saya terbagi menjadi 2 group anak2 dan dewasa dan mengajar di smp dan smk, walupun menghonor yg penting pengalaman yg tidak akan terlupakan, saya juga ngajar di luar dari desa saya, sebanyar 15 desa yg saya ajar,. yaitu mngajar, drama gong, calonarang,bondres,prembon,arja,tari2an , baleganjur,joged,dan laen2 ,.. termasuk mngajar tari di sanggar2 yg saya ikuti,.. yaitu sanggar  GIRI LANGGO,TRI SUARI,PUSPA KENCANA, SANGGAR PURI AGUNG,SANGGAR DWI PAYANA, SANGGAR TEDUNG AGUNG,SANGGAR SEMARA KANTI, SANGGAR SLONDING,..  itulah sanggar yg telah saya ikuti, dan saya mempunyai prinsif hidup mati hrus di seni,. demikian pengenalan saya mohon maf jika ada salah..

category: Tak Berkategori
tags:

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!