Gamelan Sarati

This post was written by Janurangga on April 11, 2018
Posted Under: Tak Berkategori

 

GAMELAN SARATI

Oleh
I KadekJanurangga
NIM : 201702048
MahasiswaKarawitan 1B
InstitutSeni Indonesia Denpasar

 

ABSTRAK
Musik Gamelan baru merefleksikan semangat kreatifitas yang telah dilakukan oleh seniman-seniman kini, yang mencoba perpijak kembali kepada akar kultur seraya membuka kemungkinan penciptaan sebebas-bebasnya. Tradisi dipandang bukan hanya sebagai wujud kesenianyang bersifat baku serta tertutup dari eksplorasi inovasi, melainkan dinilai dapat terus dihidupkan melalui interpretasi, kreasi serta panduan dengan langgam kesenian dewasa ini. Hal ini telah pula dilakukan oleh berbaai kreator, baik didalam maupun luar negeri, yang berkeyakinan bahwa lewat usaha-usaha seperti ini maka seni tradisi dapat tumbuh seiring dengan perubahan dan perkembangan tatanan masyarakat. Eksplorasi gamelan bali ke dalam wujud seni kontemporer atau agama music barat sebelumnya telah dilakukan oleh beberapa seniman, diantaranya Colin Mc Phee dengan komposisinya sekitar tahun 1930, bertajuk “Taboeh Teloe”. Terdapat pula sederetan komponis bali yang mengkolaborasikan instrument music bali dengan music EDM, serta ditampilkan di berbagai festival dan ruang kebudayaan baik didalam maupun luar negeri. Gamelan bali dengan kekhasan musikalnya kini dikenal dan menjadikannya sebagai salah satu bidang seni yang diapresiasi didalam maupun luar negeri.
Gamelan memang sudah menjadi sebuah penemuan Timur, khususnya di Jawa dan di Bali, dalam orkestrasi sebagaimana music barat juga menemukan orkestrasi pada music klasik. Penemuan gamelan sebagai music merupakan sesuatu yang sangat sempurna. Oleh sebab itu, akan menjadi tantangan tersendiri bagi para composer di masa kontemporer dalam memperlakukan gamelan. Mereka harus menemukan sebuah cara atau metode yang mbaru dalam memainkan instrument gamelan. Hampir disetiap orkestrasi kontemporer melibatkan music tradisi, gamelan hanya menjadi instrument penderita. Ia hanya dibutuhkan hanya untuk memberi warna, seolah-olah music kontemporer itu memiliki gayutan yang erat dengan gamelan. Menurut I Wayan Gede Yudane dan Dewa Ketut Alit membuktikan bahwa gamelan bisa dimainkan secara berbeda, tetapi tetap berkiblat pada gamelan dan memberi sentuhan baru, dimana gending atau lagu tidak direspon dengan penayangan video art maebagai tafsiran terhadap suatu komposisi music. Dengan hadirnya Musik Gamelan Baru diharapkan dapat memberikan tawaran penciptaan lainnya, dan semoga dapat mendorong kreasi dan apresiasi anak muda terjadap gamelan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kata kunci : Musik Gamelan Baru, ekspolari, kontemporer, orkestrasi.

PENDAHULUAN
Gamelan Sarati awalnya sudah terbentuk 2006, yang dibentuk oleh I Putu Adi Septa Suweca Putra sebagai pembina, pelatih dan pemilik Gamelan Sarari. Tetapi pada awal terbentuknya Gamelan Sarati belum menggunakan barungan gamelan yang sekarang, melainkan menggunakan gamelan Semarandhana yang dimiliki oleh Br. Padangtegal Mekarsari. Dalam perjalan Gamelan Sarati pernah berganti nama sebanyak 3 kali dari tahun 2006 hinggasekarang. Dari awal terbentuknya, namapertama yang digunakan adalah Gamelan Nata Raja dan pda masa itu masing menggunakan gamelan semarpegulingan, berselang 3 tahun perjalanan, mulai dari tahun 2010 gamelan Nata Raja digganti dengan nama Kryasta Guna dimana pada masa tersebut sudah memiliki gamelan semarandhana. Tidak berselang lama gamelan Kryasta Guna diganti namanya menjadi “Gamelan NataSvara”, dan instrumen yang dimiliki sekarang dengan gaya baru yang dituning langsung oleh pemiliknya dinamakan Gamelan Sarati. Adapun gamelan Sarati sudah pernah pentas di berbagai macam event seperti Bali Spirit Festifal, Ubud Writers and Riders Festifal, Jass Festival, Pesta Kesenian Bali di ArdhaCandra Denpasar , Pekan Komponis Kini di Bentara Budaya Bali, dan sebagai sarana spiritual Ngaturang Ayah di Pura-pura.

PEMBAHASAN

Instrumentasi yang digunakan untuk mengaplikasikan karya ini adalah barungan Gamelan Sarati. Barungan Gamelan Sarati merupakan barungan gamelan Bali yang muncul pada abad ke-21. Barungan gamelan ini khusus dirancang guna memenuhi kebutuhan komposisi musik dan menyikapi tantangan-tantangan global yang akan terjadi di masa depan. Selain itu gamelan ini dibuat oleh penata untuk mencari kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang masih banyak belum terjawab dan terbukti kebenarannya secara konkrit khususnya pada musik gamelan Bali. Barungan gamelan ini terinspirasi dari barungan gamelan Bali tujuh nada yang sebelumnya ada, seperti salonding, semarandhana, gong luang, gambang, dan yang banyak menginspirasi terbentuknya gamelan ini yaitu barungan gamelan salukat yang merupakan hasil pemikiran seorang komponis muda Bali yang bernama Dewa Ketut Alit.
Gamelan ini dibuat pada awal bulan maret tahun 2011 dan selesai dibuat pada akhir bulan november 2014. Masing-masing komponen gamelan dibuat di tempat yang berbeda, bertujuam agar harga dari barungan gamelan ini bisa diminimalisir. Adapun pelawah gamelan ini dibuat di Desa Sayan, Ubud, bumbung gamelan dan bilah pemade, kantilan, calung dan jegog dibuat di Blahbatuh (Pande Sukarta) Sedangkan instrumen pencon dibuat di Desa Tiingan, Klungkung (Pande Lanus).

Adapun inastrumen gamelan yang terdapan dalam Gamelan Sarati :

– 1 pasang kendang pelegongan
– 1 pasang kendang pepanggulan dan
– 1 gendang cetut
– 1 kendang bebarongan
– 1 ceng-ceng ricik
– 1 kajar
– 1 kempli
– 1 klentong
– 4 tungguh pemade (17 bilah)
– 4 tungguh kantilan (17 bilah)
– 2 tungguh calung (13 bilah)
– 2 tungguh jegog (13 bilah)
– 1 tungguh riong (21 pencon)
– 7 buah Gong

ArtiNama Gamelan Sarati

Mengenai arti kata “sarati” dalam nama barungan gamelan ini, pada awalnya penata memang suka dengan istilah kata tersebut. Lalupenatamemberiperspektiftersendirimengenaimakna kata tersebut. Secaraterminologisaratidalambahasasansekertaberartipawang yang artinya orang yang mempunyaikeistimewaankhusus. Begitujugadalambahasasansekerta kata saratiinimerupakangabungandari kata “saras”dan“ti”. Sarasberartimengalirdantiartinyabergerakaktif. Dalamhalinipenatamemaknaiyaitu gamelan iniakanmemilikisifatmengalirdanbergerakaktifdalamberkreativitas. Maksuddaripernyataaniniadalahdalamkontekspenciptaankaryamusik, penataakanterusbergerakaktifuntukmelakukaninovasi-inovasibarusemampunya. Sedangkandalaminstrumentasipadabarunganini, akantidakberhentisampai di sinisaja. Misalnyamengenaisistemtuning, jenistungguhan, dan lain sebagainya, sewaktu-waktuakanberubah. Demikianjugadalamkehidupansosial di Bali istilahsaratidigunakanuntukpenginisialanjurubanten.Dalamhalinipenatamengambilhikmahbahwaseorangjurubantenharusbergerakdenganpenuhkemuliaan. Kaitannyadenganbarungan gamelan iniadalah gamelan saratipenatabuatyaitudenganpenuhsifatkemuliaan yang tulussebagaiwujudkontribusipenataterhadapdunia. Padaselanjutnyapenataakanmenjelaskanpenafsiranindividupenataterhadap kata “sarati” ini.
Sesuaidengantafsirpenataterhadapistilahsaratidalamnamabarungan gamelan ini, penatamemenggal kata-kata tersebutmenjadikan sub divisi. “Sa” dalambahasakawiberartisatu. Selainitujuga “sa” merupakanawalandari kata “sapta” atau “septa” (namapenata) yang berartitujuh. Di sampingitujuga “sa” merupakanawalan yang dipakaiuntuknamapadabarungan gamelan Bali tujuh nada sepertisalonding, semarandhana, dansalukat. “Ra” dalambahasakawiartinyapenghormatan. Sedangkan “ti” dalambahasakawiartinyahari yang jumlahnyahanyaadatujuh. Mengingatlagipernyataan yang tadi di atas, bahwadalambahasasansekerta “ti” artinyabergerakaktif. Jadikesimpulannyamenurutperspektifpenata “Gamelan Sarati” ialah gamelan yang dibuatsebagaiwujudpenghormatanterhadapbarungan gamelan tujuh nada yang ada di Bali sebagaiakaruntukberkreativitasselanjutnya. Perbedaanbarungan gamelan inidibandingandenganbarungan gamelan Bali lainnyaialahsetiapinstrumenpadabarungan gamelan inimemilikiwilayah nada yang lebihluasdansistemtuning yang berbeda.

KESIMPULAN
Gamelan Saratimerupakan gamelan inovasibaru yang hadirdalamranahkarawitanbali yang berkembangdari spirit ensamble gamelan Bali kunosepertiSelonding, Gambang, Gong Luang, danSemarapegulingan. Gamelan iniadalahrefleksidariakar-akar yang kuat di dalam music tradisionalsertaberharapuntukmengakomodasitantangan yang dihadapidalammenciptakanjalanbarudalam music Gamelan Bali. Grup gamelan inifokuspadakarya-karyakontemporer, yang instrument Gamelan Saratimerupakansatu set barungan gamelan baru yang detuning dandidesainoleh I PutuAdi Septa Suweca Putra.

DAFTAR PUSTAKA
Dibia, SST. I Wayan. 1978. “PengantarKarawitan Bali. ProyekPeningkatan/Pengembangan ASTI Denpasar.

BIODATA NARASUMBER

Nama : I PutuAdi Septa Suweca Putra
Alamat : PadangtegalMekarsari, Ubud
Propesi: Komposer

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address