Categories
Tulisan

I MADE RANA, TOKOH SENIMAN DI BANJAR KEPISAH

Salah satu seniman yang ada di daerah tempat tinggal saya bernama I Made Rana. Beliau lahir di Denpasar, pada tanggal 16 Oktober 1967. Alamat beliau di Jalan Narakusuma gang II no.2 , Banjar Kepisah Desa Sumerta Kelod. Seniman asli Banjar Kepisah ini pernah mengenyam pendidikan di SD 4 Sumerta yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk pada tahun 1882, SMP Pertiwi pada tahun 1885 yang beralamat di Jalan Mawar , dan pendidikan beliau terakhir di SMKI/SMK 3 Sukawati. Beliau memilih sekolah di SMK 3 Sukawati karena sejak kecil beliau memiliki bakat seni. Dan setelah beliau lulus dari SMK 3 Sukawati beliau banyak melakukan kegiatan kesenian antara lain membuat instrument suling  sejak tahun 1990  sampai sekarang. Beliau bisa membuat instrument suling karena pada waktu sekolah di SMK 3 Sukawati beliau hobi memainkan suling, dari hobi tersebut beliau terinspirasi dan mencari tahu bagaimana cara pembuatan suling, kemudian beliau banyak belajar dari pengalaman- pengalaman dari lingkungan sekitar yang akhirnya beliau pun bisa membuat suling dan terus membuat suling hingga sekarang. Banyak orderan suling yang di buat oleh beliau. Selain sebagai pengerajin suling beliau juga mengajar menabuh anak- anak di Banjar Kepisah sekitar tahun 1998 sampai sekarang. Seniman pengrajin suling ini menikah pada umur 29 tahun,tepatnya menikah pada tanggal 28 april 1995 dan telah di karuniai dua orang anak perempuan.

Seniman dengan nama panggilan De Rana ini selain sebagai pengerajin suling, beliau juga pernah bekerja sebagai guru tabuh honorer di TK Gita Yani Kumara yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, TK Indra Prasta yang beralamat di Jalan Sulatri, TK Indra Kumara 2 yang beralamat di Jalan Waribang, TK Children House di perumahan Puri Gading Jimbaran, dan beliau juga mengajar di SD tempat beliau dulu menuntut ilmu yaitu di SD 4 Sumerta Banjar Kepisah.

Selain sebagai guru honor beliau juga pernah mengajar menabuh anak- anak di Banjar Dangin Peken  untuk Parade Gong Kebyar dalam rangka Parade Gong Kebyar Se-Kota Denpasar di Puputan pada tahun 2008, 2009, dan 2010 serta mengajar menabuh anak-anak di Sanur pada saat Parade Gong Kebyar Se-Denpasar Selatan pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Beliau juga sempat ngayah di pura- pura sekitaran Sanur bersama anak didiknya, dimana penabuhnya terdiri dari 3 grup anak- anak yang terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA.

Pengalaman mengajar beliau tidak hanya itu saja namun masih banyak lagi yaitu beliau pernah mengajar menabuh anak- anak dan ibu-ibu PKK di Banjar Pekambingan untuk Parade Gong Kebyar dalam rangka Parade Gong Kebyar Se-Kota Denpasar di Puputan yang dimana anak-anaknya pentas pada tahun 2007 dan ibu-ibu PKKnya pada tahun 2007 dan 2008, mengajar menabuh ibu-ibu PKK di Banjar Abian Tubuh Kesiman untuk Parade Gong Kebyar dalam rangka Parade Gong Kebyar Se-Kota Denpasar di Puputan pada tahun 2011, mengajar menabuh ibu-ibu PKK di Banjar Kerta Sari yang beralamat di Jalan Ahmad Yani untuk kegiatan ngayah- ngayah di pura atau di banjar tersebut, mengajar menabuh dharma wanita di PD Pasar,  mengajar menabuh pegawai yang bekerja di Museum Bali yang bertempat di selatan Jagad Nata Kota Denpasar, mengajar menabuh di Panti Asuhan Dharma Jati, dan beliau juga pernah mengajar menabuh di Desa Subuk Singaraja

Dari pengalaman-pengalaman tersebut, beliau juga sempat membuka  privat yaitu mengajar memainkan suling, rebab, gangsa, dan kendang. Seniman asli Banjar Kepisah ini sempat megambel hingga keluar pulau Bali yaitu Jawa Timur pada saat acara Solo Festival dan beliau juga sempat mengajar menabuh di Palembang  untuk umat hindu yang ada di sana selama 6 bulan untuk ngayah di pura-pura yang terdapat di Palembang.

Pekerjaan saat ini yang masih terus digeluti oleh seniman yang bernama I Made Rana yaitu sebagai pengrajin suling dan mengajar tabuh di Banjar Dangin Peken Sanur, di Banjar Abian Tubuh Kesiman, di Banjar Kerta Sari dan banyak lagi yang lain. Walaupun beliau terus mengajar tabuh di Banjar-banjar tetapi beliau masih tetap aktif pada kegiatan ngayah-ngayah megambel dan masih aktif mengajar tabuh di Banjarnya sendiri yaitu Banjar Kepisah.