Skip to content


Limbak

Karawitan sebagai sajian budaya merupakan ekspresi jati diri bangsa, sumber kreativitas dan sekaligus merupakan kebudayaan yang harus dilestarikan agar tidak terkikis oleh modernitas. Kesadaran akan kekuatan jati diri sebagai dasar yang kokoh akan membawa eksplorasi dan ekspresi imajinatif menuju sajian kekaryaan yang memiliki tafsir makna yang terbarukan.

Sejak dahulu karawitan telah terbentuk sebagai seni ritual apalagi di Bali yang masyarakatnya melakoni kehidupan agama khususnya Hindu itu dengan budaya pertunjukan, tidak hanya berhenti di sana, kini karawitan telah memberikan ruang-ruang kreatif bagi setiap generasi yang ingin mengembangkannya menuju pada sebuah pertahanan budaya dan membentuk jati diri. Karawitan ibarat ‘mutiara’ yang hendak diambil, dipikirkan, diberdayakan untuk diolah sehingga mampu dinikmati dan jauh dari itu mampu membentuk budi masyarakat yang lebih kuat untuk menghadapi keterkikisan idenitas karena pengaruh global.

Terbukanya peluang kreativitas dalam karawitan, oleh komposer muda diungkapkan lewat kekaryaan, ke dalam bentuk karya, struktur karya, konsep musikal, dan lain sebagainya, yang diaplikasikan lewat instrument sebagai media ungkapan kreativitas. Menurut Sukerta dalam Gong Kebyar Buleleng; kreativitas merupakan peluang bagi seniman untuk meningkatkan kemampuannya. Dalam konteks ini sang komposer meningkatkan kemampuanya guna pencapaian sebuah jati diri yang tercermin lewat kekaryaan. Kreativitas dipahami sebagai suatu bentuk kegiatan dari tidak ada menjadi ada. Menjadikan sesuatu lebih berguna dan berdaya guna. Kreativitas memang menuntut setiap pelaku untuk menciptakan sesuatu yang tidak saja harus menoton secara tradisi, namun kreativitas juga menuntut kemampuan yang lebih.

Persoalan karawitan tradisi seperti gamelan Bali dan keberadaan seorang komposer tidak saja berada diantara memainkan alat, namun jauh dari itu menuntut adanya suatu perenungan yang terkadang cepat sekali untuk merubah. Perubahan itu sendiri datang karena terlalu banyaknya ide-ide liar yang berseliweran menuntut diterjemahkan ke dalam sebuah karya.

Posted in Lainnya.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

You must be logged in to post a comment.