RSS Feed
Okt 18

sejarah perjalanan gamelan gong kebyar di banjar kangin desa adat lembongan

Posted on Jumat, Oktober 18, 2013 in Tulisan

SEJARAH PERJALANAN GAMBELAN GONG KEBYAR DI BANJAR KANGIN DESA ADAT LEMBONGAN

Asal-usul adanya gong kebyar dibanjar itu merupakan pemberian dari nenek moyang sehingga ditemukan sudah ada dari beliau sejak lahir dan I wayan lagi melanjutkan perjuangan atau usaha dari nenek moyang yang telah mendahuluinya,beliau mulai merintis sejarah perkembangan gong ini dari sejak tahun 1965-an,dimana dahulu gong kebyar dibanjar kangin sangat sacral karena dalam barungan itu mempunyai sebuah gong yang sering disebut “Gong DOE” dimana gong ini merupakan gong yang sangat sacral dan dilinggihkan atau mempunyai tempat khusus seperti gedong atau bale gede,konon katanya gong Doe itu tanpa dipukul gong-nya itu bersuara dengan sendirinya, gong kebyar dibanjar kangin mempunyai 2 tahapan frase pada tahun itu masyarakat dibanjar berkeinginan membenahi plawah gong kebyar yang dulu’a agak tidak teratur,tahun 1970 gong kebyar dibanjar kangin dibenahi dengan masing-masing orang mengeluarkan uang pada 10 ribu dulu uang 10 ribu sangat mahal tidak seperti sekarang ini,namun katanya banyak terjadi pro dan kontra karena salah satu pihak ada yang setuju dan tidak setuju,masyarakat pada zaman itu dianggap seni itu tidak ada artinya apa yang didapatkan melaui seni itu hanya bisa menghabiskan uang saja katana,salah satu pihak lagi beranggapan disuruh mmengganti plawahnya agar kelihatan baru ini merupakan pemberian dari nenek moyang yang berusaha payah mendapatkan sebuang gong kebyar dan membeli seperangkat gamelan yang kurang seperti misalnya pemade 2 dan terompong ,melalui perjuangan panjang beliau I wayan lagi sebagai praktisi seni dizaman itu berusaha dan berjuang agar keingiinan mengganti plawah gong kebyar dan membeli gamelan instrument pemade dan terompong bisa berjalan sesuai keinginanya,tahun 1975 beliau mengajukan anggaran atau proposal kekabupaten hanya memperoleh 6.000.000 pada waktu itu uang segitu sudah banyak menurut beliau dari pada sekarang uang segitu sudah tidak dapat apa-apa dan uang yang terkumpul dari anggaran 10 ribu satu orang terkumpul Rp.400.000 uang yang didapatkan dari proposal hanya memperoleh Rp6000.000,demikian uang terkumpul Rp 6400.000 karena waktu itu beliau sangat peduli terhadap keadaan gong kebyar dibanjar kangin desa lembongan, Gong dibanjar kangin,sampai tahun 1978 sedikit demi sedikit plawah gong bisa terganti walau plawahnya sangat sederhana saja,namun waktu itu hanya sampai mendapat pemade lagi 2 sehingga terompong belum bisa terwujud dengan anggaran yang minimun dalam benak beliau sangat merasa bangga terhadap dirinya sendiri dengan usaha yang keras demi terwujudnya sebuah tujuan yang ingin dicapai.

Tahun 1980-an terbentuklah sekehe gong eka giri semara natha sekehe gong yang pertama ada di desa lembongan dengan ketuanya: beliau sendiri I Wayan Lagi dan bendahara: I Wayan Raka.beliau membentuk sekehe gong agar bisa melestarikan dan mengajegkan budaya seni yang merupakan lelimpahan dari nenek moyang dan para penglingsir dulunya agar bisa berguna nantinya untuk masa depan. Mulai sejak tahun 1980-an,pada tahun ini seperangkat gamelan gong kebyar yang peninggalan para pelingsir yang belum lengkap yang masing kurang  terompong, namun itu tidak memutuskan semangat para sekehe gong waktu itu dari tahun 1980 I wayan lagi sebagai praktisi seni mengajarkan tetabuhan seingat beliau tabuh klasik atau lelambatan yaitu tabuh 4 petegak dan lain-lain yang beliau lupa nama tabuhan karya dianya sendiri,guna mempelajarai tabuh pada waktu itu kata beliau agar bisa digunakan pada saat adat upacara manusa yadnya misalkan upacara otonan,upacara metatah atau upacara lainya yang mengarah keagamaan,karena pada tahun itu gong sangat minim ada didesa lembongan dengan usaha kegiatan yang matang Gong kebyar banjar kangin pertama dipentaskan dalam upacara keagaamaan yaitu odalan dipura merajan agung yang merupakan pura agung banjar kangin tersendiri dan setiap odalan desa disana sekehe gong menampilkan tetabuhan yang mengiringi upacara keagaamaan agar tercipta suasana hening,tahun 1982 beliau berusaha agar seperangkat gamelan gong kebyar itu lengkap dengan beberapa cara dilakukan dan dengan bantuan para sekehe gong agar usaha memiliki terompong terwujud,dengan kondisi dan keadaan seperti dahulu sangatlah sulit namun sekehe gong dibanjar berani mengambil resiko dengan mengambil terompong ditiingan klungkung karena I Wayan lagi terkenal dan dibilang seni yang akrab terhadap sesamanya dengan mengkredit sedikit-demi sedikit. Dengan keberanian yang matang tahun 1985 akhirnya datanglah terompong mencoba,walau terlalu lama menunggu tidak memutuskan semangat para penabuh lainya,akhirnya alat instrument gong kebyar dibanjar kangin ini lengkap selanjutnya sekehe dibanjar kangin terus belajar menabuh dari hal yang terkecil hingga hal yang terbesar selanjutnya pada tahun ini gong kebyar dibanjar kangin berani mulai mementaskan berbagai acara lain misalkan dalam parade seni waktu itu dipentaskan diperempatan agung desa lembongan, dengan karya tetabuhan beliau seniman seni karawitan I Wayan lagi tersebut,banyak kata beliau para pejabat-pejabat bertadangan untuk melihat atau menyaksikan pementasan waktu itu karena Cuma satu-satunya ada gong didesa lembongan hingga sampai tahun 1990-an gong kebyar dibanjar mengalami perubahan sedikit demi sedikit dan selalu tetap axis dikecamatan dan dikabupaten sehingga banyak pada waktu itu para seniman seniman seni lainya dari kabupaten gianyar datang kebanjar untuk mengajarkan sekehe gong dibanjar tetabuhan selama 4 bulan seniman karawitan dari gianyar tersebut melatih disana yang meluangkan waktunya untuk mengajar dibanjar kangin, gong kebyar dibanjar ini sangat terkenal dimana-mana banyak para seniman kenal dengan beliau I Wayan lagi yang merupakan praktisi seni dibanjar kangin ini,sampai waktu itu bersama I Wayan raka memperjuangkan bertekad kuat demi gong kebyar ini selalu jaya,selalu axis dalam sebuah kesenian karena itu merupakan pemberian dari para penglingsir-penglingsir yang telah memberikan banjar ini sehingga memiliki sebuah gong kebyar,untuk itu I Wayan lagi dan I Wayan raka selalu merawat dan menjaga pemberian ini dengan menjaga dan merawat gambelan gong kebyar,beliau kedua adalah temen dari sejak kecil namun banyak I Wayan lagi berperan penting dalam gong kebyar ini. Anggapan beliau I Wayan lagi terhadap seni waktu itu dianggap merupakan sebuah seni alkultur budaya yang merupakan warisan yang patut dilestarikan dan  dijaga sesuai kebutuhan yang ada yang bisa berguna nantinya terhadap cucu kita untuk itu beliau sangat kukuh sekali terhadap seni,di zaman semakin ini beliau memberikan tuntunan berupa ilmu-ilmu yang dimilikinya terhadap para cucunya agar bisa bekal nantinya tujuan beliau hanya ingin mengabdikan seni agar terkenal dimana-mana bukan hanya dibali tetapi diluar bali,sampai tahun 1997 perkembangan gong kebyar dibanjar kangin kemajuanya semakin pesat banayak bantuan atau dana yang masuk yang merupakan sumbangan dari kecamatan maupun dari kabupaten untuk biaya khas ato uang yang lain guna demi kepentingan alat instrument gong kebyar yang ada dibanjar. Dari sedemikian gong kebyar kata beliau gong kebyar banjar ini memiliki taksu kuat dengan adanya juga gong DOE setiap melakukan pementasan atau hal yang lain yang bersangkutan dengan gong kebyar dibanjar ini selalu berdoa menyembah permohonan agar segala pementasan yang dilakukan berjalan sesuai dengan keinginan,keinginan menurut beliau merupakan suatu atau hasil yang diinginkan agar semuanya berjalan rapi tanpa halangan apapun.sehingga kata orang-orang pelingsir lain Gong DOE tersebut merupakan turunan atau persembahan entah dari siapa dan darimana gong karena sudah ada tanpa ada yang membeli atau memberikan sehingga sampai saat ini  gong DOE disucikan dan disakralkan banyak ada yang meminta air dalam istilah bali kerek air dari gong untuk anak kecil yang mau dioton guna demi kepentingan anak itu sendiri.

Perkembangan dari tahun 2000-2004 gong kebyar dibanjar kangin desa lembongan,selalu, dibawah pimpinan orang lain sekarang I Wayan widana dan I Putu ardiana,i putu ardiana merupakan anak dari I Wayan lagi,anaknya juga seorang seniman tari dan tabuh. Dibawah pimpinan kedua orang ini gong kebyar banjar kangin tetap berada posisi yang baik dan masih terpecaya oleh masyarakat dengan keadaanya yang cukup lama dari gong kebyar lain,dalam hal ini sebagaian besar masyarakat desa lembongan mencari gong untuk keprluan ritual keagamaan Karena hanya gong kebyar dibanjar itulah ada dan dipercayi bagi masyarakatnya,kebutuhan ritual yang lainya semakin banyak ditahun ini gong akan bermacam-macam adanya sesuai kebutuhan yang diinginkan,namun tatkala akan bisa menghilangkan rhas dan kebudayaan yang merupakan pemberian dari nenek-nenek atau para penglingsirnya,I wayan Lagi selalu mengingatkan kepada pemimipin atau istilah lainya yaitu kelian gongnya agar tetap kukuh terhadap warisan yang berupa gong kebyar seperti sekarang ini karena itu wajib kita lestarikan dan jaga jangan biarkan pengaruh lain yang membaharui atau mempengaruhi gong kebyar ini beliau berpesan kepada kelian gong  yang sekarang,  beliau selalu mengutarakan Gong kebyar dibanjar kangin ini dalam benak pikiran beliau takut terjadi sesuatu yang dapat merugikan sekehe gong khususnya dibanjar kangin,sering menabuh bukan jadi alasan beliau dalam hal menabuh beliau tidak begitu mementingkan politik atau kepribadianya sendiri yang diutamakannya tapi hanyalah tujuanya satu yaitu memajukan budaya seni yang ada, modal atau ilmu ketangkasan yang dimilikinya beliau I Wayan lagi berhasil membawa sekehe gong eka samara natha terkenal akan keadanya dan dikenal banyak masyarakat baik dikecamatan atau dikabupaten sendiri.

Tahun 2005-2013 ada pemikiran dari kelian gong I Wayan widana untuk membenahi gong kebyar menjadi gong semarandana yang sedang ngtren dizaman sekarang,namun pertentanganpun mulai terjadi pertentangan para penglingsir seperti I Wayan lagi,I Wayan raka yang merupakan seniman utama yang melanjutkan memelihara dan memperjuangkan sehingga gong kebyar itu ada dibanjar kangin seperti sekarang kenapa mesti dibenahi itu merupakan pemberian dari nenek moyang kita atau para penglingsir dulunya bukan patutnya dibenahi dan diganti plawahnya patutnya kita rawat dengan baik beliau I Wayan lagi mengasih tahukan kepada kelian sekarang dan banyak lagi yang terjadi perselisihan dengan yang lainya,namun apadayanya beliau sudah tidak bisa berbuat apa karena beliau sudah semakin tua yang patut menjaga dan melestarikan harus generasi muda yang sekarang. dari tahun 2006 mengajukan proposal kekabupaten sampai tahun 2007 baru keluar dana sumbangan proposal tersebut,kata I Wayan widana sumbangan proposal yang masuk RP.105000.000 langsung ditiingan klungkung  mengubah biar menjadi gong semarandana dan plawah baru juga,pembuatan gong semarandana juga agak lama karena anggaran dana tidak memadai sehingga pembuatanya pun lama mencapai satu setengah tahun karena anggaran pengabisanya Rp 115000.000,pertengahan tahun 2008 gong semarandana selesai dan pengambilanya melibatkan 10 orang personil yang diajak ngambil keklungkung karena melewati lautan, sampainya gong dibanjar langsung merapikan dan 2 harinya lagi mengiyasi atau merade plawah baru itu dengan melibatkan sekehe gong yang memakan waktu sampai 2 minggu,pertama datangnya sebuah gong semarandana baru antosias para seniman khususnya dibanjar kangin sangat antosias sekali dengan kehadiranya semarandana karena semarandana pertama kali ada dibanjar ini dibandingkan desa atau sekecamatan nusa penida. Namun tatkala pemikiran sosok seniman I Wayan lagi takut dengan perubahan yang sekarang takutnya dia mempengaruhi manusia dengan kehadiran gong baru pola piker manusia semakin lamban,terbukti dengan plawah lama dari gong kebyar datang yang baru yang lama hanya didiemin dan ditaruh sembarangan tempat beliau perihatin dengan keadaan itu padahal masih ada gunanya plawah lama itu,kata beliau mungkin dimasa saat ini ttidak begitu peduli terhadap barang semakin barang baru patutnya kita jaga dan rawat dengan baik namun apa kalanya gong semarandana ditaruh diluar tidak dimasukan kedalam kamar atau tempat dibanjar hal ini sangat memperhatikan buat beliau,namun tatkala juga gong baru ini membuat seseorang dengan serius belajar dan rasa ingin tahu besar dulunya Cuma pendek sekarang panjang yang lebih sulit agak memukulnya yang berbatasan sampai satu dua bilah don atau nada sebuah instrument tersebut,dari tahun 2009 gong kebyar yang dulu sekarang sudah menjadi gong semarandana karena antosias dan dukungan dari pihak lain sangat kuat walau ada sebuah kontroveksi dari pihak satu dengan lain, dengan diresmikan gong semarandana ini sekehe gong eka giri samara natha mulai axsis dan melonjak karena meiliki gong baru dibandingkan dengan yang lain,pemlaspasan waktu itu mengadakan taria-tarian dan sebuah pergelaran fragmen tari yang sekaligus waktu ulang tahun STT eka smara natha,gong semarandana yang ada sekarang merupakan merupakan pembenahan dari gong kebyar dulunya. Gamelan yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan gamelan masa lalu, begitu pula dengan gamelan di masa depan akan berubah sesui zamannya itulah perkembangan zaman peradaban dunia semakin maju kehidupan juga semakin maju. Namun perubahan ini tidak terpengaruh terhadap jati dirinya. Karena gamelan memiliki landasan yang kokoh.

Perangkat alat Gamelan Gong Kebyar nista (setengah) pada tahun 1980, diantaranya:

a)      9 (sembilan) buah gangsa berbilah (terdiri dari 1 giying/ugal 4 pemade, kantil)

b)      2 (dua) buah jegoan berbilah 5

c)      2 (dua) buah jublag atau calung berbilah 5

d)     1 (satu) tungguh reyong berpencon 12 (reong baleganjur yang dirubah)

e)      2 (dua) buah kendang (lanang dan wadon)

f)       1 (satu) pangkon ceng-ceng

g)      1 (satu) buah kajar

h)      1 (satu) buah gong besar (gong dari gong baleganjur)

i)        1 (satu) buah kemong

j)        1 (satu) buah babende (gong kecil bermoncong pipih)

k)      1 (satu) buah kempli (semacam kajar)

l)        1 kempul

1  barungan Gamelan Gong semarandana yang trdiri dari:

a)      4 buah gangsa depan/giying 4 pemade, kantil

b)      2 (dua) buah jegoan berbilah 7

c)      2 (dua) buah jublag  7

d)      1 (satu) tungguh reyong berpencon

f)       1 (satu) tungguh terompong berpecon 10

g)      2 (dua) buah kendang krumpungan lanang dan wadon

          2 buah kendang cedukan wadon dan lanang

h)      1 (satu) pangkon ceng-ceng

i)        1 (satu) buah kajar

j)        2 (dua) buah gong besar (lanang dan wadon)

k)      1 (satu) buah kemong (gong kecil)

l)        1 (satu) buah babende (gong kecil bermoncong pipih)

m)    1 (satu) buah kempli (semacam kajar)

  • Bentuk  plawah jegog dan jublag gong kebyar dari tahun 1960 s/d 2007
  • IMG-20131007-02261

  • Bentuk Gong semarandana tahun 2008 sampai sekarang

 IMG-20131007-02260

Narasumber:

I Wayan Lagi hasil wawancara pada tanggal 28 september 2013

I Wayan Raka hasil wawancara pada tanggal 3 november 2013

Okt 18

TOKOH RIWAYAT HIDUP SENIMAN KARAWITAN DARI BANJAR KANGIN DESA ADAT LEMBONGAN

Posted on Jumat, Oktober 18, 2013 in Tak Berkategori

I WAYAN LAGI

2013-10-07 14

I Wayan lagi adalah seniman alam dari desa lembongan Br kangin,beliau menggeluti bidang seni karawitan dari sejak SD banyak pengalaman beliau dapatkan, beliau adalah seniman tua yang aktif dalam berkarir,beliau hanya tamatan SD beliau dilahirkan didesa lembongan tanggal  31 desember 1945, istrinya bernama Ni nyoman susilawati,kini beliau hanya bekerja sebagai petani yang mengurusi ladang dan lahan tanahnya karena diusianya sekarang semakin tua.karir beliau terhadap seni tidak hanya dikembangkan didesa sendiri melainkan sampai sekecamatan nusa penida yakniu: desa sakti,desa batu nunggul,desa kutampi dan desa sebunibus. Beliau mempunyai anak tiga anak pertama laki-laki dan anak kedua dan ketiga perempuan semua anaknya anak  adalah seorang seniman tari dan tabuh. Beliau adalah sosok seniman yang mengabdikan diri khususnya untuk seni,dalam hal kesenian dirinya tidak mementingkan kepribadian sendiri melainkan mementingkan kebersamaan orang banyak bisa membuat kehidupan bersama selalu harmonis, dalam pengabdianya untuk seni beliau memiliki keinginan yang kuat  ingin masyarakat desa lembongan mengajegkan budaya bali dengan mempelajari kesenian atau kebudayaan yang dimiliki karena itu merupakan pemberian dari nenek moyang yang telah mendahului kita yang patut dilestarikan. Walau hanya tamatan SD tapi beliau handal dalam bermain gamelan dan gender wayang katanya dia hanya belajar secara otodidak mengambil langsung alat instrument yang ada tanpa  belajar dengan orang lain karena dimasa hidupnya diwaktu itu khusus didesa lembongan beliaulah satu satunya seniman didesanya yang berkarir seni dalam bidang tetabuhan atau karawitan. sampai sekarang diusianya yang semakin tua, beliau selalu tetap axsis dalam berkarya. I Wayan lagi  seniman dari masa lampau sampai sekarang banyak karya-karyanya yang tersebar dan  berkembang dikabupaten sehingga berbagai penghargaan yang didapatkanya dulu sejak tahun 1960-an. dia belajar bergambel dari sejak SD kelas 3 jiwa seni yang dimilikinya dari dulu sampai sekarang ini merupakan turunan dari para penglingsir dahulu sehingga terus berlanjut kepada anak dan cucu-cucunya. I Wayan lagi adalah seniman alam dari dulu belajar sendiri tidak ada yang mengajarkannya dari kecil beliau belajar dulu hanya mendengarkan kaset-kaset waktu itu. Dalam benaknya satu yang ingin diharapkan terhadap kesenian jangan biarkan orang lain yang  mempengaruhi kesenian dibali ini harus kita lestarikan dan kembangkan kebudayaan namun tidak boleh menghilangkan rhas dan kekhasan kebudayaan dahulu karena jika menghilangkan dari yang dulu maka beliau beranggapan budaya bali akan hancur dan hilang begitu saja, selain seni yang digeluti I Wayan lagi sampai sekarang ini juga sebagai praktisi dan kritik kesenian dari yang dulu dan sekarang karena beliau hanya ingin membandingkan satu sama lain apakah berbeda atau akan hilangkah kekhasan rhas kebudayaan dulu hingga sekarang, seperti beliau selalu mengingatkan saya tabuh lelambatan klasik jangan sampai dihilangkan mari kita lanjutkan dan pelajari tabuh lelambatan klasik dulu karena zaman sekarang banyak tetabuhan klasik lelambatan sudah hilang dan tidak ada yang peduli terhadap keberadaanya sekarang yang tak mau membangkitkan seperti beliau katakana, beberapa tabuh klasik lelambatan dahulu hingga karang sekarang sudah tidak begitu diminata karena zaman ini banyak tabuh kreasi yang muncul sehingga tabuh lelambatan klasik tidak begitu diminati beliau sangat menyayangi itu beliau merasa agak kecewa dengan hal ini. Seniman sekarang menurutnya hanya tertuju kepada permainan yang keras dan enerjik yang membangkitkan semangad para pemainya yang lambat pasti sulit untuk ditangkap dan diresapi coba yang keras-keras pasti cepat diresap dan ditangkap. Sosok seniman seperti beliau ini dikagumi dan disukai oleh masyarakat yang didekatnya dengan kepribadianya yang tinggi terhadap desa dan lingkungan dari masyarakt tertentu yang masih ada dalam suatu lingkup desa atau wilayah itu sendiri. Seni atau seniman anggapan beliau merupakan sebuah hasil karya seseorang yang bisa dinikmati dan dirasakan lewat alunan atau ritme tertentu yang berhasil membuat sebuah pertunjukan dengan sebuah karya yang dihasilkan yang bisa disajikan dan dinikmati oleh masyarakat atau orang itu sendiri.

I Wayan Lagi Saat Muda:

I Wayan lagi sekarang berumur 68Th,beliau merupakan seniman utama didesa lembongan yang mampu mempertahankan seni kebudayaan hingga sampai sekarang ini, walau diusianya kini semakin tua namun ingatanya tajam seperti ingatanya semasa mudanya. Masyarakat dilembongan sangat mengagumi terhadap sesosok I Wayan lagi ini sampai saat ini tenaga  beliau dibutuhkan dibanjar khususnya desa lembongan untuk mengajarkan bergambel sehingga didesa keseluruhan kenal dengan beliau berbagai prestasi gemilang yang diraihnya semasa muda, pergaulanya sangat luas tidak hanya didesa banyak temen yang dimiliki sampai berbagai kabupaten contohnya kabupaten gianyar dan klungkung seniman dari kabupaten ini banyak yang  kenal dengan sosok seniman seperti I wayan lagi ini semasa mudanya, karir beliau hingga saat ini merupakan pembekalan yang diturunkan untuknya dari nenek moyang yang mendahuluinya agar selalu bisa melestarikan kesenian bali khususnya dibidang yang digeluti saat ini seni karawitan atau tabuh. I Wayan lagi salah satu pola pikirnya kearah tujuan kelompok dan kebersamaan yang tidak mementingkan kepribadian diri sendiri beliau mementingkan kepentingan bersama karena dalam hidupnya selalu ada yang mendampinginya,misalnya dalam kegendaran wayang sampai sekarang beliau mempunyai pasangan yang diajaknya yang bernama Kak slamet yang merupakan teman dari kecil yang diajak main gender kemana sampai saat ini juga selalu dengan pasanganya bermain. dari sejak berumur 16 sampai tua sekarang tetap  selalu bersama yang tidak pernah dipisahkan dan tak bisa dipisahkan dimana selalu dalam memainkan gender selalu bersama temen atau saudara dekatnya itu salah satu  ada halangan berarti semuanya tak akan jalan itulah sosok seorang seniman seperti I Wayan lagi ini. dirinya sangat tegas apa  yang  dibuat dan dilakukan beliau memikirkanya dengan tegas dan itupun mengambil waktu lama karena dirinya tidak ingin mengecewakan hal-hal yang dianggap serius yang bisa merugikan orang lain dengan suatu keberadaan tertenu, langkah dan tujuan  yang diinginkan harus bisa lakukan dan nyata keadaanya dikehidupan masyarakat tertentu. Kepribadian sosok seniman seperti beliau membuat seseorang yang ada disampingnya selalu merasa terbayang akan sebuah keadaan seni dibali khususnya banyak orang berdatangan menghampirinya untuk menyumbangkan suatu ilmu yang dimilikinya dari dulu dan sampai saat ini, dalam hal ini pengalaman yang saya dapatkan dari beliau, dia yang telah mengajarkan saya menabuh dari nol sampai sekarang ini dulunya kagak mau sampai dia yang memaksa sungguh besar jasa beliau kepada saya maupun kepada yang lain yang bisa selalu dikenang dan selalu bisa diambil hikmah dari kata-kata  beliau dari dulu yang selalu mengajarkan berbuat baik terhadap sesama.

I Wayan lagi seniman alam dari desa lembongan yang mengelanjutkan pembawaan dari para penglingsir yang mendahuluinya yang dulunya juga bergelut dibidang seni,dalam hal belajar beliau selalu menerapkan prinsip dan rasa ingin tahunya sangat besar maka itu dia memberanikan diri mengambil segala sesuatu yang ingin dipelajari sampai bisa dimengerti dan dipahami. keinginan kuat yang tertanam dalam jati dirinya, beliau adalah sosok seniman yang ramah tamah terhadap para seniman lain dengan keramahanya itu banyak orang yang suka akan kasih sayingnya,ajaran-ajaranya yang memberikan motifasi buat kami semua khususnya para murid atau orang yang belajar kepadanya termasuk diri saya sendiri. dipandang dari segi kehidupanya didalam masyarakat I Wayan lagi sangat akrab dipangiil pekak putu ardiana sebutan itu di ambil dari nama anaknya yang pertama laki-laki  bernama I putu ardiana. Karena sosoknya sebagai seniman yang dikenal dari sejak dulu sampai saat ini banyak orang yang ramah terhadap beliau dan tidak berani terhadapnya berani dalam hal kegiatan positif bukan melainkan yang negatife. Jasanya sungguhlah sangat besar dari merintis kesenian pada waktu itu dan mempertahankan dan mengembangkan kesenian khususnya didalam masyarakat lembongan atau adat istiadat yang menyebabkan masyarakat desa lembongan menghormati beliau karena merupakan penjasa seni dari desa lembongan itu sendiri.

I Wayan lagi seniman seni desa lembongan banyak garapan atau tabuh yang beliau kembangkan dalam membentuk sekehe gong eka samara natha yang berdiri dibawah pimpinya dan pertama kali ada gong kebyar didesa lembongan, beliau merintis kesenian dari sejak muda sampai  sekarang karena tekadnya tinggi dan keinginan yang kuat yang bisa membawa beliau sendiri ahli dibidang kesenian khususnya karawitan banyak karya-karyanya yang mendapatkan penghargaan dari kabupaten dan jasanya mengembangkan kesenian.

Karya-karya I Wayan Lagi:

 -dari tahun 1966 seorang composer dari tahun ini beliau berguru dengan mengambil gegending sebuah tari-tarian yaitu tarian margapati, panji semerang dan trunejaya. Selama  tahun ini beliau selalu berusaha mengmbangkan gegending tarian yang sudah ada sebelumnya.

-Dari 1968 beliau menciptakan tabuh atau gending dengan nama tabuhan Gina Semara Lagi.Gina yang artinya gegunan/pekerjaan, samara yang berarti orang muda dan Lagi berarti nama pencipta dari sebuah gending atau tetabuhan tersebut.

-tahun 1970 menciptakan tabuh dengan judul tahun sapta dasa warsa

-tahun 1978 beliau pertama memajukan tabuh anak-anak dengan garapan tabuh yang brjudul nusa kambang.

-tahun 1980/26-6-80 beliau mendirikan tabuh wanita yang pertama kali dibentuk dibali dengan mengambil tabuh lelambatan klasik yaitu tabuh telu,tabuh pisan dan tabuh klasik tempo dulu.

-tahun 1983 mengadakan parade festival yang melawan tegal cangkring Negara dan gianyar dengan tabuh dan tarian yang sudah ada dan dikembangkan sebelumnya.

-tahun 1985 menciptakan sebuah tabuh dengan judul tabuh wallet mertesegara yang mengambil temakan kehidupan penduduk desa lembongan yaitu petani rumput laut dan lomba parade festival melawan 8 kabupaten dibali dengan tetabuhan beliau yaitu wallet mertesegara dengan memperoleh juara umum 1.

-tahun 1987 diadakan festival parade yang memperoleh ranking 2 dari 8 kabupaten.

-tahun 1993 membentuk tabuh anak-anak dengan mengambil judul tetabuhan nusa mekar,nusa diambil dari sebutan desa sendiri dan mekar artinya berkembang dan Berjaya.

-tahun 1994 tabuh anak-anak perempuan ikut festival di 8 kabupaten yang hanya memperoleh ranking 4.

-Tahun 1995 lagi mengikuti festival memperoleh ranking 3 dari 8 kabupaten.

-dan sampai tahun 2005 beliau membentuk sekehe tabuh perempuan dengan tukang kendang laki-laki yaitu saya sendiri dan cucu beliau I Wayan lagi dengan mengambil tetabuhan perjuangan para pahlawan yang dikombinasikan oleh beliau dan tetabuhan lelambatan pisan dan tabuh bintang kecil yang diambil dari kisah lagu anak-anak dan dengan iringan tari wirayuda,pusperesti,puspanjali,tari baris manggala yuda dan oleg tambulilingan.

Banyak karangan yang masih di lupakan beliau dalam catatan ini,begitu perjuangan beliau demi melestarikan sebuah kebudayaan dibali dengan pembuktian karya-karya beliau dalam sebuah sajian baik lewat gending dan tetabuhan yang bisa membangkitkan perasaan orang lain dengan hasil karyanya yang sampai saat ini tidak ada sejarah mencatat kehidupan beliau walau hanya tamatan SD banyak pengalaman yang didapatkan beliau dalam hal bidang kesenian,banyak beranggapan bahwa sosok seorang seniman seperti beliau ini patut dilestarikan dan dperjuangkan sesuai kebutuhan nantinya namun apadaya sejarah tidak mencatat peristiwa-peristiwa penting dari beliau seniman seni dari desa lembongan yaitu I Wayan lagi.

Narasumber

I Wayan lagi( beliau sendiri ) hasil wawancara tanggal  30 September 2013

I Putu Ardiana anak I wayan lagi hasil wawancara 3 Oktober 2013

Apr 19

ensambel besar gamelan balaganjur

Posted on Jumat, April 19, 2013 in Karya

GAMELAN BALANGANJUR

ENSAMBEL BESAR

 

  1. 1.      Gamelan Balaganjur

Gamelan merupakan satu istilah yang tidak asing lagi didengar oleh kalangan parapengrawit. Bagi parapengrawit, gamelan menapakan alat/instrumen/ media ungkap/prabot garap yang digunakan untuk menggarap sebuah komposisi tabuli/gending. Secara umum gamelan mempunyai pengertian sebagai instrumen musik tradisional yang memakai sistem laras pelog dan selendro. Dalam kehidupan masyarakat Bali, gamelan mempunyai peranan yang sangat signifikan, yang mana peranannya selalu dapat dikakkan dengan beberapa buah sistem seperti sistem religi, sistem sosial, dan sistem mata pencaharian.

Gamelan yang merupakan hasil dari kreativitas manusia sudah tentunya tidak bersifat statis, akan tetapi selalu berkembang, bergerak menuju suatu pembenahan, perubahan dan pembaharuan sesuai dengan perkembangan peradaban. Hal ini sejalan dengan teori evolusi sosial universal yang mengungkapkan bahwa manusia dan kebudayaannya akan terus berkembang dari tingkat yang rendah dan sederhana, ke tingkat-tingkat yang makin lama makin tinggi dan komplex (Koentjaraningrat, 1987:31). Di Bali, perkembangan gamelan telah melalui beberapa lintasan sejarah. Studi sejarah dan etnomusikologi telah banyak memberikan petunjuk yang sangat berharga guna melihat dan memahami perkembangan gamelan Bali secara konprehensip. I Nyoman Rembang seorang pakar karawitan Bali mengklasifikasikan perkembangan gamelan Bali menjadi tiga kelompok, yaitu: 1) kelompok gamelan tua, yaitu gamelan yang diperkirakan sudah berkembang dengan baik sebelum abad X Masehi, 2) kelompok gamelan madya, yaitu gamelan yang diperkirakan berkembang sesudah abad X Masehi, dan 3) kelompok gamelan baru, yaitu gamelan yang diperkirakan berkembang sejak awal abad XX Masehi (Aryasa, 1976/1977:36-37).

Gamelan Balaganjur merupakan salah satu gamelan Bali yang digolongkan ke dalam kelompok gamelan madya dan diperkirakan berkembang setelah abad ke-10 (Yudarta, 1994:10). Gamelan ini merupakan sebuah bentuk musik prosesi yang memiliki perangai keras, didominasi oleh alat-alat perkusi dalam bentuk lepas (tanpa trampa). Dalam dekade terakhir ini, perkembangan gamelan Balaganjur dapat dikatakan mengalami masa kejayaannya. Terbukti dari semarak dan populemya musik Balaganjur di kalangan masyarakat Bali terutama di kalangan generasi muda. Barungan yang memiliki instrumentasi yang’cukup simpel ini memiliki karakter yang keras, berat, dinamis dan mendebarkan, sehingga sangat tepat dipakai sebagai musik penyemangat, apalagi dimainkan oleh generasi muda yang memiliki karakter sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh gamelan ini.

 

  1. 2.      Instrumentasi dan Fungsi Instrumen

Gamelan Balaganjur tenntegrasi dari beberapa jenis instrumen yang memiliki perangai keras dan didominasi oleh alat-alat perkusi dalam bentuklepas (tanpa trampa). Ditinjau dari aspek orkestrasi, secara umum keberadaan bamngan gamelan Balaganjur dapat merupakan barungan gamelan yang tersendiri, dan dapat juga merupakan barungan terbentuk dari pencopotan beberapa instrumen gamelan lainnya seperti gamelan Babonangan, Gong Gede,Gong Kebyar, dan lain-lainnya. Adapun instrumen-instrumen tersebut diantaranya: Kendang

Kendang merupakan salah satu instrumen yang digolongkan ke dalam jenis instrumen membranofon. Jenis kendang yang dipergunakan dalambaningan gamelan Balaganjur adalah sepasang (2 buah) kendang cedugan atau kendang pepanggulan lanang (male) dan wadon (female). Kendang ini dimainkan dengan mempergunakan panggul kendang. Fungsi kendang dalam barungan gamelan Balaganjur adalah sebagai pemurba irama, dan tugas pemain kendang adalah sebagai pemimpin di dalam memberikan aba-aba atau komando kepada penabuh lainya dalam memainkan sebuah reportoar Balaganjur

Ceng-ceng kopyak

Ceng-ceng adalah merupakan salah satu instrumen yang bahannya terbuat dari perunggu dan dikelompokkan ke dalam keluargapenco/7. Hampir dalam setiap barungan yang tergolong madya dan baru menggunakan instrumen ini. Kendati demikian, ceng-ceng yang dipergunakan dalam barungan Balaganjur adalah instrumen ceng-ceng kopyak. Ceng-ceng kopyak adalah ceng-ceng yang ukuran diameternya berkisar antara 21-25 cm. Cara memainkannya adalah dengan cara membenturkan dengan pasangannya. Untuk satu pasang ceng-ceng kopyak dikenal dengan istilah cakep. Dalam gamelan Balaganjur umumnya menggunakan 6-10 cakep ceng-ceng kopyak. Fungsi ceng-ceng kopyak adalah untuk memperkaya ornamentasi ritme dalam sebuah repertoar Balaganjur.

 

Riyong

Riyong adalah merupakan salah satu jenis instrumen idiophone yang juga digolongkan ke dalam keluarga pencon. Material intrumen ini terbuat dari perunggu. Dalam gamelan Balaganjur, secara umum memakai empat buah riyong yaitu dari nada dong (4), deng (5), dung (7), dan dang (1). Untuk memainkannya dalam sebuah prosesi Balaganjur, diperlukan empat orang penabuh, dan setiap penabuh membawa sebuah riyong. Fungsi riyong dalam sebuah penyajian repertoar Balaganjur adalah sebagai pemangku melodi.

 

Ponggang

Ponggang adalah instrumen yang sama bentuknya dengan riyong. Dalam satu tungguh reyong gamelan Gong Kebyar atau gamelan Gong Cede, ponggang terdapat pada nada dung (7)dan dang (1) yang paling besar dari sederetan nada riyong tersebut. Namun khusus dalam prosesi Balaganjur, ponggang merupakan instrumen lepas yang dimainkan oleh dua orang penabuh dengan mempergunakan alat pukul yang mirip dengan panggul riyong namun ukurannya lebih besar, dan dipukul secara bergantian mengikuti melodi riyong. Fungsi pong gang dalam barungan gamelan Balaganjur adalah sebagai peniti lagu dan memberi tekanan-tekanan atau aksen-aksen melodi.

 

Kajar dan Tawa-tawa ,

Instrumen kajar dan tawa-tawa adalah instrumen yang berfungsi sebagai pemegang matra atau tempo. Dalam gamelan Balaganjur, biasanya digunakan salah satu instrumen tersebut. Kendatipun kajardan tawa-tawa pada prinsipnya dalam gamelan Balaganjur memang sama sebagai pemegang tempo, namun kedua instrumen ini memiliki sedikit perbedaan pada bentuk instrumen dan cara memainkannya.

Kajar merupakan salah satu jenis instrumen pencon yangmaterialnya terbuat dari perunggu dan bentuk titngguhannya mernakai tatakan kajar, Untuk memainkan instrumen ini caranya adalah dengan memukul pada bagian pencowiya dan di bagian pinggirpenconnya ditutup dengan cara telapak tangan ditempelkan pada bagian itu. Alat yang dipakai untuk memainkan kajar adalah panggul kajar.

Tawa-tawa adalah sebuah instrumen pencon yang juga terbuat dari perunggu, berbentuk bundar dengan ukuran garis tengah sekitar 31 cm. Perbedaannya dengan kajar adalah dalam memainkan tawa-tawa tidak menggunakan tatakan seperti tungguhan kajar. Tawa-tawa dimainkan dengan cara meletakkannya di atas tekukan tangan kiri dan dipegang pada bagian bads. Selain itu, tawa-tawa dimainkan dengan tanpa menutup bunyinya seperti yang dilakukan saat memainkan kajar.

 

Kempli

Kempli adalah instrumen yang bentuknya sama seperti kajar. Instrumen kempli dalam gamelan Balaganjur dimainkan atau ditabuh oleh seorangpenabuh dengan menggunakan sebuah panggul yang bentuknya serupa dengan panggul kajar atau panggul kempur yang ukurannya relatif lebih kecil. Fungsi instrumen ini adalah sama seperti kajar, namun hitungan sekali pukulan kempliumumnya adalah dua kali pukulan kajar.

Gong

Gong adalah merupakan salah satu jenis instrumen pencon yang ukurannya paling besar dalam keluarga pencon. Gong bentuknya bulat dan materialnya ada yang terbuat dari besi dan ada yang terbuat dari perungu. Di dalam barungan gambelan Balaganjur yang komplit dipergunakan sepasang (2 buah) gong yaitu lanang-wadon. Penempatan instrumen ini biasanyadigantung dengan menggunakan sanan/sangsang gong. Untuk memainkannya, gong dipukul pada bagian penconnya dengan sebuah panggul gong. Fungsi gong dalam gamelan Balaganjur adalah sebagai tonika dan finalis dari suatu lagu yang dimainkan.

 

Kempur/kempul

Kempur/kempuljuga merupakan instrumen yang berasal dari keluarga pencon. Bentuk instrumen ini menyerupai instrumen gong namun ukurannya lebih kecil. Cara memainkan Kempur/kempul adalah sama dengan cara memainkan gong yaitu dipukul pada bagian penconnya, namun ukuran panggul yang dipergunakan untuk memukul kempur lebih kecil dari panggul gong. Adapun fungsi kempur dalam gamelan Balaganjur adalah sebagai pemangku lagu dan membagi ruas-ruas lagu.

 

Bebende

Bebende adalah sebuah instrumen yang menyerupai kempur akan tetapi permukaan moncolnya masuk kedalam sehingga terlihat rata dengan permukaannya. Dengan bentuk yang demikian warna suaranyapun menjadi berbeda dan khas. Panggul yang dipergunakan untuk memainkan instrumen ini adalah mirip seperti panggul gangsa. Fungsi instrumen ini dalam gamelan Balaganjur adalah untuk memperseru suasana.

 

 

  1. 3.      Musikalitas

Ditinjau dari aspek musikalitas, musik Balaganjur merupakan sebuah bentuk komposisi musik yang terjalin secara harmonis dari berbagai jenis warna suara yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen gamelan Balaganjur. Masing-masing instrumen tersebut secara teknik telah diatur dengan pola permainannya sendiri, dan pengaturan pola teknik permainan tersebut juga dilandasi oleh fungsi dari masing-masing instrumen, baik sebagai pemegang melodi, pemurba irama, pemegang ritme, pemegang tempo, dan yang lainnya.

Meninjau aspek musikalitas gamelan Balaganjur secara lebih detail, ada beberapa hal yang dapat diamati, yaitu laras, bentuk dan struktur lagu, serta pola gegebug instrumen.

 

  1. 4.      Laras Gamelan Balanganjur

Laras adalah sederetan nada-nada yang berurutan dalam satu oktaf atau lebih, memiliki frekwensi getaran perdetik, tinggi rendah atau (pitch) dan jarak nada tertentu (Aryasa, lot. Cit.p.&3).

Laras Pelog dan Selendro merupakan dua jenis laras yang sudah lazim dikenal dalam karawitan Bali. Kedua laras tersebut dapat dibagai lagi dan pembagian tersebut didasarkan pada jumlah nada yang terdapat dalam setiap oktafnya. Dalam laras pelog terdapat tiga jenis pelog yaitu: pelog 4 nada, pelog 5 nada dan pelog 7 nada. Begitu pula dalam laras selendro terdapat tiga jenis selendro yaitu: Selendro 4 nada, selendro 5 nada, dan selendro 7 nada. Mengenai gamelan

Balaganjur, sesuai dengan nada-nada yang terdapat didalamnya maka dapat digolongkan pada gambelan yang berlaras pelog 4 nada. Nada-nada tersebut dapat dilihat pada instrumen riyong (Yudarta, 1994:17).

 

  1. 5.      Betuk dan Struktur Lagu Balanganjur

Gamelan Balaganjur memiliki repertoar lagu yang disebut dengan gending atau tabuh Balaganjur. Istilah gending atau tabuh menunjukkan sebuah komposisi musik (a musical composition) gamelan tersebut. Dengan demikian gending atau tabuh Balaganjur adalah bentuk repertoar yang dimainkan lewat gamelan Balaganjur.

Pengertian bentuk dalam konteks gending atau tabuh adalah lagu yang disusun secara terstruktur dalam satu kesatuan musikal yang utuh. Berakhirnya struktur lagu tersebut dilandai oleh satu pukulan gong. Dengan kata lain bahwa bentuk adalah satu unit gongan yang ukuran besar kecilnya bergantung pada panjang pendeknya kalimat lagu yang terdapat didalamnya. Oleh karenanya, bentuk gending dapat dicirikan dari tiga hal yaitu jumlah ketukan dalam satu gongan, pola pukulan instrumen peniti dan pemangku lagu, dan terakhir struktur lagu (Waridi, 2001:285).

Beberapa pakar karawitan Bali menyebutkan bahwa gending/tabuh Balaganjur berasal dari motif gending gilak. Hal ini dapat diamati dari struktur lagunya, pola permainan setiap instrumen, dan kesan yang ditimbulkannya. Gilak adalah sebuah lagu ostinato yang umumnya terdiri dari 8 hitungan berdasarkan peniti fay’aratau tawa-tawa, dengan tekanan berat yang ditandai dengan jatuhny a pukulan gong yaitu pada hitungan ke-4 sebagai semi finalis dan hitungan ke-8 sebagai finalis. Kendatipun dalam motif gilak ada banyak macamjenisnya, seperti gilak dengan 1 nada (kale), gilak 2 nada, gilak 4 nada, gilak 8 ketukan, gilak 16 ketukan, gilak 24 ketukan dan gilak dengan 32 ketukan, namun hitungan final yang tetap dipakai acuan hanya terbatas sampai hitungan 8, dan pola pukulan gong tetap jatuh pada hitungan ke-4 dan ke-8.

 

Gending/tabuh Balaganjur, kendatipun hanya menggunakan satu motif lagu yaitu gilak, namun diamati dari struktur gendingnya tetap memakai konsep Tri Angga yaitu merupakan tiga kerangka yang sangat disepakati sebagai pembentuk suatu gending/tabuh. Ketiganya itu terdiri dari kawitan, pengawak danpengecet. Kawitan artinya awal (mengawali) merupakan bagian introduksi sebuah gending. Bagian kawitan gending-gending Balaganjur biasanyadiawali dengan beberapa kalimat pukulan kendang atau riyong, kemudian sebagai awal permainan disambung dengan kebyar, dan dilanjutkan dengan lagu bermotif gilak yang biasanya disebut gilak kawitan.

Pengawak berasal dari kata awak yang artinya badan (body) sebuah lagu. Para ahli karawitan Bali juga mengatakan bahwa pengawak merupakan bagian inti dari suatu gending/lagu. Perbedaan antara bagian kawitan dengan pengawak dalam gending/tabuh Balaganjur dapat diamati dari perubahan tempo, yaitu penurunan dari tempo cepat menjadi tempo sedang atau lambat, serta perubahan pola permainan instrumen riyong. Jika bagian kawitan kecenderungan permainan instrumen riyong hanya memainkan pola kotekan/kekilitan gilak, namun dalam bagian pengawak, instrumen riyong sudah mulai memainkan bentuk-bentuk kalimat melodi yang ukurannya lebih panjang dari 8 peniti kajar tetapi masih tetap dalam bingkai gilak.

Pengecet adalah bagian akhir dari suatu gending/tabuh. Biasanya pada bagian ini ditandai dengan perubahan tempo kembali cepat seperti pada bagian gilak kawitan. Ciri lain dari bagian pengecet adalah terjadinya peningkatan ornamentasi dalam pokok lagu sehingga menimbulkan kesan lebih lincah dan lebih dinamis.

 

  1. 6.      Pola Teknik Permainan Instrumen Balaganjur

Teknik-permainau intrumuen dulam istilah karawitan Bali juga disebut dengan gagebug. Menurut lontar Prakempa dikatakan bahwa hampir setiap instrumen mempunyai gagebug tersendiri dan mengandung aspek “physical bahavior dari instrumen tersebut. Sifatfisik dari instrumen-instrumen gamelan tersebut akan memberikan keindahan tersendiri pada masing-masing penikmatnya (Bandem, 1986:27).

Seperti yang sudah diketahui bahwa gamelan Balaganjur dominan instrumentasinya berasal dari kelompok alat musik perkusi. Untuk memainkan alat musik jenis ini biasanya dimainkan dengan cara dipukul. Umumnya, teknik gagebug setiap instrumen gamelan Baleganjur sudah dibingkai dengan pola gilak.

 

 

 

  1. 7.      Tata Penyajian Balanganjur

Ditinjau dari penyajian, gamelan Balaganjur merupakan barungan yang disajikan untuk kepentingan prosesi. Biasanya gamelan ini disajikan/atau dimainkan oleh golongan pria. Dalam suatu prosesi umumnya gamelan ini difungsikan sebagi musik pengiring. Pengiring maksudnya disini adalah sebagai “pengikut”, atau dengan kata lain gamelan Balaganjur diposisikan di belakang perangkat-perangkat pokok dari suatu prosesi yang dilaksanakan. Mengamati tata penyajiannya, umumnya penabuh yang berada pada barisan paling depan adalah penabuh kendang, kemudian di belakang penabuh kendang berjejer penabuh ceng-ceng, setelah itu dibelakangnya diikuti oleh barisan penabuh

Apr 9

cv tentang saya

Posted on Selasa, April 9, 2013 in Tulisan

Nama saya I gede yudikrisna, saya sering dipanggil yudi,saya berasal dari nusa lembongan kec: nusa penida kab: klungkung,saya dilahirkan dilembongan tanggal 14 Februari 1994,umur saya sekarang 19th,saya mempunyai 3 saudara semua sodara saya cewek cuman saya cowok satunya,3 saudara sudah semuana pada nikah, kakak pertama nikah dengan orang jawa timur,kakak kedua nikah dengan orang bali dari buleleng,sedangkan kakak ketiga menikah dengan orang bali yang berasal dari satu desa. saya hobinya bermain gamelan selain gamelan saya juga seneng bermain sepak bola, saya tamat SD N 3 LEMBONGAN tahun 2006,tamat SMP N 4 NUSA PENIDA tahun 2009,dan lulus SMA WISATA DARMA tahun 2012.dan  Saya melanjutkan di ISI DENPASAR karena saya ingin menjadi seorang seniman tabuh untuk selalu mengajekan bali,hobi menabuh dalam istilah karawitan sudah tertanam dari saya sejak SD kelas 3.

    bagi saya menabuh sangat mengasyikan pengalaman saya pertama menabuh sama anak kecil-kecil dibanjar,kalau saya tidak ada ajak menabuh saya sendirian dibanjar menabuh walau sering hambatan,dan sekian lamanya tahun 2005 akhirnya dibanjar membentuk seketabuh perempuan dan saya yang maen kendang bersama temen, seketabuh pun dibentuk dan pertama kali dipentas pas melaspas banjar pada tahun 2006 untuk menampilkan seketabuh yang baru dibentuk,pada 26 april 2007 kita bersama temen lain pentas diklungkung dalam acara puputan klungkung,tanggal 29 juli 2008 kita pentas di  ART CENTER denpasar,dan 12 november 2009 sangat berkesan sekali kita diundang oleh kecamatan dalam peresmian darmaga yang bertempat dinusa penida yang dihadiri oleh bapak PRESIDEN RI susilo bambang yudhoyono,waktu itu saya sangat senang sekali bisa tampil dihadapan bapak presiden,banyak pengalaman yang saya alami sesuai dengan bidang saya yaitu karawitan.

   sehingga sampai sekarang saya selalu ikut mengabdikan diri dalam kegiatan baik didesa maupun bersama seketabuh banjar saya yang namanya seketabuh giri eka samara natha menabuh,setiap acara desa selalu bisa ikut menabuh baik dipura,maupun diluar pura dalam kaitanya dengan kegiatan desa,setiap hari raya kuningan didesa selalu mengadakan dalam istilah desa saya itu telek melampahan dimana telek melampahan sangat sacral didesa saya setiap kuningan harus rutin dilaksanakan,untuk itu saya ikut menuangkan diri untuk ikut ngayah. Lain halnya didesa dibanjar sendiri seketabuh banjar setiap menabuh saya selalu ikut walau menabuh diluar desa sendiri dalam ritual pitra yadnya seketabuh banjar dapat menabuh dikecamatan sudah 5 kali diundang untuk menabuh padahal disana sudah banyak seketabuh,setiap upacara dewa yadnya di pura-pura desa seketabuh banjar  saya selalu menghaturkan ayahan demi kelangsungan upacara sayapun selalu terlibat  didalamnya,sehingga banyak orang memberikan support kepada saya agar masuk kesekolah ISI DENPASAR sekolah seni guna nantinya dapat mengembangkan bakat nantinya baik didesa maupun dibanjar sendiri,sehingga tamat SMA langsung saya mencari sekolah ISI denpasar karena tujuan saya dari dulu sekolah disana sehingga sampai sekarang tujuan saya tercapai,sampai saat ini  saya tinggal didenpasar bersama kakak pertama,dan tinggal jauh dari orang tua,orang tua selalu mensuport saya memberikan semangad kepada saya,untuk pertama kalinya hal yang sangat berkesan dalam hidup saya yaitu saya bisa membelikan orang tua saya dispenser dan riisecooker,seumur-umur baru sekarang ini bisa membelikan orang tua sesuatu  walau sesuatu yang saya berikan tidak begitu mewah tapi buat saya sangat berkesan sekali.

   orang tua saya sangat menyayangi saya walau dia sering marah tapi marahna demi kebaikan diri saya sendiri saya sangat menyayangi orang tua dan gak ingin jauh darinya untuk selamanya, sedangkan orang tua saya tinggal di desa lembongan yang terbatas oleh lautan q selalu merindukanya,orang tua saya namanya:Ayah: I wayan romio,pekerjaan orang tua sebagai petani rumput laut ayah saya hobinya memancing,ayah sangat senang bercanda dengan saya dia selalu mengingatkan saya untuk selalu berbuat baik.Ibu : ni ketut ngerti,pekerjaan sebagai petani rumput laut atau ibu rumah tangga juga,ibu saya senang bikin jajanan bali,dia senang membantu orang lain dalam kegiatan upacara manusa yadnya sehingga pekerjaan rumah sering terlupakan.Hidup keluarga saya hanya berkecukupan,orang tua saya bekerja banting keras untuk menyekolahkn saya agar saya bisa menjadi yang terbaik untuknya atau untuk diri sendiri.

   Pengalaman memancing dengan ayah waktu liburan ayah mengajak saya mancing pagi sebelum berangkat ayah membangunkan saya untuk mencari umpan yang akan digunakan untuk memancing,pagi berangkat jam 6 saya bergegas dan ayahpun siap membawa peralatan yang akan digunakan,sampai ditempat mencari umpan ayah langsung mengeluarkan peralatan yang dibawa dan segera mencangkul pasir tempat umpan bersembunyi,sdikit demi sedikit umpan didapatkan sehingga 20 menit berlalu umpanpun kami banyak,umpan sudah terkumpul saya bersama ayahpun bergegas untuk memancing ketengah laut,perahu diambil langsung oleh ayah dan peralatanpun dikumpulkan semua kamipun langsung menuju tengah laut,sampai ditengah kami berdua bergegas memasang umpan  dan langsung melemparkanya ayah saya sangat pintar memancing,belum ada semenit ikan udah didapatkanya sedangkan saya satupun belum dapat,tapi saya tidak pernah putus asa dan lagi ayahpun menaikan ikan  ayah sudah dapat 5 akupun satupun belum dapat,dan selalu berusaha untuk bersabar akhirnya sayapun menaikan ikan 1 seneng rasana,dan q berlomba-lomba mendapatkan ikan terbanyak walau ayah dia sudah banyak mendapatkan,ikanpun saya satu demi satu  saya berhasil naikan,ayahpun makin banyak menaikan ikan dari saya merasa sudah terlalu banyak kami berdua mengumpulkan Ikan kamipun berdua bergegas untuk pulang karena kami sudah tidak sabaran untuk makan ikan yang kami dapatkan,kamipun bergegas pulang,sampai dirumah ibupun memasakan ikan yang didapat saking laparnya kami berdua sudah tidak sabar menunggu masakan ibu yang enak,akhirnya ikan yang dimasak sudah matang dan siap kami makan,kamipun langsung makan bersama keluarga kami.

    Pengalaman yang sangat berkesan dalam hidup saya,ketika kami semua sudah merasa sudah kenyang sayapun bersama ayah melanjutkan kegiatan lainya yaitu pergi keladang untuk menanam pohon pisang,awalnya saya cuma bisa ngererepotin ayah untuk menanam pohon pisang karena saya belum tahu caranya tapi saya ego besar menganggap saya lebih bisa dari ayah saking ego besar saya dimarahin cara menanam saya kurang bagus katanya,iya saya maklumi karena saya masih belajar lama kelamaan akhirnya cara penanamnya saya bisa temukan ternyata tidak segampangnya menanam pohon pisang itu agar nantinya dapat berkembang dan subur nantinya ketika hari menjelang sore kamipun bergegas untuk kembali kerumah karena waktu kami banyak digunakan untuk memancing tadinya. dirumah kamipun sekeluarga berkumpul saudara kami kami datang semua kerumah saya sangat senang sekali rasa bahagia sekali saya ketika semua saudara saya kumpul semu,kamipun bertutur kata berjumpa lama sayapun disuruh ibu membikin kopi untuknya sayapun bergegas apapun yang disuruh saya lakukan karena saya sangat gembira dan bahagia ketika kami dan saudara lain berkumpul semua hidangan yang saya buatpun tersaji semua kamipun melanjutkan kembali tuturkata kami bersama saudara tidak menghitung waktu hari makin larut malampun kami masih tetap mengebrol karena saking asyiknya waktu sampai kami lupakan,waktupun menunjukan pukul 3 pagi kamipun bersama saudara lain  langsung tidur karena merasa hari makin kepagian sedangkan ayah saya tidak bisa tidur dia malah begadang saja menunggu pagi katana males tidur entar saja pagi iya uwdah kami tinggal  tidur saja dia bersama yang lainya.

Apr 9

Halo dunia!

Posted on Selasa, April 9, 2013 in Tak Berkategori

Selamat Datang di Blog Institut Seni Indonesia Denpasar. Ini adalah post pertama anda. Edit atau hapus, kemudian mulailah blogging!