Kakon Kunti Yadnya

This post was written by gedesukma on Juni 1, 2012
Posted Under: Tulisan

SINOPSI KUNTI YADNYA

Adegan -1 : Dewi kunti sedang melakukan siding di kerajaan Indra Prasta. Yang dihadiri oleh kresna, arjuna dan bima.

            Dewi kunti sedang melakukan sidang dikerajaan Indra Prasta, sidang dihadiri oleh para pandawa dan hadirpula dalam pertemuan itu adalah sri kresna dari Dwara Wati. Acara pokok yang dijadikan topic perundangan tiada lain untuk merencanakan upacara yadnya. Bahwa setelah dewi kunti berasil dalam usahanya menempatkan maharaja pandu kealam sorga.Beliau ingin menurunkan rohnya agar bertempat dipemrajan agung. Memang cita-cita untuk melaksanakan yadnya, itu sudah sejak lama tetapi karena sang pandu belum bersih maka tidak wajar melakukan yadnya. Itulah sebabnya dewi kunti mengundang kehadiran sang prabu kresna di serahi tugas sebagai pengatun (yang mana keseluruhan yadnya itu) arjuna dan bima selaku pengawal jalannya atau upacara yang dipimpin oleh seorang pendeta yang telah sempurnah dalam bidang pengetahuan suci weda dan bebudi luhur. Menjelag hari di langsungkan upacara, rakyat sibuk mengatur sarana-sarana persiapan upacacara.

Adegan -2 : duryadana mempersiapkan daya atau upaya untuk mengancurkan yadanya yang dilakukan oleh pandawa

            Duyudana dan sekuni sibuk mempersiapkan daya upaya agar yadnya pandawa dapat dihancurkan.Duryadana selalu diliputi rasa dengki iriati karena melihat keunggulan dan ketrampilan pandawa dalam mengatur pemerintahan.Raja duryadana kenyataannya secara material duryadana lebih kayah dibandingkan dengan pandawa.Tetapi kenyataannya pandawa lebih kayang dengan konsepsi ajaran kebenaran (dharma) yang slalu dipakai landasan berpijak, maupun Negara udraprasta dan mewujudkan kemakmuran rakyatnya.Itulah sebabnya rakyat astina sangat simpati terhadap kepemimpinan pandawa. Hal ini yang menyebabkan kemasgulan hati duryadana, kawatir kalau kekuasaannya juga akan diambil oleh pandawa.

Adegan -3 : Sang duryadana mohon pada dangyang drone. Bagai mana caranya menggagalkan yadnya yang dilakukan oleh pandawa.

            Sang doryadana mengadap pada dangyang drona untuk mohon suatu upaya agar dapat menggagalkan yadnya yang dilakukan oleh pandawa.Setelah mendengarkan permohonan duryadana, dangyang drone sangat kaget sehingga permintaannya ditolak, di berikanlah nasehat. Duryadana disuruh untuk mengurungkan rencananya, akan tidak mungkin terjadi, karena duryadana adalah misan dengan pandawa. Duryadana dianjurkan untuk ikut membantu mensukseskan yadnya sang pandawa. Setelah di nasehati oleh dangyang drona.Duryadana menjadi tersinggung dan marah besar dan menyampaikan kata-kata yang bersifat mengina dan akhirnya dangyang drona kehilangan budi pada rajastina.Lalu dikabulkan permintaannya duryadana.Dengan diberikannya mantra durga astawa, untuk mohon anugrah kepada betari durga.Sang duryadana sangat gembira mendengar pujian dangyang drona.

Adegan -4 : Rombongan duryadana pergi ke setra ganda mayu untuk mohon kesaktian pada dewi durga .

            Pada suatu malam, rombongan astina di pimpin oleh durgadana pergi kesetra ganda mayu untuk mohon kesaktian pada dewi durga. Tidak beberapa lama melakukan yoga semadi, para butha kala menggoda, akhirnya dewi durga untuk memberikan doa restu dan bantuan berupa raksasa dan mahluk-mahluk alus, diantaranya  yang bernama kala barawa kali yuti srana yang akan sanggup membantu merusak yadnya. Sang pandawa.

Adegan -5 : pada saat berlangsungnya upacara yadnya datanglah buta kala, atau raksasa besar untuk mengancurkan yadnya.

            Pada saat para pandawa melangsungkan persiapan menjelang puncak upacara tiba-tiba dunia menjadi gelap. Banyak orang mati, muntah-muntah, dan mencret masyarakat indra prasta menjadi geger penuh di liputi rasa takut dan kesedihan sri kresna mengambil lontar tenung di saksikan oleh tualen dan merdah di dalam api homa tenung itu terlihatlah dua raksasa hitam yang besar dan tinggi. Rupanya serem dan menakutkan barulah sri kresna mengetahui asal mula datangnya musuh itu di dalam  ketajaman tenung itu kelihatan betari durga memusuhi upacara yadnya yang dilakukan oleh pandawa setelah rakyat mengetahui akan kedatangan para buta kala itu segara sang bima dan sang arjuna serta sang kresna mintak bantuan  mengerahkan pasukan tempur dan bala bantuan dari drawa wati.

Adegan -6 : terjadilah pertempuran antara pandawa melawan bhuta kala.

            Terjadilah pertempuran seru, banyak korban di pihak raksasa akan tetapi setelah kedua raksasa akan tetapi setelah kedua raksasa yang besar hitam itu mengamuk. Sang pandawa dan sri kresna dapat dipukul mundur. Seraya mohon bantuan dewata senjata paling ampuh milik kresna dan arjuna tidak mampu membinasakan musuh. Tiba-tiba terdengar suara dari angkasa, agar kresna membunyikan trompet yang bernama panca jaya dan dewa data, untuk mengusir bhuta kala.Begitu trompet berbunyi meraung-raung para raksasa dan bhuta kala lari tunggang langgang, dan mencari tempat yang sunyi dan aman agar tidak mendengar bunyi trompet itu membahayakan telinga.

Adegan -7 : Sang kresna mintak bantuan sang yang siwa untuk mengalahkan dewi durga.

            Lalu amanlah wilayah indra prastadari gangguan bhuta kala. Kesempatan ini di gunakan oleh sri kresna untuk pergi kesiwa loka mohon bantuan pada Hyang siwa (guru) agar mampu mengalahkan dewi durga hyang siwa menyerahkan senjata tebusala untuk mengalahkannya dengan syarat sangsah. Dewa yang harus dipertaruhkan untuk membidikkan senjata itu. Sebab ia adalah penjelmaan sang yang acwina (dewa dukun di sorga). Sang kresna gembira dan segera diri, segala titah hyang siwa dilaksanakan lalu betara durga menyerah sebelum sang saha dewa membindikkan senjata tebusala, betari durga memberi nasehat kepada saha dewa agar menuruti segala petuah-petuah Bhatari.

           –     Bahwa darah bhatari durga akan menjadi bunga gemitir.

           –     Tulangnya menjadi tebu ratu.

           –     Air susunya menjadi buah tiba.

Ketiga benda itu tidak boleh dipakai bahan upacara sebab akan menodai kesucian upacara sang sahadewa bersedia untuk melaksanakan segala titah dewi durga, lalu di bidiklah dengan senjata tebu sala, dewi durga musna berubah menjadi dewi uma/parwati yang cantik jelita sambil memberi doa restu agar yadnya dan kerajaan indra prasta menjadi baik dan makmur. Serta rakyat agar panjang umur hyang uma/parwati kembali ke sorga.

  1. Tema

Jika kita lihat dari strukturnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tema dari cerita kunti yadnya adalah dewi kunti akan merencanakan atau melaksanakan upacara yadnya. Untuk menempatkan sang maha raja pandu disorga dan menurunkan rohnya untuk ditempatkan di pemerajan agung.

  1. Amanat

Amanat yang dipetik dalam cerita kunti yadnya adalah agar kita selalu melakukan srada bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa supaya kita diberikan kekuatan jasmani maupun rohani.Dapat terindar dari pikisan, iriati, licik, dengki, fitnah dan selalu kita melakukan darma sesana.Sesuai dengan ajaran agama.

  1. Kalau dilihat dari segi kualitatif (mutu). Alur kuantitatif (jumlah maka dapat diperoleh jenis alur sebagai berikut:
  2. Padat tampa mengurangi/memenggal isi dari peristiwa awal sampai akhir sehingga berkeseimbangan.
  3. Ganda karena dilakukan oleh dua kelompok yang bersiteru yaitu pihak pandawa dan pihak kosawa.
  4. Maju karena jalanan peristiwanya berurutan dan bekesinambungan secara krologis dari tahap dua sapai terakhir.
    1. Penokohan

Ada beberapa tokoh yang terlibat langsung dalam peristiwa ini dapat disebutkan seperti tokoh utama/sentral adalah dewi kunti

        –     pratagonis kresna, arjuna dan bima

        –     antagonis duryadana sengkuni

        –     pembantu twalen dan merdah.

  1. Seting

Adapun berdasarkan tempat/ waktu kejadian dalam peristiwa ini dapat di sebutkan sebagai berikut:

  1. Dewi kunti sedang melakukan sidang untuk merencanakan upacara yadnya yang dihadiri oleh sang kresna, sang arjuna dan sang bima.
  2. Pada suatu malam rombongan rombongan astina yang dipimpin oleh duryadana pergi kesetra gandamayu untuk mohon kesaktian kepada dewi durga.
  3. Sang kresna, sang arjuna dan sang bima minta bantuan mengerahkan pasukan tempur dan bala bantuan dari dware wati untuk melawan serangan bhuta kala.
  4. Sang kresna pergi kesiwa loka untuk mohon bantuan kepada sang hyang siwa.

 STRUKTUR ALUR PRAMATIK

v  Exsposisi

Dikisahkan pertempurana pandawa dengan pihak duryadana dimana kresna berusaha menembut siasat perang dan untuk melindungi pandawa dari siasat licik duryadana bagai mana caranya untuk mengalahkan siasat perang tersebut tetapi dengan sifat kesatria para pandawa, arjuna, kresna dan bima akan bertempur melawannya.

v  Konflik

Setelah pihak duryadana mengetahui pandawa akan menggelar upacara yadnya. Duryadana mulai kebingungan mencari cara untuk menggalkan yadnya yang di buat oleh pandawa. Duryadana mohon bantuan kepada dewi durga untuk mengancurkan yadnya yang dibuat oleh pandawa sehingga sang kresna juga mohon bantuan kepada sang hyang siwa agar mampu mengalahkan dewi durga.

 KESIMPULAN

Setelah mengamati lakon kunti yadnya dapat disimpulkan sebagai beriku:

  1. Dalam kehidupan kebenaran atau darma selalu berpihak kepada orang-orang yang melakukan kejujuran.
  2. Seorang dalang dituntut untuk mempu mementaskan sebuah lakon yang sesuai dengan nilai kesenian dan budaya.
  3. Struktur lakon mempunyai fungsi pengungkap tema dan amanat.
  4. Setiap ada pementasan wayang kulit penonton agar bisa memetik nilai-nilai agama yang dipentaskan oleh seorang dalang.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: