TARI JOGED BUMBUNG

This post was written by gedepradnyana on Februari 14, 2017
Posted Under: Tak Berkategori

Seni Tari tidak bisa terlepas dari budaya yang menghasilkannya.Seni tari mempunyai arti yang sangat penting di dalam kehidupan manusia,seperti dalam kontek ritual sebagai media komunikasi personal maupun kolektif.Namun dinamika budaya masyarakat membawa perubahan pada seni tari.Perubahan itu terjadi baik pada aspek bentuk,fungsi,maupun maknanya.Seni Tari dapat digolongkan menjadi 3 yaitu yang pertama Tari Wali,merukan tari yang berfungsi sebagai sarana atau pelaksana upacara yadnya,contohnya Tari Rejang dan Tari Sanghyang.Kemudian yang kedua adalah tari Bebali,yaitu tarian yang berfungsi sebagai penunjang jalannya upacara yadnya yang dalam pementasannya memakai lakon,contohnya Tari Topeng.Dan yang terakhir adalah Tari Balih-Balihan,yaitu tarian yang tidak tergolong Tari Wali dan tari Bebali yang khusus dipertunjukkan untuk hiburan semata,contohnya Tari Joged Bumbung.tari jogged Bumbung merupakan tarian yang sangat popular di kalangan masyarakat Bali yang memiliki gerakan yang lincah dan dinamis.Tari Joged Bumbung ini pertama kali muncul di Bali utara sekitar pada tahun 1946.Tarian ini biasanya dipentaskan pada hari raya maupun hari penting lainnya.Tarian ini merupakan tarian berpasangan dengan mengundang para penonton untuk berpartisipasi yang ditunjuk langsung oleh sang penari dan kemudian menari bersama dengan sang penari.Penonton yang ikut menari dinamakan “Pengibing”.Tarian Joged bumbung ini membutuhkan kelincahan dan gerak tubuh sang penari.Seiring dengan teknologi yang semakin maju tarian ini semakin jarang dipentaskan,tetapi masih sangat digemari oleh para penonton atau penggemarnya walaupun tarian Joged jarang dipentaskan.Belakangan ini Tari Joged Bumbung hanya dipentaskan di hotel-hotel untuk menghibur dan memperkenalkan tarian kepada para tamu yang ada di hotel tersebut.Dalam buku Dance and Drama In Bali menyatakan Tari Joged merupakan satu-satunya tarian yang bisa dikategorikan sebagai tarian social di Bali dengan uraian yang mencakup Gandrung,Oleg,Leko,dan Andir,dimana tarian ini dimulai dengan penampilan tarian solo dalam style legong yang sangat jelimet.Menurut Drs. Soedarsono,Tari Joged merupakan tarian rakyat yang berfungsi sebagai hiburan atau tarian pergaulan.Dalam Tarian Joged “Ngibing” merupakan ajakan penari Joged kepada penonton untuk menari bersama-sama di atas panggung dan kadang-kadang bisa terjadi kontak tangan,kadang juga mereka melakukan tarian sejenis tarian bercinta dan lain sebagainya.Tarian ini memiliki pola gerak yang agak bebas,lincah dan dinamis yang diambil dari Legong maupun kekebyaran dan dibawakan secara improvisatif.Tarian ini biasanya diiringi dengan tingklik bamboo berlaras slendro yang disebut dengan Grantang atau gamelan Gegrantangan.Instrumensasi gamelan Joged terdiri dari Grantang(terdiri dari empat sampai delapan buah) yang terdiri dari empat granting gede dan empat grantang kecil,yang berfungsi sebagai pembawa melodi pokok.Kemudian ada Kemporyang dibuat dari besi atau kerawang.Bentuknya seperti Jegogan di dalam Gamelan Gong,berbilah dua(nada yang sama numbing dan ngisep) berfungsi sebagi finalis dalam lagu-lagu atau gamelan Joged Bumbung.Kemudian kempli(instrumen pembawa matra).Klenang yaitu sejenis kajar atau penombal kajar.Ricik adalah cengceng kecil yang berfungsi untuk memperkaya ritme dalam gamelan Joged Bumbung.Dan ada kendang satu buah yang berfungsi sebagai pemurba irama.Dan yang terakhir ada yang namanya suling yang berjumlah tiga sampai empat buah yang berfungsi untuk memaniskan dan memainkan lagu-lagu.Jenis-jenis Tari Joged dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:1.Joged Pingitan,Joged pingitan ini pada awalnya merupakan tari pergaulan yang diayomi di lingkungan istana,tetapi sekarang menjadi tarian yang disakralkan.2.Adar,Tokohan,Udegan,merupak tarian pergaulan yang sudah dipelihara oleh masyarakat banyak3.Andir,merupakan sejenis tari pergaulan yang pementasannya dikaitkan dengan ritual keagamaan atau kepercayaan.4.Gandrung,merupakan sjenis tarian pergaulan yang ditarikan oleh kaum laki-laki,namun pada saat sekarang tarian ini berkembang menjadi tarian yang ditarikan oleh kaum perempuan.5.Joged Bumbung,merupakan suatu tari pergaulan yang berfungsi sebagi hiburan dimana penyebarannya sudah sangat luas,bahkan hamper di seluruh Bali.Tari Joged Bumbung ditonton oleh semua kalangan,mulai dari anak-anak,remaja sampai orang dewasa.Adegan-adegan yang termasuk panas dilakukan oleh penari dengan pasangannyatersebut tentunya juga dilihat oleh anak-anakdan para remaja.Hal tersebut mungkin dapat mempengaruhi perkembangan pengetahuan kedewasaan si penonton yang masih muda-muda.Gerakan bergoyang dengan saling berhadapan secara dekat,serta sesekali melakukan adegan memeluk dan gerakan lainnyayang berbau seksualitas,tentunya tidak menutup kemungkinan akan membuat penonton khususnya para remaja dan anak-anak mendapat pengetahuan seksual dari sajian jogged Bumbung tersebut.Hal ini mungkin saja merupakan salah satu media pendidikan seksual yang dilakukan oleh masyarakat Bali kepada anak-anak dan remaja melalui media kesenian.Namun statemen di atas merupakan asumsi dasar yang akan dibuktikan kebenarannya oleh masyarakat banyak.tari Joged Bumbung sudah begitu melekat pada masyarakat bali karena memiliki aspek hiburan yang sangat tinggi.Antusiasme masyarakat terhadap kesenian ini sangatlah besar khususnya para remaja yang sedang masuk dalam masa pubertas.Mengenai kesenian Joged Bumbung kesenian ini digolongkan ke dalam kesenian balih-balihan yang fungsinya sebagai tari pergaulan(social dance).Hal ini membuat kesenian Joged Bumbung banyak orang “Ngubah” pada saat upacara keagamaan diantaranya,hari paweton,Pitra Yadnya(ngaben) dan upacara “Masesangi”(Masaudan),yaitu apabila ada orang atau suatu organisasi tertentu yang mempunyai kepercayaan berdasarkan janji,yang melaksanakannya dapat dilakukan di Pura-pura atau di tempat lain yang ada hubungannya dengan upacara tersebut.Namun demikian kesenian Joged Bumbung tidak hanya berfungsi pada upacara keagamaan seperti Paweton,Ngaben,dan Mesasangih,melainkan bersifat umum antara lain hiburan di masyarakat.Disamping pertunjukan untuk hiburan para wisatawan asing.Joged Bumbung senantiasa dimainkan di lobi-lobi hotel sebagai musik ilustrasi,sayup-sayup dan tidak mengganggu para tamu yang ada atau berkunjng ke hotel tersebut baik yang menginap maupun yang tidak menginap.Setiap ada suatu pementasan Joged Bumbung biasanya tidak pernah sepi dari penonton.Masyarakat berbondong-bondong jika ada suatu pertunjukan Joged Bumbung di sekitar tempat tinggal mereka.Hampir semua orang Bali pernah ikut memeriahkan pergelaran Joged Bumbung tersebut.Dilihat dari sejarah perkembangan Tari Joged di masa yang akan datang,bentuk-bentuk kreativitas baru akan terus bermunculan seiring dengan perkembangan zaman yang sudah berkembang dengan sangat pesat khususnya di bidang kesenian baik seni Tari,Karawitan dan lain sebagainya.Adanya kebiasaan di kalangan Seniman bali untuk terus mencoba,mencari dan menggali ide-ide dan insprirasi-inspirasi yang baru,baik dari dalam seni budaya tradisi mereka maupun dari unsure luar yang senafas sangat memungkinkan akan terwujudnya perkembangan Seni Tari dan Seni Karawitan Bali yang lebih baik di masa yang akan datang.Khususnya di Bali Tari Joged sudah berkembang dengan sangat pesat,yaitu dengan adanya kreativitas dan inovasi-inovasi baru dengan tidak menghilangkan unsure pokok dari garapan-garapan yang diciptakan oleh Seniman-seniman yang ada di Bali,khususnya Seni Tari dan Seni Karawitan.Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Bali sudah seharusnya kita melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang telah diwariskan oleh Seniman-seniman terdahulu yang sudah meninggalkan kita semua.Dan kita sebagai Seniman Bali mari kita membuat karya-karya yang baru tanpa menghilangkan warisan dari para leluhur kita,yang ada kaitannya dengan kesenian-kesenian yang ada di Bali.Dan semoga artikel ini bisa menginspirasi seniman-seniman yang ada di Bali untuk bisa terus berkarya untuk melestarikan seni budaya Bali.
Sumber : Mengenal Tarian Rakyat Bali Oleh Prof.I Wayan Dibya

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: