IDENTITAS DIRI

This post was written by gedepradnyana on Februari 14, 2017
Posted Under: Tak Berkategori

Nama saya I Gede Pradnyana, saya berasal dari Karangasem tepatnya di Kecamatan Sidemen. Saya tinggal di BanjarSukahat, desa Lokasari, kecamatan Sidemen. Saya anak pertama dari pasangan I Nyoman Gede Arthana dan Ni Made Nilawati. Saya mempunyai dua orang adik. Adik saya yang pertama bernama Ni Kadek Putri Juni artini, dan adik saya yang kedua bernama I Komang Agus Adi Arta, Saya lahir di Sukahat, 25 april 1989. Hobi saya menabuh dan bermain catur, selain itu saya masih banyak hobi-hobi yang saya miliki lagi. Cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang seniman atau penggarap tabuh yang terkenal dan disegani oleh masyarakat, seperti bapak Nyoman Windha. Beliau adalah salah satu seniman yang sangat saya kagumi, karena karya-karyanya yang sangat bagus dan enak untuk didengar. Saya mulai belajar menabuh sejak kecil ketika saya masih sekolah dasar (SD). Saya tertarik dan suka pada dunia seni karena menurut saya seni itu adalah suatu keindahan yang muncul dari diri seseorang yang mempunyai arti yang sangat dalam. Itulah yang saya rasakan sekarang sehingga saya ingin meningkatkan dan mengembangkan kemampuan saya dalam bidang seni kusunya seni karawitan. Kemudian saya akan ceritakan tentang pendidikan saya. Saya mulai masuk SD pada tahun 1995 di SD 5 talibeng, ketika itu saya masih berumur 6. Kemudian saya melanjutkan ke SLTP 2 Sidemen, dan melanjutkan lagi ke SMA 1 Sidemen. Setelah saya lulus SMA saya dapat melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi swasta di Bali, akan tetapi saya tidak bisa melanjutkannya karena saya merasa tidak nyambung dengan hobi atau kegemaran saya dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti. Setelah saya berfikir dengan matang akhirnya saya menemukan sekolah yang sesuai dengan hobi dan kegemaran saya yaitu Institut Seni Indonesia atau sering disebut ISI Denpasar. Itulah sedikit cerita tentang data diri saya sebagai seorang mahasiswa. Saya mempunyai banyak guru dalam bidang menabuh, guru yang pertama kali mengajarkan saya menabuh adalah I Made Oka. Beliau adalah kakek saya, yaitu bapak dari Ibu saya. Waktu saya kecil saya sering diajak mengambel oleh kakek saya, misalnya ngayah megambel di pura-pura dan lain sebagainya. Dari sanalah saya mulai belajar menabuh dan terus diajarkan oleh kakek saya dan sampai sekarang pun beliau masih mengajarkan saya. Kemudian guru yang kedua mengajarkan saya menabuh yaitu I Made Budha. Dulunya beliau adalah seorang tukang kendang yang sangat hebat di Desa saya, Karena rumahnya dekat dengan rumah saya maka saya sering main ke rumahnya untuk belajar main kendang. Selain itu saya masih banyak mempunyai guru dalam bidang menabuh, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Saya juga belajar dari suatu perkumpulan yang ada di dekat rumah saya, yaitu dalam sebuah sanggar yang bernama sanggar DHARMA PRAWERTI yang terletak di Br Kebon, desa Lokasari, Kecamatan Sidemen. Saya mulai masuk sanggar sejak tahun 2008 dan sampai sekarang. Saya masuk sanggar karena saya ingin menambah ilmu yang saya miliki melalui pengalaman-pengalaman di sanggar tersebut. Di sana saya mendapatkan pengalaman baru melaui pentas-pentas yang di ikuti oleh sanggar Dharma Prawerti. Saya sangat senang bisa bergabung di sanggar Dharma Prawerti karena teman-teman saya kebanyakan atau sebagian besar seumuran dengan saya sehingga bisa menjadikan suasana semakin ramai, walaupun ada beberapa dari seke sanggar Dharma Prawerti yang sudah tua tetapi tidak kalah semangatnya dengan yang muda-muda. Di sanggar saya mendapat posisi sebagai tukang reong, karena instrumen reong adalah salah satu instrumen yang saya sukai di dalam barungan gong kebyar. Saya sudah beberapa kali mengikuti pentas-pentas gong kebyar dan baleganjur sehingga saya sudah memiliki sedikit pengalaman yang bisa menambah wawasan saya dibidang seni khususnya gong kebyar dan baleganjur. Selain itu juga bisa menjadi sebuah kenang-kenangan yang tidak mungkin terlupakan dalam diri saya dan juga menjadi suatu kebanggaan di dalam keluarga dan di masyarakat, karena sudah bisa membawa nama baik banjar,desa,kecamatan bahkan kabupaten.Sebagai seorang mahasiswa jurusan seni karawitan saya tidak lepas dari dunia seni, karena seni merupakan kehidupan saya,dan seni juga merupakan aktivitas saya sehari-hari. Itu terbukti dengan rutinnya saya latihan-latihan menabuh baik itu di sanggar maupun di banjar saya sendiri. Selain itu masih banyak kegiatan-kegiatan yang saya lakukan terutama di lingkungan banjar seperti misalnya di dalam organisasi seke teruna.Di dalam Seke Teruna banjar sukahat yang bernama ST Sukarahayu yang diketuai oleh I Kadek Mudiana, ada banyak program yang harus di jalankan oleh masing-masing seksi-seksi yang ada. Program-program tersebut sudah berjalan dengan baik. Salah satu programnya adalah di bidang seni yaitu seni tabuh dan seni tari. Kebetulan saya ikut menangani di bidang seni tabuh. Seke tabuh untuk seke teruna di banjar saya memiliki jadwal latihan rutin yaitu setiap hari rabu dan hari sabtu. Disana saya juga ikut membina walaupun kemampuan kami masih kurang tetapi kami memiliki semangat dan tekad yang sangat kuat demi melestarikan seni budaya bali khususnya yang ada di banjar sukahat. Semua hal diatas merupakan keinginan saya dari dulu, karena saya ingin sekali melihat banjar saya menjadi sebuah banjar yang maju baik dibidang seni dan di bidang-bidang lainnya. Setiap saya mendapat inspirasi saya bawa ke banjar dan saya berikan kepada seke tabuh yang ada di banjar sehingga sedikit demi sedikit kami bisa maju dan berkembang. Saya sangat senang dengan seni khususnya seni tabuh itu semua karena kakek saya yang sangat mendukung dan sering memberikan saya wejangan-wejangan yang bisa membuat saya menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Kalau tidak ada kakek saya, saya tidak mungkin akan menjadi seperti sekarang ini,menjadi seorang mahasiswa yang sedang kuliah atau menuntut ilmu di ISI Denpasar. Dulu saya tidak terfikir bisa kuliah di ISI denpasar. Karena tekad serta dorongan dari keluarga saya yang sangat mendukung saya, maka akhirnya saya memberanikan diri untuk kuliah di ISI. Tujuan saya kuliah di ISI tiada lain adalah untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan saya khususnya di bidang seni karawitan. Selain itu saya ingin sekali memajukan banjar saya dengan kemampuan yang saya miliki khusunya di bidang Karawitan. Kalau banjar saya sudah mengalami suatu kemajuan maka saya akan merasa sangat bangga menjadi bagian dari pada banjar saya sendiri yaitu banjar sukahat, desa Lokasari, kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: