Anggrek golden shower

Anggrek Golden Shower merupakan salah satu jenis anggrek dari genus Onicidium yang banyak tersebar di daerah BALI. Anggrek jenis ini dikenal pula dengan nama Dancing Lady Orchid. Disebut Golden Shower karena mahkota bunganya dominan berwarna kuning keemasan dengan atau tanpa warna cokelat kemerahan. Mekar indah dalam jumlah yang banyak.

Anggrek Golden Shower dapat tumbuh secara optimal di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan kondisi suhu panas maupun suhu dingin. Jika ditanam di pot, maka ukuran pot yang direkomendasikan adalah > 25 cm. Media tanam yang digunakan adalah spagnum moss atau pakis dan gunakan media yang gembur lalu tambahkan kompos. Cukup disiram satu kali dalam sehari dan disimpan di tempat yang teduh, tidak terkena matahari langsung (partial shade). Untuk pemberian pupuk dilakukan sekitar 3 bulan sekali, dengan menggunakan pupuk NPK Bunga. Ukuran tanaman saat dikirim 30 cm – 50 cm.

Barong Brutuk

 

Barong Brutuk, adalah tarian Barong yang sangat kuno dan hanya ada di Desa Trunyan yang sejak ratusan tahun lalu dihuni oleh warga Bali asli. Tarian ini menggambarkan kehidupan para leluhur di jaman dulu. Menurut sebuah sumber konon Barong Brutuk ini adalah unen-unen (anak buah) dari leluhur orang Trunyan, yakni Ratu Sakti Pancering Jagat dengan istrinya Ratu Ayu Dalem Pingit Dasar.

Tidak seperti tarian Barong lain di Bali yang busananya biasanya sangat penuh dengan motif hiasan, busana Barong Brutuk ini sangat sederhana. Tidak ada ukiran, tidak ada potongan kaca, apalagi cat prada keemasan. Hanya kumpulan daun pisang kering (Keraras), yang konon hanya boleh dipetik dari Desa Pinggan.

Bunga Kembang Seribu

Bunga Kembang Seribu:




Bunga kembang seribu, di Indonesia, dikenal dengan nama bunga bokor.
Ada juga yang menyebutnya dengan nama bunga panca warna. Dan, sebutan lain untuk bunga ini adalah bunga hortensia.
Dalam bahasa Latin sendiri, bunga pecah seribu diberi nama hydrangea sp. Sebuah pulau, Honshu namanya, yang berada di Jepang disinyalir menjadi tempat asal bunga yang cantik ini.

Tradisi ngerebeg di kota Bangli

Tradisi Ngerebeg 

Sangkepan barong atau barong mapadu umumnya sering di lakukan oleh masyarakat banjar adat di Bangli. Tradisi barong mapadu biasa dilakukan semasa berkuasanya Raja Bangli Anak Agung Ketut Ngurah alias Regen Bangli. Sehubungan dengan kegiatan ritual atau disaat hari” tertentu. Namun, belakangan sangkepan barong tak lagi diadakan lantaran adanya kekhawatiran akan memicu terjadinya konflik antar banjar, sebab banyak warga yang kerauhan. Karena itu, sangkepan barong kini tidak pernah diadakan lagi di Bangli.

Kendati demikian, di Bangli sejak pemerintahan Bupati I B Agung Ladip dilakukan aktivitas yang disebut Ngerebeg. Aktivitas ritual ini berlangsung di pusat Kota Bangli dan hingga kini masih tetap dijalankan. Prosesi Ngerebeg dilangsungkan di pusat kegiatan bisnis di Bangli, tepatnya di perempatan Catuspatha patung Tri Murti yang berlokasi di sebelah utara Pasar Kidul Bangli.

Secara rutin pada malam hari di saat Galungan atau Kuningan semua banjar adat yang berlokasi dekat jantung kota ini nedunang Ida Batara berupa arca barong untuk katuran ayaban sewentena (seadanya) dan caru agung. Namun, tidak hanya saat hari raya Galungan dan Kuningan diadakan ritual ngerebeg. Ritual ini juga dilakukan pada hari-hari lainnya seperti pada pangerupukan. Sebagaimana dilakukan oleh pengemong Ida Batara di Pura Puseh Bebalang. Biasanya di hari itu, Ida Batara akan diiring keliling desa.

Upacara ngerebeg sesungguhnya merupakan tradisi yang telah diwarisi umat Hindu di Bangli secara turun-temurun. Kegiatan itu merupakan ritual penyucian dan permohonan kepada Sang Hyang Catus Pata agar bisa turun ke jagat raya guna mensejahterakan umat. Selain itu menyelamatkan umat dari kemungkinan segala macam gangguan.

Kenapa hanya dilakukan di pusat kota? Hal itu disesuaikan dengan posisi perempatan yang mengarah ke empat banjar adat, yakni meliputi Banjar Kawan, Blungbang, Pande dan Banjar Geria. Keempat banjar ini masing-masing nyungsung arca barong di Pura Dalem yang terdiri atas Dalem PurwaDalem Gede SelaunganDalem Pegringsingan, dan Dalem Penunggekan. Keempat arca barong tersebut, pada saat berlangsungnya upacara akan menghadap ke masing-masing banjar adat.

Ida Batara di Dalem Purwa akan menghadap arah barat, Ida Batara Dalem Penunggekan menghadap ke selatan, Dalem Gede Selaungan menghadap ke utara, Ida Batara Dalem Pegringsingan menghadap ke timur. Posisi berhadap-hadapan yang dibagi dalam empat arah posisi desa itu disebut nyatur desa.

Setelah katuran ayaban, Ida Batara akan diarak malancaran mengelilingi masing-masing banjar penyungsung. Saat malancaran itu biasanya banyak pula yang kerauhan(kesurupan), bahkan tidak jarang banyak yang sampai ngunying/ngurek. Kendatipun jalannya ngerebeg di pusat kota baru ditertibkan beberapa waktu yang lalu, tradisi ini sebenarnya sudah diwarisi oleh masyarakat Bangli sejak mengenal keberadaan Barong Swari.

Angklung Bali

Angklung (dikenal sebagai Angklung Kelentungan) adalah suatu jenis alat musik tradisional yang terbuat dari empat kepingan logam, menghasilkan empat nada. Jenis gamelan seperti ini menghasilkan nada sedih, melankolis, dan lulling dinamis. Angklung merupakan bentuk gamelan tertua di Bali, berasal dari abad ke-10. Umumnya, Angklung dimainkan untuk mengiringi suatu upacara kremasi.

Untuk jenis musiknya, seperti yang dikutip dalam Babad Bali Abgklung memang memiliki jenis musik yang berlaras slendro, tergolong barungan madya yang dibentuk oleh instrumen berbilah dan pencon dari krawang, kadang-kadang ditambah angklung bambu kocok (yang berukuran kecil). Dibentuk oleh alat-alat gamelan yang relatif kecil dan ringan (sehingga mudah dimainkan sambil berprosesi).

Di Bali Selatan gamelan ini hanya mempergunakan 4 nada sedangkan di Bali Utara mempergunakan 5 nada.

Berdasarkan konteks penggunaaan gamelan ini, serta materi tabuh yang dibawakan angklung dapat dibedakan menjadi :

  1. Angklung klasik/ tradisional, dimainkan untuk mengiringi upacara (tanpa tari-tarian)
  2. Angklung kebyar, dimainkan untuk mengiringi pagelaran tari maupun drama.