TARIAN BALI BERDASARKAN TEMA YANG ADA

Maret 13th, 2018

Tema atau pesan inti, baik yang abstrak maupun naratif, masih saja menjadi salah satu unsur penting bagi penikmat tari Bali. Secara umum tema-tema yang bisa disampaikan dalam tari Bali dapat dibagi menjadi empat: dunia ke Tuhan-an, kehidupan alam, kepahlawanan dan kehidupan sosial.

Ada beberapa contoh tari Bali yang tergolong dalam tema diatas, yaitu:

 

  1. Tema Ketuhan-an (roh,arwah,leluhurdewa alam dan tuhan) menjadi sangat dominan dalam tari Bali, Tari Barong, Sanghyang, Rejang, Baris Gede dan lain-lainya adalah contoh tari Bali yang paling tua dengan tema yang berkaitan dengan ke Tuhan-an. Tarian yang bertema kehidupan spiritual seperti ini pada umumnya di anggap sakral berdasarkan pemantasannya yang dilakukan pada tempat dan ruang yang di anggap suci.

Dapat disimpulkan dari upacara keagamaan Hindu di Bali juga menjadi satu sumber penciptaan terhadap tarian baru. Di awal tahun 1950-an muncul tari pendet “Puja Astuti” yang diilhami oleh tari memendet yang dilakukan di pura-pura. Menjelang akhir tahun 1050-an  munculah tari kekebyaran denga tema yang sama yaitu Gabor dan Panymubrahma.

 

  1. Tema Kehidupan alam merupakan salah satu tema yang paling tua dalam tari Bali.Gerak-gerak binatang, air laut, angin, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya, menjadi sebagai salah satu sumber tema yang terpenting dalam tari Bali. Beberapa contoh Gerak tari yang menirukan fenomena alam adalah seperti kidang rebut muring, lelasan megat yeh, lelipi ngalih katak, gelatik mepeh dan lain-lainya.

Dalam palegongan, Legong Kuntul dan Legon Candrakanda adalah dua tarian yang yang bertemakan kehidupan alam. Legong Kuntul mengisahkan kedamaian kehidupan sekelompok burung bangau putih (kuntul) dan candrakanda menggambarkan gerak perputaran bulan dan matahari mengelilingi Bumi. Di awal 1950-an muncul tari Olegtambulilingan yang menggamberkan sepasang kumbang jantan dan betina yang sedang memadu kasih di taman bunga dan Margapati yang menggambarkan kegagahan dan keperkasaan harimau sang raja hutan. Memasuki tahun 1980-an muncul berbagai jenis tarian yang bertemakan kehidupan binatang diawali dengan Manukrawa, Kijang Kencana, Belibis dan khirnyan Cendrawasih.

 

  1. Tema kepahlawanan ialah muncul melalui Epos Ramayana dan Mahabharata yang kemudian disuburkan oleh cerita Malat dan munculnya Apapun sumber ceritanya, tema kepahlawanan pada umumnya memberikan pesan bahwa tidak ada yang lebih mulia dari bersabung nyawa untuk membela dharma (kebaikan). Di tahun 1970-an muncul sebuah tari kreasi Bebarisan yang menggambarkan prajurit gagah perkasa, di tahun 1980-an muncul sebuah tari yang bertemakan kepahlawanan salah satunya adalah Satya Brasta.

 

  1. Tarian yang bertemakan kehidupan sosial sejak dekaden dua puluh, tarian ini tarian ini meliputi yaitu Joged Bumbung, Gandrung, Janger yang di bawakan oleh masyarakat luar tembok puri dan selalu melibatkan interaksi pria dan wanita. Di tahun1950-an di Bali mulai muncul sejumlah tari kebyan Seperti nelayan, Tenun, Tani dan lain-lainya.

Ada sejumlah tarian Bali, yang masih bertahan hingga sekarang, yang tidak memiliki tema seperti di atas yaitu Trunajaya dan Kebyar Duduk. Truna jaya yang melukiskan gejolak emosi anak muda pada  saat memasuki massa akil balig sedangkan Kebyar Duduk melukiskan kelincahan seorang anak muda, yang bergerak dalam posisi jongkok sambil mendenganrkan ritme gambelan musik  kebyar.

Leave a Reply