Gambelan gong kebyar yang ada di banjar lepang

-Sebelum mengenal gambelan gong kebyar, di banjar lepang, desa takmung, kecamatan banjarangkan, kabupaten klungkung, ada sebuah barungan gambelan semarepegulingan saih lima atau bias juga di sebut gambelan pelegongan. Gambelan ini tidak ada yang tahu tahun berapa dibeli.
Semakin berkembangnya gambelan gong kebyar yang memiliki bilah sepuluh masyarakat yang ada di banjar lepang desa takmung ini mulai tertarik untuk memiliki gambelan gong kebyar tersebut, agar bisa di gunakan mengiringi tari-tarian dan di gunakan untuk melelambat di pura waktu ada piodalan. Semenjak itulah gambelan yang dulunya gambelan semarepegulingan saih lima itu di lebur dijadikan barungan gambelan gong kebyar pelawah dari gambelan semarpegulingan itu di bakar di pakai untuk melebur bilah krawang dari gambelan semarpegulingan itu di cetak ulang. sampai sekarang barungan gambelan gong kebyar itu masih di pergunakan.
Ketut Kerti ketua dari seka gong yang ada di banjar lepang menuturkan, gambelan gong kebyar ini sangat di rawat dengan baik karena gambelan ini sangat bersejarah. Tahun 1955 diperkirakan gambelan semarpegulingan yang ada di desa lepang itu di lebur dan dijadikan gambelan gong kebyar. dulu gambelan ini hanya memiliki 4 buah tungguh gangsa, 2 buah tungguh kantilan, 2 buah tungguh jublag, dan 2 buah tungguh jegogan. Karena instrument-instrumen gambelan gong kebyar yang ada di lepang itu tidak lengkap, masyarakat yang ada di banjar lepang menambahkan instrument yang kurang tersebut, dan sekarang gong kebyar yang ada di lepang sudah lengkap.

 

ULASAN ETNOMUSIKOLOGI DEFINISI DALAM DISIPINNYA

Jaap skunst mengubah nama musikologi kompratif pada seperempat abad yang lalu, karena menunjukkan bahwa studi ini adalah untuk music dari berbagai ras yang ada di dunia. Jaap skunst menciptakan istilah baru yaitu etnomusikologi, etnomusikologi artinya kumpulan music-musik yang ada di dunia. Ia juga mengindikasi bahwa music ini juga mengandung unsur sosiologi dan ilmu filsafat dan berbagai ragam filsafat. Sejak saat itu music yang dikenal dengan sebutan etnomisikologi berkembang sangat cepat di masing-masing daerah dan metode-metode yang digunakan dan berbagai disipin dan berbagai ragam filsafat. Etnomusikologi dapat didefinisikan kalau diberikan peralatan yang baik dibandingkan dengan artopologi atau ahli foklor ahli sarjana atau sosiolog. etnomusikologi adalah studi yang tentang suara yang terpola atau mempelajari dari masyarakat atau sarjana-sarjana yang memprodiksinya. musikolog mempelajari tentang music yang tertulis atau partitur yang sudah dicetak, sedangkan kita hanya memfokuskan perhatian kita ke penyajian music tanpa memperhatikan apakah terdapat perskripsi yang tertulis dari music yang disajikan atau tidak, serta menerimanya sebagai music. Semua music yang diproduksi oelh manusia memiliki ciri-ciri penting dua kali penyajian music yang siangap sama ternyata selalu memiliki perbedaan dalam music tersebut. Dan ini membawa kita kepada ilmu-ilmu sosial dan untuk digunakan sebagai penelitian music juga dapat diplajari sebagai suatu cara untuk memecahkan ssebuah masalah.

Studi tentang yang terjadi pada saat bersamaan adalah penting untuk pemahaman gaya dan permainan instrument-instrumen music. hal-hal yang penting adalah sebuah konsep-konsep yang terdapat pada angota masyarakat dan sebuah kebudayaan yang berkaitan yang berkaitan dengan music yang mereka kaitkan. Etnomusikologi mempelajari tentang menambah pengertian lebih luas tentang aspek-aspek sebagai contoh adalah tentang aspek-aspek yang diangap penting bagi mereka yang membantu dalam mentranskripsikan music-musik jelasnya dapat diplajari sebagai suatu cara memecahkan sebuah masalah non musical, music sebagai kultural yang sangat stabil dan juga memberikan tanda-tanda untuk menentukan persebaran ciri-ciri kebudayaan lain. Clark Wissler dalam bukunya tentang suka indah amerika (1922 : 155) disini dijelaskan bahwa music sangat penting karena dapat memiliki ciri-ciri kultural karena sangat berguna bagi penentuan ciri-ciri kebudayaan lain. Ciri-ciri kultural juga dapat diplajari tentang perbedaan music.

Etnomusikologi kita ambil bersamaan dengan disiplin-disiplin terhadap pandangan besar terhadap metode-metode, semua ini melindungi sempel yang sesuai dari bahan yang diplajari tentang etnomusikologi. Disini saya dapat menyimpilkan bahwa etnomusikologi adalah studi music tradisional, music yang diwariskan turun temurun di suatu daerah-daerah yang ada di dunia music ini tidak melalui tulisan, music ini juga selalu mengalami perubaham. Didalam buku etnomusikologi ini banyak manfaat dan teori-teori yang sangt penting dan luas yang diplajari di dalam buku ini. Dalam memplajari music, banyak hal yang harus kita pahami karena music bersifat sangat luas yaitu memplajari music yang berasal dari berbagai suku atau ras yang ada di dunia sehingga istilah etnomusikoloi menjadi sebuah disiplin yang didasari oleh hak-hak dan pandangan.

Ulasan Buku Etnomusikologi

Etnomusikologi diperkirakan muncul pada perang dunia ke 2 hal yang baru kemunculanya ini memiliki peranan sangat penting atas pengulangany ini. Perkembanganya ini sangat mudah dijangkau di daerah-daerah terpencil di dunia. Dan alat perekam suara dan alat perekan filem di daerah itu sangat mudah di temui dan perkembanganya sangat cepat, dan harganyalumayan murah. Pengumpulan koleksi-koleksi terhadap materi penting sudah maju dan sudah berkrmbang pada perang dunia ke-2, yang utama dalam majunya perkrmbanganya ini dikarenakan tersedianya tape recordr yang mudah dibawa kemana-mana yang dijual di pasar komersial sejak awal tahun 1950-an dan tape record berkembang lagi sesuai variasinya. di polandia rekaman rekaman sistematis dimulai sejak awal tahun 1950-an, rekaman ini berisi nyanyian-nyanyian rakyat dan music instrumental. Rekaman-rekaman ini disertai dengan buku seperti rekaman music yunani dan polandia mentranskripsikan music tradisional yang berbentuk notasi ini sangat penting dan dianggap tugas yang esensial. Para etimologi sekarang ini banyak memiliki dasar materi dari hasil penelitian yang dilakukan. Mulai dari rekaman-rekaman yang dilakuka, mengunakan tehnik rekaman yang menghasilkan rekaman yang bagus, serta materi-materi yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Tetapi music itu dapat dianalisa dengan tingkat kesulitan yang amat besar tetapi apabila music itu masih dalam bentuk dokumen, dalam tujuan awal untuk menganalisa struktur musical dan untuk mencari tau ciri khas dari sebuah music tesebut.

Fungsi soalial dari etnomusikologi ini adalah music yang intensif, music yang konteks kebudayaan dan diarahkan pada music-musik yag diarahkan pada music-musik masyarakat non literature,serta music-musik yang dari perkampungan kecil atau pedesaan yang cukup dibilang. Monograf-monograf tentang indian amerika mengumpulkan informasi dari para misionari dan dari laporan-laporan tentang bagaimana sejaah dari daerah itu sendiri dan kehidupan masyarakat yang ada disana. (MeAllester 1954; Merriam 1967; Nettl 1967-8) Ia juga meneliti tentang perbandingan sebua music yang ada di sebuah suku-suku yang ada di Indian-Amerika yang lain. Di eropa dilakukan studi yang baik bagi music-musik masyarakat yang berdiam di sebuah daerah terpencil atau suku-suku yang ada di eropa, seperti di Rumania, blorussia, jerman barat, dan klusen. Dan kemudian peneliti mencari karakteristik dari sebuah music yang berasal dari suatu wilayah di timur laut jerman. Untuk afrika yaitu tentang masyarakat berasal dari pantai gading yaitu adalah tentang instrument musical, dan music yang dalam pikiran dan kehidupan sosial dan budaya dri sebuah komunitas.lain halnya dengan masyarakat yang hidup di daerah Transvaal karyanya adalah sebuah teks nyanyian dan sebuah music serta pembahasanya mendetai dengan hubungan terkaitanya anak-anak yang ada disana dengan nyanyian-nyanyian. Di tempat lain Blacing mendukung yang brhubungan dengan yang berlatar belakang kebudayaan yang music itu sebagai hubunan suatu system yang menyeluruh.

Pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan oleh para peneliti sekarang mencari kebenaran sebuah hasil. Para etnomusikologi dari barat sekarang sedang dalam tekanan untuk membuktikan sebuah perbedaan music yang ada di daerah-daerah yang ada di dunia. Seorang peneliti yang handal dengan nara sumber yang ada di sekitarnya bias mendokumentasikan hal-hal yang penting untuk bias mempelajari tentang musik dari kebudayaan asing.

Penuuran

Saya akan mencoba menganalisa tabbuh penuuran. Tabuh penawuran ini adalah sebuah tabuh yang dimainkan pada saat upacara ngerebong di desa kesiman Denpasar. Tabuh ini dimainkan pada saat berkumpulnya semua sesuhunan yang disung-sung oleh masing-masing banjar yang ada di kesiman, maka saat itulah dimainkanya tabuh yang berjudul penawuran ini, penuturan masyarakat disana, apabila ada orang yang kerangsukan maka tabuh ini akan terus dimainkan, apabila tidak ada yang kerangsukan tabuh ini akan diberhentikan. tabuh ini dimainkan oleh seka gong yang ada di desa kesiman.

Tabuh penuuran ini sangat sederhana. Tabuh ini dimainkan oleh 16 orang, Tabuh ini terdiri dari 2 baris, pengawit tabuh ini diawali dengan instrument riong yang menyerupai permainan trompong sama halnya seperti tabuh lelambatan pada umumnya, hal tersebut hanya berlaku pada kawitan. Instrument riong dimainkan oleh 3 orang penabuh dengan mengunakan tehnik pukulan norot, dan kemudian instrument kendang yang dimainkan oleh 1 orang pemain kendang, tabuh ini hutungan ke-8 dan hitungan ke-16 jatuhnya jegogan dan hitungan ke-8 dan hitungan ke 14 juga jatuhnya kempur. Tabuh ini terdiri dari 2 baris, setiap baris terdiri dari 16 peniti dan pada hitungan ke 16 jatuhnya pukulan gong sebagi final dari sebuah tabuh panuuran ini.

Dalam analisa yang saya dengarkan dan saya lihat langsung proses tradisi ini yang saya dapat simpulkan dalam menganalisa tabuh penawuran ini adalah sebuah tabuh yang digunakan apabila ada banyak orang yang kerangsukan, kalau tidak ada yang kerangsukan tabuh ini akan diberhentikan, apabila banyak yang kerangsukan, tabuh ini akan dimainkan berulang-ulang.

 

ANALISA MUSIK JUKEBOX

Dalam analisa music jukebox ini saya menganalisa lagu daerah Sulawesi selatan yang berada di daerah makassarese yang berjudul jangan lea-lea music ini sebagai music sakral. Music ini sebagai rasa syukur masyarakat disana dan sebagai mususik sarana upacara, hal lainya dalam music ini adalah unsur suling instrument yang menjadi ciri khas makassarese. Suling ini bernama suling puwi-puwi, ciri khas instrument Sulawesi selatan.

Dalam analisa music yang berjudul jangan lea-lea ini yang saya dapat dengarkan adalah menonjolnya permainan suling dalam music ini dan begitu instrument-instrumen yang lainya di dalam music yang berjudul jangan lea-lea yang bersasal dari makassarese Sulawesi selatan ini. Instrument-instrumen yang lainya seperti gendang, music ini dimainkan bertiga, dua orang memainkan gendang dan satu orang memainkan suling yang khas dari daerah Sulawesi tengah kususnya di toraja.permainan gendang dalam music ini saling bergantian dan saling bersautan, di dalam permainan gendang ini memiliki pola-pola yang lain dari gendang yang satunya. Durasi dalam music ini adalah sekitar 29 menit.

Didalam analisa ini hal yang menarik dalam music ini adalah perbedaan pola dari instrument kendang yang satu dengan yang lainya. Yang menonjol dalam music ini adalah suara seruling, suling ini bernama puwi-puwi, puwi-puwi ini salah satu instrument tiup dengan bentuk yang cukup unik, alat music ini berupa trompet ini jhas sulawesui selatan ini berbentuk dengan cara memainkan alat music ini sama seperti dengan beberapa alat music dari daerah lain di Indonesia. Permainan instrument suling puwi-puwi ini yang merdu dan diikuti dengan permainan kendang yang memiliki perbedaan pola permainan kendang. Music ini tidak panjang, music ini terus mengulang, dari baru mulai sampai habis hanya mengulang permainan suling dan permainan kendang terus di ulang-ulang.

Dalam analisa ini yang saya dapat simpulkan dlam menganalisa music makassarese yang berasal dari Sulawesi selatan ini adlh sebuah music yang dimainkan bertiga yang terdiri dari instrument suling puwi-puwi , instrument khas Sulawesi setatan dan dua instrument gendang yang berasal dari Sulawesi setatan juga, didalam music ini yang paling menonjol adalah permainan suling yang begitu merdu, dan dibarengi dengan permainan gendang yang saling bersautan dengan pola-pola yang berbeda. Permainan suling yang mengulang-ngulang mudah untuk didengarkan tidakn ada hiasan dalam permainan suling ini. Music yang berjudul makassarese ini lebih menonjolkan permainan suling. Muasik yang berasal dari daerah Sulawesi selatan ini yang berjusul makassarese ini dimainkan sebagai music pertunjukan sebagai suatu rasa syukur masyarakan di Sulawesi selatan. Menurut saya music ini perlu dilestarikan agar tidak punah, diharapkan music ini bias tersu menerus selalu ada, agar para anak dan cucu dari desa tersebut dapat meneruskanya dan dapat melestarikan music-musik yang ada di desa makassarese yang berada di Sulawesi selatan.