Komunitas

This post was written by daniswara on Juli 15, 2014
Posted Under: Tak Berkategori

Nama : R. Satya Daniswara

Nim : 201312023

Prodi : Musik

LPM Farabi mempunyai komunitas yang cukup luas, kami tidak menyalurkan setiap siswanya, tapi biasanya siswa yang berbakat di LPM Farabi sangat mudah untuk terjun ke dunia musik, tidak sedikit siswa LPM Farabi yang berprestasi di dunia musik Indonesia. Misi dari LPM Farabi bahwa kami ingin mendirikan tempat belajar musik yang efektif, menyenangkan dan bermanfaat positif bagi anak negeri.

Efektif artinya LPM Farabi ingin membangun sistem pendidikan musik yang benar sesuai dengan standar terbaik yang ada di dunia pendidikan musik sehingga proses belajar mengajar menjadi berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan musik yang Baik.

 

Efektif artinya LPM Farabi ingin membangun sistem pendidikan musik yang benar sesuai dengan standar terbaik yang ada di dunia pendidikan musik sehingga proses belajar mengajar menjadi berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan musik yang Baik.

Menyenangkan artinya sedapat mungkin kami ingin menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga merangsang siswa untuk lebih tertarik dengan materi yg di berikan.

Bermanfaat artinya Musik tidak sekedar media hiburan tetapi juga melatih keseimbangan intelegensia serta kematangan emosional dari Orang yang mempelajarinya.

Visi LPM Farabi adalah Menjadi tempat Belajar musik Pilihan bagi Lingkungan dan masyarakat Sekitar.

Menurut Oka Orpicka GM Farabi – Bali,dalam perkembangannya Farabi – Bali telah menjadi komunitas positif bagi talenta-talenta musik di Bali. Secara rutin diselenggarakan Farabi Music Forum yang selalu diminati komunitas musik di Bali. juga kini sedang dikembangkan Farabi Ensemble. Musisi Dwiki Dharmawan,Direktur Farabi Music School juga sangat sering hadir di Farabi – Bali untuk memberikan workshop maupun supervisi secara langsung.

Program Musik LPM Farabi

CLASSICAL MUSIC

Lembaga Musik Farabi, selain memfokuskan program Musik Kontemporer, juga dilengkapi pengajaran yang bermutu jurusan musik klasik untuk siswa semua tingkat dan umur. Program musik klasik Farabi menekankan evolusi potensi individu dengan tujuan ke arah pengembangan apresiasi dan mendukung seni musik secara luas. Program musik klasik Farabi menggunakan metode pengajaran privat yang profesional dan terarah untuk siswa remaja dan dewasa, juga metode Suzuki atau metode pilihan lainnya diterapkan untuk anak-anak pelajar musik piano, biola dan alat-alat musik orkestra lainnya. Sebagai pelengkap workshop musik klasik diadakan secara rutin untuk setiap alat musik. Resital siswa diadakan setiap kenaikan tingkat secara menyeluruh.

Lembaga Pendidikan Musik Farabi memfokuskan siswa pada jurusan performans, atau penampilan pentas di samping kemampuan bermain di dalam kelompok atau ensambel orkestra. Para siswa musik klasik diarahkan sedemikian rupa sehingga dapat mengasah bakat dan potensi musik untuk dipersiapkan menjadi musisi profesional yang kompeten di bidangnya.

FACULTY MEMBER BIDANG MUSIK KLASIK LPM FARABI

Arly Budiono, Ketua Bidang Klasik dan Ketua jurusan Gitar

Lahir di Jakarta, 3 Januari 1953 menamatkan sekolah di Goethe Institut Muenchen Jerman Barat september 1974 dan dari tahun 1974 sampai tahun 1979 mengenyam pendidikan musik klasik jurusan gitar klasik di Hochschule Fuer Musik und Darstellende Kunst, WINA – AUSTRIA dengan gelar Master of Music. Pengalaman musik : Mengajar Gitar Klasik di Lembaga Pendidikan Musik FARABI sejak tahun 1972 sampai sekarang. Sejak tahun 1989 sebagai Dosen pada FPBS jurusan Musik IKIP Jakarta (sekarang UNJ). Sejak tahun 1984 – sampai sekarang sebagai Anggota Sub – Konsorsium Musik Departemen Pendidikan Nasional, dan sebagai Tim Penguji Ujian Negara bidang musik.

Tahun 1979 Roelly Boediono, seorang gitaris klasik yang belajar di Vienna Conservatory dan telah lulus sampai tingkat Master lembali ke Indonesia. Di Jakarta ia mendirikan Lembaga Pendidikan Musik dan Bahasa Farabi. Nama ‘Farabi’ diambil dari nama seorang Filsuf , Cendekiawan dan Seniman/musisi ulung pada abad ke 8 yang menciptakan ‘Al Kitab Al Musiq Qubra’ (kitab Musik Yang Agung) yang sampai sekarang menjadi rujukan Kitab Musik Modern.

Awal tahun 80an, Musisi Jazz Jack Lesmana mendirikan ‘Jack Lesmana Jazz Workshop’ bertempat di Farabi yang dulunya hanya mengajarkan musik klasik. Pada saat itu juga Farabi akhirnya mengkhususkan di bidang musik tidak ada lagi kursus bahasa. Selanjutnya nama workshop berkembang menjadi ‘Jack and Indra Lesmana Jazz Workshop’.

Tahun 1983 – 1986 Murid-murid oom jack banyak sekali dan pada akhirnya menjadi musisi musisi handal misalnya, Riza Arshad, Khrisna Balaghita, Anto Hoed, Dewa Budjana, Gilang Ramadhan. Belum lagi generasi berikutnya seperti Kadek Rihardika, Lian Panggabean, Ridho Slank, Gerry Herb, Taufan Goenarso, Donny Soehendra dll. Pada saat itu Dwiki Dharmawan yang juga satu band dengan Indra Lesmana di Krakatau sangat rajin mengikuti Jack Lesmana Jazz Workshop.

Sepeninggal Oom Jack, kegiatan jazz di Farabi meredup sampai akirnya tahun 1995 Dwiki Dharmawan menghidupkannya kembali. Bahu-membahu didukung oleh Oelle Pattiselanno, Gilang Ramadhan, Pra B Dharma, Indro Hardjodikoro, Anto Hoed, Lian Panggabean, Agam Hamzah, Kadek Rihardika, Harmonianto, Rio Moreno dll kembali Farabi berdiri dan perlahan – lahan kembali menjadi komunitas musik dan jazz yang begitu atraktif di Jakarta.

Dwiki terus mengembangkan ‘Farabi Jazz Forum’ yang kerap diisi oleh narasumber musisi handal dalam dan luar negeri, misalnya Chicago Jazz Quartet, peter Ypma, Carlo Actis Dato, Steve Thornton, Walfredo Reyes Jr, US Navy Band, Rene van Helsdingern, Glenn Dauna, Oelle Pattiselanno, Idang Rasyidi dan lain-lain.

Lembaga Pendidikan Musik Farabi sendiri akhirnya berkembang sampai memiliki 9 Branch yaitu di Bintaro Jaya, Hang Lekir, Bogor, kelapa Gading, Cempaka Mas, Cibubur, Denpasar, Medan dan Depok. Disamping pusatnya di Jl Darmawangsa XI/5. Mottonya adalah “Bakat Saja Tak Cukup (Talent is not enough).

Waktu berjalan 13 tahun Farabi pimpinan Dwiki Dharmawan terus menelorkan dan membina talenta talenta muda Indonesia menjadi musisi professional yang juga berhasil menginjakkan kakinya di dunia industri musik tanah air disisi lain tak lelah terus belajar dan belajar lagi.

Beberapa diantara lulusan Lembaga Pendidikan Musik Farabi yang kemudian saat ini sedang melanjutkan study nya di mancanegara : Pianist Sri Hanuraga (Aga) di Amsterdam School of Music,Double Bassist Indrawan Sinchan di Rotterdam School of Music, Guitarist Robert Mulia Rahardja (Berklee School of Music), Pianist Fransisca (Australian Institute of Music), Bassist Reno (A.I.M) dll.

Sedangkan nama nama beken diantaranya Guitarist Irfan dan Drummer Konde (Samson), Guitarist Ary Pramudito (Tompi/Groovology/Gruvi), Bassist Rishanda (Wong Pitor), Bassist Barry Likumahuwa, Drummer Didi Riyadi (Element), Drummer Brian (Sheila on 7), Drummer Rayendra, Giring (Nidji) yang justru pernah belajar Gitar klasik di Farabi, Adrie (Drummer Nidji), Drummer Alsa (Gita Gutawa Band), Drummer Demas (Kul Kul), Drummer Cilik Rafi yang justru memperdalam Bass dan Saxophone di Farabi, Indra Aziz yang mempelajari Saxophone di Farabi, Drummer gilang (Wayang Band), Vocalist MIKE Idol, Keyboardist Rifat (Maliq D’Essential), Joshua Suherman (Jointside), Band D’Massiv, Band Gruvi , Joy Tobing dan lain-lain

Banyak juga alumni Farabi yang kini lebih dikenal menjadi bintang sinetron, iklan dan selebritis seperti Agnes Monica (belajar violin), Tyas Mirasih (belajar gitar), Acha Septriasa (Belajar Vocal), Allisa Soebandono (belajar violin dan piano), Eva Celia (Belajar piano), Tengku Wishnu (belajar Vocal),Ussy (Vocal)….dan masih banyak yang lain,Pada Ajang2 Jazz Goes to Campus, Jak Jazz

farabifrb images

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address

Previose Post: