Teknik Dasar Bermain Drum

Teknik dasar bermain Drum

Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.

Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.

Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.

Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.

Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk…). Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:

Hihat cymbal:

‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″

Ride cymbal:

Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″

Crash cymbal:

Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain.

Efek cymbal:

Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.

Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:

Pedal:

Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.

Hihat stand:

Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.

Cymbal stand:

Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.

Snare stand:

Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.

Tom holder/tom stand:

Berguna untuk memasang tom-tom.

Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul

B. BELAJAR MAEN DRUM sm NOTASINYA !!

Hi Drummer pemula! Di artikel ini akan dijelaskan cara mudah untuk memulai permainan drum. Yup, playing drums is easy, but it’s hard to mastered it! Nah, jadi siapa bilang kalau main drum itu mudah?

Pertama, untuk memulai belajar main drum anda tidak perlu sebuah drum. Yang anda perlukan hanya duduk didepan komputer ini. Lho? Gimana cara? That’s easy!!! Buatlah delapan ketukan dengan tangan kanan anda, tapi bunyi hitungan adalah ” 1 and 2 and 3 and 4 and” (bahasa inggris). Pada setiap angka dan “and” yang anda sebutkan buatlah pukulan bersamaan dengan hitungan. Lakukan!

“one and two and three and four and”

Sudah? Nah, itu adalah ketukan 1/8. Ingat, 1/8.

Nah, sekarang buat ketukan dengan tangan kiri pada hitungan “two” dan “four”. Tangan kanan tetap membuat ketukan seperti yang pertama. 1 2 3 4… Mulai!

“one and two and three and four and”.

Sudah? mudahkan? Tapi itu belum semua… step terakhir adalah membuat ketukan dengan kaki kanan yang jatuhnya pada hitungan “one” dan “three”. Tapi lagi2 tangan kanan dan kiri tetap melakukan hal yang sudah anda lakukan tadi, kaki kanan tinggal memperkaya ketukan2 itu. 1 2 3 4… mulai!

“one and two and three and four and….”

Wow! Selamat, anda sekarang sudah bisa dibilang seorang ‘drummer’. Tapi ingat, itu hanya permulaan. Untuk menguasai drum secara hampir menyeluruh anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 6 tahun, atau bahkan lebih.

Pada drumset nantinya, tangan kanan anda ditempatkan pada cymbal hihat (biasanya terletak pada sisi kiri anda) atau cymbal ride yang biasanya terletak di sisi kanan anda. Tangan kiri pada snare drum yang sudah pasti terletak diantara kaki anda dan kaki kanan ditaruh diatas pedal bass drum. Dan anda tinggal melakukan pukulan2 itu dan sambung pukulan itu sehingga membentuk beat yang panjang. Menyambung pukulan2 itu mudah, ketukannya akan menjadi…

“”one and two and three and four and one and two and…. dst”

C. RUDIMENT !!

Rudiment/Basic sticking adalah pukulan-pukulan dasar pada permainan drum. Setiap pola pukulan dibawah ini sangat penting untuk dikuasai karena sangat berpengaruh pada permainan drum dan sangat banyak digunakan.

Keterangan:

R = Tangan kanan memukul

L = Tangan kiri memukul

Single Stroke

R L R L R L R L

Double Stroke

R R L L R R L L

Triple Stroke

R R R L L L R R R L L L

Paradiddle

R L R R L R L L

Paradiddle-diddle

R L R R L L

Triplet/rough

R R L R R L atau L L R L L R

D. CARA PEGANG stick !!!

Ada dua cara memegang stick:

1. Matched grip (lihat gambar I)

2. Traditional grip (lihat gambar II)

Matched grip mempunyai 2 cara memegang yang berbeda:

A. Closed hand/tangan tertutup dimana pukulan sangat mengandalkan lengan dan pergelangan tangan sehingga pukulan menjadi kaku dan tangan cepat lelah, kecepatannya pun sangat terbatas.

B. Open hand/tangan terbuka dimana ibu jari dan telunjuk yang digunakan untuk menjepit stick, sedangkan ketiga jari lainnya seperti jari tengah, jari manis dan kelingking berperan untuk mendorong stick. Ketika stick yang didorong menyentuh drumhead, maka secara otomatis stick akan memantul kembali, gunakan pantulan itu untuk membuat pukulan berikutnya (ketiga jari mendorong stick itu kembali). Lakukan secara berulang-ulang, seperti mendribble bola basket saja.

Traditional grip

Perbedaan grip ini adalah pada tangan kiri, dimana stick dijepitkan di ibu jari dan ditaruh diantara jari tengah dan jari manis. Ibu jari yang berperan untuk mendorong stick. Sedangkan untuk tangan kanan cara memegangnya tidak ada perbedaan, seperti matched grip saja Traditional grip memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang matched grip karena mengontrol tangan kiri jauh lebih rumit.

Awal dari Traditional grip

Traditional merupakan cara memegang stick yang pertama digunakan, dimulai dari tahun 1600. Sebenarnya traditional grip diperlukan untuk keperluan drummer marching band pada saat itu yang dimana mereka menaruh snare drum dengan cara mengikatnya (seperti tas) dan talinya dilingkarkan dibahu, sehingga posisi snare drum miring kearah kanan. Karena posisinya miring kearah kanan, maka tangan kiri memakai grip yang berbeda dengan tangan kanannya guna untuk meraih snare drum tersebut (tangan kiri seperti memegang pensil, tetapi stick ditaruh diantara 2 pasang jari dan dijepitkan di ibu jari).

Tahun 1840 drumset baru ditemukan (snare, bass dan tom-tom) dimana tiga drum dimainkan dengan satu orang. Karena traditional grip merupakan kebiasaan turun-temurun yang berawal dari marching, maka traditional grip digunakan juga pada drumset. Kemudian lagi-lagi kebiasaan ini berlanjut dengan akhirnya pada pertengahan tahun 1960, Ringo Starr (drummer The Beatles) mengambil langkah maju dengan memegang stick pada posisi yang sama (tangan kiri sama seperti tangan kanan), sehingga seperti orang yang memegang dua buah palu. Yang kemudian dinamakan matched grip. Ternyata dengan menggunakan matched grip maka dengan mudah pemain drum dapat mengeluarkan power/tenaga yang diinginkan dan juga pukulan pada tangan kirinya menjadi lebih akurat.

Dan akhirnya keduanya pun dapat digunakan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum, untuk lagu yang lembut dan memerlukan sentuhan, maka traditional griplah yang ‘bebicara’, sedangkan untuk memainkan groove/beat yang solid dan lagu yang lebih modern (rock), matched grip yang paling cocok.

Menginjak pedal

Cara menginjak pedal ada 2 macam yaitu:

1. Heel down (lihat gambar A)

2. Heel up (lihat gambar B)

Kedua posisi kaki tersebut dapat dilakukan sesuai dengan aliran lagu dan selera pemain drum. Jika anda pemain jazz (swing, pop jazz) maka heel down merupakan pilihan yang tepat, tetapi jika anda pemain rock atau fusion dan funk maka heel up diperlukan untuk menciptakan groove yang lebih solid karena kecepatan dan kekuatan kaki akan bertambah.

Heel down sangat mengandalkan pergelangan kaki untuk memukul. Jadi, anda jangan berharap untuk medapatkan pukulan yang keras dengan posisi ini, hanya buang-buang tenaga saja.

Heel up menggunakan ujung kaki untuk menginjak pedal sehingga semua tenaga dapat dikerahkan. Untuk mendapatkan kecepatan yang lebih pada saat heel up, posisi kaki dimundurkan sehingga pada saat menginjak pedal (pada saat menginjak pedal kaki jangan ditahan tapi dilepas kembali), maka pedal akan kembali pada posisi semula karena ditarik oleh pegas dan anda tinggal menginjaknya lagi untuk memukul.

E. teknik memukul !!!

Masih banyak drummer-drummer baru, bahkan yang sudah lama bermain drum tidak mengetahui pukulan yang dinamankan rimshot.

Suatu hari ketika saya menjadi salah seorang tim penilai pada saat audisi festival drum (music) tahun 2000, saya melihat 2 atau 3 orang drummer yang main dengan pukulan yang keras, tetapi kenapa suara snare-nya tetap saja tidak terdengar (terdengar sih, tapi suara pelan dan tidak tajam). Dan sepertinya dia mencoba memukul keras-keras snarenya supaya terdengar, tetapi sia-sia. Kemudian saya lihat yang ternyata dia tidak menggunakan teknik Rimshot pada snare-nya sehingga suaranya pelan dan tidak tajam.

Banyak drummer yang susah payah mencari suara snare yang bagus, sampai-sampai mereka mengganti head, men-tune snarenya dengan tensi yang berbeda-beda dan bahkan ada juga yang sampai membeli snare baru. Mereka tidak tahu kuncinya untuk mendapatkan suara snare yang tajam dan bagus…yaitu Rimshot!

Sebenarnya tidak ada salahnya anda tidak menggunakan rimshot. Teknik memukul biasa sering digunakan pada lagu-lagu country, pop. Tetapi jika anda memainkan musik rock, fusion, funk, latin, jazz dan metal yang anda butuhkan andalah RIMSHOT!

Jika anda belum tahu mengenai rimshot, lihatlah gambar dibawah ini.

Ini adalah pukulan biasa. Ujung stick hanya memukul drumheadnya saja, suara yang dihasilkan tidak terlalu fokus apalagi jika dipukul keras dan drumheadnya akan cepat menjadi cekung.

Ini adalah pukulan Rimshot. Stick mengenai drumhead dan rim pada snare secara bersamaan, sehingga suara yang dihasilkan nyaring, penuh dan tajam, dengan pukulan seperti ini maka drumhead, rim dan shell akan ‘bersuara’ sehingga lebih terdengar karakter snare drumnya. Biasakanlah bermain dengan menggunakan teknik ini. Teknik ini merupakan keharusan jika anda hendak rekaman. Jadi, biasakanlah menggunakan teknik ini pada setiap lagu yang anda mainkan.

 

www.klinikdrum.com/kenal/apaan.html

belajardrum-aziz.blogspot.com/…/cara-memegang-stik-posisikaki.html

amripowers.files.wordpress.com/2010/12/teori-dasar1.docdrumer drum drmming

Musik Sebagai Sarana Pendidikan

Musik sebagai sarana Pendidikan

Musik sebagai saran pendidikan tentu saja akan sangat baik , dimana musik akan mampu meningkat kan otak manusia untuk lebih berfikir , mengrileks kan segala fikirian . Musik juga dapat membantu anak-anak dalam perkembangan nya , tentu saja musik yang baik untuk anak-anak adalah contoh lagu alpabet , 1 + 1 dll . Dimana si anak akan merangsang otaknya agar mengetahui isi dari lagu itu tersebut dan membantu mereka di dalam pelajaran untuk pendidikan nya . nah sekarang bagaimana bila anak mendengarkan lagu yang tidak baik untuk pendidikan nya misalnya lagu dangdut contoh cinta satu malam ? menurut saya mungkin mereka belum mengerti tentang apa makna isi dari lagu tersebut tapi si anak akan mulai berfikiran kurang cerdas dan mengikuti apa yang ada di isi lagu tersebut tentu saja peran orang tua sangat dibutuhkan di sni agar anak tidak mendengarkan lagu tersebut yang akan berdampak buruk bagi pendidikan nya .

Di dunia pendidikan musik sangat membantu sekali karena biasanya sekolah sering mengadakan atau mengkombinasikan segala acaranya dengan musik sebagi hiburan untuk siswa dan gurunya . Selain itu juga musik membantu anak-anak untuk mendapatkan prestasi dia di luar sekolah , jadi anak mendapatkan karakter dia sendiri dengan bermain musik di luar sekolah sehingga anak akan dapat bersolisasi dengan teman-teman nya .

Kita tak bisa pungkiri bahwa musik sangat berpengaruh terhadap pendidikan di indonesia kenapa saya mengatakan demikian ? karena musik akan meningkatkan kinerja otak kanan kita agar lebih baik lagi dan musik memberikan sesuatu yang berbeda bagi peminatnya seperti saya .

Jadi , bisa kita simpulkan bahwa musik sebagai saran pendidikan adalah sangat mendukung tergantung dari musik/lagu yang kita dengarkan akan menuntun kita , misalnya kamu lagi galau kemudian kamu dengarkan lagu cinta yang sedih-sedih maka apakah yang terjadi dengan kamu ? dan kemudian sebaliknya kamu lagi galau dan kamu mendengarkan lagu yang semangat contoh ya musik dj apakah yang terjadi dengan kamu ? nah bisa dijawabkan pertanyaan nya , menurut saya seperti itu tergantung lagu apa yang kita dengar maka pendidikan kita pun akan semakin bagus , bagi remaja sekarang ini tidak bisa dipungkiri bahwa hampir rata” remaja suka lagu cinta .

idak perlu dipungkiri, musik mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan kita. Dan pengaruh positif musik dalam kehidupan kita merupakan suatu topik menarik untuk dibicarakan. Menarik karena pengaruh positif tersebut relatif tidak terlihat [intangible] walaupun konkrit [dapat kita rasakan]. Pengaruh positif musik tersebut bahkan sudah terjadi pada saat awal perkembangan kita sebagai individu.

Musik terbukti sangat membantu perkembangan otak, perkembangan indera, perkembangan kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial anak usia dini [hingga 6 tahun]. Dalam beberapa penelitian neuromusikal, musik terbukti membantu perkembangan otak manusia khususnya pada planum temporale bagian kiri, di mana bagian otak ini berperan besar dalam perkembangan bahasa. Dengan hasil penelitian ini, musik dianggap mampu membantu perkembangan bahasa anak.

Sebuah fakta menarik tentang perkembangan bayi terjadi pada awal abad 20: Di panti-panti asuhan di Eropa dan Amerika terjadi bencana besar di mana angka kematian bayi berusia di bawah satu tahun mendekati 100%, walaupun bayi-bayi itu mendapatkan nutrisi yang cukup. Bencana tersebut mulai dapat teratasi di sebuah panti asuhan di Jerman, setelah pihak panti asuhan menyewa seorang wanita sebagai pengasuh untuk memberikan stimulasi afeksi pada bayi-bayi di sana. Angka kematian yang mendekati 100% tersebut secara drastis menurun setelah bayi-bayi itu diberikan cinta dan sayang oleh si pengasuh.

Bagaimanakah memberikan rasa cinta dan sayang kepada bayi? Tiga cara utama untuk mengkomunikasikan cinta dan sayang kepada bayi adalah melalui berbicara, bernyanyi, dan memberikan sentuhan. Kegiatan musikal dapat dengan baik menyampaikan cinta dan sayang itu kepada bayi. Salah satu metode yang efektif dan sering digunakan adalah motherese. Motherese adalah cara khusus berbicara ibu kepada bayinya. Cara ini sarat dengan elemen musikal melalui variasi tinggi nada suara, irama, dinamika, dan warna suara ibu [atau pengasuh]. Ingat-ingatlah kembali ketika Anda melakukannya pada anak Anda [atau keponakan Anda. Dengan cara ini anak bukan hanya merasakan cinta dan sayang, namun ia juga mulai belajar bahasa lisan.

Rangsangan ritmik pada bayi berupa timangan juga terbukti membantu anak untuk lebih cepat mendapatkan bobot yang optimal. Dalam timangan, anak diajak untuk melibatkan seluruh tubuhnya melakukan gerakan ritmik, gerakan teratur berdasarkan ketukan tertentu. Anak yang mendapat timangan juga akan lebih cepat dalam perkembangan indera penglihatan dan pendengaran, serta terbukti lebih cepat mendapatkan siklus tidurnya.

Kegiatan bermusik juga membantu perkembangan kemampuan motorik anak. Secara alamiah, elemen ritmik pada musik dapat membuat anak menggerakkan tangan, kepala, dan kakinya. Dengan cara yang tepat, rangsangan ritmik pada anak akan membuatnya belajar mengkoordinasi organ tubuhnya untuk berespon atau melakukan sesuatu dengan baik dan benar [memegang sesuatu, melompat, berjinjit, dll.

Melalui musik, anak juga belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Sebagai contoh adalah permainan hom pim pa, dan sut. Dalam permainan ini kemampuan anak untuk mengeksekusi gerakan sesuai ritme sangat diperlukan: jika terlambat akan dianggap curang, jika terlalu cepat akan sangat dirugikan. Hampir seluruh permainan anak-anak yang dilakukan bersama-sama menggunakan musik dalam bentuk gerak dan lagu. Gerak dan lagu ini membantu anak untuk melibatkan aspek motorik, intelektual, dan emosi anak dalam sebuah kegiatan bersama.

Jika kita perhatikan dengan seksama beberapa paragraf di atas, kita dapat melihat bahwa musik dapat membantu anak-anak untuk mengaktualkan potensi motorik, intelektual, dan emosinya. Dan jika kita rujuk pada akar kata pendidikan [Inggris: education, dari bahasa latin: educare yang berarti mengeluarkan, mengaktualkan, dan mengembangkan potensi seseorang] maka musik adalah juga sarana pendidikan bagi anak. Musik dapat membantu anak untuk berkembang, untuk mengaktualkan potensi-potensinya.

musik merupakan suatu karya seni yang menjadi media untuk menggungkapkanperasaan seseorang dengan cara menuangkannya melalui alunan nada ataupunmelodi, baik dalam bentuk vokal maupun instrumental. PendapatAristoteles di atasdapat kita kembangkan untuk mencari fungsi atau manfaat musik.

Pertama

, musikbermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. Menurut

Campbel,

musikmampu menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis. Stimualan ini kemudianditangkap oleh pendengaran kita dan diolah di dalam sistem saraf tubuh sertakelenjar otakyang mereorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusiasehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang lebih baikakan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik.Dengan sistem kekebalaan yang lebih baik, tubuh menjadi lebih tangguh terhadapkemungkinan serangan penyakit.

Kedua,

musik dapat meningkatkan intelegensi karena rangsangan ritmis mampumeningkatkan fungsi kerja otak kita. Ritme internal yang dihasilkan musik membuat saraf-saraf otak bekerja, rasa nyaman dan tenang yang distimulasi musikmembuat fungsi kerja otak bekerja optimal. Bila hal ini sering dilakukan, fungsikerja otak kita akan semakin prima, sehingga kemampuan berpikir kita lebih jernihdan tajam, serta bisa mencegah kepikunan(alzheimer). Perlu kita ketahui bahwa bagian kanan otak kita berkaitan dengan kecerdasan dan perkembangan artistikdan kreatif, bahasa, musik, imajinasi, warna, pengenalan diri, sosialisasi danpengembangan kepribadian. Karena itu, rangsangan ritmis dari musik yangdiperdengarkan juga dapat

meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkankreativitas, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat kita.

Ketiga

, musik bisa menimbulkan reaksi psikologis yang dapat mengubah suasanahati dan kondisi emosi,sehingga musik bermanfaat sebagai relaksasi yang dapat menghilangkan stress, mengatasikecemasan, memperbaiki mood dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Sebagai sebuah bentuk seni, musik tak hanyamenciptakan harmoni nada yang enak didengar, tetapi juga memberikan kesanindah yang mampu menggugah dan mengantarkan manusia pada kesadaran yangdalam dan penuh, menelusuri lorong-lorong hampa dalam ketidakberdayaan

 

http://pedrysiregar.blogspot.com/2013/04/musik-sebagai-sarana-pendidikan.html

ruangpsikologi.com/pendidikan/musiksebagai-sarana-pendidikan-anak/

blog.umy.ac.id/putrialfa/2014/…/musiksebagai-sarana-pendidikan-anak/

Tari Jaipong

Nama : R. Satya Daniswara

Nim     : 201312023

Prodi   : Seni Musik

 

 

Tari Jaipong

 

Tari Jaipong atau dikenal sebagai Jaipongan adalah tarian yang diciptakan pada tahun 1961 oleh Gugum Gumbira. Pada masa itu, ketika Presiden Soekarno melarang musik rock and roll dan musik barat lainnya diperdengarkan di Indonesia, seniman lokal tertantang untuk mengimbangi aturan pelarangan tersebut dengan menghidupkan kembali seni tradisi. Tari Jaipong merupakan perpaduan gerakan ketuk tilu, tari topeng banjet, dan pencak silat (bela diri).

Ketuk tilu sangat populer di desa, tetapi pada saat itu dianggap buruk di kalangan perkotaan, karena gerakannya yang sensual, bahkan erotis. Tak jarang penari ketuk tilu merangkap juga sebagai pelacur. Dalam karyanya, Gugum Gumbira pada saat itu berusaha melestarikan bentuk dasar ketuk tilu, tetapi dengan tempo musik yang dipercepat. Sehingga membuat penari menjadi lebih aktif. Ia juga mempertahankan bentuk tradisioanl ketuk tilu, di mana penari merangkap sebagai penyanyi, tetepi dipadukan dengan gamelan urban dengan ditambah suara kendang. Nama jaipong adalah onomatope dari suara kendang yang sering terdengar di antara tarian ini. Mulut penonton dan pemain musik biasanya meneriakan aksen tiruan dari suara kendang: ja-i-pong, ja-ki-nem, atau ja-i-nem. Ada juga yang mengatakan bahwa nama jaipong mengacu pada bunyi kendang: plak, ping, pong.

Pada awal kemunculannya, jaipong merupakan tarian modern yang berbeda dari tarian-tarian tradisional Sunda sebelumnya yang mengedepankan sopan santun dan kehalusan budi para penarinya. Penari (yang biasanya perempuan) bahkan menundukkan pandangannya, dan tak boleh menatap pasangannya. Lain dengan jaipong yang pada saat itu terpengaruh juga oleh budaya dansa Barat di ball room, penari diharuskan fokus menatap pasangannya sebagai bentuk komunikasi visual.

Tari jaipong mulai ditampilkan di depan umum pada 1974 dalam Hong Kong Arts Festival, melibatkan penyanyi-penari Tatih Saleh, Gugum Gumbira sebagai koreografer, dan Nandang Barmaya, seorang musisi sekaligus dalang. Ketika itu pemerintah sempat berupaya melarang tarian ini karena dirasa cenderung amoral dan sensual. Tetapi alih-alih meredup, jaipong malah makin populer, terutama di era 80-an. Bentuk tari jaipong kala itu tidak lagi disajikan sebagai tarian pergaulan seperti ronggeng, tayub atau ketuk tilu, di mana posisi penonton sejajar dengan penari, tetapi sebagai tarian panggung. Jaipong biasa dilakukan oleh penari perempuan, tetapi bisa juga dilakukan secara berpasangan.

–          Gerakan Jaipong

 

Jaipong memiliki dua kategori dalam gerakannya:

 

–             Ibing Pola (Tarian Berpola)

Tarian ini biasanya dilakukan secara rampak (berkelompok) dikoreografi, disajikan dalam panggung untuk kebutuhan tontonan saja.

 

–           Ibing Saka (Tarian Acak)

Penyajian jenis ini populer di kawasan Subang dan Karawang, disebut juga sebagai Bajidor. Bajidor sendiri sering diasosiasikan sebagai akronim Barisan Jelama Boraka (Barisan Orang-orang Durhaka). Tarian ini lebih merakyat karena, posisi penonton sejajar dengan penari. Dan penonton bisa ikut menari.

 

–          Pola Jaipong

Rangkaian gerak tari jaipong dapat dibedakan menjadi empat bagian:

 

–          Bukaan, merupakan gerakan pembuka,

–          Pencugan, merupakan bagian kumpulan gerakan-gerakan,

–          Ngala, bisa juga disebut titik merupakan pemberhentian dari rangkaian tarian, dan

–          Mincit, merupakan perpindahan atau peralihan.

 

Gerakan dasar tarian ini sering disebut 3G akronim dari Geol (gerakan pinggul memutar), Gitek (gerakan pinggul menghentak dan mengayun), Goyang (gerakan ayunan pinggul tanpa hentakkan). Dewasa ini tari jaipong boleh disebut sebagai salah satu identitas Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara penting di Jawa Barat. Tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat biasa disambut dengan pertunjukan tari jaipong. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara.Tari Jaipong juga banyak memengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong.

Sejarah Tari Jaipong

Jaipongan termasuk ke dalam seni tari kreasi yang mendapat pengaruh dari tari Ronggeng, Ketuk Tilu, dan Kliningan. Tari-tarian di atas sudah lebih dulu populer di wilayah Jawa Barat. Sebelum kesenian Jaipongan diciptakan, tari pergaulan yang populer di Jawa Barat terbagi menjadi dua, yaitu dansa untuk masyarakat perkotaan dan tari tradisional seperti Ronggeng dan Ketuk Tilu di kalangan warga pedesaan.

Seiring berjalannya waktu, jenis-jenis kesenian di atas mulai memudar sementara tari-tarian baru mulai bermunculan. Salah satu tarian yang populer dan memiliki banyak penggemar adalah tari Kliningan yang sering dipertunjukkan di kawasan Karawang, Bekasi, Subang, Purwakarta, dan wilayah-wilayah di bagian utara Jawa Barat. Tari-tarian di atas kemudian menjadi inspirasi dari lahirnya tari Jaipongan pada tahun 1960-an.

Awalnya, kemunculan kesenian Jaipongan mengundang kontroversi karena gerakan dan pakaian penarinya dianggap erotis. Meski demikian, tari Jaipong tetap memiliki banyak penggemar dan kerap dipertunjukkan di berbagai acara. Jaipongan berkembang pesat mulai tahun 1970 dan hingga kini menjadi salah satu kesenian paling populer di Jawa Barat.

Tari “Daun Pulus Keser Bojong” serta “Rendeng Bojong” adalah 2 kreasi tari Jaipong pertama yang dikenal luas di Jawa Barat. Beberapa penari Jaipong yang populer pada masa ini adalah Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Barulah pada tahun 1980 hingga 1990-an, jenis-jenis baru dari tari Jaipong seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lain sebagainya mulai bermunculan yang diikuti dengan hadirnya nama-nama pejaipong handal yaitu Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, serta Miming Mintarsih.

Kini, Jaipong dianggap sebagai salah satu kesenian utama di Jawa Barat. Pertunjukan tari Jaipong selalu masuk ke dalam agenda penyambutan tamu-tamu penting atau perayaan acara-acara istimewa di Jawa Barat. Tak hanya di Indonesia, Jaipong juga sering ditampilkan di luar negeri dalam rangka memperkenalkan budaya dan kesenian Jawa Barat ke mancanegara.

Tari Jaipong lahir dari kreatifitas seorang seniman Bandung bernama Gugum Gumbira yang menaruh perhatian besar pada kesenian rakyat seperti tari pergaulan Ketuk Tilu. Gugum Gumbira memang sangat mengenal pola-pola gerak tari tradisional Ketuk Tilu, seperti gerak bukaan, pencugan, nibakeun, dan gerakan-gerakan lainnya.

 

Pada awal kemunculannya, Tari Jaipong disebut dengan Ketuk Tilu Perkembangan karena tarian ini memang dikembangkan dari tari Ketuk Tilu.

Karya Gugum Gumbira yang pertama kali dikenal masyarakat adalah Tari Jaipong “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong”. Dari kedua jenis tarian itu, muncullah sejumlah nama penari Jaipong yang terkenal seperti Tati Saleh, Eli Somali, Yeti Mamat, dan Pepen Dedi Kurniadi. Kemudian pada tahun 1980-1990-an, Gugum Gumbira kembali menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, dan lain-lain. Kembali lagi muncul penari-penari Jaipong yang handal seperti Ine Dinar, Aa Suryabrata, Yumiati Mandiri, Asep Safaat, Iceu Effendi, dan beberapa penari lainnya.

Bisa dikatakan, Tari Jaipong sudah menjadi salah satu ikon keseniaan Jawa Barat, dan sering dipertontonkan pada acara-acara penting untuk menghibur tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. Juga, saat melakukan misi kesenian ke mancanegara. Padahal di awal kemunculannya, tarian ini sempat menjadi perbincangan hangat, terlebih karena gerakan-gerakannya yang dianggap erotis dan vulgar. Tapi hal itu justru membuat Tari Jaipong mendapatkan perhatian dari media, termasuk ditayangkannya Tari Jaipong pada tahun 1980 di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Semenjak itu, Tari Jaipong semakin populer dan frekuensi pementasannya pun semakin bertambah.

Kelahiran Tari Jaipong pun menginspirasi para penggerak seni tari tradisional untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Kemunculan jenis tarian ini juga membuka lahan usaha bagi para penggiat seni yang membuka kursus untuk belajar Tari Jaipong. Sementara pengusaha hiburan malam memanfaatkan Tari Jaipong untuk memikat pengunjung tempat usahanya.jaipong tr jaipong

Sejarah musik Jazz

Sejarah Musik Jazz

 

Jazz adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band.

Jazz adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa.

-Subgenre: Avant-jazz – Bebop – Chamber jazz – Cool jazz – Creative jazz – Dixieland – Free jazz – Gypsy jazz – Hard bop – Jazz fusion – Milo jazz – Modal jazz – M-Base – Smooth jazz – Soul jazz – Trad jazz.

-Genre campuran (fusion):

Acid jazz – Calypso jazz – Jazz blues – Jazz fusion – Jazz rap – Nu jazz – Smooth jazz.

Alat musik/instrumen yang biasanya digunakan dalam musik jazz adalah Gitar – Gitar bass – Saksofon – Trombon – Piano – Klarinet – Terompet – Double bass – Drum – Vokal.

Satu elemen penting dalam jazz adalah sinkopasi.

Bentuk turunan dari musik jazz adalah Jazz Latin – Swing – Mini-jazz

Yang menarik adalah bahwa asal kata “jazz” berasal dari sebuah istilah vulgar yang digunakan untuk aksi seksual. Sebagian irama dalam musik jazz pernah diasosiasikan dengan rumah-rumah bordil dan perempuan-perempuan dengan reputasi yang kurang baik. Dalam perjalanannya kemudian, jazz akhirnya menjadi bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, yang merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musisi jazz biasanya mengekspresikan perasaannya yang tak mudah dijelaskan, karena musik ini harus dirasakan dalam hati. “Kalau kau menanyakannya, kau tak akan pernah tahu” begitu menurut Louis Armstrong.

Musik Jazz sendiri lahir di Amerika Serikat tahun 1868. Hal itu adalah yang ditulis oleh para peneliti sejarah jazz dan yang telah disepakati oleh berbagai pihak. Walaupun musik jazz lahir di Amerika Serikat, namun kini jazz bukan lagi hanya milik bangsa Amerika, melainkan sudah menjadi sebuah warna musik yang dimiliki oleh seluruh masyarakat dunia.

 

Awalnya, musik jazz lahir dengan dasar Blues. Kemudian pada sekitar tahun 1987 mulai dikenal bentuk Rag Time, yang pada waktu itu berupa permainan piano di bar-bar. Blues dan Rag Time berkembang menjadi Boogie – Woogie. Bentuk-bentuk tersebut selain merambah pada jalurnya sendiri, juga berkembang menelusuri perjalanan musik jazz.

 

Para peneliti musik mengemukakan, bahwa bentuk musik jazz yang dapat dianggap sebagai bentuk awal yang berkembang dari zaman ke zaman sampai bentuk jazz yang ada saat ini, adalah bentuk musik jazz yang terdapat sekitar tahun 1915 – 1917. Pada masa itu, para negro di New Orleans memainkan musik jazz yang memiliki corak yang khas, sehingga dikenal sebagai jazz New Orleans.

 

Para musisi jazz New Orleans, menyajikan penampilan mereka di bar, rumah judi, bahkan tempat-tempat pelacuran yang di masa itu sangat tumbuh subur di New Orleans. Karena dianggap mengurangi perhatian masyarakat terhadap pemerintahan dan banyak terjadinya tindak kriminal, maka pada tahun 1917 tempat hiburan hampir di seluruh New Orleans ditutup. Musik Jazz lalu berkembang keluar dari kota New Orleans.

Para musisi jazz yang berasal dari New Orleans mulai membawa musik jazz menelusuri sungai Mississippi, terus ke arah utara hingga sampai di Detroit. Di tahun 1920-an musik jazz telah berkembang di New York, Cichago, Memphis dan kota-kota besar di Amerika Serikat.

Sumber kebudayaan jazz dapat disimpulkan berasal dari:

Afrika Barat; musik Afrika-Amerika era 1910-an, New Orleans.

Popularitas mainstream, Sporadis, kebanyakan dalam bentuk pop seperti swing; juga semakin berpengaruh dalam bentuk-bentuk musik populer seperti yang dinamakan “perpanjangan jazz”, misalnya rhythm and blues, soul, neo soul, quiet storm, cool jazz, dan smooth jazz

 

Tips Bermain Gitar Bergenre Jazz

Belajar gitar bergenre jazz biasanya merupakan pengembangan dari permainan gitar rock, blues dan genre musik populer lainnya. Permainan gitar merupakan suatu bidang musik dimana harmoni dan improvisasi dapat dibawa ke tingkat yang tertinggi. Oleh karena itulah ide – ide yang Anda dapatkan dari belajar gitar jazz akan sangat membantu Anda terutama yang masih belajar di sekolah musik untuk menjadi pemain gitar profesional.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam mempelajari gitar jazz adalah belajar akord baru dengan membuat suara baru dari bentuk – bentuk akord yang umum. Cara lainnya adalah dengan mempelajari kosakata jazz beserta teknik – teknik para musisi jazz. Meskipun banyak ahli yang menyarankan agar Anda memiliki style sendiri akan tetapi belajar musik dari seorang gitaris ternama yang bermain di jazz adalah cara yang sangat baik untuk memulai dengan style Anda sendiri terutama jika saat ini Anda masih mengikuti Kursus Musik.

Ketika tiba saatnya bagi Anda untuk berimprovisasi dan bermain solo jazz, maka teknik yang harus dipelajari adalah fokus pada mode, scale, melodi dan progresi akord. Jika Anda ingin belajar bagaimana menjadi gitaris jazz yang baik. Anda tidak cukup hanya dengan berbekal beberapa pengetahuan tentang bagaimana bermain gitar yang baik. Anda sebaiknya juga belajar untuk mendengarkan dan bermain dalam batas – batas Anda sendiri. Selain mempelajari scale dan dasar – dasar lainnya, Anda juga harus fokus pada lagu yang bisa digunakan untuk bahan belajar. Pemilihan lagu akan mencerminkan karakter musik yang ingin Anda pertahankan dan upayakan untuk membangun sebuah repertoar lagu yang selalu ingin Anda mainkan.

Jika dibandingkan dengan genre musik yang lain musik jazz membutuhkan banyak ketrampilan dan pengetahuan tentang teori musik. Selain menguasai scale yang cukup rumit dan progresi akord dalam musik jazz Anda juga harus mempelajarinya dengan berimprovisasi secara langsung.

Anda juga bisa belajar jazz dengan menonton dan mendengarkan permainan gitaris- gitaris hebat dunia. Dengan menonton video permainan gitar akan sangat membantu Anda dalam mempelajari beberapa teknik permainan gitar jazz dengan tonal dan jari. Anda juga melatih improvisasi vokal dengan cara merekam kemajuan permainan gitar jazz Anda. Dari situlah Anda akan termotivasi lebih lanjut jika Anda melihat kemajuan yang telah Anda raih.

Salah satu hal yang penting untuk Anda pahami dalam mempelajari gitar jazz adalah akord gitar dasar dan formasi akord yang akan membuat suara musik menjadi lebih jazzy dan scale yang berbeda digunakan dalam genre musik ini. Akord gitar dasar yang digunakan dalam musik jazz adalah Mayor tujuh, Mayor enam, dan Mayor 6-9. Akan tetapi Anda juga harus belajar lebih dari satu scale untuk berimprovisasi dengan lebih baik. Dengan mempergunakan arpeggio untuk improvisasi di musik jazz juga dapat membantu dalam permainan solo sehingga permainan akan terdengar lebih baik.

Menguasai Alat Musik Pengiring Musik Jazz

Jazz merupakan salah satu genre musik populer yang sangat berkelas. Pasalnya dalam menguasai musik jazz dalam bidang tarik suara, biasanya memiliki suara yang khas yang jarang dimiliki kebanyakan orang. Ciri khas tersebut membuat karakter dari genre musik jazz sendiri berkelas tinggi. Dalam belajar musik jazz sendiri kita harus memiliki dasar memiliki kekhasan dari suara kita.

Tak sedikit orang yang ingin memiliki suara khas bergenre musik jazz. Namun, kekhasan tersebut memang tidak dimiliki oleh semua orang. Pada akhirnya banyak yang memilih belajar alat musik yang biasanya mengiringi musik jaz, seperti gitar, trombon, piano, saksofon, dan trompet. Dan banyak yang mempelajari alat musik tersebut di sekolah musik untuk memunculkan totalitasnya dalam mengiringi musik jazz.

Dalam mempelajari alat musik pun kita sebenarnya tidak hanya akan menguasai satu genre musik saja. Namun kita juga bisa mengiringi berbagai genre musik lainnya, tapi memang jika kita fokus pada genre musik yang kita gemari maka totalitas yang kita inginkan dalam bermain musik akan menghasilkan penampilan yang spektakuler, karena kita menjiwainya sesuai dengan yang kita gemari.

index jazz

Komunitas

Nama : R. Satya Daniswara

Nim : 201312023

Prodi : Musik

LPM Farabi mempunyai komunitas yang cukup luas, kami tidak menyalurkan setiap siswanya, tapi biasanya siswa yang berbakat di LPM Farabi sangat mudah untuk terjun ke dunia musik, tidak sedikit siswa LPM Farabi yang berprestasi di dunia musik Indonesia. Misi dari LPM Farabi bahwa kami ingin mendirikan tempat belajar musik yang efektif, menyenangkan dan bermanfaat positif bagi anak negeri.

Efektif artinya LPM Farabi ingin membangun sistem pendidikan musik yang benar sesuai dengan standar terbaik yang ada di dunia pendidikan musik sehingga proses belajar mengajar menjadi berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan musik yang Baik.

 

Efektif artinya LPM Farabi ingin membangun sistem pendidikan musik yang benar sesuai dengan standar terbaik yang ada di dunia pendidikan musik sehingga proses belajar mengajar menjadi berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan pengetahuan musik yang Baik.

Menyenangkan artinya sedapat mungkin kami ingin menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga merangsang siswa untuk lebih tertarik dengan materi yg di berikan.

Bermanfaat artinya Musik tidak sekedar media hiburan tetapi juga melatih keseimbangan intelegensia serta kematangan emosional dari Orang yang mempelajarinya.

Visi LPM Farabi adalah Menjadi tempat Belajar musik Pilihan bagi Lingkungan dan masyarakat Sekitar.

Menurut Oka Orpicka GM Farabi – Bali,dalam perkembangannya Farabi – Bali telah menjadi komunitas positif bagi talenta-talenta musik di Bali. Secara rutin diselenggarakan Farabi Music Forum yang selalu diminati komunitas musik di Bali. juga kini sedang dikembangkan Farabi Ensemble. Musisi Dwiki Dharmawan,Direktur Farabi Music School juga sangat sering hadir di Farabi – Bali untuk memberikan workshop maupun supervisi secara langsung.

Program Musik LPM Farabi

CLASSICAL MUSIC

Lembaga Musik Farabi, selain memfokuskan program Musik Kontemporer, juga dilengkapi pengajaran yang bermutu jurusan musik klasik untuk siswa semua tingkat dan umur. Program musik klasik Farabi menekankan evolusi potensi individu dengan tujuan ke arah pengembangan apresiasi dan mendukung seni musik secara luas. Program musik klasik Farabi menggunakan metode pengajaran privat yang profesional dan terarah untuk siswa remaja dan dewasa, juga metode Suzuki atau metode pilihan lainnya diterapkan untuk anak-anak pelajar musik piano, biola dan alat-alat musik orkestra lainnya. Sebagai pelengkap workshop musik klasik diadakan secara rutin untuk setiap alat musik. Resital siswa diadakan setiap kenaikan tingkat secara menyeluruh.

Lembaga Pendidikan Musik Farabi memfokuskan siswa pada jurusan performans, atau penampilan pentas di samping kemampuan bermain di dalam kelompok atau ensambel orkestra. Para siswa musik klasik diarahkan sedemikian rupa sehingga dapat mengasah bakat dan potensi musik untuk dipersiapkan menjadi musisi profesional yang kompeten di bidangnya.

FACULTY MEMBER BIDANG MUSIK KLASIK LPM FARABI

Arly Budiono, Ketua Bidang Klasik dan Ketua jurusan Gitar

Lahir di Jakarta, 3 Januari 1953 menamatkan sekolah di Goethe Institut Muenchen Jerman Barat september 1974 dan dari tahun 1974 sampai tahun 1979 mengenyam pendidikan musik klasik jurusan gitar klasik di Hochschule Fuer Musik und Darstellende Kunst, WINA – AUSTRIA dengan gelar Master of Music. Pengalaman musik : Mengajar Gitar Klasik di Lembaga Pendidikan Musik FARABI sejak tahun 1972 sampai sekarang. Sejak tahun 1989 sebagai Dosen pada FPBS jurusan Musik IKIP Jakarta (sekarang UNJ). Sejak tahun 1984 – sampai sekarang sebagai Anggota Sub – Konsorsium Musik Departemen Pendidikan Nasional, dan sebagai Tim Penguji Ujian Negara bidang musik.

Tahun 1979 Roelly Boediono, seorang gitaris klasik yang belajar di Vienna Conservatory dan telah lulus sampai tingkat Master lembali ke Indonesia. Di Jakarta ia mendirikan Lembaga Pendidikan Musik dan Bahasa Farabi. Nama ‘Farabi’ diambil dari nama seorang Filsuf , Cendekiawan dan Seniman/musisi ulung pada abad ke 8 yang menciptakan ‘Al Kitab Al Musiq Qubra’ (kitab Musik Yang Agung) yang sampai sekarang menjadi rujukan Kitab Musik Modern.

Awal tahun 80an, Musisi Jazz Jack Lesmana mendirikan ‘Jack Lesmana Jazz Workshop’ bertempat di Farabi yang dulunya hanya mengajarkan musik klasik. Pada saat itu juga Farabi akhirnya mengkhususkan di bidang musik tidak ada lagi kursus bahasa. Selanjutnya nama workshop berkembang menjadi ‘Jack and Indra Lesmana Jazz Workshop’.

Tahun 1983 – 1986 Murid-murid oom jack banyak sekali dan pada akhirnya menjadi musisi musisi handal misalnya, Riza Arshad, Khrisna Balaghita, Anto Hoed, Dewa Budjana, Gilang Ramadhan. Belum lagi generasi berikutnya seperti Kadek Rihardika, Lian Panggabean, Ridho Slank, Gerry Herb, Taufan Goenarso, Donny Soehendra dll. Pada saat itu Dwiki Dharmawan yang juga satu band dengan Indra Lesmana di Krakatau sangat rajin mengikuti Jack Lesmana Jazz Workshop.

Sepeninggal Oom Jack, kegiatan jazz di Farabi meredup sampai akirnya tahun 1995 Dwiki Dharmawan menghidupkannya kembali. Bahu-membahu didukung oleh Oelle Pattiselanno, Gilang Ramadhan, Pra B Dharma, Indro Hardjodikoro, Anto Hoed, Lian Panggabean, Agam Hamzah, Kadek Rihardika, Harmonianto, Rio Moreno dll kembali Farabi berdiri dan perlahan – lahan kembali menjadi komunitas musik dan jazz yang begitu atraktif di Jakarta.

Dwiki terus mengembangkan ‘Farabi Jazz Forum’ yang kerap diisi oleh narasumber musisi handal dalam dan luar negeri, misalnya Chicago Jazz Quartet, peter Ypma, Carlo Actis Dato, Steve Thornton, Walfredo Reyes Jr, US Navy Band, Rene van Helsdingern, Glenn Dauna, Oelle Pattiselanno, Idang Rasyidi dan lain-lain.

Lembaga Pendidikan Musik Farabi sendiri akhirnya berkembang sampai memiliki 9 Branch yaitu di Bintaro Jaya, Hang Lekir, Bogor, kelapa Gading, Cempaka Mas, Cibubur, Denpasar, Medan dan Depok. Disamping pusatnya di Jl Darmawangsa XI/5. Mottonya adalah “Bakat Saja Tak Cukup (Talent is not enough).

Waktu berjalan 13 tahun Farabi pimpinan Dwiki Dharmawan terus menelorkan dan membina talenta talenta muda Indonesia menjadi musisi professional yang juga berhasil menginjakkan kakinya di dunia industri musik tanah air disisi lain tak lelah terus belajar dan belajar lagi.

Beberapa diantara lulusan Lembaga Pendidikan Musik Farabi yang kemudian saat ini sedang melanjutkan study nya di mancanegara : Pianist Sri Hanuraga (Aga) di Amsterdam School of Music,Double Bassist Indrawan Sinchan di Rotterdam School of Music, Guitarist Robert Mulia Rahardja (Berklee School of Music), Pianist Fransisca (Australian Institute of Music), Bassist Reno (A.I.M) dll.

Sedangkan nama nama beken diantaranya Guitarist Irfan dan Drummer Konde (Samson), Guitarist Ary Pramudito (Tompi/Groovology/Gruvi), Bassist Rishanda (Wong Pitor), Bassist Barry Likumahuwa, Drummer Didi Riyadi (Element), Drummer Brian (Sheila on 7), Drummer Rayendra, Giring (Nidji) yang justru pernah belajar Gitar klasik di Farabi, Adrie (Drummer Nidji), Drummer Alsa (Gita Gutawa Band), Drummer Demas (Kul Kul), Drummer Cilik Rafi yang justru memperdalam Bass dan Saxophone di Farabi, Indra Aziz yang mempelajari Saxophone di Farabi, Drummer gilang (Wayang Band), Vocalist MIKE Idol, Keyboardist Rifat (Maliq D’Essential), Joshua Suherman (Jointside), Band D’Massiv, Band Gruvi , Joy Tobing dan lain-lain

Banyak juga alumni Farabi yang kini lebih dikenal menjadi bintang sinetron, iklan dan selebritis seperti Agnes Monica (belajar violin), Tyas Mirasih (belajar gitar), Acha Septriasa (Belajar Vocal), Allisa Soebandono (belajar violin dan piano), Eva Celia (Belajar piano), Tengku Wishnu (belajar Vocal),Ussy (Vocal)….dan masih banyak yang lain,Pada Ajang2 Jazz Goes to Campus, Jak Jazz

farabifrb images