Categories
Bahasa Indonesia

Di Pagi hari

BAB I

Pendahuluan

1.1 Pendahuluan

Gambar ini diambil di wangsean, Bali Timur, pagi hari sekitar jam 09:00. efek asap yang timbul dari sisa sisa daun yang terbakar yang saya bakar beberapa saat sebelum pengambilan gambar dimulai

1.2 Masalah

Beberapa Fotografer mengalami beberapa masalah pada saat mereka melakukan pengambilan gambar, baik secara umum maupun teknis seperti diantaranya

1.2.1 Masalah Umum

beberapa masalah umum yang timbul diantaranya

  1. Cahaya

Pada saat pengambilan gambar di pagi hari akan memerlukan tambahan cahaya, namun jika mengambil gambar seperti panorama, akan sangat sulit memakai flash

  1. Pengatuuran POI (Obyek yang ditonjolkan)

Adalah hal yang paling unk ynag ditonjolkan dalam setiap photo, dalam gambar ini adalah orang yang sedang berjalan

  1. Pengaturan Komposisi

Komposisi gambar merupakan salah satu hal yang sangat penting. Cahaya terobosan dalam gambar ini membuat gambar menjadi lebih menakjubkan

1.2.2 Kendala Teknis

Masalah Teknis yang muncul biasa disebabkan oleh peralatan, diantaranya

  1. Kamera
  2. Lensa
  3. Batrei
  4. Filter
  5. Tripod
  6. Flash

BAB II

Ulasan Materi

2.1 Analisis Teknis

2.1.1 Komposisi

Ada Banyak Koposisi yang di gunakan sehingga membuat gambar menjadi lebih menarik, bayangan Diagonal dan Aturan Sepertiga yang digunakan dalam photo ini menghasilkan gambar yang sangat menarik

2.1.2 Kecepatan Shutter

Shutter Speed adalah berapa waktu rana terbuka dalam pengambilan gambar, semakin sedikit cahaya semakinlama waktu yang diperlukan, namun memerlukan tambahan alat untuk menempatkan kamera sehinga tidak goyang, misalnya Tripod. Gambar ini dimbil dengan kecepatan 1/60 detik dengan mengunakan tambahan tripod sebagai penyangga camera

2.1.3 ISO Speed

ISO or ASA

mmerupakan sensitifitas sensor kamera atau film terhadap cahaya. Semakin tinggi iso semakin cepat shutter speed yang bisa pakai, namun hasil dari gamabr tersebut akan terdapat bercak bercak, sehingga gambar kurang berkualitas. Untuk menghasilkan gambar yang jernih, biasanya memakai ISO 50 sampai 400

2.1.4 Aperture

Aperture adalah seberapa besar bukaan jendela lensa, semakin besar bukaannya, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin sempit bukaan sem

akin sedikit cahaya yang masuk. Pada gambar ini digunakan F/11 untuk menghasilkan gambar yang tajam di semua bagian gambar

BAB III

Kesimpulan

Photography adalah cahaya, photographer akan memerlukan cahaya kapan pun dan dimanapun mereka mengambil gambar, baik kaera analog maupun digital memiliki tteknis yang sama. Namun untuk mengambil gambar yang bagus tidddak cukup hanya dengan cahaya, komposisi yang bagus, apperture yang sesuai, ISO, dan Shitter speed ssehingga gambar dieksekusi dengan pas

Daftar Pustaka

Rockwell, Ken, “What are Shutter Speed, Aperture and ISO?”, 2006, www.kenrockwell.com

Wikipedia, “Photography”, 2010, en.wikipedia.org