A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Menjadi Citizen Photojournalist

Trend wartawan warganegara (warteg) atau wartawan rakyat biasa khususnya citizen photojournalist kini sedang populer di dunia maya. Sehingga tak heran, juga bermunculan puluhan dan mungkin ratusan atau ribuan para jurnalis dunia maya. Biar keren saya sebut citizen photojurnalist.

Ini sebenarnya juga menjadi fenomena baru bagai kalangan dunia jurnalistik kita. Keberadaan para citizen photojournalist juga memberikan warna baru dalam dunia komunikasi, media massa melalui dunia internet. Bahkan kekuatan citizen photojournalist ini, memiliki kekuatan yang mungkin sama dengan keberadaan media online yang telah ada sebelumnya. Kepentingan para citizen photojournalist ini memang beragam, ada yang sekedang memajang acara mereka sendiri, tapi ada juga yang memberikan informasi yang cukup menarik bagi kalangan jurnalis resmi.

Nah, dari persoalan di atas, jelaslah bahwa citizen jurnalis dan media online sebenarnya tidak ada bedanya. Sama-sama dalam pemberitaannya termuat di media online. Yang membedakan mungkin hanyalah jumlah yang pemirsanya saja.

Untuk itu, melalui tulisan ini saya berharap kepada teman-teman yang memang akan memasuki dunia citizen journalist agar mau mempedulikan aturan main di dalam dunia jurnalistik, yang telah ada. Karena pada dasarnay adalah sama menjadi seorang foto jurnalis online maupun bekerja sebagai foto jurnalis untuk sebuah penerbitan (media cetak). Karena kedua media itu menjadi prasyarat utama keberadaan sebuah foto jurnalistik.

Tidak ada salahnya jika foto-foto yang dipublis itu juga memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada pemirsa. Selain memberikan pesan dan cerita tersendiri, setiap foto yang disiarkan juga mampu menyampaikan informasi selengkap-lengkapnya.

Istilah citizen photojournalist memang baru, namun istilah photojournalist dan fotojurnalistik sendiri, sebenarnya telah lama ada. Menurut pemahaman saya, citizen photojournalist sendiri sebenarnya juga merupakan perwujutan dari fotojurnalistik yang dikembangkan oleh para blogerjurnalis dalam dunia maya.
Seperti yang dilakukan oleh situs http://www.kompasimages.com yang kita cintai ini, juga sedang mengembangkan dan membangun situs komunitas, khusus photojournalist warganegara atau citizen photojournalist.

Tentu saja situs http://www.citizenimages.kompas.com ini merupakan situs yang memberikan wadah kepada komunitas photojournalist warga negara untuk berkreasi dalam membangun dan mencari bentuk aktualitas diri dalam lingkup fotojurnalistik. Dalam setiap penyajian foto-foto para citizen photojournalist, diharapkan memiliki kaidah-kaidah sesuai kode etik dan aturan main dari fotojurnalistik.

Apa itu fotojurnalistik? seperti yang telah dijelaskan di dalam tulisan di situs ini. Pada dasarnya, fotojurnalistik sebuah sajian informasi dalam bentuk visual yang disiarkan di media baik itu media cetak maupun online. Ada beberapa ciri-ciri fotojurnalistik di antaranya, memiliki berita atau menjadi berita itu sendiri, Memiliki nilai berita atau menjadi berita itu sendiri, melengkapi suatu berita/artikel dan dimuat dalam suatu media baik cetak maupun online.

Selain itu fotojurnalistik memiliki karakteristik di antaranya, gabungan antara berita dan foto, disajikan dengan jujur, lingkup manusia dan memberikan informasi dari sebuah kejadian atau berita, akurasi, alat komunikasi visual dalam bentuk gambar. Dari penjelasan tersebut di atas, paling tidak dapat dijadikan referensi atau panduan para citizen photojournalist yang sedang menyiarkan foto-fotonya web atau blog mereka.

Yang tidak kalah penting dalam penyajian sebuah fotojurnalistik adalah memberian metadata foto terhadap setiap foto-foto yang disiarkan. Di dalam metadata terdapat teks foto (caption) yang selalu menyertai setiap foto-foto yang dipublis dan wajib untuk diisi.

Teks foto memiliki arti yang penting, karena memberikan penjelasan terhadap peristiwa yang ada di dalam foto. Teks foto terdiri dari keterangan yang menyangkut 5W+1H. Tujuan utama dari teks foto adalah memberikan penjelasan terhadap sebuah foto yang disiarkan, kepada penikmatnya. Sehingga dengan visual gambar yang ditampilkan beserta teks fotonya, akan menjawab semua pertanyaan dari penikmat foto. Selain menjelaskan cerita foto yang disiarkan, penyebutan tempat, hari dan tanggal kajadian, adalah menjadi sangat penting.

Penyebutan tempat, hari dan tanggal biasanya dibubuhkan pada akhir kalimat dalam keterangan foto. Penyebutan tempat, hari dan tanggal ini sebagai upaya untuk menjelaskan kepada penikmat foto tentang akurasi dan kebenaran peristiwa secara tepat terhadap sebuah peristiwa yang diabadikan dalam bentuk gambar (foto).

Di dalam fotojurnalistik juga diharamkan (tidak dibenarkan) memberikan tambahan gambar (montage) atau mengurangi gambar, merubah di dalam hasil rekaman foto yang dihasilkan. Editing foto yang diperbolehkan dalam penyajian fotojurnalistik hanyalah sebatas, gelap terang, menghilangkan dengan cara mengkroping sebagian gambar, karena menyangkut keindahan dan keseimbangan komposisi dalam foto itu.

Dengan penguasaan dan pengetahuan dasar fotojurnalistik ini, diharapkan para bloger dalam menyajikan foto-fotonya mengacu pada kaidah fotojurnalistik. Selain itu, para bloger photojournalist ini, juga mampu menyampaikan foto-foto terbaiknya yang tidak menyesatkan dan menjerumuskan penikmat fotografi. Mampu menyajikan foto yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, seperti halnya fotojurnalistik dari kalangan wartawan foto media. Salam.

www.dodohawe.wordpress.com

Leave a Reply