header image
 

Resensi Buku Pengantar Karawitan Bali

Nama buku      : Pengantar Karawitan Bali

Penulis             : I Wayan Dibia, S.S.T.

Penerbit           : Proyek Peningkatan/Pengembangan ASTI Denpasar

Tahun             : 1977/1978

 

I. PENDAHULUAN

Pulau Bali telah terkenal ke seluruh pelosok dunia. Hal ini tidak hanya disebabkan pleh faktor keindahan alamnya, tetapi lebih dari itu bali banyak menarik perhatian dunia karena seni budaya. Di dalam seni budaya ini, selain faktor seni tari, seni bangunan, seni ukir, seni lukis dan lain sebagainya, seni karawitan merupakan suatu aspek penting dari kesenian Bali, memiliki ciri corak, rasa dan daya tarik tersendiri.

II. NADA DAN LARAS KARAWITAN BALI

Karawitan Bali yang diberi corak dan diwarnai oleh nilai budaya yang hidup dan berkembang di Balimemiliki usunan nada dan laras yang tersendiri, khas Bali yang jelass berbeda dengan karawitan dari daerah lainnya. Banyak nada pokok yang terdapat dalam karawitan bali adalah 5 (lima) buah yang terdiri dari nada nding,ndong,ndeng,ndung,ndang. Nada yang memiliki gelombang/ ombak yang lambat(agak lambat) dinamakan Pengumbang, sedangkan nada yang gelombang /ombaknya cepat (agak cepat) dinamakan pengisep. Sistim suara ngumbang ngisep ini hanya terdapat pada karawitan Bali dan tidak ada pada karawitan lainnya. Laras adalah suatu tangga nada, susunan nada-nada di dalam suatu gembyangan. Karawitan Bali memiliki dua macam laras yaitu laras slendro dan laras pelog.

a. Laras Slendro

laras slendro adalah susunan nada-nada di dalam satu gembyangan atau oktaf bersruti lima sama rata atau paling tidak dapat dikatakan sama. Di dalam kenyataannya sungguh pun laras slendro ini mempunyai 5(lima) nada pokok, namun beberapa instrumen karawitan Bali lainnya yang hanya mempergunakan 4(empat) buah nada yaitu ndeng, ndung, ndang, nding. Slendro yang memakai empat buah nada dinamakan slendro cumbangkirang sedangkan yang memakai lima nada dinamakan slendro panca nada.

b. Laras Pelog

laras pelog adalah susunan nada-nada dalam 1(satu) gembyangan, angkep atau oktaf yang bersruti 5(lima) tidak sama, terdiri dari panjang dan pendek. Dalam pemakaiannya, selain yang memang memakai 5(lima) nada pokok yang dinamakan Pelog Panca Nada atau Pelog Lima, pada variasinya yang lain karawitan bali ada juga menampilkan laras pelog 7(tujuh) nada  yang dinamakan Pelog Saih Pitu.

III. SENI SUARA VOKAL (TEMBANG)

Tembang merupakan seni suaara yang diwujudkan melalui suara manusia, suatu perwujudan rasa keindahan yang ada dalam diri manusia melalui suara vokal. Pada hakekatnya ia merupakan jalinan antara melodi, cengkok, wilet dan gregel dalam bentuk seni suara vokal yang berlaras slendro maupun berlaras pelog. Jenis-jenis tembang Bali di bagi menjadi 4(empat) yaitu :

1. Sekar Rare

Jenis tembang ini pada umumnya memakai bahassa Bali lumrah, bersifat dinamis dan gembira, gdalam melakukan disertai permainan, tidak terikat oleh hukum/ ugel-ugel seperti guru lagu dan hukum padalingsa, kadang kala jenis tembang ini juga disebut lagu dolanan.

2. Sekar Alit

Kelompok sekar alit yang biasa disebut tembang macepa, geguritan atau pupuh ini, sangat diikat oleh adanya hukum padalingasa yang terdiri dari guru wilang dan guru dingdong.

3. Sekar Madya

Kelompok tembang yang tergolong sekar madya pada umumnya mempergunakan bahasa jawa Tengahan yaitu seperti bahasa yang ada dipergunakan di dalam lontar/ cerita Panji atau malat. Suatau hal juga nampak pada tembang golongan sekar madya ini adalah tidak terikat oleh guru lagu maupun padalingsa. Yang terdapat di dalamnya adalah pembagian-pembagian seperti: pengawit(pembuka), pemawak(bagian yang pendek), penawa(bagian yang panjang), dan pangawak(bagian utama dari tembang).

4. Sekar Ageng

Jenis tembang Bali yang termasuk sekar ageng adalah kekawin. Kekawin adalah puisi Bali klasik yang berdasarkan puisi dan bahasa awa kuna. Kekawin inni sangat diikat oleh hukum guru lagu.

IV SENI SUARA INSTRUMENTAL (GAMELAN)

Sampai saat ini di Bali ada berjenis-jenis gamelan yang dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu ;

1. Gamelan Golongan Tua

Dalam gamelan golongan tua tidak banyak dipergunakan kendang, bahkann ada sama sekali tidak mempergunakan kendang,yang termasuk kedalam gamelan golongan tua yaitu :

A. Slonding

Gamelan sakral yang terbuat dari besi yang hanya terdapat di daerah Karangasem yaitu di Desa Tenganan Pegringsingandan di Desa Bongaya. Kata slonding diduga berasal dari kata salon dan ning yang berarti tempat suci. Dilihat dari fungsinya bahwa slonding adalah sebuah gamelan yang dikramatkan atau disucikan.

B. Gender Wayang

Gender wayang merupakan musik yang di pakai untuk mengiringi pertunjukan wayang kulit Bali. Teknik permainan dari pada musik /gamelan ini adalah sangat elaborate, intricate, pholyponic, melodiedan bermacam-macam ketekan atau interlocking figuration yang dipergunakan. Masing-masing instrumen berlaras slendro dan memakai 10 keys.

C. Gong Bheri

Gong bheri terbuat dari kerawang dan di duga peninggalan kebudayaan Dongson. Gong bheri tidak memiliki pencon mempunyai persamaan dengan bentuk gong yang terdapat di negeri China yang disebut sha 10. Kata bheri sering di sebut-sebut di dalam kekawin Bharatayuda yang berarti sebuah alat perang. Gamelan gong beri sering difungsikan untuk mengiringi baris Cina yang ada di desa Renon.

D. Gamelan Gambang

Gambang merupakan gamelan sakral yang digunakan untuk upacara pengabenan maupun upacara odalan atau Dewa Yadnya. gambang terdiri dari empat buah instrumen gambang yang terbuat dari bambu yang berlaras pelog dan dua buah instrumen saron yang terbuat gdari kerawang  berbilah tujuh yang terdiri dari saron demung dan saron penerus.

E. Gamelan Caruk

Gamelan ini adalah sejenis gamelan gambang, terdiri dari dua buah caruk atau gambang yang ukurannya lebih kecil dan sebuah saron.

F. Gamelan Luwang

Gamelan luwang merupakan gamelan sakral yang digunakan untuk mengiringi upacara kematian. Bentuk gamelan ini serupa dengan gamelan gong kebyar, hanya terdiri dari delapan atau sembilan instrumen, gamelan luwang mempunyai laras pelog tujuh nada, lima nada pelog dan dua nadda pemero.

G. Gamelan Angklung

Gameln angklung Bali terdiri dari instrumen-instrumen seperti gender,reyong, kendang, kajar, suling, jegogan, angklung, calung, dan beberapa gong kecil lainnya mempunyai laras slendro. Gamelan angklung mempunyai empat bilah dan empat nada yang di Bali di kenal dengan slendro empat nada.

 

2. GAMELAN GOLONGAN MADYA

Ciri-ciri gamelan golongan madya ialah masuknya instrumen kendang ke dalamnya, yang     termasuk kedalam gamelan golongan madya yaitu :

A. Gamelan Gambuh

Gamelan gambuh  merupakan gamelan yang berfungsi mengiringi dramatari Gambuh. Laras yang dipakai dalam gamelan gambuh disebut laras pelog. Dalam gamelan gambuh laras pelog itu bisa diturunkan ke dalam lima patetan/tetekep atau modes seperti selisir, Baro, Tembung, Sunaren, dan Lebeng

B. Gamelan Semar Pagulingan

Merupakan sebuah gamelan yang dekat hubungannya dengan gamelan gambuh, dimana ia juga merupakan perpaduan antara gamelan Gambuh dan Legong. Gamelan ini memakai laras pelog tujuh nada.

C.Gamelan Legong

Gamelan legong dikembangkan dari gamelan gambuh dan semar pagulingan. Barungan ini di pergunakan untuk mengiringi tari Legong Keraton.

D. Gong Gede

Gong Gede juga disebut Gangsa jongkok karena memakai gangsa jongkok, barungan ini kurang lebih memakai 40 instrumen yang pada umumnya terdiri dari instrumen percussive. Gong gede terbuat dari kerawang, dimana gamelan ini sering digunakan untuk mengiringi upacara Dewa Yadnya dan mengiringi tari-tari upacara.

E. Gamelan oged Pingitan

Gamelan ini pada umumnya terdiri dari alat percussive, berupa rindik(xyllophone bambu) dipergunakan untuk mengiringi tari joged pingitan. Gamelan ini menggunakan laras pelog lima nada.

 

3. GAMELAN GOLONGAN BARU

Ciri – ciri gamelan golongan baru adalah terletak pada penggunaan instrumen  kendang dimana pukulan kendang lebih elaborate dan sering dalam komposisi, terdapat demontrasi kendang tunggal.

A. Gong Kebyar

Gamelan gong kebyar tak lain dari pada gong gede yang dihilangkan instrumennya seperti instrumen trompong, gangsa jongkok yang di ubah menjadi gangsa gantung yang terdiri dari 10 sampai 12 bilah, kendang yang biasanya dimainkan memakai panggul diubah menjadi memakai tangan. Barungan ini menggunakan laras pelog lima nada.

B. Gamelan Arja

Gamelan arja disebut juga gamelan geguntangan. Adapun laras yang dipakai didalam gamelan geguntangan ialah laras slendro dan pelog sesuai tembang yang dipergunakan.

C. Gamelan Joged Bumbung

Merupakan sebuah barungan gamelan yang dipergunakan mengiringi tarian joged bumbung. Gamelan ini disebut juga gamelan Gerantang karena pokok-pokokn instrumennya adalah gerantang yaitu gender yang terbuat dari bambu berbentuk

bumbung dan memakai laras slendro lima nada dimana larasnya serupa dengan laras gamelan gender wayang.

E. Gamelan Janger

Gamelan ini berfungsi mengiringi tari janger dimana instrumen – instrumennya seperti gender, kendang krumpungan, tawa-tawa, kajar, rebana, suling, kelenang, ceng-ceng, gamelan ini menggunakan laras slendro.

~ by budisetiawan on .

Leave a Reply