Biografi Seniman Di Banjar Ketogan

Seniman di atas bernama I Made Mindrawan, beliau berasal dari Br. Ketogan, Taman, Abiansemal, Badung. Beliau terlahir pada 31 Desember 1967, dulu bersekolah di SD 2 Taman sekarang menjadi SD 4 Taman dan lanjut ke SMPN 1 Blahkiuh sekarang SMPN 1 Abiansemal dan SMA 1 Abiansemal, beliau pernah melanjutkan ke perguruan tinggi di ISI akan tetapi berakhir di semester 3 karena menikah. Beliau ini menekuni seni pada masa SMP kelas 3 karena kemampuan yang dimiliki cukup akhirnya beliau mampu melatih di desa – desa pada masa SMA, karena memiliki bakat yang cukup bagus tahun 1993 beliau mengajak sekaa yang dilatihnya mengiringi drama gong, karena pada saat itu drama gong sangat diminati di masyarakat, akhirnya beliau dikenal karena sering mengikuti pertunjukan drama gong. Karena sudah dikenal maka beliau di minta untuk melatih di desa – desa lain seperti Getasan Petang, Beresela Payangan, Pacung Baturiti, Semanik Pelaga, dan masih banyak lagi di daerah lain, semua itu hanya melatih gong kebyar saja, karena beliau melatih di Pelaga akhirnya disanalah beliau mendapatkan jodoh dan lanjut sampai menikah. Karakter dari beliau adalah tegas tapi banyol bisa dikatakan banyol karena kalau materi yang diberi sudah bisa ditangkap baik oleh sekaa yang dilatih maka saat itulah keluar banyolannya bisa disebut itu ungkapan rasa gembira tapi kalau sebaliknya sekaa sangat menakutinya. Keseriusan beliau menekuni seni sampai di seni tari , tari yang pernah di tekuni adalah seni tari prembon, beliau pernah menjadi penasar dan pernah ngayah di pura. Kemampuan beliau dalam berkesenian akhirnya beliau bekerja di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, pada Pesta Kesenian Bali pada tahun 2008 beliau ikut membina gong kebyar anak – anak, beliau juga pernah ikut memperkenalkan kesenian Bali ke luar negeri yaitu di India dan Prancis, dan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2010 beliau mengikuti parada drama gong kembali untuk mengenang masa yang membawanya di kenal oleh masyarakat bersama teman – teman pemain drama lainnya. Sekarang ini beliau di sibukkan dengan lomba antar kecamatan se-Kabupaten Badung untuk menyeleksi yang mewakili Badung di ajang Pesta Kesenian Bali ( PKB), karena keseriusan beliau melatih di desa – desa kalau ada desa yang di latihnya mengikuti lomba pasti beliau dengan maksimal melatihnya karena beliau tidak suka dengan hasil yang mengecewakan, beliau juga sudah banyak membuat karya tabuh yang dituangakan di desa – desa seperti angklung, beleganjur, dan gong kebyar, pada tahun 2002 beliau bersama sekaa yang dilatihnya mengikuti lomba dan mendapatkan juara 1 langsung rekaman,karya beliau sudah termasuk di dalamnya dan rekaman tersebut sudah di jual belikan dengan rekaman tersebut beliau makin dikenal di masyarakat luas sehingga makin banyak desa lain mendatangi beliau untuk melatih di desa mereka dan beliau cepat akrab dengan masyarakat di desa tersebut karena keakraban tersebut beliau sampai di ajak menginap karena masyarakat di desa tersebut merasa senang, keakraban tersebut dibalas sekaa dengan membantu kegiatan yang ada di rumah beliau dengan cara menyumbang hasil pangan yang di hasilkan oleh masyarakat di desa tersebut, karena beliau merasakan ketulusan dari sekaa dari desa – desa yang dilatihnya beliau tidak memikirkan ongkos melatihnya beliau hanya menerima seikhlasnya saja beliau tidak mematok ongkos melatih, dari sebab itu banyak sekaa yang merasakan tidak enak tapi beliau hanya ingin keakraban dan sekaa bisa menerima materi  dengan baik dan  utuh sekaligus terus melestarikan seni dan kebudayaan yang ada di Bali.

Tinggalkan Balasan