Asal Mula Gong Kebyar Di Br. Ketogan, Taman, Abiansemal, Badung

 

          Narasumber dari I Made Mindrawan, Gong Kebyar di Br. Ketogan terbentuk pada 17 September 1963, berbentuk gong bebarongan don 9 yang nadanya di mulai dengan nada deng, kayu yang dipergunakan sebagai plawah pada saat itu adalah kayu jempinis dan mempunyai satu barung sekaa yang di beri nama Tunas Mekar, bebarongan ini terus bertahan sampai Tahun 1971, karena kondisi kayu jempinis yang mulai memburuk dan pada saat itu sekaa juga sepakat untuk merubah menjadi barungan Gong Kebyar standar yang tujuannya untuk mempermudah mencari gending,  maka kemudian diubah menjadi barungan Gong Kebyar standar dengan di tambah satu bilah lagi yaitu bilah yang bernada dong, perubahan juga terjadi pada plawahnya dengan menggunakan kayu nangka dan langsung di ukir, pada saat itu barungan gambelan ini belum di lengkapi dengan penyacah, lalu sekitar Tahun 1972 an sekaa sepakat mencari pelatih untuk menambah koleksi gending, dan pelatih yang dicari pada saat itu yakni Bapak I Wayan Rai S, yang menjadi Rektor ISI sekarang, pada masa itu sekaa sering mengiringi pementasan di hotel-hotel, akhirnya pada sekitar Tahun 1978 Bapak I Wayan Rai tidak lagi melatih di Br. Ketogan karena sudah ada kader penerusnya yang kebetulan berasal dan sebagai warga Br. Ketogan yaitu I Ketut Madya, pada masa keemasan I Ketut Madya Tahun 1988 sekaa pernah mengikuti sebuah ajang lomba antar Desa se-Kecamatan Abiansemal yaitu lomba baleganjur dalam rangka PORSENICAM  Kecamatan Abiansemal, dimana perlombaan tersebut membuahkan hasil dengan mendapatkan juara 2, keberadaan I Ketut Madya sebagai Pembina di Br. Ketogan bertahan sampai sekarang, dan Tahun 1990 ukiran plawah gambelan diprada, berjalannya waktu sekaa sepakat mendirikan sekaa gong lagi yakni bernama Jaya Kumara, sekaa ini diambil lebih muda dari pada sekaa sebelumnya, dan Tahun 2003 kembali dibentuk sekaa anak-anak dengan nama Tunas Jaya dan terakhir pada Tahun 2009 didirikan sekaa gong wanita yang diberi nama Giri Maha Swari, dan yang membina keempat sekaa ini sekarang adalah

I Made Mindrawan, I Ketut Kadiana dan I Wayan Suarnawan, mereka memang para pembina yang berasal dari Br. Ketogan, dan  hingga sekarang, keempat sekaa inilah yang memainkan Gong Kebyar di Br. Ketogan. Adapun Kegunaan Gong Kebyar ini dari saat berdiri yaitu :

  • Mengiringi upacara keagamaan
  • Mengiringi acara di hotel-hotel

Pada Tahun 2010 sekaa sepakat membuat baleganjur Semarandana dengan menggunakan reong dari Gong Kebyar dan ditambahkan lagi satu buah reong dengan nada deung, dengan sudah adanya tabuh beleganjur semarandana di kaset maka itulah yang pertama kali dituangkan oleh Pembina local di banjar, dan seiring dengan berjalannya waktu kini sekaa sudah mempunyai 3 buah lagu semarandana dimana baleganjur ini hanya di gunakan untuk mengiringi upacara/odalan di pura dan tidak dipergunakan untuk upacara pitra yadnya.

Tinggalkan Balasan