”Sejarah Keberadaan Semar pegulingan di desa pekraman Taro Kelod”

16 Desember 2011 | Tulisan

Awal mulanya gamelan semar pegulingan yang ada di Taro karena adanya minat dan keinginan dari krama banjar yang ada di desa Taro untuk memiliki gamelan semar pegulingan dan ide pertamanya yaitu bersumber dari salah satu tokoh masyarakat yang ada di desa Taro,beliau itu kalau di desa saya ini dulunya sabagai panutan krama banjar yaitu sebagai kelian banjar, yang dimana beliau itu sangat respon terhadap keluhan masyarakat yang dipimpinnya.

Ide dan keinginan untuk membeli gamelan semar pegulingan terpacu pertamanya karena beliau itu melihat sanggar dari luar desa yang ngayah di Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung desa Taro .Beliau berpikir kenapa gending-gendingnya tidak bisa dicari dengan gambelan gong kebyar karena desa Tadro dulunya hanya memiliki gamelan gong kebyar.maka dari itu beliau menanyakan ke salah seorang masyarakat yang senang menabuh,dan tokoh masyarakat itu juga mempunyai keinginan untuk memiliki semar pegulingan karena beliau berpikir gamelan semar pegulingan memiliki banyak fungsi dan awalnya melihat anak-anak muda suka belajar menari yang dulunya hanya memakai tife/kaset.

Karena kesemangatan seluruh krama banjar untuk memiliki gamelan semar pegulingan,kelian mengumpulkan dana dari seluruh krama banjar,dan sumbangan dari DPR.Munculnya gamelan semar pegulingan ini sejak tahun 2008 berkat semangatnya kelian dan seluruh krama desa Taro.

Nah setelah muncunnya gamelan semar pegulingan di desa taro ini, makin banyaklah generasi muda untuk belajar menabuh dan menari unt

uk ngayah di pura.

Tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa dalam pembangunan keberadaan semar pegulingan yang ada di desa Taro antara lain:

Mantan klian banjar desa pekraman Taro Kelod,yaitu sbagai penggagas pertama membeli semar pegulingan. Asal usul beliau antara lain:

*Nama       =   I kadek  Widnyana.,SE.

*tgl lahir    =  12-6-1973

*Alamat     =   Br.TaroKelod.Taro, Tegallalang,Gianyar.

*Pekerjaan=  wiraswasta.

*Status         = sudah kawin.

Beliau  ikut sebagai sekha semar pegulingan juga karna, beliau itu juga senang dalam bidang seni khususnya seni karawitan,dan  pekerjaan sehari-harinya juga termasuk pekerjaan seni yang beliau tekuni yaitu: sebagai tukang sanggah/ candi,tukang ukir ,dan ornamen-ornamen ukiran yang bahannya berasal dari paras lokal( paras Taro) dan paras-paras lainnya.

Di banjar saya beliau termasuk orang yang ekonominya berkecupan,,itulah sebabnya beliau bisa mengabdi pada masyarakat dengan maksimal tanpa menghiraukan pekerjaan pribadinya,dan nilai plesnya beliau termasuk orang yang loyal terhadap masyarakat.

Dari pemerintahan beliau, Banjar taro kelod dalam bidang pembangunan termasuk sedikit mengeluarkan dana dari krama banjar karena,beliau termasuk pintar dan memiliki banyak ide-ide untuk mencari sumber dana untuk pembangunan pura-pura yang ada di desa pekraman taro kelod.

 Tokoh masyarakat pendukung berdirinya semar pegulingan di desa pekraman taro kelod yaitu:

* Nama    =  I Wayan Munjuk.S.Pd

*Tgl Lahir =  9-3-1970

* Alamat  =  Br,Taro Kelod, Taro,Tegallalang,Gianyar.

*Pekerjaan= Guru SMP.

*Status       = sudah menikah.

Sekilas tentang beliau. Beliau adalah sebagai pencari sumber dana dari temannya yang kebetulan sebagai anggota DPR,sekaligus pelatih semar pegulingan pertama yang ada di desa pekraman Taro Kelod.

Beliau juga menggerakan anak-anak yang berumuran SMP untuk belajar menabuh untuk mengisi kreatifitas anak-anak yang suka menabuh.

Asal usul beliau pertamanya yaitu sebagai seorang pesuruh dan lama-kelamaan ada pengangkatan PNS dan beliau diangkat juga.

Pekerjaan sampingan beliau yaitu seorang petani layaknya di desa yaitu pengangon sapi dan babi.

Kondisi setelah adanya semar pegulingan di desa Taro

Setelah adanya semar pegulingan mulai tahun 2008,sudah mulailah muda-muda yang mau belajar menabuh.

Seke semar pegulingan di desa Taro sudah ada dua kelompok yaitu sekaa bajar dan seke gong anak-anak pelopor berdirinya sekaa gong anak-itu yaitu saya sendiri sekaligus saya sebagai ketua sekaa gong tersebut,tetapi saya juga ikut dalam sekaa gong banjar juga.

Sekaa yang semar pegulingan anak-anak yang saya kumpulkan termasuk rutin latihannya sampai saat ini. Sekaa ini memiliki anggota sebanyak 20 orang penabuh jadwal latihan dua kali seminggu. Gending yang dicari yaitu gending-gending untuk ngayah-ngayah di pura saja antara lain:

  1. Selisir.
  2. Salya.
  3. Godeg miring.
  4. Sekar gadung.
  5. Gending-gending untuk mengiringi prembon dll

Dari rangkuman diatas dapat kita petik, begitulah  perjuangan beliau-beliau itu dalam mengabdikan diri pada masyarakat  untuk memajukan dan membangun kreatifitas genesasi muda dalam bidang seni dan budaya untuk menjadikan desa pekraman Taro kelod ke arah yang lebih positif. Kita sebagai generasi muda bali, yang kaya akan adat isiadat dan budaya warisan leluhur,mari kita pelajari warisan-warisan leluhur yang yang dianggap positif untuk menjadikan bali yang ajeg dan lestari sepanjang jaman.


Leave a Reply