Pertunjukan Calonara Di Desa Taro Pada Tanggal 20 Agustus 2011,Tumpek Krulut

05 Januari 2012 | Tak Berkategori

Bab 1

Pertunjukan Calonarang

Kata Calonarang sudah sangat lumrah dan lazim kalau kita bicarakan di Bali, dimana pertunjukan Calonarang tersebut mengandung nilai kesakralan dan dulunya sangat populer dengan  unsur-unsur mistiknya . Pertunjukan Calonarang kalau di desa saya di Taro sangat antusias sekali penontonnya dibandingkan dengan pertunjukan-pertunjukan yang lainnya seperti Drama Gong,Arje,dan Wayang kulit kecuali ada pertunjukan wayang Cenk Blong.

Nah munculah pertanyaan semacam ini,kenapa bisa seperti itu? Menurut saya pertunjukan  Calonarang  kalau di desa saya lebih banyak penontonnya karena adanya paksaan atau ikatan dari Pemangku dan kelian atau bendesa tidak mengijinkan krama banjar untuk ngelungsur bantennya sebelum pertunjukan Calonarang tersebut selesai,dan yang kedua karna kalau ada perjunjukan calonarang kan otomatis nuur Ide Betara makanya tidak diijinkan ngelungsur atau mengambil sesajen tersebut,sedangkan kalau ada pertunjukan yang lainnya tidak bririkan unsur-unsur nuur semacam itu.

Nah sebelum kita berbicara panjang lebar mari kita bahas dulu siapa sih sebenarnya Calonarang tersebut.

Diceritakan bahwa Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Kesulitan yang dihadapi puterinya, Calon Arang marah dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda. Gadis tersebut ia bawa ke sebuah kuil untuk dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa tersebut dan banyak orang meninggal dunia. Penyakit pun muncul.

Raja Airlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan penasehatnya, Empu Baradah untuk mengatasi masalah ini. Empu Baradah lalu mengirimkan seorang muridnya bernama Empu Bahula untuk dinikahkan kepada Ratna Manggali. Keduanya menikah besar-besaran dengan pesta yang berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan keadaan pun kembali normal.

Calon Arang mempunyai sebuah buku yang berisi ilmu-ilmu sihir. Pada suatu hari, buku ini berhasil ditemukan oleh Bahula yang menyerahkannya kepada Empu Baradah. Saat Calon Arang mengetahui bahwa bukunya telah dicuri, ia menjadi marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calon Arang pun kalah. Sejak ia dikalahkan, desa tersebut pun aman dari ancaman ilmu hitam Calon Arang.

Persamaan pertunjukan calonarang dengan wayang calonarang

Pertunjukan calonarang dengan wayang calonarang cerita yang diambil sebenarnya sama saja tetapi ,hanyalah media yang di pakai untuk mengungkapkannya  saja yang berbeda.

Pertunjukan wayang calonarang sekarang sudang agak jarang dipentaskan,mungkn karena minat masyarakat sekarang lebih suka dengan yang humor-humor.

 Menurut dalang calonarang  dari desa Sibang Gede (kecamatan Abiansemal,Badung) mengatakan  bahwa wayang calonarang lebih bnyak perlengkapannya dibandingkan dengan wayang parwa terutama dalam hal sesajennya( banten). Untuk wayang calonarang harus ada pangkal usus (bol) binatang sebagai salah satu perlengkapan bebanten.

Pertunjukan calonarang yang diamati di Taro menurut I Made Bariawan

Seni sertujukan  yang saya amati yaitu pertunjukan calonarang yang dipertunjukan di desa Taro tepatnya di banjar Taro Kelod. Pertunjuka ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2011 pada Tumpek Krulut.pertunjukan calonarang ini memakai personil sangat sedikit karena kondisi banjar Taro Kelod serba kekurangan. Calonarang ini bisa berjalan dengan lancar berkat seorang pengurus keseni yang ada di banjar Taro Kelod ini banyak mempinyai kawan-kawan penari,makadari itu dana yang dikeluarkan bisa lebih sedikit dan meringankan seluruh krama banjar. Lakon calonarang pada waktu itu antara lain:

 1.      Barong

 Kalau kita membicarakan calonarang pikiran kita identik dengan barong. Nah barong itu kalau di Bali banyak sekali jenisnya seperti: barong ket,barong singa,barong gajah,barong bangkung,barong macan,dan yang lainnya.

Barong disamping menunjuk kepada suatu benda yang bernama ‘barong’,juga merupakan suatu jenis pertunjukan. Dari segi etimologis kata barong cendrung ( sekurang-kurangnya sejajar) dengan kata Sansekerta ‘b(h)arwang’ yang didalam bahasa Melayu/Indonesia sejajar dengan kata’beruang’,yaitu nama  seekor binatang buas yang hidup di daerah Arktik,Asia,Amerika,dan Eropa,berbulu tebal dan ekor pendek,juga hidup di Sumatra,dan Kalimantan,bentuk tubuhnya sedang,kulitnya berbulu hitam dan moncongnya putih.

Diantara beraneka ragam barong yang ada di Bali,maka barong Ket lah merupakan barong yang paling banyak ada,paling banyak dipentaskan. Barong ket ini di anggap mempunyai kekuatan supranatural yang luar biasa,yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolak bermacam-macam kekuatan atau pengaruh buruk.

Dalam pementasan lakon calonarang,dimana barong bertentangan dengan musuh bebuyutannya yaitu rangda,maka barong disebut Banaspati Raja. Dr.R.Goris mengartikan ‘Banaspati Raja’ini woud beer yang berarti beruang hutan.

Dalam bentuk yang sederhana,pertunjukan barong ini hanya menggambarkan tema pertentangan antara pihak kebaikan melawan kejahatan. Ditinjau dari segi religi terutama ajaran rwabineda, barong adalah lawannya rangda. Dalam pertentangannya dengan rangda itu,barong dikatakan sebagaimemiliki kekuatan positif/pengaruh baik. Sedang kan rangda adalah personifikasi dari segala kekuatan jahat (leak,hantu),negatip serta merusak.

Pencak pertunjukan ini terletak pada pertarungan antara kedua kekuatan ini yang berakhir dengan kekalahan rangda,tetapi tidak pernah sampai terbunuh.

2. Sisian.

Sisian yang artinya murit atau anak buah,dimana sisian ini adalah murid-muridnya Walu Nateng Dirah yang sebagai lakon jahat pada calonarang biasanya ditarikan empat sampai  delapan penari.

3. Condong.

Condong adalah seorang emban (pelayan) wanita yang lebih tua dari emban-emban yang lain dan menjadi pimpinan emban yang lainnya.

4. Ratna Manggali

      Ratna Manggali yaitu sebagai putri Walu Nateng Dirah.

5. Matah Gede.

      Matah Gede yaitu sebagai gambaran Walu Nateng Dirah dimana biasanya di perankan oleh laki-laki.

6. Penasar dan wijil.

      Sebagai panakawan (parekan ) dan abdi prabu Erlangga/Madri.

7. Patih

      Patih yaitu peran untuk patih Madri.

8. Bondres

      Beberapa orang yang berperan sebagai dukun,pengantar orang mati dan lainnya.

9. Pandung.

      Pandung ini yaitu sebagai kakak patih Madri.

10. Rangda

Rangda adalah perwujudan Walu Nateng Dirah setelah berganti rupa menggunakan ilmu hitamnya.

Begitulah lakon-lakon yang ada pada calonarang yang saya amati di  banjar Taro Kelod.Pertunjukan calonarang itu diiringi oleh sekhaa gong pemuda banjar Taro Kelod yang pesertanya hanya 20 orang penabuh yang baru berdiri sekitar 1 tahun pelopor pertamanya yaitu saya sendiri. Kinginan untuk mengumpulkan seke ini pertamanya yaitu karna saya pernah menontoh sebuah pertunjukan prembon yang penabuhnhya kecil-kecil,maka dari itu ada keinginan saya untuk mengumpulkan teman-teman dengan tujuan belajar megambel/menabuh.Pertunjukan calonarang ini diiringi dengan gamelan pelegongan.

 

Bab II

Gambelan pelegongan

            Gambelan pelegong yaitu salah barungan gamelan Bali yang biasanya dipakai untuk mengiringi tarian legong keraton. Kesatuan barungan ini terdiri dari pada jumlah alat-alat yang mempnyai nama-nama tersendiri dan fungsi terhadap kesatuan barungannya. Jenis alat yang pernah dipakai atau samapai kini masih dipergunakan untuk menjadikan barungan gamelan pelegongan itu antara lain:

  1. Gender rambat berbilah 13/14/15 dua tungguh.
  2. Gender barangan berbilah sama dengan yang diatas.
  3.  Jegogan bebilah 5 dua tunggug
  4. Penyacah berbilah 5 dua tungguh.
  5. Jublag berbilah 5 dua tungguh.
  6. Gangsa jongkok berbilah 5 empat tungguh.
  7. Ceng-ceng satu pangkon.
  8. Kajar satu buah.
  9. Klenong satu buah.
  10. Kemong satu buah
  11. Kendang krumpungan dua buah.
  12. Suling besar dua buah
  13.  Rebab satu buah
  14. Genta Orag.
  15. Gong satu buah

            Gamelan pelegongan itu kalau dilihat bangun instrumennya kemudian bentuk-bentuk lagunya yang menunjukan ciri-ciri keasliannya ,maka dapatlah diyakinkan bahwa gamelan pelegongan itu tidak termasuk pada kelompok gamelan-gamelan jaman kono (gamelan tua) di Bali. Gamelan pelegongan itu baru ada setelah adanya gamelan semar pegulingan yang berlaras pelog tujuh nada.

            Barungan gamelan pelegongan seperti diatas masih terdapat hanya dibeberapa desa di Bali,dan sekarang gamelan seperti diatas itu disebut  gamelan legong kraton.

Perubahan sebutan itu disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

            Dengan majunya perkembangan yang diiringi dengan gamelan gong kebyar menyebabkan gamelan pelegongan itu tedesak sehingga banyak yang dilebur dijadikan gamelan gong kebyar. Tari-tarian yang diiringi dengan lagu-lagu gong kebyar sebagian besar dasar-dasar tariannya diambil dari legong yang suah ada sebelumnya. Lama agaknya tari-tarian jenis putri yang diiringi lagu gong kebyar iuu tidak mempunyai nama. Pada mulanya tari-tarian gong kebyar itu ikut memakai nama lagu iringannya,misalnya: tari kebyar dang,tari kebyar dung,tari kebyar deng,tari kebyar dong,dan tari kebyar ding.

            Kemudian oleh bapak Nyoman Kaler almarhum dan bapak I Wyan Lotering,kedua-duanya tokoh seniman yang dikenalpaling banyak pengabdiannya dalam pembinaan seni pelegongan dan gong kebyar (sesudah Ida Bagus Bhuda dll). Beliau itu mulai menciptakan nama-nama tari beserta lagunya masing-masing. Dengan demikian muncullahnama-nama Panjisemerang,Tari Candra Metu,Tari Margepati, Tari Demang Miring,Tari Puspa Warna,Tari Bayan Nginte,Tari Wiranata Dll.

            Selanjutnya jejak beliau-beliau itu diikuti oleh pencipta-pencipta Tari Tani,Tari Tenun,Tari Nelayan,Tari Truna Jaya,Dan Tari Oleg Tamulilingan. Secara keseluruhan, tari-tarian jenis putri yang diiringi lagu-lagu gong kebyar disebut legong kebyar. Sedangkan tari legong yang sudah ada sebelumnya yang diiringi lagunya mempergunakan gamelan pelegongan sekarang disebut legong kraton. Demikian pula gamelannya dinamakan gamelan legong kraton.

            Didalam lontar Ajigurnita,gamwlan pelegongan itu dikatakan sekeluarga atau sejenis dengan gamelan bebaronga,gamelan joged pingitan,dan gamelan semar pegulingan.

            Colin Mc Phee dalam bukunya’’ Musik In Bali’’ menyebutkan bahwa sesuai dengan maksud dan keadaannya,gamelan jenis itu khusus dapat dipergunakan untuk jenis Legong,Barong,Dan Calonarang.

Bentuk lagu-lagu pelegongan

            Sesuai dengan bentuknya yang mengkhusus masing-masing barungan gamelan di Bali,maka lagu-lagu dari pada setiap jenis gamelan itu mempunyai pula susunan komposi sindiri- sindiri yang merupakan bentuk khas dari pada setiap jenis gamelan itu. Katakanlah gamelan-gamelan yang termasuk jenis tua di Bali misalnya: gambang,selonding,gongluang,gender wayang,dan sebagainya, semua mempunyai bentuk lagu yang berdiri sendiri termasuk pula tekhnik permainannya yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya masing-masing mempunyai ciri-ciri keaslian.

            Demikian pula halnya lagu-lagu pelegongan mempunyai bentuk sendiri-sendiri dengan ciri-ciri keasliannya yang berbeda dengan lagu-lagu gamelan lainnya. Ciri khas dari lagu-lagu pelegongan itu yang pertama adalah penonjolan permainan melodi gender ian rambat,kemudian melodi kendang untuk bagian lagu pengawak dan susunan komposisi yang memberi peluang-peluang untuk tandak(seni suara vokal)yang baik sekali. Lagu-lagu pelegongan bilamana tidak disertai dengan tandak akan dirasakan kurang lengkap,atau kurang mantap.

            Oleh karena itu,tandak kita masukkan sebagai ciri keaslian lagu pelegongan meskipun lagu gamelan lain masialnya lagu pegambuhan menganggappulla tandak itu sebagai ciri kelengkapannya. Adapun yang dimaksud lagu-lagu  pelegongan disini ialah lagu-lagu iringan tari legong kraton.Lagu-lagu yang diciptakan sebagai lagu petegakan atau lagu tanpa tari tidak dipersoalkan disini. Sebab lagu-lagu petegakan yang terpakai pad gamelan pelegongan misalnya lagu liar samas,solo,kesiar dll. Keliatan gubahan belakangan yaitu sesudah adanya lagu-lagu iringan tari seperti lagu-lagu lasem,pelayon kuntir,jobog,candrakanta,dll. Penyusunan lagu-lagu iringan legong keraton atau lagu pelegongan itu biasanya diintikan oleh tiga pokok lagu yaitu pengawak pengecet dan pekaad. Setelah adanya tiga inti tersebut kemudian dilengkapi denganbeberapa jenis melodi sebagai pembendaharaan susunan ttari yang diiringinya. Yang kita masukan melodi pelengkap disini adalah : pengalihan atau disebut juga gineman,pengawit,gabor bapang,lelonggoran,pengipuk,batel maya,pengetog,pemalpal,dan tangis. Melodi pelengkap  tersebut belum tentu selalu terpakai pada setiap komposisi lagu iringan tari pelegongan. Sebagai contoh,dibawah ini kami sebutkan nama-nama melodi menurut susunan komposisi yang disebut lagu pelayon:

  1. Pengalihan /gineman.
  2. Pengawit.
  3. Pengawak /inti.
  4. Pengecet/inti.
  5. Lelonggoran/juga disebut bapang longgor.
  6. Pemelpal.
  7. Pekaad,habis.

Lagu-lagu yang masih bisa diingat/dicatat hingga sekarang kira-kira ada lima belas lagu antara lain:

  1. Lasem
  2. Pelayon
  3. Candra kanta
  4. Kuntir
  5. kuntul
  6. Jobog
  7. Guak macok
  8. Legodbhawa/sumarabhawa
  9. Tangis
  10. Kupu tarum
  11. Semarandana
  12. bramara
  13. gadung melati
  14. raja cina
  15. karang olong.

Diantara sekian banyak lagu-lagu pelegongan tersebut diatas,lagu lasemlah yang paling banyak mempergunakan melodi-melodi pelengkap didalam susunan komposisinya, dan  kebetulan  pula lagu lasem itu paling populer hingga sekarang.

            Semua lagu yang disebutkan namanya diatas disebut dengan tabuh telu,sebab didalam  pengawak lagu-lagu itu terdapat tiga kali angsel/pukulan kemong setiap satu kempul/gong.

            Begitulah jenis instrumen gamelan pelegongan yang lengkap tetapi, yang dipakai untuk mengiringi pertunjukan calonarang yang ada di Taro hanyalah antara lain;

  • Gender rambat.
  • Gangsa pemade
  • kantil
  • Jublag.
  • Jegogan
  • Kemong
  • Kajar.
  • Klenang.
  • Genta Orag.
  • Ceng-ceng.
  • Gong.
  • Kendang krumpungan
  • Suling.

Gending-gending yang dipakai antara lain:

  1. Tabuh petegak.
  2. Tabuh sisian
  3. Tabuh condong
  4. Tabuh galuh
  5. Tabuh matah gede
  6. Penasar dan masih banyak yang lainnya.

Analisis

            Seringkali di dalam dunia cerita ini hanya disoroti tentang kekejaman dan kejahatan Calon Arang. Dia digambarkan sebagai nenek sihir yang mempunyai wajah yang seram. Namun dewasa ini muncul analisis-analisis yang lebih berpihak kepada Calon Arang. Dia adalah korban masyarakat patriarkal pada zamannya. Cerita Calon Arang merupakan sebuah gambaran sekaligus kritik terhadap diskriminasi kaum wanita.

Penutup

            Hanya sebatas itulah yang dapat saya laporkan dari pertunjukan clonarang yang dipentaskan di Taro pada tanggal 20 Agustus 2011. Kalau ada kekeliruan mohon dimaklumi karena,saya merasa masih dalam tahap belajar dan perlu banyak bimbingan dari dosen-dosen.

Terima kasih.

‘’Om Santih,Santih,santih Om’’

Daftar Pustaka

Suastika Made, Calon Arang Dalam Tradisi Bali, Yogyakarta, 1997.

Bandem,I Made,Mengenal Gambelan Bali,Denpasar;Akademi Seni Tari     Indonesia,1982.

Rota,Drs.Ketut,persoalan mula pertama adanya gambuh di Bali,denpasar,1982.

Persib, I Made,Mengenal Beberapa Jenis Pewayangan Bali,Denpasar,1978.

Team Survey Akademi Seni Tari Indonesia,Pengantar Dasar Beberapa Tari Bali, Denpasar,1977.

 

 


Leave a Reply