Categories
Lainnya

Banjar kayu puring, Desa Pupuan

Pupuan merupakan nama sebuah Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Tabanan, tepatny di kaki gunung Batukaru. Secara geografis nama Pupuan berasal dari kata “pupu” yang berarti “paha”, karena letaknya di paha gunung Batukaru. Selain itu nama pupuan berasal dari kata “pelupuan” yang berarti “kubangan”, karena memang posisinya dikelilingi oleh dataran tinggi, sehingga nampak seperti kubangan. Dari kedua kata tersebut lah asal mula nama Pupuan.

Desa Pupuan terbagi menjadi 5 banjar, yaitu Banjar Pupuan, Banjar Kubu, Banjar Kayu Padi, Banjar Semoja, Banjar Kayu Puring.

BANJAR KAYU PURING

Banjar kayu puring terletak ddi bagian selatan dari desa Pupuan, dengan jumblah penduduk yang bertempat tinggal di banjar kayupuring dapat dikatakan sedikit, hanya bejumblah 125 Kepa kluarga.

Kata Kayu puring sebenarnya tidak ada artinya, nama tersebut diambil dari nama sebuah pohon besar yang tumbuh di lingkungan banjar, yaitu pohon Kayu Puring.

Penduduk Banjar Kayu Puring Mayoritas beragama Hindu, tetapi ada juga yang beragama Budha, Islam, dan Kristen.

Sistem pemerintahan Banjar di pimpin oleh Kelian Banjar Adat dan kelian Banjar Dinas. Kelian banjar Adat yang berada di bawah naungan Bendesa adat, berperan untuk menggerakkan masyarakat Banjar dalam kegiatan yang berhubungan dengan persoalan-persoalan Upacara adat yang berlangsung di desa Adat maupun Banjar.

Kelian banjar Dinas yang berada di bawah naungan kepala desa, berperan dalam bidang persoalan yang berhubungan dengan pemerintahan, misalnya masalah kependudukan, dll.

Dalam setiap banjar tentunya pasti ada organisasi pemuda dan pemudi banjar, demikian halnya di Banjar kayu puring, terdapat organisasi pemuda dan pemudi yang bernama ST Griya Sentana Sari. Selain itu di banjar kayu Puring juga ada kelompok PKK yang di gerakkan oleh Kelian banjar dinas, dan banjar kayu puring juga memiliki sekhe  Baleganjur, dimana anggota dari skhe tersebut semuanya merupakan masyarakat Banjar Kayu puring.

Tri hita karana selalu dijadikan sebuah pedoman dalam kehidupan bermasyaraka di banjar kayu puring.

By Dek Tano

Nama saya Kadek Swartana, saya lahir pada tanggal 21 April tahun 1991, dilahirkan di Pupuan, sebuah desa kecil nan indah yang terletak di kakii gunung Batukaru. Saya anak ke dua dari dua bersaudara, anak dari pasangan I Wayan Kastika dengan Ni Made Rupi. Saya memiliki cita-cita ingin menjadi seniman.
Latar belakang pendidikan, bersekolah dasar di SD N 1 Pupuan, SMP di SMP N 1 Pupuan dan lanjut di SMK N 3 Sukawati, sekarang saya tercatat sebagai salah satu mahasiswa di Institut Seni Indonesia Denpasar, Fakultas seni Pertunjukan, jurusan seni Karawitan.
Kegemaran saya bermain gambelan sudah terlihat saat saya masih duduk di bangku kelas 2 SD. Pada waktu itu saya selalu ikut serta dalam latuhan-latihan di banjar, menkipun hanya sebagai pendengar saja. Pada saat saya duduk di bangku SMP saya mengikuti kegiatan extrakurikuler seni Tabuh. Kemudian saya Melanjutkan sekolah Di SMK N 3 Sukawati mengambil jurusan Karawitan. Berbekal pengalaman tersebut saya melanjutkan kuliah di Institut Seni Indonesia Denpasar.
Semangat yang tinggi untuk mewujudkan sebuah cita-cita mendorong saya untuk mengenyam pendidikan di ISI Denpasar, walaupun latar belakang keluarga kurang mampu, yang pekerjaan orang tua hanya sebagai petani, tetapi saya tetap yakin keterbatasan ekonomi tidak akan menjadi penghalang untuk meraih sebuah cita-cita yang penting kita selalu berusaha, saya yakin saya pasti bisa. Nantinya juga saya ingin mengabdikan diri pada masyarakat untuk melestarikan seni Karawitan Bali.