Jan
11
2012

KISAH GUGURNYA BIMANYU

KISAH GUGURNYA BIMANYU MERUPAKAN SURI TAULADAN BAGI GENERASI MUDA SEPERTI SEKARANG INI DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

 

Yudistira tercengang menyaksikan strategi perang pihak Korawa dengan gelar cakra byuha siasat perang resi Drona. Sementara Bima dan Arjuna tak berada di sampingnya karena berperang jauh di sebelah selatan dan utara gunung medan perang Kuruksetra. Maka majulah Bimanyu, anak Arjuna yang sanggup menggempur dan memasuki susunan siasat perang tersebut, namun Ia belum tahu bagaimana caranya untuk keluar dari susunan siasat perang tersebut. Maka Yudistira menyusun gelar Makara Byuha, dimana Drestadyumna dan Gatotkaca berada pada sapit, Satyaki berada di mulut, Nakula – Sahadewa berada di mata, Yudistira di kepala, sedangkan Bimanyu menempati hidungnya.

Sang Bimanyu segera membelah dan menerjang pasukan Korawa dengan dasyatnya dan berhasil mendekati senapati Drona. Jayadrata yang merupakan ujung lingkaran roda, segera menutup barisan sehingga Bimanyu terjebak, sehingga Ia sendirian menghadapi perwira – perwira Korawa. Bimanyu dikeroyok dan diserang dengan anak panah yang sangat gencar, namun Ia tak takut malahan makin mendesak dan melepaskan panah – panahnya. Dalam keterdesakan, Bimanyu mampu membunuh pahlawan Korawa antara lain : Kretasuta, Wredhabala, Satyasrawa, dan Lesmana Kumara, anak Duryudana.

Raja Duryudana sangat marah dan dendam menyaksikan anak kesayangannya gugur, segera Ia memerintahkan seluruh ksatria dan balatentara Korawa mengurung dan membunuh Bimanyu bersama- sama. Mereka beramai – ramai mengarahkan busurnya, maka hampir seluruh badan Bimanyu dipenuhi anak panah, terlebih lagi Jayadrata menghantamkan gadanya ke kepalanya. Ia sempat menjerit memanggil ayahnya, Arjuna dan memaki-maki para Korawa karena melanggar aturan perang dengan cara mengeroyok dirinya. Bimanyu gugur sebagai pahlawan yang berani di medan perang Kuruksetra ( Bharatayuddha ).

Jika kita melihat strukturnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Tema dari cerita Karebut Bimanyu adalah jiwa kepahlawanan seorang ksatria yang tidak mengenal rasa takut dalam membela kebenaran dan rela berkorban demi nusa dan bangsa.

Amanat yang dapat kita petik dari cerita Karebut Bimanyu adalah : kita harus senantiasa memupuk jiwa patriotisme dalam membela nusa dan bangsa, rela berkorban demi kepentingan bersama dan belajar dengan sungguh-sungguh agar berguna bagi bangsa dan Negara. Berjuang bukan berarti harus gugur dalam peperangan, rajin belajar, ikut serta dalam pembangunan merupakan bagian dari nilai-nilai patriotisme dalam membela Negara.

 

Written by in: Tak Berkategori |

646 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL


Leave a Reply

Powered by WordPress | Theme: Aeros 2.0 by TheBuckmaker.com