2.1 Analisis stuktur lakon Dramatik Lakon Sutasoma Mewanawasa versi Dalang I Ketut Darye.SSP

Babak 1

Diambil dari perjalanan sustsoma ke dalam hutan untuk mewanewasa atau mencari jatidiri,di perjalanan tersebut sutasoma yang di dampingi oleh malen dan merdah dengan kekuatan imanya menghadapi beberapa halang rintang yang menggoyahkan iman sutasoma dengan tekad yang bulat sutasoma pun mengikuti langkah kakinya menuju hutan .

Babak 2

Didalam perjalanan menuju hutan sutasoma bertemu dengan seorang brahmana ,sutasoma pun ditanya oleh brahmana tersebut mengenai asal usulnya. Sutasoma pun menjawab pertanyaan dari brahmana tersebut ia memaparkan semua yang telah terjadi padanya ,brahmana iyupun dengan senang hati memberi masukan –masukan kepadaa sutasoma tentang hakekat menjadi manusia yang mulia,dengan perasaan yang amat lega sutasoma pun mengucapkan terimakasi kepaba brahmana tersebut dan melanjutkan perjalanangan .

Babak 3

Setelah sampai pada hutan yang amat rimba dengan perasaan yang amat senang sutasoma memasuka hutan tersebut dengan magsud mempelajari isi dari hutan tersebut,dengan ketulusan hati sutasoma iapun dapat menelusuri seisi hutan dan pada saat sutasoma menghayati isi dari pada hutan tersebut ia dihadang oleh seekor harimau yang amat ganas,sutasoma pun tidak merasa takut dan malahan bermunikasi dengan harimau tersebut dengan kata –kata sutasoma yang lembut harimau itu pun pergi meninggalkan sutasoma dan iapun melanjutkan perjalananya.Rintangan demi rintangan di lewati dengan tabah oleh sutasoma dan pada ahirnya rintangan yang amat menggoda imanya pun datang yaitu raksasa penjaga hutan yang amat sakti dengan kesaktianya ia mampu menguasai hutan beserta isinya.

 

Babak 4

Merasa dengan dirinya sakti raksasa yang bernama gajah waktra tersebut tidak ingin ada orang yang mrnjahah isi dari hutan tersebut dan ia menyumbungkan dirinya dengan angkuhnya ia akan membunuh sutasoma dengan tangan kosong,sutasoma dengan lembut menolak tantangan dari gajah waktra sebab kedatangan ia kedalam hutan ialah untuk mencari jati diri bukan berkelahi.sutasoma pun pergi meninggalkan gajah waktra,gajah waktra tidak terima dengan apa yang katakan oleh sutasoma, gajah waktra pun menantang sutasoma untuk mengadu kesaktian sutasoma dengan kesabaran yang sudah menipis menerina tanatngan gajah waktra untuk bertarung.

Babak 5

Dengan kekuatan yang hampir sama stasoma dan gajah waktra pun saling memperlihatkan kesaktian,situasi hutan pun yang semula hening kini menjadi rusuh dengan pertarungan  dua kekuatan disisi lain sutasom yang ingat pada tujuannya berniat untuk menghehtikan pertarungan mereka tapi gajah waktra tidak merasa puas dengan hal tersebut dan malahan merubah wujud menjadi tri wikrama, sutasoma yang semula sudah tenang kini kembali mengeluarkan kesaktian untuk menandingi kesaktian gajah waktra.Kedua kekuatan tersebut tidak dapat saling mengalahkan dan padah akhirnya turunlah dewa siwa dan dewa buda.kedua dewa tersebut memberi wejangan kepada sutasoma dan gajah waktra mengenai kekuatan mereka yang tak pernah bisa saling mengalahkan karena kekuatan mereka tunggal,sutasoma dengan paham budha dan gajah waktra paham siwa mendengar wejangan tersebut sutasoma pun memohon anugrah keselamatan dan kembali pulang ke astina.

2.2 Tema dan Amanat

Adapun tema lakon yang diangkat dari lakon sutasoma mewanawasa  versi dalang I Ketut Darye.  SSP

“Keteguhan iman yang di dasari tekad untuk mencari jati diri”sedangkan pertimbangan peneliti merumuskan tema tersebut didasarkan atas adanya rangkaian peristiwa dimulai sejak perjalanan sutasoma menuju ke tengah hutan untuk mencari jati diri,dengan kekuatan imanya ia mampu menghadapi rintangan yang menghalangi niatnya untuk mencari jati diri hingga ia dihadang oleh penjaga hutan gajah waktra,dan pada sutasoma dan gajah waktra mendapat wejangan dari dewa siwa dan dewa budha .Jadi amanat yang bisa diambil dari lakon sutasoma mewanawasa adalah nilai moral dan rasa percaya diri yang di amalkan oleh sutasoma dalam urusan mewujudkan kebaikan darma.

 

 

 

2.3 Alur.

Alur yang digunakan dalam lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Kwtut Darye. SSP adalah alur maju disitu terlihat jelas jalinan pristiwa dalam satu lakon berruntun dan berkesinambungan dari tahap awal sampai tahap akhir.pada alur intinya adalah peristiwa sutasoma sendiri dari perjalanan menuju hutan hingga pulangnya ke astina

A.Konflik atau tikaian dalam lakon sutasoma mawanawasa versi dalang I Ketut Darya. SSP adalah pada saatsutasoma dihadang  oleh raksasa penjaga hutan yaitu gajah waktra.

 

 

2.3 Struktur alur sutasoma mawanawasa

1.Eksposisi dalam lakon sutasoma mawanawasa adalah diperjalanan sutasoma menuju ketengah hutan untuk mencari jati dirinya dengan beberapa halang rintang iapun menghadapi dengan kekuatan imanya hingga terjadi pertarungan antara sutasoma dan gajah waktra.

2.Peristiwa penggawatan dan merumit pada saat sutasoma diberi wejangan oleh seorang brahmana pada saat perjalananya ketengah hutan untuk mencari jati diri.

3.Kalimak atau pucak cerita sutasoma mewanawasa adalah padasaat dewa siwa dan dewa budha memberi wejangan kepada sutasoma dan gajah waktra atas kekuatan mereka yang tak akan bisa saling mengalahkan karena sutasoma menganut paham kekuatan budha sedangkan gajah waktra menganut pahan kekuatan siwa(siwa dan budha tunggal)

2.5 Tahap resolusi atau pelerean

Dalam lakon sutasoma mewanawsa adalah setelah sutasoma diberi wejangan oleh betara siwa dan budha. Setelah itu iapun pulang kehastina untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai raja.

2.6 Penokohan

1.Tokoh yang ada dalam lakon sutasoma mewan wasa adalah sutasoma dilihat dari judul lakonya sutasoma yang berkeinginan untuk mencari jati dirinya kedalam hutan dengan demikian dapat disimpulkan sutasoma tokoh sentral atau sering disebut tokoh protagonis

2.Tokoh antagonis dari lakon sutasoma mewanawasa adalah gajah waktra sebab dari pada itu yang menantang sutasoma bertarung di tengah hutan.

3.Tokoh pelerai adalah dewa siwa dan dewa budha.

 

 

 

2.7 Latar atau seting.

A.Stuktur ruang

Lokasi atau tempat kejadian dalam lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Ketut Darye. SSP.

1.Di perjalanan pada saat sutasoma bertemu dengan seorang brahmana.

2.Di dalam hutan dimana tempat sutasoma mencari jati dirinya dan melawan kekuatan gajah waktra penjaga hutan.

 

 

 

2.8 Waktu cerita lakom sutasoma mewanawasa sebagai berikut.

1.Tari kayanan   10 menit

2.Pegundeman   15 menit

3.Pangkat             15 menit

4.Kanda                25 menit

5.Kayon babak  II  5 menit

6.Bapang delem     10 menit

7.Siat                       25 menit

 

 

 

 

 

2.1 Analisis stuktur dramatika  Lakon sotasoma mewanawasa fersi dalang I Made  Sije.

Babak 1

Prabu mamaketu yang menyadari bahwa dirinya sudah tidak layak menjadi raja di kerajaan hastina pura,atas inisiatnya prabu mahaketu berniat untuk memberikan tahta kerajaan kepada putranya sutsoma yang sudah layak menggantikan tahtahnya di kerajaan hastina.

Babak 2

Sutasoma di undang untuk mehghadiri rapat kerajaan oleh ayahnya prabu mahaketu,isi dari rapat tersebut tiada lain bahwa sutasoma diberi mandat oleh ayahnya untuk menggantikan posisinya sebagai raja astina,sutasoma yang menganggap dirinya belum pantas menggantikan posisi ayahnya sebagai raja astina menolak hal tersebut.

Babak 3

Dari rapat tersebut prabu mahaketu sedikit merasa kecewa atas penolakan sutasoma menjadi raja astina,prabu mahaketu pun menyuruh anaknya untuk berpikir sutasoma pun pergi meninggalkan ayahnya bersama dengan malen dan merdah menuju tempat peristirahatan.

Babak  4

Dilain pihak prabu mahaketu menyuruh rakyatnya untuk mengadakan kesenian,tujuan dari diadakanya kesenian tersebut untuk menyenangkan hati putranya sutasoma dan dengan hal tersebut diharapkan sutasoma mau menjadi raja menggantikan posisinya,tetapi sutasoma mengetahui niat ayahnya dan sutasoma pun meninggalkan kerajaan pada saat pesta berlangsung bersama dengan malen dan merdah, sutasoma ingin mencari jati diri ia pun berinisiatip untuk memohon petunjuk kepada dewi durga di setra gandamayu.

 

 

Babak 5

Dengan kekuatan batin sutasona melakukan tapa brata di setra gandamayu,hasil dari tapa tersebu turunya dewi durga memberikan sutasona wejangan kepemimpinan dewi durga juga menyuruh sutasoma agar kembali ke astina untuk menjadi raja,di samping itu pula dewi durga juga memberi japa mantra.Setelah itu dewi durga menghilang dan sutasoma melanjutkan misinya untuk mencari jati dirinya dengan cara mewanewase.

Babak 6

Pada saat sutasoma sampai di tengah hutan ia mulai memasuki rimbanya hutan bersama merdah dan tualen,banyak rintangan yang dihadapinya didalam menelusuri hutan tersebut sutasoma pun dengan tabah menghadapi rintangan tersebut dan pada saat sutasoma menikmati indahnya panorama hutan ia pun tidak menyadari bahwa dirinya sedang di hadang oleh raksasa yang bernama gajah waktra yang tiada lain adalah penjaga hutan tersebut.

Babak 7

Mengetahui akan dirinya di ancam marabahaya sutasoma pun siaga menghadapi pasukan gajah waktra dengan kekuatan yang dimilikinya sutasoma pun dapat mengalahkan pasukan gajah waktra,gajah waktra pun murka dan menyuruh delem dan sangut untuk memundurkan pasukanya ,dengan kesaktian yang dimilikinya ia merubah ujudnya menjadi tri wikrama.Sutasoma pun dengan kesaktianya menghadapi gajah waktra perang pun terjadi sutasoma tidak mampu menyaingi kekuatan gajah waktra dan pada hakhirnya ia teringat akan japa mantra dari dewi durga pada saat ia bertapa di setra gandamayu.Ajian itupun di keluarkan untuk menyaingi kesaktian gajah waktra hal tersebut membuahkan hasil dengan kekalahan gajah waktre dan tanpa disadari sosok tampan keluar dari tubuh gajah waktra yang tiada lain betare gane.

 

 

Babak 8

Mengetahui hal tersebut sutasoma bersimpuh di hadapan dewa gana ,,dewa gana pun memberi wejangan kepada sutasoma tentang ajaran kepemimpinan,dewa gaana menyuruh gajah waktra untuk meminta maaf pada sutasoma dan menjadi pengikutnya,sutasoma pun berterima kasi atas wejangan dewa gana  dan ia pun bergegas pulang ke astina untuk mengemban tahta kerajaan astina.

 

 

 

 

2.2. Tema dan Amanat.

Tema yang terdapat pada lakon sutasoma mewanawasa  versi dalang  I Made Sije adalah ketidak sanggupan sutasoma menerima mandat dari ayahnya perabu mahaketu,sebab dari iti sutasoma yang merasa dirinya belum pantas menggantikan posisi ayahnya karena ia menganggap dirinya masih belum sanggup menjalankan menerapkan ajaran kepemimpinan.Jadi amanat yang tertuang dalan lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Made Sije adalah kemawasan diri akan ajaran kepemimpinan yang amat dan sangat sulit untuk diterapkan dan rasa percaya diri yang patut ditanamkan di masa sekarang oleh generasi muda indonesia.

2.2 Alur.

Alur yang di gunakan pada lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Made Sije adalah alur maju (progressive plot),yaitu jalinan peristiwa dalam satu karya sastra yang berurutan dan berkesinambungan secara kronologis  dari tahap awal sampai tahap hakhir cerita (melalui tahap-tahap;pemaparan atau perkenalan ,penggawatan atau perumitan ,kalimaks atau puncak ,peleraian,dan kemudian penyelesaian)

 

2.3 Konflik atau Tikaian.

Konflik atau tikaian yang terdapat pada lakon sutasoma mewanawasa fersi dalang I Made Sije adalah pada saat sutasoma bertapa di kuburan(setre gandamayu) untuk meminta petunjuk kepada dewi durga pada saat sutasoma melakukan tapa dengan geteguhan imanya ia digoda oleh pengikut durga yang menyerupai  jin ,setan dll dan konflik juga terdapat pada saat di tengah hutan sutasoma di hadang oleh penjaga hutan yang tiada lain gajah waktra.

 

2.5 Stuktur alur sutasoma mewanawasa.

1.Exsposisi dalam lakon sutasoma mewanawasa adalah pada saat sutasoma menolak mandat dari ayahnya untuk menggantikan posisi ayahnya menjadi raja di kerajaan astina dan iapun pergi dari astina untuk mencari jati dirinya iapun berniat untuk meminta petunjuk kehadapan dewi durga di kuburan(setra gandamayu)dan dengan imanya ia mampu menghadapi godaan dari pengikut durga.

 

2.Peristiwa penggawatan yang terdapat pada lakon sutasoma mewanawasa adalah pada saat keluarnya dewi durga dengan aura magisnya untuk memberi petunjuk kepada sutasoma yang sangat ingin tahu akan jati dirinya yang sesungguhnya.

 

3.Tahap resolusi atau peleraian pada lakon sutasoma mewanawasa pada saat kalahnya gajah waktra dengan kekuatan pemungkas dari sutasoma yaitu berupa japa mantra dari dewi durga pada saat sutasoma meminta petunjuk kepada durga.

 

 

2.6 Penokohan.

1.Tokoh yang ada dalam lakon sutasoma mewanawasa adalah sutasoma dilihat dari judul lakonya sutasoma mewanawasa dengan keinginanya mencari jati diri.dapat disimpulkan sutasoma sebagai tokoh sentral atau sering disebut tokoh protagonis.

2.Tokoh antagonis tokoh antagonis dari lakon sutasoma mewanawasa adalah gajah waktra ,sebab didalam cerita tersebut sutasomalah yang menghadang atau memulai menantang sutasoma untuk adu kesaktian.

3.Tokoh tritagonis yang terdapat dalan lakon sutasoma mewanawasa adalah betara gana ,sebab betara ganalah yang memberi wejangan kepada sutasoma dan gajah waktra pada saat gajah waktra sudah di kalahkan oleh kekuatan dari sutasoma.

 

 

 

2.7 Latar Atau Seting.

A.Stuktur ruang.

Lokasi atau tempat kejadian dalam lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Made Sije adalah sebagai berikut.

1.Di astina pada saat sutasoma dan ayahnya melakuakan sidang.

2.Di kuburan (setra gandamayu)pada saat sutasoma meminta petunjuk ke hadapan dewi durga.

3.Di dalam hutan pada saat sutasoma dan gajah waktra adu kekuatan.

 

 

2.8 Waktu cerita lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Made Sije.

1.Tari kayonan     10 menit

2.Pegundeman      25 menit

3.Pangkat                15 menit

4.Kande                  15 menit

5.Kayon babak II    5 menit

6.Baoang delem       15 menit

7.Pangkat raksasa       10 menit.

8.Siat                      15 menit

 

 

DAFTAR  ISI

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………ii

Daptar isi…………………………………………………………………………………………………iii

Dalang I Ketut Darye.SSP.

2.1Analisis struktur dramatika lalon sutasoma mewanawasa versi dalang I Ketut Darye.SSP………………………………………………………………………………………………………2

2.3 Tema dan Amanat……………………………………………………………………………………3

2.3 Alur………………………………………………………………………………………………………….4

2.4 Tahap resolusi atau peleraian…………………………………………………………………..4

2.5 Penokohan……………………………………………………………………………………………….5

2.6  Latar atau Seting……………………………………………………………………………………..6

2.7 Waktu cerita……………………………………………………………………………………………..7

Dalang  I Made sije.

2.1 Analisa struktur lakon dramatika lakon sutasoma mewanawasa versi dalang I Made Sijr………………………………………………………………………………………………………8

2.2 Tema dan Amanat……………………………………………………………………………………8

2.3 Alur

2.4 Stuktur alur sutasoma mewanawasa……………………………………………………….9

2.5 Tahap resolusi atau peleraian…………………………………………………………………..9

2.6 Penokohan

2.7 Latar atau Seting………………………………………………………………………………………10

2.8 waktu cerita……………………………………………………………………………………………….11

3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………..11

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………11

Tinggalkan Balasan