isi denpasar

Mei 22, 2012

Belajar Rebab Bali

Filed under: Tulisan —— bagusrismawan @ 9:10 am

Rebab adalah salah satu nama tungguhan atau instrument gesek yang digunakan dalam jenis – jenis barungan gamelan yang terdapat didaerah – daerah tertentu seperti Bali, Jawa, Sumatera dan sebagainya. Di Jawa terdapat 2 bentuk instrument gesek yaitu Rebab dan Tarawangsa. Di Sumatera Barat ( Minangabau ) terdapat 3 bentuk instrument yaitu : rabab darek, rabab Pariaman dan Rabab Pesisir.  Dilihat dari bentuk dan cara penggunaan rabab di berbagai daerah terdapat kesamaan yaitu sejenis kawat atau senar. Menurut kami keberadaan rebab di bali dapat dikatakan sangat asing karena sedikitnya barungan gamelan yang menggunakan maupun jumlah penyaji yang relative sedikit.jenis- jenis barungan Bali yang menggunakan Rebab adalah barungan Gamelan Gong Gebyar, Gong Sulig, Semar Pegulingan Saih Lima,  Smar Pegulingan Saih Pitu, Pengaran, dan Pegambuhan. Konon ceritanya pada tahun 1921 barungan gamelan penggunaannya menggunakan tungguhan rebab. Peranan Rebab tidak seperti barungan gamelan pegambuhan, yaitu lebih menekan pada pemantapan hasil sajian suatu gending atau seing juga disebut oleh masyarakat luas adalah untuk memaniskan sajian gending.Berdasarkn hasil penelitian penulis tahun 1980-an, di Bali haya dapat ditemui beberapa orang senimanyang memiliki predikat sebagai pengrebab, yaitu : Alm.  I Wayan Barug, Alm. I Ketut Mertu,Alm.  I Made Lemping, Alm. I Wayan Lontok, I Wayan Sinti, dan Alm. I Ketutu Mawes.

Pada umumnya rebab Bali hamper seluruhnya menggunakan pontang yang dibuat dari perak yang dipasang pada bagian bebetan maupun bantang rebab seuai dengan bentuknya.Adapu nama – nama bagian Rebab di bali seperti berikut :Menur, Kuping, Irung – irung, Bantang, Kawat, Bebetan, Penyanteng, jejebug, batok, babad, batis, gegemelan, dan pengaradan.

Cara belajar rebab Bali : sikap duduk pengrebab, posisi tangguhan rebab, cara memegang tangguhan rebab, cara memegang pengaradan, cara menyetel rebb, cara menekan kawat rebab, cara menggesek rebab, posisi jari pada laras pelog, posisi jari pada laras selendro, menekan kawat dan menggesek rebab, garap rebab dan yang terakhir memelihara tangguhan rebab.

Tabuhan tungguhan Rebab terdapat dua jenis, yaitu tabuhan bebas dan tabuhan ikat. Tabuhan bebas adalah tabuhan rebab yang tidak mengikuti melodi atau gending yang disajikan secara mandiri. Tabuhan ikat adalah tabuhan rebab yang mengikuti melodi atau gendingan yang disjikan oleh seluruh tangguhan. Dalam memainkan tungguhan rebab selalu akan menggunakan wilet untuk lebih mantapnya garap rebab. Garap wilet rebab terdapat dua sumber ,yaitu wilwetan yang bersumber dari wiletan garap dari tembang. Penguasaan gending barunan gmelan tidak merupakan tuntutan atau keharusan, karena menggarap rebab Bali dapat mendahului atau sebaliknya terhadap tekanan atau seleh bantan gending.

Ada beberapa wilet Rebab yang menggunakan tutupan ১ (dong) di bawah ini :
cengkok 1. Posisi jari (posisi 1) : a b a b  abababab;
cengkok 2. Posisi jari (posisi 1) : x .a c
cengkok 3. Posisi jari (posisi 1) : a .b c
cengkok 4. Posisi jari (posisi 1) : x ab c
cengkok 5. Posisi jari (posisi 1) : a b a .b c
cengkok 6. Posisi jari (posisi 1) : b c b c b c b c bc bc
cengkok 7. Posisi jari (posisi 2) : a ba b ababab
cengkok 8. Posisi jari (posisi 1)  : c b abc b
cengkok 9. Posisi jari (posisi 2) : a .b
cengkok 10. Posisi jari (posisi 2) : a.b cb
keterangan yang dimaksud adalag a: ibu jari telunju, b : ibu jari tengah, c : ibu jari manis, d : ibu jari klingking, dan x : kawat rebab tidak ditekan.

Gregel diibaratkan sebagai salah satu unsur penting dalam pembentukan penjiwaan sajia rebab atau kualitas  rebabab. Gregel adalah gerak jari – jari yang arahnya naik turun dengan menekan kawat sehingga dapae menghasilan ombak suara rebab. Gregel yang arahnya naik turun dapat dilakukan dengan jari – jari telunjuk pada penutupan posisi 2(dua), jari tengah, jari manis, dan jari klingking. Gesekan rebab merupakan unsure pembentukan penjiwaan atau kualitas sajian rebab. Tahap awal belajar memainkan rebab, mencoba gending – gendingan yang ukurannya pendek atau gending yang disajikan dengan tempo yang pelan.

Sebagai seorang seniman haruslah melakukan pemeliharaan pada alat musiknya sendiri, pemeliharaan khusus yang yang dilakukan dalam tangguhan rebab antara lain bias memasang kawat rebab, bias memaang penyanteng, bias membuat dan memasang jejebug, menggesek pelastik dengan gondro rukem (karpus) dan menyimpan tungguhan rebab ditempat yang aman.

 

Tinggalkan Balasan

Powered by WordPress WPMU Theme pack by WPMU-DEV.