” Komentar Video Gamelatron “

Posted in Tulisan on Desember 20, 2011 – 10:54 am
Post a comment

SINOPSIS :

“ Gamelatron adalah koleksi instrumen musik Indonesia yang dikenal dengan nama gamelan. Si pencipta menambahkan ‘etron’ dibelakang nama alat musik itu hingga terdengar seperti alat musik gamelan versi elektroniknya,

Gamelatron, sebenarnya merupakan seperangkat instrumen gamelan khas Indonesia berupa alat musik gending, silofon, drum, gong, dan lonceng. Yang membuatnya berbeda, gamelan ini dioperasikan oleh robot, tepatnya 117 lengan mekanik yang disambungkan dan dikontrol dari sebuah komputer. Lengan-lengan robotik inilah yang bertugas memainkan nada-nada dari orkestra tradisional Jawa dan Bali.

Otak setiap instrumen berada pada sebuah prosesor mikro atau komputer yang sangat kecil. Prosesor inilah yang menginterpretasi sinyal musik yang bisa datang dari komputer, keyboard, atau instrumen musik elektronik lainnya. Prosesor mikro ini kemudian mengatur rangsangan elektrik yang dilanjutkan ke berbagai peralatan elektromekanik.

 

Gamelatron ini benar-benar mengadopsi seni tradisional Indonesia, terutama Bali. Dalam situs resminya, www.gamelatron.com, bahkan ditampilkan gambar yang mirip dengan wajah barong khas Bali. Penyajian musik dari Gamelatron pun amat persis meniru gamelan versi aslinya, yang dilengkapi tembang, juga pembacaan cerita dari kisah Ramayana. Dalam setiap penampilannya, perangkat gamelan itu dihiasi kain batik bermotif barong.

Suara rancak tetabuhan gamelan ini hampir tak ada bedanya dengan bebunyian yang dihasilkan dari para seniman penabuh gamelan. Beberapa komposisi yang sering dimainkan diantaranya Begginings, The Birth of Two, dan The Heart Prophecy.

Sejak setahun lalu, Gamelatron menjalankan tur promosinya ke puluhan tempat di New York, Pennsylvania, Connecticut, dan Maryland, AS. Belum dijadwalkan kapan gamelan elektronik ini berkunjung ke tempat asalnya, Indonesia.

 

Semestinya harus berisi lampu yang lebih mencolok terhadap si pemain , disini si pemain kurang begitu jelas. Juga dimasing masing instrumen semestinya harus berisi lampu yang berwarna, karena konsep dari musik ini adalah ingin menonjolkan satu satu instrumen yang telah diolah sedemikian rupa dengan teknik elektro. Jadi masing masing instrumen harus memiliki perbedaan lampu yang bisa menunjukan perbedaan karakternya masing – masing .

 

Dalam segi sound system , pada pertunjukan ini telah terjadi keseimbangan suara antar instrumen, ini terlihat dari banyaknya instrumen yang ditampilkan, tidak ada satu instrumen yang lebih menonjol. Semua suara instrumen bisa tersaji secara seimbang, menurut porsi si komposer.


This entry was written by baguskrishna, filed under Tulisan.
Bookmark the permalink or follow any comments here with the RSS feed for this post.
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never shared. Required fields are marked *

*
*